Aku dapat telfon dari ibu dan katanya itu hal penting ibu meminta ku pulang, terpaksa aku pulang. Aku tidak menyangka aku mendadak di suruh menikah sampai aku tidak menyangka wanita yang akan aku nikahi bukanlah wanita tipe ku, bahkan melainkan jauh dari tipe ku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur dzakiyah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berubah..
Andre melirik Aktar, orang yang menjadi tempat dirinya mengabdi selama hidupnya. Dia memang sangat mengenali sifat Aktar tapi dalam hal percintaan ia tidak tahu, karena selama ini dia belum pernah melihat Aktar menjalin kasih bersama wanita. Meski banyak wanita yang bersamanya tapi itu cuman sebatas kerja sama, bahkan pernah sempat ada wanita yang saking tergilanya dengan Aktar dia melakukan rencana licik hanya untuk bersamanya dalam satu malam hanya saja waktu itu Andre datang tepat waktu dan menggagalkan recana wanita dari keluarga Ben.
"Kau bagaimana, apa kau sudah menemukan latar belakang pria itu ?"tanya Aktar kepada Ghio. Terlihat wajah yang tidak memiliki ketenangan, begitu penuh dengan tekanan.
"Belum, entah mengapa pria itu sulit di dapatkan latarnya padahal aku sudah melacak semuanya dan memeriksa data-datanya, tapi ada satu yang aku dapat kalau tidak salah dia adalah santri tauladan di sebuah pesantren."
"Santri ?"
"Yah santri, bahkan dia sudah menjadi Ustad di pesantren itu."tutur Ghio yakin, mengingat pada hari itu dia ketemu pria paruh baya yang mengenali pria bernama Furqon, karena anaknya salah satu murid yang dia ajar.
"Apa kau tahu nama pesantrennya ?"Aktar tidak tahu meski ia sudah menikah dengan Najwa dia belum pernah menanyakan tempat tinggalnya bahkan Aktar belum pernah menanyakan latar dan keluarganya.
"Itulah bodohnya aku, aku lupa menanyakan nama pesantrennya."
"Dalam berapa hari lagi, aku tidak mau tahu kau sudah harus mendapatkan hasil penyelidikan mu dengan lengkap !"perintah Aktar tegas. Ghio mengiakan tanpa mengomen, melihat reaksi Aktar berubah saat ia tahu kalau Pria itu adalah santri.
Hari mulai semakin gelap Aktar dan Andre sudah meninggalkan tempat itu dari sebelumnya begitu juga dengan yang lain.
Krek, suara terbuka pintu besar kediaman Widjaya. Para perlayan begitu melihat Aktar mereka langsung menyambutnya. Tanpa merespon Aktar terus berjalan masuk.
Irna yang tahu dari pelayan kalau Aktar sudah pulang dia begitu cepat pergi memperbaiki gayanya dan menyambut Aktar.
"Eh...Kakak sepupu sudah pulang ?"kata Irna saat berda di lantai satu dimana Aktar masih berada disana.
"Kau mengapa berada disini ?"
"Kakak tidak tahu, kalau tante dan paman sedang pergi keluar kota dan tante meminta ku untuk menemani kalian."
"Oh,"ada rasa senang muncul di wajahnya mendengar Ibu dan Ayahnya keluar kota berarti dia bisa bebas lagi tanpa tekanan. Sudah lama Aktar menunggu akhirnya dia bisa bebas lagi.
"Kak Aktar sudah pulang ? sini Najwa bantu bawa tasnya,"kata Najwa yang tiba-tiba ada dan mulai mengambil tas kerja Aktar. Saat tangan Najwa sudah memegang tas kerja Aktar, Aktar langsung menarik kasar tasnya menghindari tangan Najwa. Membuat Najwa kaget melihat betapa kasarnya Aktar menghidari tangannya.
"Tidak usah !"katanya dan langsung pergi menapaki anak tangga satu persatu, sifatnya berubah seketika menjadi dingin dan cuek.
Najwa terdiam mematung melihat tingkah Aktar yang tiba-tiba berubah dan kembali seperti awalnya, Najwa mulai tak mengerti tapi gadis itu berpikir mungkin saja itu hanya pengaruh kecapaian.
Disisi lain Irna yang tampak senang melihat Aktar mencueki Najwa, terpercik rasa percaya diri bahwa ia masih mendapatkan kesempatan untuk mendekati Aktar, Irna langsung menyusul Aktar.
Tok..Tok..
Irna mengetuk pintu kamar Aktar pelan tapi tidak dapat respon padahal dia sudah mengetuk beberapa kali, Clek..tiba-tiba saja pintu itu terbuka. Rupanya tidak dikunci, gumam Irna kemudian masuk melihat Aktar yang sedang membuka Jasnya.
"Kak.."suara panggil yang berbeda Aktar langsung berbalik melihat Irna yang sudah berdiri di belakangnya.
"Kau ? sedang apa kau disini ?"Irna nemambah langkahnya satu langka, kini Irna sudah sangat dekat dengan Aktar.
"Biar saya bantu buka kemejanya yah.."kata Irna dengan nada menggoda begitu memegang dada Aktar.
"Apa yang kau lakukan? singkirkan tangan mu !"ucap Aktar keras, melihat tingkah Irna ia takut kalau Najwa melihatnya dan akan menimbulkan masalah sampai terdengar ketelinga ibunya.
"Aku hanya membantu mu."kata Irna sambil mengelus dada Aktar saat kancing kemejanya sudah terlepas semua.
"Kau tau ?"sambil melihat Aktar, Aktar hanya membuang wajahnya melihat kelain tempat.
"Lihat aku...."kata Irna sambil menghadapkan wajah Aktar ke wajahnya, Aktar hanya melihatnya kesal. Meski ia kesal ia tetap terkesan tampan.
"Cobalah tatap mata ku, lihat diri ku yang cantik ini. Yang lebih cantik dari istri mu,"ujar Irna mencoba menyentuh wajah Aktar, tapi Aktar langsung menahan tangan Irna bermaksud menghindari tangannya.
"Kau keluar !"kata Aktar sambil mendorong tubuh Irna, Irna meringis karena dorongan Aktar yang terlalu keras. Aktar melihat Irna semakin kesal, Ia kemudian menarik tangan Irna dan membawanya keluar. Disaat tubuh Irna di tarik sampai pintu, Irna melepaskan tangannya dan mereka berhenti tepat di mulut pintu.
"Tidak usah menarik ku begitu, aku bisa keluar sendiri."ucap Irna sambil memegang pergelangan tangannya yang di buat merah.
"Baguslah kalau kau tau, kalau begitu kau pergi sekarang !"kata Aktar dengan nada agak keras. Irna mengangkat tangannya dan menempelkan jari telunjuknya tepat di bibir Aktar.
"Syuttt.... suara mu terlalu keras, apa kau tak takut mengundang istri mu kesini dan melihat kita ? apa kata dia nanti" Aktar menyingkirkan tangan Irna, ia mendengus. Benar katanya, suaranya yang keras bisa membuat Najwa kemari dan melihat mereka. Tapi Aktar ingin gadis yang di hadapannya ini pergi.
"Ku beri waktu 2 menit, kau pergi ! sebelum aku benar marah."
"Oke by, kakak sepupu."kata Irna di telinga Aktar kemudian pergi. Aktar melihat gadis itu pergi lalu ia masuk kembali dan menutup pintu.
Tak lama pergi Irna, Najwa datang membuka pintu. Melihat Aktar yang sedang melepaskan ke mejanya.
"Ups, maaf."kata Najwa sambil menutup matanya, Aktar berbalik melihat Najwa.
Benar-benar wanita merepotkan !
"Kau jangan hanya diam menutup mata mu, keluar sana !"kata Aktar dengan suara keras. Najwa takut mendengarnya.
"Ii..ya,"kemudian Najwa keluar dan menutup kembali pintu. Najwa tinggal berdiri di depan pintu. Badannya gemetar karena suara Aktar yang keras dan ia juga lihat wajahnya yang sangat merah, Tapi Najwa tidak tahu ia marah karena apa. Jika karena dia ada di dalam kenapa juga harus marah.
Memang jelas tebakang ku, kalau waktu itu dia hanya tiba-tiba saja. Buktinya sekarang dia berubah lagi. Aku tidak akan pernah percaya kalau dia sudah mencintai ku.
"Hey kau masih diam disitu, masuk. Aku sudah selesai."kata Aktar melihat Najwa berdiri di depan pintu.
"Em iya."kata Najwa menunduk lalu masuk ke dalam kamar.
Bersambung...
outhor ya kemana ya🤔
Lanjut lagi kak