Nyari ide itu susah lho, so please jangan plagiat!
Marisa Ayu (Caca) selalu hidup sendiri tanpa kehadiran ayah dan ibunya yang super sibuk. Untung saja ada Rani sahabat yang sedari kecil menemaninya melalui hari-hari hampa di hidupnya.
Sampai ia bertemu Rendi Wijaya yang membuka hatinya dan membuatnya merasakan jatuh cinta.
Bagaimana kisah cinta pertama Caca akan berakhir ?
Enjoy reading...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vie Junaeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sayangnya Aku
Sebelum membaca Vie mohon klik tombol Like jangan lupa ya, terus di vote juga, Rate bintang lima juga ya, apalagi mau kasih koin seikhlasnya boleh banget...
Happy Reading 😘😘😘
*****
Sampai di depan rumah Caca.
"Wah hapal bener Ren rumah si cantik." goda Bu Maya.
"Ah mama." ucap Rendi sambil menggaruk kepalanya.
"Mari mampir Bu kerumahku." Caca berucap sambil mencium tangan mamanya Rendi.
"Aduh, kapan - kapan aja yak, mama masih pusing nih mau tiduran gitu istirahat sekalian minta pijet Rendi, jago loh pijetannya." ucap Bu Maya melirik Rendi.
"Ih si mama mah godain mulu nih, ya udah mama tunggu di dalem mobil aja, aku bantu mbok Nah sama caca masukin belanjaan ke dalem ya ma." ucap Rendi sambil berlalu ke arah dalam.
Caca dan mbok Nah pamit menundukkan kepala nya dan tersenyum kearah Bu Maya yang sudah duduk manis dalam mobil.
"Sudah aku taro diatas meja dapur ya mbok, saya pamit dulu ya mbok."
"Makasih banyak den, bener nih gak minum dulu?" tanya mbok Nah.
Rendi mengangguk lalu berjalan kearah depan rumah Caca dan Caca mengikutinya.
"Makasih ya Ren udah dianter pulang." ucap Caca
"Aku yang makasih kamu udah nolongin mama tadi, aku pamit ya."
seraya memberikan tangannya agar dicium Caca.
"Apaan sih nih?" tanya Caca menepis tangan Rendi.
"Salim lah sayangku kan pamitan." goda Rendi memberikan jemari tangan kanannya lagi kearah wajah Caca.
"Malu ah, panggil sayang pula lagi, dih malu tau." sungut Caca.
"Hmmm kalo gak ada mama ngeliatin kita gini udah aku cium nih." goda Rendi.
Caca memukul bahu Rendi lalu mendorong punggungnya perlahan kearah mobil.
"Daaahhh hati -hati ya..." Caca melambaikan tangannya kearah mobil Rendi yang melaju.
***
"Aslinya cantik ya Ren, baik lagi, mama suka loh sama anak itu." ucap Bu Maya.
"Iya dong ma, dari aku ngeliat dia pertama kali langsung deg deg ser gitu mah." ucap Rendi memegang dadanya.
"Halah anak ini lagaknya. terus Nayla gimana? mama pikir kamu pacaran sama Nayla."
tanya mama.
"Nayla mah cuma aku anggap sebagai adik mah gak lebih." ucapnya fokus menyetir.
Bu Maya mengangguk pelan, meski hatinya tau kalau Nayla menaruh rasa pada Rendi.
Bu Maya masih ingat hari itu dimana Nayla pernah mengaku pada nya bahwa Nayla menyukai anaknya itu dan mengharapkan bantuan Bu Maya untuk merestui dan menjodohkan Nayla dan Rendi.
Dia pikir Rendi dan Nayla saling menyukai ternyata bertepuk sebelah tangan. Biar bagaimanapun Bu Maya akan selalu mendukung anaknya asal Rendi bahagia batinnya.
"Mama istirahat yak, aku mau balik ke galeri ada lukisan yang mau aku pajang di galeri." ucap Rendi pamit setelah mengantarkan mama nya ke kamar untuk berbaring.
"Hati-hati ya, jangan malem-malem pulangnya!" ucap Bu Maya.
***
Pukul setengah sembilan malam Rendi masih sibuk di galerinya.
Ponselnya berbunyi lalu diraihnya ponselnya dan terdapat chat dengan nama kontak "Sayangnya Aku" siapa lagi kalau bukan Caca.
"Kamu lagi apa?" pesan dari Caca
"Whaaattt beneran nih sayang gue nge chat duluan." gumam Rendi sambil berjingkrak - jingkrak kegirangan.
Lalu ia menghubungi Caca ketimbang membalas chat.
"Halo, kenapa sayang, kangen ya sama aku?" goda Rendi dari ponselnya.
"Ih apaan sih cuma nanya kabar juga emang gak boleh?" jawab Caca.
"Boleh kok, boleh banget suka banget malah." ucap Rendi.
"Lagi dimana?" tanya Caca.
"Aku lagi digaleri, kamu mau kesini nemenin aku pasang lukisan baru?" tanya Rendi.
"Udah malem ah takut, emang nya gak da karyawan kamu apa yang beresin?"
"Gak papa kok udah biasa ngurus sendiri sebenarnya sih ada Pak Parno lagi beresin dapur, sama satpam di depan galeri." jawab Rendi.
"Namanya lucu banget Pak Parno, orangnya ketakutan terus gak tuh, hihihihi." ucap Caca sambil tertawa kecil.
"Apaan sih garing banget kamu yang, tapi orangnya pemberani loh suka liat penampakan malah." jawab Rendi.
"Hahahaha makin parno aja akunya, yaudah kamu pulang gih besok aja aku ke galerinya sama Rani ya?" tanya Caca
"Eh jangan sama Rani, besok pagi sebelum galeri buka jam enam aku jemput kamu ya aku mau tunjukin ruang rahasia khusus kejutan buat kamu disini." ucap Rendi
"Apaan sih ruang rahasia segala jadi penasaran, yudah kalo gitu aku tidur dulu yak, jangan malem-malem pulangnya."
"Kaya mama ih, perintahnya jangan pulang malem, hahahhaa, oke deh sayangku met bobo yak, mmmuuaaahhh." ucap Rendi memonyongkan bibirnya mencium ke ponsel.
"Lah dimatiin gitu aja nih cewek bales kek muah muah gitu." gumam Rendi yang ponselnya dimatikan oleh Caca.
Padahal Caca girang setengah mati dia berguling-guling dikasur membanting - banting kakinya kekasur menciumi bantalnya seolah - olah itu Rendi.
***
bersambung...
Aaahhhh jatuh cinta sejuta rasanya....
Caca rendi saudara😱😱