NovelToon NovelToon
Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Ages Sabiru,Duda Kaya Itu Ayahku

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: R²_Chair

Sejak istrinya memilih pergi demi pria lain, hidup Ages Sabiru hanya memiliki satu tujuan yaitu membesarkan putra semata wayangnya, Kalandra Sabiru. Dengan kasih sayang yang tak pernah berkurang, Ages berusaha menjadi ayah sekaligus tempat pulang terbaik bagi anaknya.
Tahun demi tahun berlalu. Kalandra tumbuh menjadi remaja yang ceria, sementara Ages menjelma menjadi sosok ayah yang selalu mengutamakan putranya di atas segalanya. Di balik candaan, sarapan sederhana, dan perjalanan pulang bersama, tersimpan ikatan yang tak tergantikan.
Namun, ketika masa lalu yang telah lama mereka tinggalkan kembali muncul, hubungan ayah dan anak itu akan diuji. Mampukah cinta dan kepercayaan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun bertahan menghadapi kenyataan yang selama ini disembunyikan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon R²_Chair, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senyum manis di hari pertama

Jam istirahat kedua membuat suasana SMA Orion kembali ramai.

Kalandra, Raka, dan Jevan baru saja keluar dari kelas namun Raka tiba-tiba menunjuk ke arah kantin.

"Eh, itu bukannya Bang Sean?"

Kalandra mengikuti arah pandangnya.Benar saja,di salah satu meja kantin, Sean sedang duduk bersama Kiano dan seorang siswa laki-laki yang belum pernah Kalandra lihat sebelumnya.

"Bang Sean?"

Sean yang mendengar suara itu langsung menoleh.Matanya langsung berbinar."Lah! Lo disini,Kal!"

Sean berdiri dan menghampiri mereka. "Kalian satu kelas?"

Raka mengangguk."Iya, Bang."

Jevan ikut menjawab."Iya."

Kiano langsung tertawa."Kaya ada bau-bau sesuatu nih."

Kalandra mendengus."Diem Bang,jangan bahas."

Sean menepuk bahu adiknya."Udah gue bilang, jangan kaget sama kelakuan Kanjeng Ratu."

Kalandra menghela napas."Bang, sama siapa?."

Sean baru sadar ada seorang siswa yang berdiri di sampingnya."Oh iya."

Sean menunjuk laki-laki itu."Ini Kevin.Teman sekelas gue."

Kevin tersenyum ramah."Kevin."

Raka langsung mengulurkan tangan."Raka."

"Jevan."

"Kala."

Kevin berjabat tangan dengan mereka satu per satu.

Namun ketika sampai pada Kalandra,Kevin tiba-tiba memperhatikan wajahnya.Seperti sedang mengingat sesuatu.

"Muka lo berdua kok kaya ada mirip-miripnya.Kalian saudaraan?"

Sean menjawab santai."Dia adik gue."

Kevin langsung menatap Kalandra."Adik?"

Kalandra mengangguk."Iya."

"Wah, baru tahu gue."

Kevin tertawa kecil. "Jadi wajar sih kalau mirip."

Raka langsung menyela."Tapi menurut gue lebih mirip lagi kalau sama-sama lagi tengil."

Sean langsung menatap Raka."Lu mau pulang jalan kaki?"

Raka langsung mengangkat kedua jarinya. "Slow bang,canda doang elah."

"Mampus lo!" ledek Jevan dan Kiano bersamaan membuat semuanya tertawa.

Mereka akhirnya duduk bersama.Kiano menggeser kursinya agar Kalandra bisa duduk di sebelah Sean.

Kevin masih terlihat penasaran."Berarti lu kelas X?"

"Iya."

"Baru masuk tahun ini?"

"Iya."

"Terus kenapa gue enggak pernah lihat lu sebelumnya?"

"Dia gak pernah gue ajak kesini,makanya lo gak pernah liat." Jawab Sean.

"Oh." Kevin mengangguk. "Lumayan juga punya adik satu sekolah."

Sean tersenyum bangga."Pastinya,apalagi dia itu-"

Kalandra langsung memperingatkan. "Bang, jangan cerita aneh-aneh."

Sean tertawa."Tenang,dek.Gue enggak bakal bongkar aib lu."

Kevin langsung tertarik."Aib?"

Raka langsung bersemangat."Bang Se, ceritain."

"Jangan!" Kalandra langsung menatap kakaknya.

Sean tertawa semakin keras."Nanti aja."

Kevin ikut tertawa melihat keduanya.Ia mulai menyadari kalau hubungan Sean dan Kalandra cukup dekat.Bukan hanya sekadar kakak-adik.

Sean terlihat sangat protektif terhadap Kalandra, sementara Kalandra juga terlihat nyaman berada di dekat kakaknya.

"Mau makan apa,dek?" Tanya Sean.

"Bang bisa gak kalau di sekolah jangan panggil adek.? Malu gue bang."

"Gak bisa,mami bilang harus panggil lo adek.Karena lo anak bungsu mami.Tar kalo gue langgar,mami ngamuk."

"Tapi kan disini gak ada mami."

"Mami memang gak ada,tapi ada mata-matanya." Ucap Sean dengan mata mengarah pada Raka dan Jevan.

Raka dan Jevan langsung menggaruk kepalanya tak gatal,sedangkan Kala hanya bisa menghembuskan napas kesalnya.

Bel masuk terdengar.

Kevin berdiri."Yuk, gue balik dulu."

Sean mengangguk."Iya."

Kiano juga berdiri."Nanti ketemu di tempat biasa."

Raka dan Jevan ikut bangkit."Ok."

Sebelum pergi, Kevin menepuk bahu Kalandra.

"Kalau ada apa-apa di sekolah, bilang aja.Kita satu lingkungan."

Kalandra tersenyum. "Siap,bang.Thank ya."

Kevin kemudian berjalan bersama Sean dan Kiano menuju gedung kelas mereka.

Raka memperhatikan mereka."Kayaknya bang Sean cukup terkenal disini."

Kalandra mengangkat bahu."Mungkin."

Jevan tertawa."Berarti kalau ada yang macam-macam sama lu, tinggal panggil Bang Sean."

Kalandra tersenyum kecil. "Enggak perlu."

"Kenapa?"

"Gue bisa urus sendiri."

Raka dan Jevan saling pandang.Kemudian tertawa."Ya sudah.Tapi kalau perlu bantuan panggil kita,ya."

Kalandra tersenyum.

Di sekolah barunya, lingkaran pertemanannya perlahan mulai terbentuk.Kalandra berharap pertemuan sederhana di kantin itu menjadi awal dari pertemanan yang jauh lebih besar.

Ternyata bukan hanya Kevin yang kini tahu tentang Kalandra adalah adik Sean.Tapi juga beberapa penghuni kantin yang mendengar obrolan mereka pun jadi tahu,namun tidak ada yang tau siapa mereka yang sebenarnya dan apa hubungan keluarga Sabiru di balik sosok sederhana Kalandra.

.

.

Jam pelajaran terakhir terasa cukup melelahkan.Guru masih menjelaskan materi di depan kelas ketika Kalandra mulai gelisah.Ia mengangkat tangan.

"Pak, izin ke toilet."

Guru mengangguk.

"Silakan."

Kalandra segera keluar kelas.Ia berjalan cukup cepat menyusuri lorong karena ingin segera kembali sebelum pelajaran selesai.

Namun saat berbelok di dekat persimpangan menuju toilet tubuhnya tidak sengaja menabrak seseorang.

Sebuah buku terjatuh ke lantai.

"Astaga!"

Kalandra langsung berhenti."Maaf."

Ia segera membungkuk mengambil buku yang terjatuh.Saat menyerahkannya, pandangannya bertemu dengan seorang gadis yang berdiri di hadapannya.

Gadis itu tampak sedikit terkejut. "Enggak apa-apa."

Kalandra mengangguk."Maaf banget. Gue buru-buru."

Gadis itu tersenyum kecil."Iya."

Kalandra hendak pergi.Namun baru beberapa langkah ia tiba-tiba berhenti.

Entah kenapa dadanya terasa berdebar.Bukan karena berlari atau lelah.Ini rasanya berbeda.

Kalandra menoleh sekilas.Gadis tadi masih berdiri di sana sambil merapikan bukunya.

Ketika pandangan mereka kembali bertemu, gadis itu tersenyum.Kalandra buru-buru mengalihkan pandangan.

"Kenapa gue..." Ia menggeleng pelan. "Ah, sudahlah." gumamnya lagi.

Ia kemudian melanjutkan langkah menuju toilet.Beberapa menit kemudian, Kalandra kembali ke kelas.

Raka langsung menoleh. "Lama amat,lo buang air atau semedi?"

"Tidur!."

"Lo kenapa?"

Kalandra duduk."Kenapa apaan?"

"Muka lu aneh."

Jevan ikut memperhatikan."Lu habis lari?"

"Enggak."

"Terus?"

Kalandra membuka buku."Enggak ada apa-apa."

Raka menyipitkan mata."Lu habis ketemu siapa?"

Kalandra langsung menoleh."Enggak ketemu siapa-siapa."

"Lo kesambet setan toilet ya? Istighfar Kal,sadar." Tanya Raka dengan wajah pura-pura takut.

Kala menoyor kepala Raka. "Si*lan lo! Gue sadar,gue masih Kalandra yang tampan."

Jevan tertawa "Beneran sadar dia Ka,noh buktinya kepedean dia masih stabil."

Raka mengangguk namun masih memperhatikan Kala."Terus lo kenapa? Kepala lo sakit? Atau kaki lo?"

Kalandra merotasi matanya. "Udah di bilangin gue gak apa-apa."

Raka dan Jevan saling pandang.Mereka tahu Kalandra sedang menyembunyikan sesuatu.Tapi mereka tidak memaksa.

Sementara itu, di lorong yang sama.Gadis yang tadi ditabrak Kalandra kembali berjalan menuju kelasnya.

Namanya Keira,Ia masih mengingat kejadian beberapa menit lalu.Senyumnya muncul tanpa sadar.

"Ya ampun..." Ia menatap buku yang tadi sempat jatuh.Lalu tertawa kecil.

"Ganteng juga."

Di sisi lain, Kalandra duduk di kelas sambil berusaha fokus pada pelajaran.Namun entah kenapa bayangan pertemuan singkat itu terus muncul di pikirannya.Ia bahkan tidak tahu nama gadis tersebut.

Untuk pertama kalinya sejak masuk SMA Orion ada seseorang yang membuat jantungnya berdebar hanya karena sebuah pertemuan kecil di lorong sekolah.

1
Puji Hastuti
duh.. jadi makin penasaran aja.
Puji Hastuti
ada apa di masa lalu
Puji Hastuti
gimana ceritanya itu cewek,anaknya ages?ngaco
Puji Hastuti
kak kenapa di cerita baru,bukanya susah ya??
Puji Hastuti: bab 2
total 2 replies
Puji Hastuti
semangat Nay,kamu gak sendiri
Puji Hastuti
akhirnya kala kembali ke setelan awal 😍
Puji Hastuti
untuk teman² kala,tolong jangan tinggalin kala
Puji Hastuti
nay/Sob//Sob/
Puji Hastuti
lanjut kk
Aisyah Suyuti
good
Puji Hastuti
kala belum paham hati perempuan 🤣
Puji Hastuti
walah siapa lagi ini
Puji Hastuti
cie cie kala
Puji Hastuti
lanjut kk
Puji Hastuti
😍😍😍😍😍
Puji Hastuti
congrats kala
Puji Hastuti
semangat kala , banyak cinta yang mendukung mu 💪💪
Puji Hastuti
Alhamdulillah akhirnya kala pulang
Puji Hastuti
papa keren😍😍😍😍😍
Puji Hastuti
eh pak tua,jaga ya bicaranya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!