NovelToon NovelToon
Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Kayla (Perjuangan Hidup Ditengah Badai)

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Yatim Piatu / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Mengubah Takdir / Keluarga / Karir / Anak Yang Berpenyakit
Popularitas:541
Nilai: 5
Nama Author: Ummu Umar

Kayla seorang perempuan yang memiliki 3 Saudara, mereka telah yatim piatu sejak kecil, Adik bungsunya merupakan anak istimewa yang membutuhkan perhatian khusus. Perjuangan mereka yang penuh dengan tangis, penderitaan akankah bisa menuju kesuksesan??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu Umar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dugaan yang Benar

Ibu Husni yang baru selesai membereskan dagangannya kini melihat keduanya bertengkar hebat, dia yakin setelah ini ada informasi yang bisa dia ketuk untuk jadi bukti. Dia sudah tahu jika ini salah satu jebakan yang dibuat oleh kepala desa kemaren.

"Apa yang kalian lakukan anak-anak". Teriak seorang guru yang tidak lain adalah ibu Rahayu.

Dia akan ke toilet sekolah tapi melihat keributan di halaman sekolah dan parahnya itu adalah anaknya dan anak kepala sekolah.

" Pa yang kau lakukan Hana, kenapa kau memukul Rana seperti itu". Hardik Bu Rahayu dengan kasar.

Dia tidak terima anak kesayangannya diperlakukan seperti itu, sekalipun Hana adalah anak kepala sekolah.

"Tidak usah ikut campur tante, anakmu ini harus diberi pelajaran, supaya dia tahu siapa yang bos dan berkuasa di sekolah ini". Hardik Hana dengan tidak sopan.

"Jangan bicara sembarangan Hana, akan kutampar mulutmu, kalau kurang ajar". Teriak Bu Rahayu.

"Kau tidka berhak meneriaki anakku seperti itu Rahayu". Ucap Seseorang dari belakang.

Melihat mommynya, senyum Hana mengambang sempurna, dia tahu sang mommy akan melindungi dan menjaganya.

"Anakmu kurang ajar, dia menghina dan menganiaya anakku". Marah Rahayu dan menatap tajam kearah kepala sekolah.

"Anakmu yang memulai lebih dulu, wajar jika anakku membalas anakmu, toh yang dikatakannya tidak ada yang salah". Ucap nya dengan tidak peduli.

"Ibu dan anak sama-sama sombong mentang-mentang kau kepala sekolah disini". Ucap Rahayu menatap berang kearah kepala sekolah.

"Lah memang kan, aku kepala sekolah disini, kau saja bukan apa-apa tanpaku, bahkan kau tidka akan bisa punya mobil dan rumah jika bukan karena bantuanku". Ucapnya dengan sombong.

"Jangan sombong, kau, jika bukan karena aku yang mengelola data bos itu kau tidak akan dapat uang banyak, jangan kurang ajar, aku bisa membuatmu dalam masalah jika kau tidka tahu terima kasih". Ucap Rahayu dengan teriakan keras.

Ibu Husni yang sejak tadi merekam pertengkaran mereka membulatkan matanya, apa yang dia dengar sama perkataan pak desa dan ternyata perkataan pak desa kemaren terbukti adanya.

"Jangan macam-macam Rahayu, kau tidak akan bertindak seperti itu jika bukan karena izin ku, jadi jangan jadi orang tidak tau terima kasih". Berangnya.

Dia mendorong Rahayu dengan keras, Dia tidak terima di hina seperti itu apalagi mereka sama-sama diuntungkan dalam dana bos itu.

"Kamu akan menyesal melakukan ini padaku Mona, aku akan membuat kau kehilangan jabatanmu, jika kau berani macam-macam denganku". Kesal Rahayu yang didorong kasar itu.

"Oh ya, mari kita liat, siapa yang duluan hancur Rahayu, kau sudah membuat anak kesayanganku menangis jadi kau akan terima akibatnya". Dia menatap tajam Rahayu lalu membawa pergi Hana.

Hana berbalik dengan menjulurkan lidahnya mengejek kepada Hana dan ibunya karena telah merasa menang dia bahkan menjulurkan jari tengahnya kepada mereka. Sedangkan Rana dan Rahayu mengeram kesal melihat tingkah Hana yang sangat kurang ajar itu.

Bu Husni segera mematikan kamera handphone nya saat melihat Kepala sekolah meninggalkan mereka, dia tidak mau aksinya ketahuan.

"Kalian berdua sangat licik, kalian tidak pantas menyandang jabatan mulia itu". Geram Bu Husni pergi dari sana.

Dia akan kerumah kepala desa untuk melihat pemakaman keisha, dia tidak bisa izin karena kepala sekolah tidak mengizinkannya begitu juga dengan guru-guru yang lain, mereka datang setelah pulang sekolah.

Sedangkan dirumah kepala desa, semua orang memeluk Kayla dengan menangis, mereka sungguh kasihan kepada ketiga anak yatim itu.

"Kamu yang sabar nak, kita akan kuburkan adimu, jangan kamu ratapi kasihan dia". Ucap Suster Aisyah yang datang dari kota setelah meminta izin.

"Tapi kenapa semuanya pergi meninggalkan aku Suster, aku lelah seperti ini". Tangis Kayla pecah di pelukan Suster Aisyah.

Maya juga berada disana memeluk kedua adik Kayla yang sejak tadi meraung-raung sambil menangis. begitu juga dengan seluruh anak kepala desa. Mereka semua menangisi kepergian adik Kayla itu.

"Kamu sabar nak, Tuhan sangat menyayangi adikmu, maka dia memanggilnya lebih dulu agar tidak merasakan kesakitan lagi nak, kamu harus kuat, ada kedua adikmu yang membutuhkanmu".

Mendengar ucapan suter Aisyah, Kayla mengalihkan pandangannya kepada kedua adiknya yang sejak tadi histeris dan menangis, dia benar adik-adik nya sangat membutuhkan dirinya sekarang.

"Jangan seperti dek, kasihan ade keisha jika kalian menangisi dia terus menerus".

"Tapi kak, keisha masih kecil kenapa dia harus pergi secepat itu".

" Tidak apa dek, itu rencana Tumbuhan, mungkin dengan begitu dia tidak akan merasakan kesakitan dan tidak ada yang menghina adik kita lagi". Kayla meneteskan air mata nya mengingat betapa sakitnya adiknya.

"Ayo nak, sudah waktunya kita membawa adik kalian untuk dimakamkan". Ucap kepala desa yang menghampiri mereka bersama rombongan yang akan membawa jenazah.

Mereka semua mengikuti rombongan yang mengangkut jenazah ketempat istirahat terakhir. Kayla hanya bisa memeluk kedua adiknya sambil menangis.

Setelah selesai pemakaman, sang tante datang lagi membuat keributan di kuburan.

"Dasar anak kurang ajar, apa hak mu mengontrak kan rumah itu". Teriak Rina dengan penuh kemurkaan.

Dia menatap bengis kearah Kayla dan kedua adiknya, gara-gara ketiga anak ini rencananya gagal total, malah dia mendapat malu bahkan masuk penjara.

"Ya ampun Rina berhentilah membuat keributan, kau tidak liat kami baru menurunkan jenazah keisha". Kesal Maya melihat tingkah temannya ini.

"Diam Maya, ini bukan urusan mu, ini urusanku dengan anak-anak tidak tahu diri itu".

"Kau yang tak tahu diri Rin, bisa-bisanya kau mengaku rumah itu milikmu, jelas-jelas disini ada ahli waris disini, yang berhak". Maya menatap tajam Rina yang sudah gila menurutnya.

"Berhenti membuat keributan Rina, jika tidak aku akan menyuruh warga semuanya mengusir mu dari desa ini, saya berhak melakukannya". Pak desa kini menatap tajam kearahnya.

Semua warga berseru dengan kompak. " Ayo kita usir perempuan ini dari kampung kita, dia selalu mencari maslaah dan keributan".

Rina yang mendapatkan kemurkaan dari warga desa pun akhirnya pergi dari sana, dia tidak mau pergi dari desa ini sebelum berhasil mendapatkan rumah kakaknya. Dia harus bertahan bagaimanapun caranya, dia tidak akan menyerah.

"Dasar perempuan sinting, serakah pula". Umpat Bu Rasmi dengan kasar.

"Ibu benar, kau tidak tahu terbuat dari apa hatinya itu sampai dia bisa berbuat seperti itu". Anak sulungnya itu menggelengkan kepalanya melihat tingkah Rina.

"Sudahlah, tidak usah mengurusi wanita tidak penting itu biarkan saja dia". Bu Rasmi mengindikkan bahu tidak peduli

Setelah semuanya selesai mereka semua pulang kerumah pak desa. begitu juga dengan ibu Husni sedangkan Maya dan Aisyah meminta izin pulang.

"Maaf pak, lihatlah ini". Ucap Bu Husni begitu mereka sampai di rumah.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!