NovelToon NovelToon
Kukira Bad Boy Ternyata Sad Boy

Kukira Bad Boy Ternyata Sad Boy

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Balas dendam pengganti
Popularitas:36.8k
Nilai: 5
Nama Author: Puput

Untuk mengungkap penyebab adiknya bunuh diri, Vera menyamar menjadi siswi SMA. Dia mendekati pacar adiknya yang seorang bad boy tapi ternyata ada bad boy lain yang juga mengincar adiknya. Siapakah pelakunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puput, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20

Dwiki menahan tangan Vera dengan kuat, membuat gadis itu terkejut dan menatapnya. "Ini bukan urusan lo! Lo pergi dari sini!"

Namun, Vera tidak menggubris peringatan itu. Dia tetap berdiri di tempatnya, menatap geng Dwiki dengan sorot mata penuh perlawanan.

Kevin dan anak-anak lainnya justru tertawa melihat interaksi itu. Dengan langkah santai, Kevin semakin mendekat, tangannya dimasukkan ke dalam saku celana. "Ternyata cewek lo hebat juga. Sangat pemberani," katanya dengan nada mengejek.

Vera mendengus. "Gue bukan cewek dia," ucapnya tajam. "Lagian kenapa kalau dia berubah? Masa depannya, dia sendiri yang menentukan, bukan kalian. Memang kalian mau menanggung hidupnya nanti?"

Tawa Kevin langsung menghilang, digantikan dengan tatapan tak suka. Beberapa anggota geng lainnya pun terdiam.

Dwiki menoleh ke arah Vera. Kata-kata itu terasa menusuk ke dalam dirinya. Vera selalu berbicara dengan pemikiran yang lebih dewasa daripada dirinya.

"Lo pikir, kalau dia keluar dari kita, dia bakal bisa jadi orang sukses?" Kevin kembali bersuara, mendekatkan wajahnya ke arah Vera. "Dunia gak seindah yang lo bayangkan."

Vera tidak mundur sedikit pun. "Mungkin dunia gak seindah itu, tapi itu bukan alasan buat nyerah dan tetap terjebak di tempat yang salah," balasnya tajam.

Dwiki mengepalkan tangannya, otaknya terus memproses kata-kata Vera. Selama ini, dia tahu dia harus berubah, tapi baru sekarang dia sadar bahwa dia memang punya pilihan. Cerita hidupnya yang kelam, tidak seharusnya membuat hidupnya ikut kelam.

Kevin mendengus kesal. "Lo banyak omong," katanya, lalu melirik ke arah Dwiki. "Lo beneran mau ninggalin kita?"

"Gue hanya ingin berubah, buka ninggalin geng ini."

Seketika, suasana menjadi lebih tegang. Lima orang di depannya mulai saling berpandangan. "Kalau mau berubah, lebih baik lo keluar. Gabung sana di geng Saga biar lo jadi pecundang!"

Vera menatap Dwiki dengan serius, tangannya mencengkeram lengan Dwiki yang akan kembali menyerang. "Buat apa masih meladeni mereka? Kita pergi dari sini."

Namun, Dwiki menggeleng pelan, matanya tetap fokus pada Kevin di depannya. "Gue memang ingin berubah, tapi gue bukan pengecut."

Dwiki menarik Vera ke belakang, melindunginya dari kemungkinan serangan lagi.

"Perut lo belum sembuh total. Lo gak bisa lawan mereka semua!" kata Vera cemas.

"Gue gak akan lari dari mereka semua."

Kevin semakin tertawa melihat interaksi mereka. "Jangan tunjukkan keromantisan di depan kita!" ejeknya sebelum melayangkan pukulan ke arah Dwiki.

Dwiki dengan sigap menangkis serangan itu, membuat Kevin sedikit mundur. Tapi dia tidak menyerah begitu saja. Beberapa anak geng lainnya mulai bergerak, mengepung mereka berdua.

Vera tahu situasi ini tidak akan berakhir dengan baik jika mereka tidak melawan. Dengan cepat, dia bersiap. Seorang anak geng berusaha menarik tangannya, tapi Vera justru membalas dengan pukulan keras ke rahang orang itu.

Satu lagi mencoba mendekat, dan kali ini Vera melayangkan tendangan ke perutnya.

Dwiki sekilas meliriknya. Dia tidak menyangka Vera bisa bertarung seperti itu.

Namun, perhatiannya langsung kembali pada Kevin, yang terus menargetkannya dengan pukulan-pukulan cepat dan keras. Berbeda dengan yang lain, Kevin jauh lebih terlatih dan lawan yang sepadan dengan Dwiki.

Vera memperhatikan gerakan Kevin yang begitu agresif. Tidak seperti yang lain yang hanya mencoba memojokkan mereka, Kevin tampaknya benar-benar mengincar Dwiki.

"Ternyata Kevin ada dendam pribadi," gumamnya.

Dwiki menghindari pukulan lain dari Kevin, tapi rasa sakit di perutnya mulai terasa lagi. Meski begitu, dia tetap berdiri tegak.

Kevin menyeringai. "Lo kira bisa lepas dari gue semudah itu? Sudah lama, gue menantikan momen seperti ini. Gue akui, selama ini gue terpaksa gabung di geng lo." Kevin kembali menukul Dwiki dengan keras.

Dwiki terhuyung, tangannya semakin menekan perutnya yang terasa perih. Dia sudah menghindari beberapa pukulan Kevin, tapi tubuhnya mulai kehilangan keseimbangan.

Vera melihat itu dan langsung mendekat, menarik Dwiki agar menjauh. “Kita harus pergi dari sini!” serunya cemas.

Namun, Kevin yang melihat kesempatan itu justru melayangkan pukulan keras ke arah Dwiki. Vera refleks bergerak untuk melindunginya, tapi terlambat.

Bugh!

Tinju Kevin mendarat tepat di pelipisnya. Rasa sakit menjalar cepat di kepalanya dan akhirnya tubuhnya ambruk ke tanah.

“Vera!” Dwiki berlutut, menepuk pipi Vera. Dia panik melihat gadis itu tak bergerak.

Kevin terkekeh sinis. “Lo gak malu dilindungi cewek?”

Dwiki mengepalkan tangan. Matanya menatap tajam ke arah Kevin, tapi sebelum dia bangkit, suara lantang menggema di area itu.

“Lo yang harusnya malu mengeroyok mereka!”

Suara berat itu datang dari belakang. Kevin dan gengnya menoleh, wajah mereka menegang ketika melihat siapa yang datang.

Sagara dan teman gengnya.

Sagara berdiri dengan tangan terlipat di dada, tatapannya tajam penuh intimidasi. Di belakangnya, beberapa teman-temannya berdiri siap melawan.

Sagara berjalan mendekat dengan langkah santai namun aura dinginnya sangat terasa. “Mau coba by one sama kita?” tanyanya dingin, menatap Kevin dengan tajam.

Kevin dan gengnya terdiam. Mereka tahu siapa Sagara. Sagara dan gengnya terkenal dengan air tenang yang menghanyutkan.

Sagara melirik Dwiki sekilas, lalu menatap Kevin lagi. “Gue kasih waktu tiga detik buat kalian cabut sebelum gue buat kalian nyesel.”

Kevin menggertakkan giginya, tampak bimbang. Tapi melihat jumlah orang yang datang bersama Sagara, akhirnya dia mengembuskan napas kasar dan melangkah mundur.

“Lo menang kali ini, Saga! Sekali lagi lo campuri urusan geng kita, gue gak akan tinggal diam.”

"Gue gak campuri urusan geng lo. Gue ke sini untuk Vera. Jangan pernah sentuh dia sedikitpun!"

Kevin memberi isyarat pada teman-temannya untuk pergi. Tak lama kemudian, mereka menghilang dari pandangan.

Sagara berjongkok, menatap Vera yang masih tidak sadarkan diri di pelukan Dwiki. Dia akan meraihnya tapi Dwiki menariknya kembali.

"Tangan lo masih sakit. Lo gak bisa gendong dia." Meskipun dirinya sendiri juga masih sakit, tapi Dwiki tetap kekeh menggendong Vera dan membawanya ke UKS.

Sagara menatap punggung itu yang kian menjauh.

"Sepertinya Dwiki suka sama Vera," kata Zavin yang berdiri di samping Sagara.

"Vera tidak akan membalas perasaannya. Kalian semua ke kelas. Ada satu hal yang harus gue pastikan." Kemudian Sagara melangkah pergi meninggalkan teman-temannya. Dia akan melapor pada Novan, dan memastikan bagaimana reaksi Novan.

1
Uviek Ku
kapan Thor update lagi😥slalu menunggu 🤗😘🥰😍🌹❤️
Ayu Ning Ora Caantiikk
q lbih cocok kmu ma saga vera
Azizah az
ngajak nikah kek ngajak beli cilok 😂
🍁𝐘𝐖❣️💋🄽🄸🄻🄰-🄰🅁🄰👻ᴸᴷ: Bener, De, wlau bukan segala ny juga 🤭🤭🤭
Azizah az: kekuatan uang emang luarbiasa y kk
total 3 replies
Azizah az
di ajakin nikah tuh
Uviek Ku
waaah ternyata ad oknum dari pihak berwajib ingin menjatuhkan Vera, sepertinya terlibat dengan kepala sekolah yg korupsi 😠

Ayooo semangat Dwiki cari dalangnya😥
jaran goyang
💪💪💪💪💪💪𝙫𝙚𝙧𝙖
mbok Darmi
semangat vera jadi Intel tidak hrs lewat jalur institusi semoga semangat dan niat baik mu tetap menjadi semangat mu membongkar kebusukan dan kelicikan orang2 tertentu yg memanfaatkan jabatannya
jaran goyang
𝙢𝙢𝙢𝙢 𝙢𝙠𝙞𝙣 𝙨𝙚𝙧𝙪
Uviek Ku
semoga Dwiki cepat mencegah pergerakan Aldi, Jagan sampai persahabatan ny sama Vera dan Sagara hancur 😭 please Thor jgn buat mereka hancur gara" tindak. org lain lg😭
Azizah az
sebenarnya ada ada niat apa Dwiki Setega itu dg temannya sendiri
riskawati ika
kok gak ada lnjut n ya
mbok Darmi
dwiki ceroboh persahabatan kalian akan hancur karena ambisi temanmu musuh dalam selimut, akhir nya kalian bertiga ajan saking tuduh dan imbasnya vera yg akan terkena dampak nya, Sagara orang kaya bisa menyewa pengacara tapi vera hanya hidup sendiri kalian bantu pun ngga bakalan mau itu sdh prinsip hidup vera
Ayu Ning Ora Caantiikk
selain jurnalis kelihtannya dwiki juga gk mau klau saga dama vera
jaran goyang
𝙘𝙞𝙚𝙚𝙚𝙚𝙚𝙚 𝙨𝙠 𝙩𝙖𝙝😃
Giandra
tinggal bilang Saga i♥️u
Uviek Ku
Thor q sdh kasih like, vote, mawar, please crazy update nya🙏🙏🙏😍😊😍🥰🤩😘🤗
jaran goyang
😃😃😃😃😃😃
M Nurhalimah
kira kira apa ya yg di tatap sama vera aq gak ngerti kan di hadapan nya kaki sagara yg lagi duduk🤔🤔🤔😁😁😁
Azizah az: jadi traveling nih otak 😂
total 1 replies
mery harwati
Melihat, mengamati & menikmati apa diantara kaki Sagara kamu Vera? 🤣
M Nurhalimah
pasti saga itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!