NovelToon NovelToon
5 Tahun Kemudian

5 Tahun Kemudian

Status: tamat
Genre:Cerai / Obsesi / Pengganti / Tamat
Popularitas:828.4k
Nilai: 4.8
Nama Author: sayonk

Clarissa Binar, seorang wanita yang terus mengabdi pada suaminya. Mencintai suaminya meskipun lima ahun ini suaminya tidak menoleh padanya, hanya menoleh pada putranya Abra.

Namun dalam lima tahun ini dia harus dihadapkan kenyataan pahit. Tiba-tiba seseorang masa lalu dari Adam, suaminya datang dan membawa seorang anak berumur lima tahun.

Akankah Binar memaksa pernikahannya bertahan atau justru memilih pergi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sayonk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Meyakinkan Andra

"Kau apakan dia?" tanya Binar seraya memicingkan sebelah alisnya. Walaupun ia kesal dengan ibunya, tapi bukan berarti kesal dengan anaknya, Andra tidak tahu apa pun, dia hanya korban dari kedua orang tuanya.

"Sayang, jangan melihat ku seperti itu. Mana mungkin aku tega membuat putra ku bersedih." Adam merasa tidak nyaman, ia takut dengan kemarahan Binar dan bisa membuat miliknya tak menemukan jalan sempit. Ladang Binar adalah nyawa bocahnya.

Masih mencurigai suaminya, Binar kembali melayangkan pertanyaan. "Kau tidak membentaknya?"

"Tidak sayang, My Honey, My Hubby, My Sayang ku," ucap Adam menekan, entah panggilan apa lagi yang harus ia keluarkan. "Aku hanya memberikan penjelasan padanya, kalau aku tidak bisa bersama dengan ibunya." Jelas Adam, dia sangat gemas dengan wajah istrinya itu. Namun wanita itu malah ber oh ria saja, seakan dia tidak merasakan Binar cemburu.

"Kau tidak cemburu? tidak takut aku menghilang?" cerca Adam. Ia mencintai Binar, tapi takutnya cinta istrinya telah terkikis karena kekecewaan yang dia buat. Namun, ia tidak akan menyerah membuat istrinya kembali mencintainya.

Binar mengangkat kedua bahunya, seolah dia tidak peduli atau pura-pura tidak ingin membahasnya. Dia pun masuk ke dalam dan meninggalkan Adam serta baby Abra yang sedang asik dengan robot di kedua tangan kecilnya.

"Sayang," panggil Adam. Dia mengekori Binar sampai tepat di depannya dan memblokir jalan sang istri. "Kau tidak cemburu?"

"Tidak, kalau kau menanyakan aku tidak takut kehilangan tentu saja jawabannya tidak. Kalau kau mencintai ku, kau akan membutakan semua penglihatan mu dan pendengaran mu pada ku, entah aku melakukan kesalahan tapi menurut ku benar, kau akan mengikutinya dan membenarkannya."

"Sekalipun aku berbuat salah, kau akan memaafkan aku, mempercayai ku, itulah cinta."

Binar melewati Adam, namun sampai di anak tangga. Dia menoleh, "Kalau kau berani macam-macam, aku pastikan burung mu tidak akan berfungsi," ancam Binar dengan nada menekan.

Adam menjepit miliknya serapat mungkin, kalau ia kehilangan miliknya tentu saja tidak akan bisa melayani Binar dan ia takut kalau istrinya akan berpaling pada yang lain, entah apa yang berada di otaknya? padahal Binar lah yang mengancamnya.

"Aku harus menjaga jarak dengan Ayu," gumam Adam.

"Sayang,"

"Hem,"

Binar berderhem, dia kembali turun karena ingin memakan sesuatu. Begitu pun dengan Adam, dia kembali mengekori istrinya sampai ke dapur.

"Aku ingin membuat Brownies, kau duduklah dulu."

"Boleh aku bantu," tawar Adam.

Binar mencubit pipi Abra dan bocah gembul itu hanya tersenyum sebagai balasannya. Dia memukul-mukul robot di tangannya, lalu menggigitnya. "Temanilah Abra,"

"Kakak, biar aku saja yang menemani Abra. Kakak ipar bantu saja kakak," ucap Nadira. Ia pikir membuat lebih dekat dan lebih kuat hubungan mereka yang sempat tergoyah. Lagi pula hari ini ia tidak ada aktivitas apa pun.

"Baiklah," Adam langsung menyerahkan Abra, karena hari ini ia ingin meluangkan waktu bersama istrinya.

Binar menggeleng pelan, ia akan membiarkan apa yang di lakukan suaminya, merasa kasihan karena pria itu sudah mengajak kedua anaknya bermain.

***

Sedangkan di tempat lain.

Ayu tengah membujuk putranya yang tidak ingin menemui ayahnya, ia tidak mau kalau akhirnya ia kalah dan Binarlah yang berdiri di samping kekasih masa lalunya.

"Sayang, kamu gak boleh seperti ini," ucap Ayu. Dengan sabar ia memberikan nasehat pada putranya. "Kita harus bersabar untuk memiliki ayah mu, karena yang kita lawan adalah Binar."

"Memangnya kenapa? kita hanya minta pada ayah?"

Ayu menggeleng, dia memegang kedua bahu Andra. Semuanya tidak semudah yang dia pikirkan. Ia bersusah payah membuat Binar menyerah, sudah berhasil tapi Adam tidak mau melepaskannya, entah sihir apa yang Binar berikan. Kalau masalah cantik, tentu saja ia tidak kalah dewan wajah Binar.

"Binar perempuan yang licik, dia berhasil menyingkirkan Mama, maka Binar dan anaknya juga berhasil menyingkirkan mu," ucap Ayu meyakinkan Andra dan membuat bocah itu mengerutkan kedua alisnya, tangannya terkepal kuat. Ia tidak mau kehilangan ayahnya.

"Lalu kita harus apa? bagaimana cara membuat Papa bersama kita?"

"Bersabarlah, itu yang harus kita lakukan. Kita harus membuat hubungan mereka retak, makanya kamu harus berada di dekat Adam dan Binar. Buat hubungan mereka retak,"

Andra mengangguk dengan mantap, kedua sorot matanya memendam ribuan kebencian pada Binar dan Abra.

"Binar tidak akan melarang mu bersama Papa mu, jadi manfaatkan kebersamaan itu. Cukup kamu ikuti apa kata Mama."

"Besok kita akan menemui Papa mu, minta maaflah padanya. Ingat, kamu harus menahan emosinya dan kita juga akan membicarakan tentang sekolah mu. Jadi bersikaplah baik," ucap Ayu sambil mengelus pucuk kepala Andra. Dia pun memeluk Andra dan mencium kedua pipinya secara bergantian.

1
Woro Hestiningsih
cerita nya menarik
faizha al-husna
good
Evy
Untuk binar mungkin obat tidur dan untuk suaminya obat perangsang.. Ayu ingin mencoba peruntungan dengan menjebak Ayah biologis anaknya..
Evy
Astaga... semoga Andra berterus-terang pada Papanya...dan tidak melakukan yang diperintahkan oleh mamanya..
Umun Munawaroh
Luar biasa
Siti solikah
lanjut
Siti solikah
dasar ibu ga tahu diri,malah menanamkan kebencian di hati anaknya
Siti solikah
nanti kalau ada ayu dan Andra jadi berubah lagi hatinya
Siti solikah
syukurin kau adam
Siti solikah
pergi saja yang jauh binar,mulai lah kehidupan baru ditempat yang baru
Siti solikah
duh laki2 macam Adam ini pantas di bumi hanguskan
Siti solikah
jadi pusing sendiri kan
Siti solikah
bagus
Siti solikah
bagus binar
Siti solikah
punya jantung tapi tak punya hati itu memang pantas untukmu adam
Siti solikah
bagus binar
Siti solikah
sedih thor
Soraya
karyanya👍
Soraya
Adam sama Binar salah harusnya dia nanya langsung sama Aldri soal obat itu
Soraya
Ayu slalu bilang mertua pdhl blm nikah aneh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!