Anton adalah seorang pria biasa yang hidupnya hancur dalam semalam setelah dicampakkan dan dipermalukan secara brutal oleh pacarnya demi seorang anak konglomerat. Di titik terendahnya, saat rasa sakit dan keputusasaan memuncak, Anton secara tak terduga membangkitkan [Sistem Mata Dewa] yang memberinya kemampuan luar biasa untuk melihat menembus segala jenis benda.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kiyoe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 24
Dua minggu berlalu dalam sekejap mata.
Pabrik semikonduktor eks-Nexus yang kini telah berganti nama menjadi fasilitas utama Star Technology beroperasi non stop 24 jam sehari. Permintaan untuk chip Star Core 1 membludak di pasaran setelah terbukti melibas performa semua kompetitor, termasuk produk andalan PT Surya Mikro yang sahamnya langsung terjun bebas akibat panik.
Rekening perusahaan dan pribadi Anton kini dibanjiri aliran dana segar triliunan rupiah. Posisinya sebagai taipan muda baru di dunia teknologi tidak lagi bisa dianggap remeh oleh siapa pun.
Sementara itu, di ibu kota, kolaborasi antara Anton dan Elena meresmikan perusahaan farmasi raksasa baru bernama Aegis Medica. Berbekal resep medis kuno yang dimodifikasi dengan teknologi modern, produk suplemen regenerasi sel pertama mereka langsung menjadi buruan para kaum elite, pejabat, dan selebritas papan atas.
Malam ini, sebuah pesta peluncuran resmi Aegis Medica digelar secara sangat megah di Grand Ballroom Hotel Bintang Enam, ibu kota.
Karpet merah membentang sepanjang seratus meter dari pintu lobi. Puluhan awak media dan fotografer berbaris rapi mengabadikan kedatangan para tamu undangan yang semuanya mengenakan pakaian adibusana terbaik.
Sebuah mobil sport Koenigsegg Jesko berwarna putih mutiara perlahan memasuki area drop off lobi hotel.
Pintu kupu-kupu mobil mewah seharga puluhan miliar rupiah itu terbuka.
Anton melangkah keluar dengan setelan tuksedo putih bersih yang dijahit khusus oleh desainer kenamaan Milan. Postur tubuhnya yang tinggi atletis dipadu dengan tatapan mata yang tenang namun tajam langsung menarik perhatian seluruh kamera wartawan.
Di sisi kiri Anton, Elena berjalan anggun mengenakan gaun malam panjang berwarna zamrud bertabur berlian yang memancarkan pesona wanita berkuasa sekaligus elegan.
"Itu... bukankah Elena bersama seorang pemuda misterius?" bisik salah satu wartawan terkejut.
"Siapa dia? Kenapa Nona Elena tampak begitu menghormatinya?" sahut yang lain sambil terus menekan tombol kamera.
Anton tidak mempedulikan kilatan lampu kamera. Dia melangkah masuk ke dalam ballroom mewah yang dipenuhi oleh para konglomerat, menteri, dan CEO perusahaan farmasi besar.
Begitu mereka berdua memasuki ruangan, obrolan riuh di dalam ruangan mendadak menjadi jauh lebih pelan. Semua mata tertuju pada sosok Anton yang baru pertama kali muncul di hadapan publik sosialita ibu kota.
Di sudut ruangan, seorang pria muda berjas merah tua dengan potongan rambut klimis menatap tajam ke arah Anton. Pria itu adalah Marco Surya, pewaris tunggal PT Surya Mikro perusahaan yang baru saja dibuat babak belur oleh kebangkitan Star Technology.
Marco mengepalkan gelas kristal di tangannya hingga kuku-kuku jarinya memutih. Dendam kesumat membara di dadanya karena perusahaan keluarganya hampir hancur oleh pemuda yang tidak dikenal asal-usulnya itu.
"Jadi anak ingusan inilah yang berani merebut pasar kita dan mempermalukan pamanku di pulau lelang?" desis Marco penuh kebencian kepada pengawalnya.
"Tuan Marco, tenanglah. Kita berada di acara resmi keluarga besar. Jangan membuat keributan di sini," bisik pengawal pribadinya memperingatkan.
Marco mendengus dingin. "Aku tidak akan membuat keributan. Tapi aku akan membuatnya malu di hadapan seluruh orang penting di negeri ini sebelum malam berakhir."
Marco meletakkan gelasnya, lalu berjalan mendekati arah Anton dan Elena dengan senyuman yang dibuat-buat seramah mungkin.
"Wah, wah. Selamat atas peluncuran Aegis Medica, Nona Elena. Bisnis farmasi Anda benar-benar melesat cepat," sapa Marco dengan nada suara yang cukup keras untuk menarik perhatian tamu di sekitarnya.
Elena menghentikan langkahnya, menatap Marco dengan tatapan dingin. "Terima kasih, Tuan Marco Surya. Ada perlu apa?"
Marco mengalihkan pandangannya ke arah Anton, lalu tersenyum meremehkan dari atas sampai bawah.
"Dan tentu saja, ini pasti pemuda jenius yang dikabarkan menjadi otak di balik Star Technology ya?" ucap Marco menyindir. "Aku dengar perusahaanmu baru saja membeli bekas pabrik pamanku dengan harga murah. Tapi punya pabrik bukan berarti kamu tahu cara merakit teknologi tinggi, anak muda."
Beberapa tamu di sekitar mulai berbisik-bisik, tertarik dengan ketegangan yang tiba-tiba muncul.
Anton tidak langsung menjawab. Dia mengambil segelas champagne dari nampan pelayan yang lewat, lalu menyesapnya sedikit dengan santai.
"PT Surya Mikro ya?" ucap Anton pelan, memanggil nama perusahaan Marco dengan nada santai. "Perusahaan yang hampir bangkrut karena menyewa preman bodoh untuk menjaga aset yang sudah jatuh tempo?"
Wajah Marco langsung menegang, berubah merah padam mendengarkan sindiran telak itu. Bagaimana bisa Anton tahu soal urusan preman itu secara spesifik di tempat umum seperti ini?
"Jaga mulutmu!" bentak Marco setengah berbisik karena geram, takut para petinggi lain mendengarnya. "Jangan sombong hanya karena produk tiruan kalian kebetulan laku di pasaran! Industri semikonduktor butuh modal besar dan riset puluhan tahun, bukan keberuntungan sesaat!"
Anton meletakkan gelasnya di atas meja dengan bunyi klang yang pelan namun tegas. Dia menatap langsung ke mata Marco dengan tatapan penuh dominasi yang membuat nyali Marco ciut seketika.
"Keberuntungan?" ucap Anton datar. "Dalam waktu kurang dari seminggu, saham Surya Mikro akan mengalami suspensi total karena investigasi keuangan internal akibat penggelapan dana lima ratus juta rupiah."
Marco terbelalak kaget. Jantungnya serasa copot. Darahnya mendadak dingin.
"B-bagaimana... dari mana kau tahu soal angka itu?!" batin Marco panik setengah mati.
Sebelum Marco sempat membalas, lampu utama ballroom meredup dan sorot lampu panggung utama menyala terang.
Seorang pembawa acara naik ke atas panggung dengan mikrofon.
"Selamat malam para tamu undangan yang terhormat! Sambutlah pendiri utama Aegis Medica dan Star Technology, Tuan Anton bersama Nona Elena!"
Tepuk tangan meriah langsung menggema ke seluruh ruangan. Para elit sosialita bertepuk tangan menyambut sang miliarder misterius yang namanya sedang menjadi legenda baru di dunia bisnis.
Anton menepuk pelan bahu Marco yang masih mematung dalam ketakutan, lalu berbisik di dekat telinga pria itu:
"Nikmati sisa waktu perusahaan keluargamu malam ini, Marco. Karena besok pagi, giliran asetmu yang akan aku ambil alih."
Anton melangkah maju meninggalkan Marco yang berdiri gemetar di tengah kerumunan pesta, siap menaiki panggung untuk menaklukkan dunia bisnis sepenuhnya.