Desri Winandra, gadis yang dibayar menikahi lelaki lumpuh untuk melunasi hutang-hutang biaya pengobatan almarhum ayahnya.
Ternyata lelaki lumpuh itu Arkhan Ghani, dia tak lain CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Lelaki yang selama dua tahunan ini dia kagumi. Lelaki yang begitu dingin dan seolah bersikap tidak menyukainya.
Dibalik kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi, Desri memiliki sikap tegas, baik, tulus dan penyayang.
Di dalam kisah mereka, kalian juga akan tertarik dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang menjadi lakon utama pada diri mereka masing-masing. Terutama sang pengawal tampannya keluarga Arkhan.
Mampukah Desri melalui penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Dapatkah dia memikat hati Arkhan yang dikaguminya selama dua tahun itu?
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PAPA MERTUA
Desri beranjak memutari ruang kerjanya yang baru. Semua barang tersusun rapi dan terkesan elegan. Sesaat, sorotan matanya terpaku pada foto besar yang bingkainya berlapis perak dan didesign secara khusus.
Wajah sang pemilik foto yang tidak jauh berbeda dari suaminya, sangat mirip. Meski yang di foto terlihat sedikit tua. Akan tetapi, senyum lelaki itu yang tampak penuh kebanggaan membuat wajah tuanya terlihat awet muda.
Ya, ia-lah founder Ghani Group. Yang telah bekerja keras mendirikan perusahaan itu dari nol. Dialah Ridwan Ghani, ayah dari Arkhan Ghani dan Wahyuni Ghaniah.
Desri terus memandangi wajah di foto itu secara lekat hingga tak terasa air matanya meleleh di pipinya yang mulus itu. Foto sang ayah mertua seakan-akan hidup dan berbicara kepadanya.
Seolah-olah Ridwan Ghani sedang berada di depannya. Memanggil dan berbicara hati ke hati dengan dirinya. Memintanya untuk melakukan sebuah misi besar. Meluruskan kekacauan ini. Memintanya untuk terus bersabar dan kuat.
Desri tersadar dari lamunannya, dia segera menghapus kasar air mata yang sempat keluar tanpa sepengetahuannya itu.
Desri menghela napas dalam-dalam, lalu dihempaskan nya kembali.
Aku harus semangat... Jangan sampai sesuatu yang buruk terjadi ke perusahaan ini... Sudah cukup aku menyesal dengan apa yang terjadi di perusahaan ayah...~ Gumamnya sambil berusaha mengumpulkan banyak tenaga.
"Papa mertua... Biarkan aku memanggilmu seperti itu, ya... Papa pasti terkejut kenapa aku mengenali, Papa. Sebelumnya aku memang belum pernah bertemu dengan, Papa. Di rumah... Di ruang utama juga ada foto Papa yang besar. Di kamar Arkhan juga ada. Aku pernah melihatnya sekali disana. Dan di kamar Yuni pun juga ada. Wajah Papa mirip sekali dengan putra, Papa. Papa lelaki yang hebat... Aku berjanji tidak akan menyia-nyiakan kerja keras Papa selama ini..." Desri berbicara dengan foto itu, seolah foto itu benar-benar hidup. Kemudian dia bergerak ke meja kerja CEO.
Awalnya dia hanya memandangi kursi itu, dia memejamkan matanya, lalu dengan sekuat hati dia mencoba duduk di kursi kerja barunya itu.
Desri menarik sebuah map di atas meja dan mulai membukanya lembar demi lembar. Sesekali dia menyipitkan matanya seakan mencerna dan mengulangi bacaannya. Dan ketika membuka laporan laba rugi, pemasukan dan arus kas, dia terbelalak.
*Kenapa se kacau in*i???~ Gumamnya dengan mimik wajah berat. Dia seperti kecewa dan marah.
Setelah menutup kembali map itu, dia memanggil sekretaris pribadi CEO melalui telepon yang ada di mejanya.
Tak perlu menunggu waktu lama, pintu ruang kerjanya diketuk dari luar oleh seseorang. setelah mempersilahkan masuk, seorang perempuan cantik yang modis dan seksi masuk ke ruangan kerjanya itu.
"Permisi, Nona, ada yang bisa saya bantu?" Tanya sekretaris itu dengan senyuman yang sukses dibuat-buatnya sedari tadi. Ya, tidak hanya sekretaris itu saja mungkin, pasti semua karyawan dan staff akan melakukan hal yang sama, karena merasa canggung memanggil Desri dengan tutur bahasa yang formal begitu. bagaimana tidak? Desri yang dulunya hanya sebagai karyawan biasa, sekarang malah menjadi atasan mereka.
"Terima kasih, Mbak Lina..." Ucapnya seraya berdiri dan mempersilahkan sekretaris itu untuk duduk. Lina sang sekretaris mengiyakan dan segera duduk.
"Terima kasih, Nona... Panggil saya Lina saja, Nona..." Ucap sekretaris itu dengan sungkan. Meski sudah hampir lama Desri berhenti bekerja dari kantor itu, dia masih saja ingat orang-orang disana.
"Tidak apa-apa kok, Mbak..." Jawab Desri lagi seraya menyunggingkan senyumannya.
"Hmmm baiklah, Nona... Ada yang bisa saya bantu, Nona?" Dengan sedikit sungkan, akhirnya sekretaris itu bertanya lagi.
"Begini, Mbak... Saya minta tolong agar mengatur waktu rapat sesegera mungkin dengan seluruh staff. Ada beberapa pola dan struktur yang harus saya benahi di kantor pusat ini." Jawab Desri.
"Kalau bisa, pagi ini juga, Mbak..." Sambung Desri lagi.
"Hmmm... Baiklah, Nona." Sahut sekretaris itu dengan sedikit berpikir.
"Terima kasih, Mbak Lina...."
Lina berdiri dan sedikit menundukkan kepalanya, kemudian pamit dan segera meninggalkan ruangan Desri sekarang.
Ayaaaah.... Lihatlah anakmu sekarang... Meski di kantor yang berbeda, Desri telah berhasil membuka lebar kerinduan di hati Desri lagi untuk ayah~ Desri berteriak dalam hatinya.
Jika ini kantor ayah, pasti ayah sangat bangga... Maafkan Desri yang tak bisa menjaga jerih payah ayah selama ini~ Air matanya pun tak lagi dapat ia bendung.
.
.
.
.
.
dulu iparku anemia , bukan amnesia biasa ada jenisnya jg , selalu operasi melahirkan anaknya ... Alhamdulillah selamat .
semoga ada keajaiban untuk Desri .
kasihan klo Desrinya metong .
perempuan utama baik begitu.
sementara ayah arkhan bisa aja sengaja di celakai jg , sama halnya seperti arkhan.
jodoh Yuni siapa ya .
rival atau Endro
kasihan jg si Endro .
apa maksudnya dengan mentari yang sama?🤔
enakan melawak aja ndro jangan ganti profesi🤭😁
kakak ipar idaman
menantu idaman.