NovelToon NovelToon
Wanita Yang Kubuat Cacat

Wanita Yang Kubuat Cacat

Status: tamat
Genre:Orang Disabilitas / Cinta Seiring Waktu / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:648.2k
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

"Salah satu kakinya diamputasi setelah ditabrak sebuah mobil 8 tahun silam. Sayangnya, mobil itu kabur, CCTV rusak." Kenan tersenyum getir, seolah hal itu sudah biasa terjadi jika pelakunya orang-orang berduit. "Ada saksi yang mengatakan jika yang menabrak Ilona adalah mobil sport warna merah, tapi..." Ia kembali terkekeh. "Beberapa hari kemudian, kesaksiannya berubah. Entahlah."

Mendengar itu, tubuh Elang seketika mengalami tremor. Jantungnya berdebar kencang, dan keringat dingin mulai membasahi tubuhnya.

Semoga saja ini hanya kebetulan. 8 tahun yang lalu, Elang menabrak seseorang saat dini hari, sepulang dari party kelulusan SMA bersama teman-temannya. Kondisinya setengah mabuk saat itu. Karena takut, di tambah kondisi jalanan yang sepi, ia langsung kabur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35

Lonceng pintu "Blossom florist" berdenting.

_Krincing._ Pertanda ada orang yang masuk.

Ilona yang sedang merangkai bucket tulip langsung menoleh. Dan seperti biasa, senyumnya mengembang duluan sebelum kata apa pun keluar. "Pagii," sapanya.

Elang masuk, senyumnya lebar. Mengenakan Kaos putih polos, celana chino hitam, dan membawa tas ransel berisi laptop dan lain-lain.

Di tangannya ada dua kantong kertas berisi roti dan kopi.

"Buat sarapan." Katanya sambil meletakkan di meja kasir.

Ilona tertawa kecil. "Aku sudah sarapan."

"Kalau gitu, sarapan lagi, temenin aku." Elang menarik kursi kayu tanpa sandaran, duduk di sebelah meja kasir. Tas ransel berisi laptop, ia letakkan ke atas etalase.

Setelah sarapan, seperti kemarin dan lusa, Elang membantu membersihkan rak buket. Mengganti air di ember, juga melayani pelanggan, meski saat ditanya ini namanya bunga apa, ia musti tanya dulu ke Ilona, belum hafal.

Tangan yang dulu biasanya menandatangani kontrak perjanjian, sekarang kotor kena getah tangkai bunga dan serbuk sari. Tapi anehnya, harinya justru terasa lebih menyenangkan, ia menikmati.

"Lang, kamu...gak kerja lagi hari ini?" Ilona merasa aneh. Sudah hampir seminggu sejak grand opening, Elang selalu ada di toko seharian.

Elang yang sedang menggunting tangkai mawar, menoleh. Menatap Ilona. "Aku kan sudah bilang, sekarang kerjaku disini." Ia bangkit, mengambil serbet, menyeka tangannya yang ada bekas air.

"Kamu...gak kerja di kantor lagi?"

Elang melangkah mendekati Ilona. "Aku lebih suka kerja disini, bos nya cantik soalnya, meski kadang agak galak," ia terkekeh.

Ilona menunduk, tersipu malu. "Emang aku galak?"

"Sedikit, tapi lebih banyak manisnya."

"Gula kali." Ilona kembali melanjutkan membuat buket. Buket tersebut harus segera diantar 1 jam lagi.

Elang mengambil setangkai mawar putih di atas meja, menggunting pendek, menyisakan sekitar 3 cm tangkainya.

"Ish, Elang! Itu kependekan!" Ilona geram. "Kalau segitu, mana bisa ditancap ke spon?"

"Emang siapa yang mau nancepin ke spon. Aku mau nencepin kesini." Elang menyelipkan bunga tersebut ke telinga Ilona. "Cantik."

Wajah Ilona memanas, menunduk, menyembunyikan rona dikedua pipinya. "Tapi kan ini mau dibuat buket."

"Aku ambilin gantinya." Elang mengambil satu tangkai mawar lagi, meletakkan ke atas meja. "Gimana aku gak seneng kerja disini coba? Gak perlu pusing mikirin target, yang ada selalu happy melihat bunga-bunga yang cantik, sekaligus ownernya yang gak kalah cantik."

"Bisa aja kamu kalau gombal." Jantung Ilona berdegup dua kali lebih dapat, kembali melanjutkan buket, meski kurang fokus gara-gara salting brutal.

"Permisi, mau ambil buket." Seorang driver ojol memasuki blossom florist.

"Ah iya, Pak, sebentar."

"Yang mana?" Elang bersiap mengambilkan.

"Itu, buket tulip, di rak paling atas." Jawab Ilona.

Elang mengambil buket yang dimaksud, lalu menyerahkannya pada driver ojol. Tiba-tiba, terlintas ide di kepalanya. Kenapa bukan ia saja yang mengantarkan buket, kan lumayan.

Setelah ojol keluar, Elang kembali duduk di kursi dekat meja kasir. "Lain kali, kalau ada yang harus diantar, biar aku aja yang ngantar."

Ilona menoleh, menatap Elang dengan kening mengernyit. "Kamu yakin?"

"Hem." Elang mengangguk. "Kenapa tidak?"

"Lang, kamu beneran sudah gak kerja di kantor lagi sekarang?" Ilona jadi makin penasaran.

"Cuti sementara. Nanti insyaallah kerja lagi. Gimana, setuju gak, kalau nanti aku aja yang nganterin pesenan." Ia tak mau membahas soal pekerjaan.

"Pakai?"

"E...mobil." Elang menunjuk keluar, tempat mobilnya diparkir.

Ilona tersenyum tipis. "Yang pesen gak selalu rumahnya ada akses jalan mobil. Selain itu, ongkirnya murah, apa gak rugi di bensin kamu?"

Elang garuk-garuk kepala, benar juga apa yang dikatakan Ilona. Apa sebaiknya ia jual mobil saja, ganti dengan motor. Kemarin Kenan juga bilang, kalau pakai mobil, jatuhnya gak bisa irit, mana bahan bakar mobilnya kelewat mahal.

Setelah makan siang bersama, Elang meninggalkan toko. Ia ada janji temu dengan temannya, membicarakan soal lowongan kerja.

Masa diskon susah selesai, toko tak lagi seramai hari-hari sebelumnya, pesanan juga mulai menurun.

"Selamat sore!" Sapa Ilona pada pelanggan yang baru masuk. Seorang wanita muda dan cantik. "Ada yang bisa dibantu?" Ia turun dari kursi, meninggalkan meja kasir untuk melayani pembeli.

Yang masuk adalah Alisya.

Gaun linen putih, kacamata hitam, tas branded digantung di bahu. Wangi parfumnya mahal dan menusuk, terlalu kuat untuk ruangan kecil berisi bunga.

Alisya melepas kacamatanya pelan. Matanya menyapu seluruh toko. Dari vas di pojok kanan, hingga rak yang ada di sebelah kiri.

"Kalau boleh tahu, ingin cari bunga potong atau pesan buket?" Ilona kembali bertanya.

"Bunga." Alisya menjawab dengan nada datar, tanpa senyum sama sekali. Ia memperhatikan Ilona, dari atas hingga bawah. Menurutnya biasa saja, bahkan terlalu biasa untuk seorang wanita yang berhasil merebut Elang darinya.

"Kalau boleh tahu, bunga apa?"

Alisya berjalan pelan ke arah deretan bunga potong. Suara heelsnya terdengar nyaring, memecah keheningan toko yang kebetulan tidak sedang memutar lagu. Ia menyentuh kelopak mawar putih, lalu berpindah menyentuh lily. "Ada bunga bangkai?"

Ilona mengernyit. "Bunga...bangkai?" Apa dia sedang salah dengar? "Maksudnya..."

"Oh, nggak ada?" Alisya tersenyum kecut. "Aku mencium bau busuk. Jadi aku fikir ada bunga bangkai disini."

"Maaf, tapi tidak ada bunga tersebut disini."

"Tapi...aku mencium baunya. Busuk! Sangat busuk sekali. Jauh lebih busuk dari sampah." Mencondongkan badan ke arah Ilona. "Atau jangan-jangan...asal bau busuk ini dari...kamu."

"Maaf, maksud anda apa?" tanya Ilona. Suaranya tetap tenang. "Sebenarnya anda kesini mau mencari bunga atau apa?"

Alisya tersenyum. Senyum yang tipis yang mirip sebuah seringai menakutkan.

1
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
elang get well soon 🥺
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
big nooo i nggak bisa bayanginnn elangg jadi supir taksi online /Curse//Curse//Curse/
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/🤣
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
apa bedanya sama apartemen 🗿🙄
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
kaum biduan /Facepalm//Facepalm/
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
you bayangin aja you udah tunangan, Alisya juga udah nemenin you sejak 8 tahun maybe? since he live at Germany for his college dan tiba-tiba minta putus 😭😭 manusia mana yang sanggup kek gituuu. cowok yang dulunya romantis, perhatian tiba-tiba udah berubah 180° dan Alisya harus lupain kenangan nya gitu aja? it's so hard for her elang 🤧🤧
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
mikirin popularitas keluarga mulu 🙄
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
DUARR KENAN NGAMUKKK /Facepalm//Facepalm/
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
ngaku juga beliau ini di hadapan kenan 🤣🤭
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
APA INI!! TIBA-TIBA BANGET YOUU ELANGG!! astogehh terkejut saya/Smug/
🌷⃝Nͨaͣtᷠsᷤaa
lah you yang minta gimana sih 😭
Farika Willesden
keren bgus bngt certanya
Mutia
Waktu pernikahan Alisha dg Ilham knp gak disebut ada akadnya, tp mereka menuju altar. Apa Alisha dg Elang beda keyakinan.🙏
Elzatrisna Ismail
selalu keren
mbak mimin
😭😭😭
Raditya
👍👍👍
Ratna Komala
selamat ya buat elang dan illona semoga sll berbahagia penuh dengan cinta dan semoga mendapatkan elang junior yg lucu"...😍😍😍😍😍
Kar Genjreng
Elang jadi jagoan ,,, tetapi waktu abis nabrak loe malah langsung pergi ke Jerman kan haduhh
Kar Genjreng
Elang ya loe berani bilang kalau cacat emang ga berhak ya loe coba nikahin Ilona
berani ga bilang orang tua loe,,,ya Arya juga mungkin di larang orang tua nya,,,tapi
juga salah.menghina sudah bikin cacat,,,dan nya lagi orang tua loe ga tanggung jawab,,
Kar Genjreng
tetapi ibu salah justru putra Ibu merasa bersalah begitu melihat keadaan yang sesungguhnya gadis yang di tabrak 8 th
lalu sangat menyedihkan. semua cita cita nya telah musnah gara gara elang putra anda Bu,,,🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!