******
Mencintai seseorang tanpa bertemu dengan nya, adalah bukti bahwa cinta itu bukan di depan mata, tapi di dalam hati. Itu yang terjadi dengan Alana, putri dari Aditya dan Davina.
Pertemuan tak sengaja Alana dengan sosok di media sosial membuat nya nyaman walau perbedaan usia mereka cukup jauh. Status tak menghalangi hubungan kedua nya.
Apa yang membuat Alana memilih pria yang tak pernah dia lihat? Konflik pun terjadi di antara Alana dan pria yang ada di sosial media tersebut. Hingga membuat Alana sering kali memblokir aplikasi hijau nya terkadang aplikasi hitam pun kena sasaran blokir Alana tapi selalu saja di buka kembali karena kedua saling Cinta.
Akan kah mereka bertemu dan bersatu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anisah Cute, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20. TCA 2
✧༺♥༻✧✧༺♥༻✧
Sedangkan Mahar yang melihat kepergian suami nya merasa kesal dia marah dan kecewa karena Raka tak jujur jika dia sering mengunjungi makam Indah. Mahar yang emosi dan terbakar cemburu langsung saja mendatangi makam Indah dengan penuh kemarahan.
"Puas kamu Indah sudah merusak rumah tangga kakak kamu sendiri, adik macam apa kamu, kamu sudah tiada tapi masih mendapatkan perhatian dari suami ku, kamu jahat Indah." ucap Mahar dengan kesal saat dia sudah berada di makam Indah.
Mahar yang melihat bunga anggrek yang di bawa suami nya langsung menghancurkan bunga tersebut dengan penuh kemarahan.
"Aku benci kamu Indah, sejak masih hidup sampai kamu mati kamu diam - diam mencuri semua perhatian semua orang." ucap Mahar.
Mahar tak sadar padahal selama ini Indah lah yang tersingkir dari semua keluarga nya demi membuat Mahar bahagia. Semua bunga yang ada di makam Indah, Mahar hancurkan hingga berserakan kemana - mana.
Penjaga makam yang biasa merawat makam Indah mendekat saat melihat seseorang ingin merusak makam yang dia jaga.
"Ada apa ini kenapa kamu marah dengan batu nisan yang sudah tak bernyawa?" Tanya nya
Mahar terkejut saat mendengar suara seseorang yang menegur nya, dia sempat berpikir hantu, tapi saat dia melihat kaki orang itu menyentuh tanah dia merasa lega.
"Gadis ini sudah berusaha merusak ketenangan rumah tangga saya, dia sudah tiada tapi dia bisa merusak semua nya dia jahat." ucap Mahar kearah papan nama bertuliskan Indah.
"Dengar nak orang yang sudah meninggal gak akan bisa merusak rumah tangga kamu, dia sudah tak lagi memikirkan dunia, alam nya sudah berbeda. Dia juga belum tentu ingat sama kamu, kamu boleh marah dan cemburu tapi tak pantas marah dan cemburu sama orang yang alam nya sudah berbeda, kecuali orang yang kamu cemburui itu masih hidup baru kamu merasa takut dan cemas suami mu di rebut oleh dia?" ucap nya.
Mahar yang mendengar perkataan lembut pria tersebut terdiam dia menatap batu nisan yang bertuliskan Indah Prameswari Admaja dengan tatapan sedih. Dia ingat bagaimana dulu dia sangat menyayangi Indah tapi dia merasa selalu tersaingi oleh indah. Mahar juga menatap gelang milik Indah yang di berikan Vina untuk Indah tapi sekarang Mahar yang menggunakan.
"Astaghfirullah maafin kakak Indah, kita memang bukan saudara kandung tapi kita punya ikatan keluarga, maaf sudah berprasangka buruk terhadap kamu yang sudah tiada." ucap Mahar dengan memeluk batu nisan Indah dan menangis saat ingat perlakuan dia dan rasa cemburu nya terhadap Indah saat Indah masih hidup.
Mahar yang melihat makam Indah berantakan karena ulah diri nya langsung membersihkan makam tersebut dan menyuruh orang untuk membeli bunga anggrek kesukaan Indah. Sayang nya saat orang yang dia suruh kembali dengan tangan kosong.
"Maaf bu, bunga nya habis semua toko bunga sudah saya datangi tapi stok bunga anggrek habis." ucap nya.
Mahar menarik nafas panjang saat mendengar perkataan pemuda yang dia suruh membeli bunga tak mendapatkan bunga yang di sukai Indah. Mahar menatap kuburan Indah dengan penuh penyesalan.
"Kamu marah sama kakak hingga kamu tak mau menerima bunga dari kakak, Indah?" tanya Mahar seorang diri.
Mahar hanya bertanya tanpa ada yang menjawab hingga dia memilih untuk pergi dari makam adik nya, adik dari Mahendra Admaja.
Tanpa Mahar sadari jika sejak tadi Mahendra dari jauh memperhatikan apa yang di lakukan oleh Mahar, hingga bunga yang di bawa oleh orang yang di suruh Mahar di buang oleh Mahendra dan menyuruh pemuda itu berkata bohong.
"Kamu gak akan pernah berubah Mahar. adik ku telah tiada saja kamu cemburui." batin Mahendra yang melihat Mahar pergi dari kuburan adik nya.
Setelah Mahar tak terlihat lagi dia mengunjungi makam kedua orang tua nya yang berdekatan dengan makam istri nya Anita Ridho Mahardika.
Adit dan Adrian sengaja membawa jenazah adik nya kembali ke Indonesia agar semua orang bisa berkunjung dan di makam di dekat keluarga Mahendra. Setelah mengunjungi makam kedua orang tua nya dan juga adik nya dia duduk di dekat makam sang istri menatap dengan penuh kerinduan foto sang istri yang tersenyum manis.
"Kamu yang pertama dan yang terakhir Anita di hati aku, gak akan ada yang bisa menggantikan posisi kamu. Oh iya Helen putri kita sudah remaja dia mirip sama kamu Nita dan Alana keponakan kita mirip sama Indah cuma kelakuan 11 12 sama Vina." ucap Mahendra.
Setelah melepas rindu ke semua orang yang dia sayangi Mahendra pun memilih pergi karena dia ada meeting di kantor bersama dengan Chandra dan juga Vino.
*********
Sedangkan di rumah sakit setelah mengecek kondisi Alana baik - baik saja akhirnya dia sudah di perbolehkan untuk pulang. Saat sampai di area perumahan Alan tak sengaja melihat Riski bersama dengan Helen di teras rumah saat siang hari. Alan langsung memalingkan wajahnya dia tak ingin sakit hati saat melihat kedekatan Helen dan juga Riski.
"Bunda Alan ke kamar dulu ya." ucap Alan.
Vina hanya mengangguk dan menatap saja wajah putri nya yang terlihat tak baik - baik saja
Saat di kamar Alana mencari informasi tentang perlombaan balap sepeda melalui internet, dia terus mencari informasi agar bisa melupakan perasaan nya tentang Riski dan saat dia menemukan nya itu berada di luar negeri, Alan pun langsung berlari turun kebawa menemui kedua orang tua nya agar bisa mendapatkan izin.
"Ayah... Bunda....!" panggil Alan saat dia berlari keluar dari kamar menuruni anak tangga.
Adit yang sedang bersantai di ruang tengah mengerutkan dahi saat mendengar teriakan putrinya dan menatap kearah Alan yang berlari kearah dirinya.
"Alan kamu kenapa lari - lari begitu, kamu baru pulang dari rumah sakit nak." ucap Adit.
"Ayah ada perlombaan balap sepeda di malaysia ayah, apa Alan boleh ikut? Kali ini jika Alan berhasil menang Alan akan di ajak gabung di grup mereka ayah." Ucap Alan dengan senyum bahagia.
"Kamu mau pergi kemalay, berapa lama ikut kejuaraan?" Tanya Adit.
"Hemm.... Kalau Alan menang Alan akan di kontrak 2 tahun." Jawab nya.
"Apa 2 tahun, kalau bunda rindu gimana Lan, bunda khawatir kamu makan apa di sana nak?" tanya Vina kaget saat tau berapa lama putrinya akan pergi.
"Bunda ini kan banyak yang jualan bunda, Alan bisa beli bunda jangan khawatir Alan sudah besar dan bisa jaga diri." ucap Alana.
Adit menatap kearah putri nya yang terlihat bahagia saat dia mendapat informasi tentang hobi nya.
"Pergi lah kejarlah impian mu selagi kamu mampu ayah akan dukung kamu." Ucap Adit.
Vina tak bisa berkata apa pun saat suaminya menyetujui keinginan putri nya untuk ikut kejuaraan di luar negri. Dia hanya bisa tersenyum padahal hati nya sangat mencemaskan keadaan putrinya saat jauh dari dirinya.
Alana yang mendapatkan izin dari sang ayah langsung memeluk ayah dan juga bunda karena dia sangat bahagia. Vina yang melihat kebahagiaan putrinya ikut bahagia tapi dia merasa heran saat tau kepergian sang putri yang begitu mendadak.
"Apa yang membuat mu ingin pergi jauh sampai ke Malaysia. Bukan apa disana kamu gak ada saudara nak?" tanya Vina.
"Gak ada alasan bunda, Alan hanya ingin membuat ayah dan bunda bangga punya putri seperti Alan." jawab Alana.
Alana tau jika bunda nya sulit untuk memberinya izin tapi dia sudah bertekad untuk pergi dan menggapai impian nya di negara orang.
Bersambung.....
Riski kek nya suka sama Helen deh klu Alana tau orang yg dia suka justru ga suka sama dia gmn ya ,moga sikap Alana ga berubah ya klu tau
doakan saja agar semuanya lancar ya
apalagi Bagas emg langsung menjauh setelah pacaran sama Helen, lagian Helen juga apa-apaan sih kok kamu sampe segitunya sama Alana
toh Alana gak akan pernah rebut Bagas dari kamu ishhh ngeselin 😤😤
tapi sayangnya kepala Alana malah jadi memar gitu ya
tapi mungkin ini pilihan kamu ya lan, semoga di Malaysia nanti kamu bisa jauh lebih bahagia ya Alana
gak bisa jaga perasaan Alan malah pamer🙄