Sekuel Suamiku Tuan Cacat
Semua orang mendambakan pernikahan. Dimana dua insan menyatu dalam satu ikatan sakral yang sah untuk membentuk keluarga kecil yang bahagia.
Namun nyatanya hal itu tidak berlaku untuk Flora. Wanita berusia 25 tahun itu terpaksa menikah dengan Kevin Dirgantara, pria kaya yang terkenal arogan dan kejam hanya karena kesalahpahaman.
Mereka di pergoki keluarga Kevin saat berdua di dalam kamar. Dan sialnya kondisi Flora saat itu membuat mereka berfikir yang tidak-tidak hingga akhirnya mereka seenaknya memutuskan untuk menikah mereka tanpa mau mendengarkan penjelasan Flora.
Menikah dengan orang yang tidak kita cintai, apakah mereka akan bahagia?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutzaquarius, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20 Masa Lalu
"Apa? Wanita itu ada di sana dan sekarang menjadi model produk perusahaan?" Celine terkejut saat mendapat laporan dari Alan jika masa lalu Kevin berada di London dan sekarang justru menjadi model di perusahaan keluarga Dirgantara
"Apa kau yakin Al?" tanya Celine lagi
"Iya nyonya. Bahkan sekarang Tuan muda sedang mengobrol dengan wanita itu di cafe," jawab Alan
Celine memijat pangkal hidungnya. Niat hati ingin mendekatkan Kevin dan Flora, sekarang justru wanita masa lalu Kevin datang di tengah-tengah mereka.
Tidak, rencananya tidak boleh gagal. Dia harus memberitahu Flora untuk berhati-hati pada wanita itu. Jangan sampai hubungan mereka hancur karena kehadiran masa lalu Kevin.
"Terus awasi mereka. Ingatkan Kevin untuk tidak luluh pada wanita itu. Aku akan memberitahu Flora agar dia bisa membantu mengusir hama itu," ucap Celine
"Baik nyonya." Alan mematikan sambungan telepon setelah memberikan informasi penting itu pada Nyonya besar keluarga Dirgantara. Kini kedua matanya tidak lepas dari dua manusia yang saat ini tengah berbincang di meja yang tidak jauh dari tempat duduknya. Walaupun ia tidak tahu apa yang mereka bicarakan, tapi dia harus waspada jangan sampai tuan mudanya luluh pada wanita itu.
"Lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu, Kev?" tanya wanita itu yang tidak lain adalah Riana, mantan kekasih Kevin.
"Kabarku sangat baik nona Riana. Dan aku harap kau pun juga begitu," ujar Kevin dengan ekspresi dingin di wajahnya.
Tubuh Riana sedikit bergetar melihat ekspresi wajah Kevin yang terlihat sangat dingin. Sungguh sangat berbeda dengan Kevin yang pernah ia kenal.
"Seperti yang kau lihat, aku juga baik. Aku sempat terkejut saat tahu kalau kau adalah pemilik perusahaan itu. Padahal dulu kau hanya pria biasa saja. Tapi sekarang ... "
"Setiap orang bisa berubah nona. Jangankan perasaan, kehidupan seseorang pun bisa berubah seiring berjalannya waktu. Dan perusahaan itu bukan milikku, tapi milik kakekku. Aku hanya datang untuk menyelesaikan sedikit masalah yang terjadi di perusahaan itu," sela Kevin
Riana berusaha untuk terlihat tenang. Bagaimanapun juga saat ini Kevin bukanlah orang biasa. Jika dulu, Kevin akan tunduk padanya karena cinta tapi sekarang dia harus merendah karena Kevin adalah bosnya.
Tapi, bukankah ini hal yang bagus. Mereka di pertemukan kembali itu karena takdir agar ia bisa memperbaiki kesalahannya dan mereka bisa bersama lagi.
"Kev ... " Riana meraih tangan Kevin, namun pria itu menarik tangannya enggan untuk di sentuh.
"Aku harap kau tahu batasanmu, nona." Kevin menunjukkan cincin yang melingkar di jari manisnya sambil tersenyum sinis. "Aku sudah menikah."
Deg
Riana mengepalkan tangannya erat. Namun wajahnya mengekspresikan seolah ikut senang dengan status Kevin sekarang. "Oh, maaf. Aku tidak tahu jika kau sudah menikah. Lalu, dimana istrimu?"
"Di mana istriku, itu tidak penting untuk mu. Di antara kita sudah tidak ada hubungan apapun dan aku harap kau bisa melakukan tugasmu dengan profesional nona Riana." Kevin meninggalkan Riana seorang diri di cafe karena sudah mulai muak melihat wanita itu.
Ingin rasanya ia meluapkan kemarahannya yang ia pendam selama ini. Tapi, dia mencoba menahan untuk tidak melakukan hal yang sia-sia. Cukup memberitahu wanita itu batasannya dan menunjukkan jika dia bahagia dengan kehidupannya sekarang.
Riana menggeram kesal. Ini pertama kalinya Kevin bersikap acuh padanya setelah sekian lama mereka bersama. Tapi dia cukup sadar diri kenapa Kevin seperti itu. Dan, tidak ada salahnya mencoba memperbaiki hubungan mereka, bukan?
"Jangan sampai Flora tahu akan hal ini," ucap Kevin sesaat setelah masuk ke dalam mobil.
"Baik tuan," sahut Alan. "Maaf tuan, tapi sepertinya nona sudah tahu akan hal ini dari nyonya Celine," batin Alan. Dia melirik Kevin yang terlihat gelisah dari kaca spion. Entah apa yang pria itu pikirkan. Apakah pria itu gelisah karena masih menyimpan perasaan pada masa lalunya?
Tentu saja tidak. Kevin gelisah karena ia tidak ingin sampai Flora bertemu dengan Riana. Dia khawatir Flora akan salah paham dan hal itu tentu tidak baik untuk hubungan mereka berdua. Untuk itu, dia tidak ingin Flora tahu keberadaan Riana.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, Kevin sampai di apartemen. Dia meminta Alan untuk beristirahat karena hari ini ia tidak berencana pergi kemanapun. Jadi, Alan tidak perlu mengikutinya.
Dia masuk dan mendapati Flora tengah berbicara dengan seseorang di telepon. Dia mendekat dan langsung duduk di samping istrinya itu.
"Sudah dulu ya mom, Kevin sudah pulang." Flora mematikan sambungan teleponnya dan menoleh menatap suaminya. "Kau sudah pulang?" tanya Flora
"Yang kau lihat?" jawab Kevin ketus. Tapi hal itu tidak membuat Flora marah. Wanita itu justru tersenyum dan mengambilkan air minum untuk suaminya.
"Ini minumlah. Kau pasti lelah, mau aku pijit?" tanya Flora menawarkan diri.
Kevin mengangkat kedua alisnya heran. "Mau mencoba merayuku lagi ya," tebak Kevin
"Ck ... siapa yang merayu mu? Aku hanya mencoba menjadi istri yang baik," gerutu Flora
Kevin tersenyum tipis. Dia mengangkat floral ke pangkuannya dan berkata, "jadi, kau ingin belajar menjadi istri yang baik, ya. Bagaimana jika aku mengajarimu?"
"Me-mengajariku?"
Kevin mengangguk pelan. Wajahnya mendekat dan mengendus leher Flora yang harum. "Apa kau sudah siap?" tanya Kevin dengan suara serak
"Ke-kevin, Ja-jangan begini," ucap Flora gugup
Kevin tersenyum dan memeluk Flora dengan menyembunyikan wajahnya di dada wanita itu.
"Vin!!" pekik Flora
"Biar begini sebentar," lirihnya
Flora berusaha untuk tenang karena bagaimanapun posisi mereka saat ini sangatlah intim. Apalagi wajah Kevin yang berada tepat di dadanya, membuatnya sangat gugup.
"Aku sangat lelah," lirih Kevin
"Ji-jika kau lelah, ka-kau istirahat saja. Biar besok kita bisa jalan-jalan seharian," sahut Flora
Kevin mendongak menatap Flora. Hampir saja dia lupa jika ia punya janji untuk mengajak Flora jalan-jalan. Dia sangat menantikan hal itu. Tapi setelah bertemu dengan Riana, mood nya menjadi berantakan. Ia jadi malas pergi kemanapun.
"Besok kita tidak jadi jalan-jalan. Aku malas pergi," ujar Kevin
"Ke-kenapa begitu? Kau sudah janji padaku. Bahkan aku juga menuruti semua ucapanmu untuk tidak pergi kemanapun. Tapi kenapa sekarang kau mau mengingkari janji?" Flora mendengus kesal. Dia bangun dari pangkuan Kevin dan pergi ke kamar begitu saja. Bahkan ia tidak menghiraukan teriakan Kevin yang memanggil dirinya.
Sebenarnya dia tahu kenapa tiba-tiba Kevin berubah pikiran. Ibu mertuanya baru saja meneleponnya dan memberitahu semua padanya jika mantan kekasih Kevin ada di London. Tapi dia tidak terima jika hanya karena wanita itu, dia gagal jalan-jalan.
Ini kesempatan langka untuknya bisa berada di London. Jadi dia tidak akan membiarkan wanita masa lalu Kevin membuat mimpinya hancur.
"Ada yang ingin mommy katakan padamu. Mommy pernah bilang jika Kevin pernah di khianati oleh kekasihnya, kan. Dan mommy baru tahu jika wanita itu juga berada di London."
"Jika dari awal mommy tahu wanita itu ada di sana, mommy pasti akan melarang kalian pergi. Tapi sekarang semua sudah terjadi. Jadi, mommy harap kau bisa menjaga Kevin dari wanita ular itu. Walaupun mommy yakin, Kevin tidak akan luluh. Tapi kau harus waspada. Jangan sampai Kevin masuk perangkap wanita itu lagi."
"Ingat!! Kevin adalah suamimu. Dia milikmu. Dan kau adalah nyonya muda Dirgantara."
"Ya, Kevin adalah milikku. Aku tidak akan membiarkan wanita itu merusak rencanaku untuk bersenang-senang di sini. Dia hanya masa lalu Kevin dan aku adalah masa depannya. Jadi, tunggu saja permainan ku," seringai Flora