Dua Orang yang tidak mempercayai cinta, dipertemuan dalam sebuah pernikahan yang dilakukan hanya untuk pencitraan semata
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai peduli
"Jadi katakan padaku apa benar hubungan kalian hanya settingan!" hardik Shelomita
"Jika rumor itu benar, maka jangan salahkan aku jika harus mengusir kalian dari wastu Kencana Ungu, dan kau Dhiv...jangan pernah menginjakkan lagi kakimu di DC Group," imbuh Shelomita menatap tajam kearah Dhiv
"Tentu saja tidak, Pernikahan adalah hal yang sakral jadi mana mungkin aku berani melakukan hal seperti itu. Bukankah aku sudah pernah mengatakan jika Lala adalah satu-satunya wanita yang berhasil membuat ku move on dari Clarissa, itulah alasanku menikahinya, jika ada yang mengatakan hubungan kami adalah settingan aku yakin mereka hanya iri, karena melihat aku berhasil mendapatkan kepercayaan ayah hingga ia menjadikan aku sebagai CEO DC Group menggantikannya," jawab Dhiv
"Settingan atau bukan aku rasa itu tidak penting bagimu, karena bagaimanapun juga tidak ada orang tua kandung yang rela jika putra seorang selingkuhan akan mewarisi kekayaan suaminya, bukankah begitu Ibu?" imbuh Lala membuat Shelomita semakin meradang dibuatnya.
"Kalau begitu buktikan padaku jika kalian benar-benar sepasang kekasih!" seru Shelomita
Merasa tertantang dengan pernyataan Shelomita membuat Lala berpikir untuk melakukan hal-hal konyol.
"Baiklah jika ibu memaksa, malam ini Dhiv akan tidur dikamar ku, dan bila perlu aku akan merekam adegan intim kami dan melaporkannya kepada Ibu agar engkau percaya," tantang Lala
Tentu saja Shelomita begitu tercengang mendengar ucapan Lala.
Bukan hanya Mitha yang terkejut mendengar ucapan Lala tapi juga Dhiv. Pria itu benar-benar tak menyangka jika Lala berani berkata seperti itu kepada Shelomita.
Raffa yang baru saja tiba di Wastu Kencana Ungu langsung bertepuk tangan setelah mendengar penuturan Lala.
"Wah super sekali, Andai saja kau benar-benar selingkuhan ku, apa kau juga akan melakukan hal yang sama, agar semua orang percaya jika kita adalah sepasang kekasih?" ucap Raffa
"Dasar tidak sopan, beraninya kau berkata seperti itu kepada calon ibu mertua mu. Inilah akibatnya jika kau hanya mencari pasangan tidak mempertimbangkan bibit, bebet, dan bobotnya!" cibir Ratna
"Aku akan memeriksa kembali latar belakang kehidupan Lala, dan ibu akan membatalkan pernikahan kalian jika terbukti dia memang tak pantas menjadi istrimu," imbuh Shelomita kemudian meninggalkan mereka
Lala hanya menggelengkan kepalanya mendengar ucapan Shelomita.
"Mengerikan sekali calon ibu mertuaku, apa sebaiknya aku menyuapnya agar ia mau menerimaku?" tanya Lala
"That's right baby, sebaiknya mulai sekarang kau belajar masak kepada Ratih agar bisa mengambil hati ibuku. Lagipula hanya Ratih yang paling mengerti nenek sihir itu dari pada orang lain di rumah ini," jawab Raffa
"Ah, aku hampir lupa jika aku memiliki kaka ipar seorang Cassanova. Aku yakin kau bisa meluluhkan hati Ibu Shelomita dengan kekuatan rayuan maut mu itu. Jadi kapan kita akan mulai berlatih?" tanya Ratih membuat Raffa langsung tertawa terbahak-bahak
Raffa benar-benar tidak menyangka jika Lala adalah gadis pemberani. Bagaimanapun juga selama ini belum pernah ada seseorang yang berani melawan kehendak Shelomita, namun gadis itu tanpa rasa takut berhasil membuat kesal Ratu Wastu Kencana Ungu.
"Kau semakin membuatku tertarik saja Lala. Tapi sayang sekali aku tidak bisa membagi ilmu ku kepada sembarang orang," sahut Raffa
"Sembarang orang katamu, haish kau memang benar-benar brengsek. Bagaimana bisa kau menganggap tidak menganggap aku sebagai adik ipar mu setalah aku resmi menjadi tunangan Dhiv!. Apa aku perlu menjadi selingkuhan mu agar kau mengajariku cara menaklukkan hati ibumu!" seru Lala
"Sudahlah, sebaiknya jangan meminta bantuan kepada orang seperti dia!" sahut Dhiv membawa Lala masuk ke dalam rumah
"Ternyata kau masih saja baperan Dhiv," celetuk Raffa kemudian menyusul keduanya masuk ke Wastu Kencana Ungu.
Sore itu juga Lala segera menemui Ratih dan meminta wanita itu untuk mengajarinya masak.
Ratih dengan senang hati mengajari gadis itu memasak makanan kesukaan Shelomita. Bukan hanya mengajari Lala masak, Ratih juga memberitahu Lala apa saja yang harus dihindari saat berhadapan dengan mertuanya itu serta hal-hal apa saja yang disukainya.
Lala bahagia setelah selesai memasak sayur garang asem kesukaan Shelomita.
"Wah, sepertinya enak nih!" seru Raffa
Lelaki berjalan menuju meja makan sembari mengendus aroma masakan yang baru saja dihidangkan oleh Lala.
"Setahuku hari ulang tahun bunda Ratu masih lama deh, tapi kok kenapa banyak sekali makanan kesukaan beliau di meja ini," ucap Raffa berjalan mendekati Lala
Lala berjalan mundur saat lelaki itu semakin mendekatinya. Ia begitu terkejut saat Raffa mencondongkan tubuhnya kearahnya.
"Jangan bilang kau berusaha mengambil hati Bunda Ratu," ucapnya menyipitkan matanya
"Me ... memangnya kenapa, bukankah banyak jalan menuju Roma. So sah-sah saja kan kalau aku mencoba menarik simpati Bu Sel dengan makanan," sahut Lala
"Sah-sah saja sih, hanya saja aku saranin jangan terlalu berharap kau bisa mengambil hati Bunda Ratu karena itu terlalu sulit. Seperti kata pepatah Seperti Lala yang merindu Raffa itu, bukankah itu hal yang mustahil??" ucap Raffa sinis
Ia kemudian mendorong tubuh Raffa dan balik mencondongkan tubuhnya hingga membuat pemuda itu terkejut dan hampir terjatuh.
"Huaaa!!" teriak Raffa saat hilang keseimbangan
Lala langsung menarik kerah baju lelaki itu agar ia tidak terjatuh ke lantai
"Sebaiknya jangan pernah ikut campur, apalagi meremehkan aku. Asal kau tahu tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini jika kita yakin dan mau memperjuangkannya, seperti kata pepatah jawa Man Jadda wa Jadda, barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil," jawab Lala kemudian melepaskan pemuda itu hingga jatuh ke lantai.
*Bruugghhh!!
"Awww!" seru Raffa meringis kesakitan
Shopia segera berlari menghampiri Raffa dan membantunya berdiri.
"Apa kau baik-baik saja??" tanya Shopia
"Sepertinya tulang ekorku cedera. Aku tidak menyangka jika Lala benar-benar Bar-bar hingga tega-teganya menjatuhkan lelaki tampan seperti diriku, padahal sebelumnya tidak ada seorangpun gadis yang berani menyentuhku," ucap Raffa sembari mengingat reaksi dari semua mantannya saat ia memutuskan mereka.
Bahkan semarah-marahnya mereka saat aku tiba-tiba memutuskan hubungan kami, tidak ada yang berani menampar ku saat melihat senyuman manis Seorang Raffael. Tapi kenapa senyuman itu tak mempan untuk Lala??. Haish benar-benar wanita aneh, apa jangan-jangan dia tidak normal???
Raffa semakin kesal saat melihat Shopia menertawakannya.
"Kenapa kau malah tertawa, memangnya ada yang lucu!" hardik Raffa
"Maaf Mas Raffa bukan maksudku untuk mengejek mu. Tapi lucu aja melihat seorang Raffael sang Cassanova bisa jatuh terhempas ke lantai," sahut Shopia menahan tawanya
"Ish, dasar kau Bukannya menolong ku malah menertawakan aku!"
"Apa tulang ekor mu masih sakit?" tanya Shopia
"Tentu saja," jawab Raffa
Shopia kemudian menyarankan Raffa untuk berobat ke rumah sakit, namun pemuda itu langsung menolaknya.
Sementara itu Lala terlihat tegangan saat Shelomita sedang mencicipi masakannya.
"Sayur garang asemnya enak dan begitupun dengan masakan lainnya rasanya pas dan sangat cocok dengan lidahku. Tapi sayangnya aku tetap tidak bisa percaya seratus persen jika kau benar-benar kekasih Dhiv. Seperti yang kau tahu Dhiv bukanlah tipe cowok yang akan mudah jatuh hati dengan cewek kampung yang norak dan urakan seperti dirimu," jawab Shelomita kemudian meninggalkan meja makan setelah berhasil mengintimidasi Lala
Raffa kemudian menghampiri gadis itu dan menariknya keluar.
Ia menyuruh Lala masuk kedalam mobilnya.
Raffa terus memaksa gadis itu untuk ikut dengannya meskipun Lala berusaha menolak tawarannya.
"Sebaiknya kau ikut saja denganku jika ingin berhasil membujuk Bunda Ratu," jawab Raffa kemudian melajukan mobilnya meninggalkan halaman Wastu Kencana Ungu.
ada