.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tuanzero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 19
"...." Tak ada yang merespon ataupun beri komentar, mereka semua menatap Isabella dengan aneh.
Hah? kenapa tidak ada respon? Isabella masih menahan posisi itu dan belum mengangkat kepalanya, sembari dia menunggu respon dari karyawan lain.
Suasana sunyi seolah tidak ada kehidupan, semua orang diam dan hanya menatap Isabella dengan tatapan yang sulit diartikan. Dia bingung dan tak tahu harus apa, Isabella berfikir bagian mana yang salah dari dirinya.
Dia perlahan mulai mengangkat kepalanya melihat ekspresi datar dari manusia yang ada di sekelilingnya, suasana benar-benar canggung.
Bahkan mungkin itu adalah saat-saat paling canggung yang pernah dialaminya, semua pasang mata melihat kearahnya dengan keheranan.
Entah apa yang dipikirkan mereka pada saat itu namun yang jelas Isabella merasa canggung, dia hanya bisa tersenyum kecut menanggapi ekspresi datar dari para karyawan.
"Dimana name tag karyawan mu?" Salah satu karyawan akhirnya angkat bicara, saat itulah Isabella mengerti maksud dari ekspresi mereka.
Mungkin saja mereka mengira Isabella sedang bergurau dan mereka tak suka hal tak penting seperti itu, masih banyak pekerjaan yang harus mereka lakukan ketimbang harus meladeni gurauan aneh dari Isabella.
Owh, jadi itu yang membuat mereka merasa aneh? pantas saja mereka seperti tidak percaya dengan ucapanku. Batin Isabella yang mulai mengerti.
Sudahlah, untuk apa meladeni wanita ini . Paling-paling dia hanya tukang catering saja, lagipula OB perusahaan saja memiliki name tag mereka masing-masing. Belum lagi pakaian wanita ini sungguh kumal, tidak mencerminkan seorang karyawan resmi Girald Grub. Batin salah satu karyawan yang sudah bosan memperhatikan tingkah Isabella yang kebingungan.
"Sebenarnya saya memang karyawan perusahaan ini, hanya saja Pak Zai sedang tidak ada di tempat dan belum menyerahkan ku ke salah satu divisi atau departemen." penjelasan itu cukup untuk menjawab beberapa pertanyaan yang terlintas di pikiran karyawan lainnya.
Namun beberapa dari mereka tak menghiraukannya, dan lebih memilih untuk melanjutkan pekerjaan mereka masing - masing.
Lagi-lagi Isabella mematung karena tak tahu harus melakukan apa, hingga seorang wanita yang berada tak jauh dari dirinya memanggil Isabella untuk mendekat.
"Ada apa?"
"Kau tidak ada pekerjaan bukan? bagaimana jika sedikit menolong ku? apakah kau keberatan?" tanya wanita itu kepada Isabella.
"Oh tidak, tentu aku tidak keberatan. Apa yang bisa ku bantu?" senyum ceria menghiasi wajah Isabella, karena dia bisa menghilangkan kecanggungan nya dan dapat melakukan sesuatu.
"Tolong fotocopy ini dan buat dia menjadi 5 jilid, aku memerlukannya sesegera mungkin." kata wanita Itu menjelaskan.
"Baiklah..." Isabella pergi untuk membantu wanita itu mengcopy salinan berkasnya, setelah itu dia kembali dan menyerahkannya kepada sang pemilik.
"Terima kasih, owh ya. Aku lupa berkenalan, nama ku Ella." Wanita itu memperkenalkan dirinya sambil mengulurkan tangan, Isabella tersenyum dan membalasnya dengan berjabat tangan.
Setelah itu berapa karyawan lain juga minta bantuan kepada Isabella untuk memfotocopy salinan berkas milik mereka, akhirnya pekerjaan Isabella hanya seperti itu saja sampai waktu jam pulang tiba.
****
"Bagaimana kalau kita minum teh? apakah kau ada waktu?" tanya Ella kepada Isabella.
"Seperti tidak bisa, aku harus pulang menjumpai anakku. Mungkin... kita bisa melakukannya di lain waktu." jawab Isabella sedikit kecewa.
"Ohh, ternyata kamu memiliki anak? masih muda sudah memiliki anak, pasti suamimu kuat ya... hahaha," goda Ella sambil tertawa sampingnya. Namun ekspresi yang dikeluarkan Isabella tak sesuai dengan harapannya.
Dia sadar bahwa telah menyinggung topik yang tak seharusnya di bahas, Ella minta maaf pada Isabella dan wanita itu hanya tersenyum mengiyakan nya. Setelah itu mereka berdua berpisah untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.
"Suami ya... heh," Gumam Isabella sedikit kecewa pada diri sendiri.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
JANGAN LUPA MELUANGKAN WAKTU 1 DETIK UNTUK MENGKLIK TOMBOL LIKE.
KARENA DARI SANALAH SEMANGAT TUAN BERKOBAR UNTUK KALIAN SEMUA.
BELUM LIKE EPISODE SEBELUMNYA? PUTER BALIKKK DONK, HEHEHE.
"—KITA SALING SUPPORT YA... (ᵔᴥᵔ)—"
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
SaLaMnOlNoL (⌐■-■)
dan Justin gimana ceritanya??
mudah-mudahan ga terlambat
jangan lupa like dan comment
terimakasih
Gmn mau ks like & vote klo ceritaNya putus2...
Autor hy bikin yg baca jd penasaran..