NovelToon NovelToon
Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Selir Centil Untuk Kaisar Impoten

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Harem / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Rebirth For Love / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:6.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sri Wulandari

Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keangkuhan yang tepat pada tempatnya

Selir Yu mengikuti adik keduanya secara diam-diam. Dia ikut masuk kedalam kedai teh itu.

Dari kejauhan Nona kedua Yu Jian naik kelantai dua dan masuk ke salah satu ruangan pribadi.

Di saat Selir Yu juga ingin naik keatas. Dia bersama pelayannya di cegah seorang pelayan kedai.

"Nona, tanpa uang kalian tidak dapat naik kelantai dua." Pelayan itu menatap rendah dua wanita di depannya. Karena gaun yang mereka kenakan tidak layak di sebut wanita bangsawan.

Selir Yu menarik napasnya. Dia menengadahkan tangannya kearah pelayannya. Pelayan Guyi langsung mengeluarkan tiga lembar uang senilai seratus tahil. Dan memberikannya kepada Selir Yu.

Dengan nada sombong Selir Yu berkata. "Apa aku masih tidak bisa naik keatas?" Mengibaskan lembaran uang itu kearah wajah pelayan pria di depannya.

Dari arah berbeda Kepala pengurus kedai datang. "Apa yang kau lakukan. Dasar bodoh." Membentak pelayan pria itu. Seketika pelayan pria menunduk dan mundur. Setelahnya senyuman hangat di tujukan pada dua wanita di depannya. "Maaf atas kelancangan pelayan saya. Nona, silakan. Saya akan mengantar kalian berdua untuk memilih ruangan pribadi."

Selir Yu bersama pelayannya di arahkan naik ke lantai dua. Tepat di depan ruangan yang di masuki Nona kedua Yu Jian. Selir Yu berhenti. "Aku ingin ruangan di sebelah sini." Menunjuk ruangan di sampingnya.

"Baik." Kepala pengurus kedai membuka pintu ruangan itu. "Nona, silakan."

Selir Yu melangkah masuk di ikuti pelayannya. Sedangkan Kepala pengurus kedai segera pergi menyiapkan hidangan khusus. Yang akan selalu di berikan untuk tamu istimewa di ruangan pribadi.

Dengan cepat Selir Yu menempelkan wajahnya ke dinding yang terbuat dari kayu. Lebih tepatnya papan kayu yang telah di haluskan dengan sangat baik. "Guyi, apa kau mendengar sesuatu?"

"Selir Yu, saya juga tidak bisa mendengar apapun." Pelayan Guyi juga berusaha menepatkan telinganya lebih dekat ke dinding. Namun tidak ada suara yang terdengar.

Hingga, Selir Yu dapat mendengarkan pergerakan dari ruangan samping. "Sudah, sudah. Ada sedikit suara yang terdengar."

Mereka diam mendengar percakapan yang ada di ruangan sebelah.

"Selama kita menikah. Aku pastikan kehidupan mu akan jauh lebih sejahtera." Pria yang tengah duduk di kursi memicingkan matanya. "Nona kedua, bagaimana menurut mu?"

Nona kedua Yu Jian menatap dingin. "Sekalipun kau membunuh ku hari ini. Pernikahan tidak akan pernah aku setujui. Aku akan mengembalikan semua mahar yang telah kau kirim di kediaman. Tanpa ada yang kurang."

Seringaian halus terlihat. "Kau yakin? Aku dengar Tuan Yu sangat puas dengan semua mahar yang aku berikan." Pria itu bangkit. "Menjadi istri sah dari keluarga Heng adalah sebuah kehormatan yang harus kau syukuri."

"Selir di kediaman mu sudah memenuhi halaman Heng. Menikah dengan mu sama saja menghancurkan seluruh masa depan ku." Nona kedua Yu Jian masih pada pendiriannya. "Aku datang memenuhi undangan mu hari ini. Hanya berharap Tuan muda kedua bisa melepaskan ku. Dan bersedia memutuskan pernikahan yang telah di tetapkan."

"Hahahh... Nona kedua, kau terlalu naif. Keluarga mu sudah menikmati semua mahar yang aku berikan. Tapi kau justru meminta pembatalan pernikahan." Dia mencengkeram pipi gadis di depannya. "Baik, aku bisa melakukannya. Tapi lepaskan dulu keperawanan mu untuk ku."

"Kau gila." Nona kedua Yu Jian menepis tangan Tuan muda kedua Heng Zhan. Dia berniat pergi. Tapi dirinya telah di hadang dua penjaga pemuda itu.

"Bagi wanita muda. Tubuhnya adalah segalanya. Alat jual yang harus di jaga dengan baik. Tapi jika kau menikah dengan orang lain. Dan tidak suci lagi. Bayangan apa yang terjadi? Hahahh..." Tatapan bengis Tuan muda kedua Heng Zhan membuat gadis di depannya mundur ketakutan. "Kalian berdua keluar. Jaga pintu itu dengan baik. Jangan pernah masuk sebelum aku selesai menikmatinya. Setelah beres kalian bisa menikmati tubuh indahnya juga."

"Baik."

Dua penjaga itu terlihat sangat senang. Mereka keluar menunggu seperti keinginan Tuan muda keduanya.

"Nona kedua, kau hanyalah putri yang tidak di anggap di keluarga Yu. Bukankah lebih baik hidup sebagai Nyonya keluarga Heng. Dengan semua kekayaan yang akan kau terima." Wajah Tuan muda kedua Heng Zhan terangkat.

"Tapi dengan sikap sombong mu ini. Menjadi Nyonya muda Heng tidak lagi dapat di lakukan. Bagaimana kalau kau, aku berikan gelar sebagai Selir kelima belas ku?" Tuan muda kedua Heng Zhan mencengkeram wajah Nona kedua Yu Jian dengan kuat. "Lagi pula Kakak pertama mu juga hanya menjadi selir kekaisaran. Tanpa kedudukan yang nyata. Dengan sikap angkuh, sombong dan kejamnya. Yang Mulia tidak akan mungkin memberikan kedudukan untuk dirinya. Tidak butuh waktu lama. Dia pasti akan membusuk di istana dingin."

"Jangan pernah kau gunakan mulut busuk mu itu menghina kakak perempuan ku. Lepaskan tangan kotor mu dari wajah ku." Nona kedua Yu Jian terus berusaha menepis tangan Tuan muda kedua Heng Zhan yang berusaha meraba tubuhnya. "Pergi. Lepaskan aku." Mencoba memberontak. Namun dirinya tidak cukup kuat.

Palk...

Drakakk...

Dua penjaga telah di kalahkan.

Pintu di buka paksa dari luar.

Wanita dengan gaun sederhana masuk menatap tajam. Kuku-kuku tajamnya langsung mencengkeram lengan Tuan muda kedua Heng Zhan.

Setelah pemuda itu lengah.

Palkkk...

Tamparan kuat di berikan.

"Kurang ajar." Pemuda itu berteriak kuat dengan penuh amarah.

Palkkk...

Tamparan mendarat di wajahnya untuk kedua kalinya.

"Kau tidak mengenal ku?" Suara dingin wanita mulia itu membuat Tuan muda kedua Heng Zhan bergidik.

Pemuda itu mundur dengan menundukkan kepalanya. Di saat dia sadar betul siapa yang ia hadapi.

"Kau benar-benar tidak mengenal ku?" Selir Yu melangkah mendekat.

"Selir Yu." Suara Tuan muda kedua Heng Zhan bergetar. Dia memberikan hormatnya dengan rasa takut yang terus menekan hatinya. "Aaaa..."

Suara pemuda itu tercekat di saat tangan lembut Selir Yu mencekik lehernya.

"Berani sekali tangan kotor mu ini menyentuh adik ku." Kobaran api amarah terlihat di kedua mata Selir Yu.

"Selir Yu, ampuni aku. Bagaimana pun juga keluarga ku adalah pejabat dari setiap generasi." Tuan muda Heng Zhan berkata dengan suara yang sulit di keluarkan.

Drakakk...

Tubuh pemuda itu di tekan kuat di dinding. Lehernya masih di cengkeraman kuat.

"Apa kau pikir hanya keluarga Heng saja yang telah menduduki jabatan di pemerintahan di setiap generasinya. Bahkan sebelum keluarga mu ada di pemerintahan. Keluarga Yu lebih dulu membangun nama baik dengan jabatan tertinggi." Melepaskan cengkeraman tangannya. dia mengeluarkan sapu tangan coklat miliknya. Mengelap tangan bekas menyentuh leher pemuda di depannya. Di dalam kuku-kuku lentik dan tajamnya terdapat sepercik darah pemuda itu.

"Huhh... Uhuhkkk." Tuan muda kedua Heng Zhan tersungkur setelah udara berhasil masuk kedalam dadanya. "Seperti keinginan Nona kedua. Pernikahan akan aku batalkan. Semua mahar tidak perlu di kembalikan."

Selir Yu menginjak tangan pemuda yang masih ada di lantai. "Kau telah merendahkan keluarga Yu berulang kali. Setelah semua penghinaan yang kau lakukan kepada adik kedua ku. Apa kau pikir semua itu cukup? Aku tidak membutuhkan mahar sedikit itu." Sedikit merendahkan tubuhnya. "Yang aku inginkan nyawa mu sebagai gantinya."

"Selir Yu, aku mohon ampuni aku." Pemuda itu terus memohon.

Nona kedua Yu Jian masih terdiam. Dia tidak pernah melihat kakak perempuan pertamanya melakukan pembelaan untuk dirinya. "Yu Qianlu, apa yang kau lakukan?"

Selir Yu menatap kearah adik keduanya. "Tentu saja melampiaskan amarah mu." Kembali melihat kearah pemuda yang masih memohon. "Guyi, panggilan prajurit pengawal kekaisaran yang telah mengikuti ku selama beberapa hari ini."

Pelayan Guyi cukup binggung.

Seringaian halus melintas di wajah cantik Selir Yu. "Jika kalian tidak hadir saat ini juga di hadapan ku. Kelalaian mu akan tugas karena mudah terlihat. Akan aku adukan di hadapan Yang Mulia."

Di menit berikutnya, Ketua utama prajurit pengawal kekaisaran masuk kedalam ruangan. "Selir Yu." Memberikan hormatnya.

"Kau juga telah mendengar apa yang dia katakan," ujar Selir Yu.

"Saya mendengarnya," jawab Ketua utama prajurit pengawal Kekaisaran.

"Seret dia ke istana. Aku ingin kau menjadi saksi atas semua perkataan yang telah ia keluarkan dari mulut busuknya. Jika hari ini nyawanya tidak aku dapatkan. Aku akan membakar seluruh kediaman Heng tanpa sisa." Selir Yu berjalan keluar dengan wajah terangkat penuh keangkuhan.

"Baik. Semua sesuai kehendak anda." Ketua prajurit pengawal kekaisaran menundukkan kepalanya di saat wanita itu melewati dirinya.

Pelayan Guyi mengikuti dari belakang bersama Nona kedua Yu Jian.

1
Ai
crazy up donk thor😄
Susilawati
lanjut thor
Susilawati
tahan tahan diri mu selir Yu
Susilawati
selir Yu kenapa pingsan nya sebentar aja, seharusnya di lama2in sampai besok paginya baru sadar
Susilawati
seharusnya kaisar dan selir Yu bersatu utk menggulingkan ibu Suri agung
Susilawati
jgn lemah Yu Jian, keadilan harus di tegak kan
Susilawati
mantap selir Yu, kamu harus berani melawan ketidakadilan walaupun itu ayahmu sendiri
Susilawati
ckckck ternyata ayahnya selir Yu selain gila jabatan juga gila uang
Susilawati
yahhh kenapa gosip nya harus di hentikan padahal lagi seru2 nya
Ai
up nya yang banyak kak author, semangatttt💪
Susilawati
pantas saja selir Yu yg asli sangat kejam, krn dia terus di tekan oleh ayahnya.
mungkin sebenarnya selir Yu ingin melindungi adiknya makanya dia melarang ayahnya mengirim adiknya ke istana krn selir Yu tahu bagaimana sulit dan bahaya nya tinggal di istana
Susilawati
pantas saja kaisar masih membiarkan selir Yu hidup, rupanya ada yg dia ingin kan.
Susilawati
kebencian yg akan berubah menjadi kecintaan yg mendalam
Susilawati
jahat bangt sih kalo benar selir Zhang membunuh pelayan nya sendiri hanya utk memfitnah selir Yu.
Susilawati
tidak apa2 Zhen Nuo, ini hanya dunia novel, itu yg harus kamu ingat
Susilawati
dasar gila si selir Yu 😄😄😄
Susilawati
Untung aja Zhen Nuo atau selir Yu ingat adegan selanjutnya dan langsung berbalik ke kamar nya kaisar, tapi kok bisa pembunuh masuk ke kediaman kaisar, pasti ada pengkhianat nih dlm istana
Susilawati
hahaha saking takut nya si selir Yu, sampai sembunyi dikolong ranjang, ngejar katak lah sampai mau lompat ke danau segala,
Susilawati
bagus selir Yu, bikin kaisar penasaran dgn perubahan sikap mu biar dia yg ngejar2 kamu
Susilawati
apa sejahat itu selir Yu, hingga adik nya sendiri pun terlihat takut kepada nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!