Raya Adha gadis manis berambut panjang dan hidup sebatang kara karena orang tua dan adiknya meninggal karena kecelakaan. Raya kemudian terusir dari rumahnya sendiri oleh adik tiri ayahnya.
Tak ingin terpuruk raya memilih pergi ke Jakarta menyusul temannya untuk melanjutkan hidup dan bekerja.Namun karena sebuah kejadian raya harus terikat sebuah pernikahan dengan laki-laki yang tidak ia cintai bahkan tidak di kenalnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20.Bertanya
Samar-amar cahaya matahari menembus dinding kaca, jam sudah menunjukan pukul 8 pagi Rendy beranjak bangun dari tidurnya pergulatan semalam membuatnya harus bangun kesiangan, di lihatnya Raya masih tidur dengan pulasnya karna kelelahan.
Rendy kemudian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Raya baru saja membuka matanya saat ia mencoba bangun ada rasa perih yang ia rasa kan Rendy yang telah selesai mandi dan masih menggunakan handuk paham betul dengan keadaan Raya saat ini.
"Apakah sangat sakit?"Tanya Rendy
"Tentu saja, kaki ku bahkan sangat lemas."Jawab Raya.
"Aku akan menggendong mu berendamlah pasti sakitnya akan hilang." tutur Rendy sambil menggendong Raya.
Raya sangat kikuk saat di gendong Rendy bagaimana tidak tubuhnya tidak menggunakan pakaian sehelai pun.
Tiga puluh menit berlalu Raya telah Rapi dengan pakaian nya sejenak ia menoleh kepada Rendy.
"Mas...tidak bekerja?"Tanya Raya yang melihat Rendy memainkan telpon genggamnya.
"Tidak, Aku masih ingi berlama-lama dengan kamu...ah sudahlah ayo turun sarapan kamu pasti lapar."
Mereka akhirnya turun ke lantai pertama untuk sarapan saat itu terlihat pak Artha yang sedang asik menikmati kopinya di ruang tamu dengan sengaja ia menggoda anak dan menantunya itu.
"Eheeemm....Habis begadang ni yeee."Goda pak Artha yang melihat Rendy dan Raya menuruni anak tangga.
"Apaan sih pah...rese deh kaya gak pernah aja"Ujar Rendy.
"Cepat makan jangan buat istri mu kehabisan tenaga karena ulah mu."
"Ini juga mau makan."
Raya yang mendengar godaan mertua nya hanya bisa tersipu malu bagaimana bisa mertua yang kelihatan nya pendiam itu bisa pandai menggoda.
Pak Artha tersenyum bahagia melihat anaknya sekarang bagaimana tidak Rendy adalah anak satu-satunya yang ia miliki.
Setelah selesai sarapan Rendy mengajak Raya ke kebun bunga yang ia buat khusus untuk Raya dengan raut wajah senang Raya tidak hentinya mengucapkan kata terima kasih kepada suaminya itu.
Taman mini khusus untuk bunga mawar di tambah kolam kecil serta kursi besi dan bunga-bunga tambahan untuk menghiasi taman tersebut menambah indah taman yang berada di halaman belakang rumah. Raya sangat bahagia atas perlakuan Rendy.
"Boleh aku bertanya mas?"Tiba-tiba Raya mengeluarkan suara
"Apa? bertanyalah aku akan menjawabnya."
"Sejak kapan kamu mulai menyukai ku? Apa sejak kepergian ku atau.....?
"Sejak di Bandung saat kamu merawat bunga-bunga mu, aku melihat mu tersenyum sangat manis asal kamu tahu aku sangat suka memandang mu ketika kamu sibuk bersama tanaman mu."tutur Rendy langsung memotong pertanyaan Raya lagi-lagi Raya hanya bisa diam tidak menanggapi penjelasan Rendy.
"Dan satu lagi mas tentang Irma di mana dia sekarang?"
"Di tempat yang seharusnya, kenapa?"
"Aku ingin bertemu dengan nya mas." Pinta Raya
"Aku tidak mau."
"Mas Irma sahabat ku dari kecil."
"Bagaimana bisa di sebut sahabat? Dia tega menjual sahabat nya hanya demi uang dan gaya hidup." Rendy mulai kesal.
"Setidaknya biarkan dia menjelaskan kepada ku mas."
"Baiklah kalau itu mau kamu."
"Mas..Apa aku boleh bekerja seperti dulu? Tanya Raya kembali.
"Tidak...tugas mu hanya di rumah melayani ku .''
"Mas..aku kah sudah biasa bekerja." Rengek Raya "Dulu kan kamu menyuruh ku bekerja cari makan sendiri."
"Itu kan dulu sekarang beda, sekarang kamu minta apa aja aku kasih."
" Nah ...itu bilang nya minta apa aja di kasih jadi aku minta kamu izin kan aku bekerja."
"Astaga....iya deh nanti aku pikirkan lagi."
Mereka pun menghabiskan waktu berdua dengan duduk di taman di selingi canda dan tawa Rasanya ini adalah kali pertama Raya merasakan kebahagian sejak kepergian orang tua nya.