NovelToon NovelToon
Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Dikhianati Suami Dicintai Pangeran Dubai

Status: tamat
Genre:Janda / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Crazy Rich/Konglomerat / Miliarder Timur Tengah / CEO / Tamat
Popularitas:986.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Rere ernie

Alena Prameswari percaya bahwa cinta bisa mengubah segalanya.

Tapi setelah tiga tahun menikah dengan Arga Mahendra, ia sadar bahwa kesetiaan tak akan berarti bila hanya satu pihak yang berjuang.

Saat pengkhianatan terbongkar, Alena memilih pergi. Ia menerima proyek desain di Dubai... tempat baru, awal baru.

Tanpa disangka pertemuan profesional dengan seorang pangeran muda, Fadil Al-Rashid, membuka lembaran hidup yang tak pernah ia bayangkan.

Fadil bukan hanya pria miliarder yang memujanya dengan segala kemewahan,
tetapi juga sosok yang menghargai luka-luka kecil yang dulu diabaikan.

Namun cinta baru tak selalu mudah.
Ada jarak budaya, gengsi, dan masa lalu yang belum benar-benar selesai. Tapi kali ini, Alena tak lari. Ia berdiri untuk dirinya sendiri... dan untuk cinta yang lebih sehat.

Akankah akhirnya Alena bisa bahagia?

Kisah ini adalah journey untuk wanita yang tersakiti...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 9.

Indonesia.

Setelah kepergian Alena, hidup Arga justru terasa lebih ringan. Atau, begitulah yang ia kira pada awalnya.

Beberapa bulan pertama setelah perceraian itu ia merasa lega, bebas dari rutinitas yang selama ini membuatnya jenuh. Padahal, Alena tak pernah berbuat salah. Wanita itu selalu bersikap lembut, penuh perhatian, dan menghormatinya tanpa cela. Namun entah mengapa, ada kekosongan di hati Arga yang tak mampu dijelaskan. Ia hanya tahu satu hal, cintanya pada Alena perlahan memudar.

Hingga kemudian Nadine datang.

Wanita cerdas dan memesona itu hadir bagai udara segar di tengah penatnya rutinitas kantor, Nadine berbeda. Wanita itu penuh tawa, mudah bergaul, dan mampu membuat semua orang di sekitarnya merasa nyaman. Arga yang semula hanya mengagumi cara Nadine membawa diri, lama-kelamaan mulai menantikan kehadiran wanita itu setiap hari.

Ketika Alena sempat menanyakan hubungannya dengan Nadine, Arga menepisnya. Tapi ternyata pengaguman sederhana itu perlahan menumbuhkan benih yang lain, benih yang membuatnya lupa pada istri yang setia menunggunya di rumah.

Dan ketika Alena akhirnya menyerahkan surat cerai, Arga tidak berusaha menahannya. Ia hanya menatapnya sekali, bertanya satu hal lalu menandatangani berkas itu tanpa keberatan. Ia pikir, ia akan baik-baik saja.

Namun kini... berbulan-bulan setelahnya, kesunyian itu mulai menggigit. Rumahnya terasa terlalu sepi. Tidak ada lagi suara lembut Alena yang menyapanya di pagi hari, tidak ada aroma masakan yang biasa menyambutnya saat pulang.

Keheningan itu perlahan berubah menjadi perasaan kehilangan, perasaan yang selama ini ia abaikan.

“Mas, kok melamun?” suara Nadine memecah lamunannya, jemari lentiknya mengetuk pelan meja restoran tempat mereka sering makan malam. Bahkan, sejak Arga masih menjadi suami Alena.

Arga menarik napas panjang. “Aku mau ajukan cuti lama beberapa minggu lagi, ada yang harus aku urus.”

Tatapan Nadine seketika menajam. Ia tahu tanpa perlu bertanya, ke mana tujuan pria. Dubai, Tempat Alena kini tinggal. Ketakutan langsung merayap di dadanya. Selama ini, meski berhasil membuat Arga berpisah dari Alena, ia tak pernah benar-benar memiliki pria itu. Arga tidak pernah mengatakan bahwa pria itu mencintainya.

“Mas,” ucap Nadine hati-hati, suaranya nyaris bergetar, “Apa aku kurang di matamu?”

Kening Arga berkerut. “Maksudmu?”

“Aku selalu di sampingmu, Mas. Aku temani kamu di kantor, aku dengar semua keluhanmu. Dan kamu pun, sering perhatian ke aku. Kamu kasih aku kopi, makanan kecil… kamu buat aku nyaman meski aku karyawan baru. Saat aku sakit, kamu yang menemaniku sampai larut malam... padahal waktu itu, Alena sedang menunggumu di rumah. Aku pikir... semua itu karena kamu mencintaiku. Bukankah kamu bercerai dari Alena demi aku?”

Arga terdiam lama. Matanya menatap kosong ke arah jendela, memantulkan cahaya lampu malam. Dalam hening itu, bayangan wajah Alena terlintas begitu jelas. Tatapan dingin wanita itu tanpa air mata, kata perpisahan yang diucapkan dengan keteguhan yang menyakitkan saat Alena menyodorkan surat cerai.

Ia menutup mata sejenak, rasa sesak merambat di dadanya. Baru kali ini ia menyadari, rasa kehilangan itu bukan karena kebiasaan yang hilang, tapi karena cintanya pada Alena yang tak pernah benar-benar mati.

Ketika Arga membuka mata, pandangannya tenang namun tajam. “Nadine, aku yang salah. Aku membuatmu salah paham. Aku memang mengagumimu... kau membuat hari-hariku di kantor terasa berwarna. Tapi hanya sebatas itu, aku tidak pernah mencintaimu.”

Brak!

Nadine menggebrak meja dengan mata berkilat marah. “Lalu kenapa kau bercerai?! Kalau bukan karena aku, lalu karena siapa?!”

“Alena yang meminta cerai,” jawab Arga pelan, namun tegas. “Waktu itu aku terlalu sombong untuk menahannya. Tapi sekarang… aku sadar, aku kehilangan sesuatu yang tak tergantikan. Ternyata, aku masih mencintainya.”

Tubuh Nadine bergetar. Jemarinya mengepal, kuku hampir menembus kulit telapak tangannya. Ia menggigit bibir bawahnya, menahan rasa marah bercampur penyesalan. Selama ini ia sudah berusaha sedekat mungkin dengan Arga, bahkan berencana merebut hatinya dengan cara apa pun tapi semua sia-sia.

Ia tidak pernah berhasil membuat pria itu benar-benar jatuh cinta padanya.

Dan sekarang, Arga mulai mencari jalan pulang... kepada cinta yang dulu ia buang begitu saja.

.

.

.

Dubai.

Hari berikutnya, hujan turun lagi. Kantor sepi, sebagian besar karyawan bekerja dari rumah. Hanya Alena yang masih di sana, menyelesaikan revisi desain terakhir.

Fadil datang dari ruangannya, ia duduk tak jauh dari Alena.

Suasana hening, hanya suara hujan yang mengetuk-ngetuk kaca.

“Kenapa kamu tidak pulang?” tanya Fadil.

Alena tersentak, ia tak menyangka Fadil ada disana. “Aku suka suasana kantor saat sepi, rasanya damai.”

“Damai atau sunyi?” tanya pria itu lagi.

Alena tersenyum kecil. “Keduanya.”

“Kamu tahu, aku kehilangan seseorang beberapa tahun lalu.” Tiba-tiba saja Fadil bercerita.

Alena menoleh pelan.

“Tunanganku, mengalami kecelakaan mobil. Aku... tidak sempat mengucap selamat tinggal padanya.”

Alena menatap pria itu lama. Ia tidak melihat kesedihan di wajah Fadil, hanya ketenangan yang lahir dari penerimaan.

“Dan... kamu?” tanya Fadil lembut.

“Aku kehilangan rumah tempatku bersandar,” jawab Alena jujur. “Bukan secara fisik, tapi tempat yang seharusnya membuatku merasa aman. Aku kehilangan seseorang yang pernah begitu penting, tapi dia... berhenti mencintaiku.“

Mereka terdiam cukup lama, hanya mendengarkan suara hujan yang begitu menenangkan.

“Lalu apa yang membuatmu tetap kuat?” tanya Fadil lagi.

“Mungkin karena aku percaya, setiap kehilangan akan diganti. Bukan dengan yang sama... tapi yang lebih baik.”

Fadil menatap wanita dengan mata indahnya itu dalam-dalam. “Kamu... salah satu orang paling berani yang pernah aku temui.”

“Aku hanya belajar lebih mencintai diriku sendiri, bukan berani.”

“Tidak, berani itu bukan soal tak takut. Tapi tetap melangkah... meski kita takut.” Fadil tersenyum lembut.

Dan di bawah hujan langka itu, Alena menatap Fadil bukan sebagai atasan... tapi sebagai seseorang yang mengerti dirinya, tanpa perlu banyak kata-kata.

1
Sandisalbiah
manusia yg terlalu berambisi, menyangka bisa menggenggam semuanya tp justru tdk dapat memiliki apapun.. Layla terlalu percaya diri hingga menyepelekan lainya dan masih belum sadar kalau dia sudah kehilangan segalanya krn arogansinya...
Sandisalbiah
jika Fadil naik jd kandidat putra mahkota jelas Alena akan tersingkir... krn dewan istana pasti akan menolaknya
Elwin Hanner
aku juga kalau suami kaya gitu dah tinggalin aja biar tau rasa
Sandisalbiah
kau itu terlalu sombong akan dirimu sendiri Nadine.. krn dulu kau mampu mengalihkan dunia Arga SESAAT, kau jd merasa jumawah akan selalu bisa mengalahkan Alana.. jgn lupa kau hanya mengalihkan perhatian Arga tp tetap kau tdk pernah jd seseorang yg dia pilih yg artinya.. kau tdk begitu penting dan tdk juga berharga..
Sandisalbiah
Nadine dan layla bila di gabungkan bakal jd duet maut ini... para perempuan dgn obsesi tinggi dan bonus sgn sifat iri dengki.. lengkap sudah peran antagonis yg mematikan
Sandisalbiah
inilah yg sedari awal di khawatirkan dr hubungan mereka berdua... di tentang oleh pihak istana, setatus sosial yg berbeda dan parahnya munculnya seseorang dgn obsesi dan ambisi gilanya dan nanti ujungnya keselamatan dan hati Alana yg bakal jd taruhannya..
Sandisalbiah
perempuan kalau udah terobsesi bakal menghalalkan segala cara buat dapetin apa yg dia mau...
Sandisalbiah
Fadil tipe pria yg lembut dan tdk menggebu, justru itu nilai lebihnya perhatian tulus tp tdk memaksa terkesan seperti malu malu tapi pasti dan perempuan dgn perasa yg lembut sangat faham dan nyaman dgn sinyal seperti ini.. TETAPI.. apakah akhirnya akan bahagia..?
Sandisalbiah
lumrahnya perempuan mendapat perhatian lebih pasti hatinya akan tercetak tp.. Fadil itu beneran jauh dr jangkauan, statusnya sebagai Pangeran dan setatus Alana yg rajel.. bakal ada luka baru nantinya diantara keduanya, bahkan dulu tunangan Fadil juga di celakai keluarganya kan... ini bakal mengancam keselamatan Alana juga kan.. harusnya Fadil tau resiko itu
Sandisalbiah
takutnya Alena akan terluka lagi dan mu GKIN makin dalam.. Fadil sosok yg sulit buat di gapai..
Siti Saodah
kalo saudara sepupu itu memang boleh nikah,,apalagi di timur tengah itu kebanyakan menikah sama sepupu nya,,itu gak lumrah di sana
Siti Saodah
kok Amina gak kaya ibu nya yang bar bar dan pemberani
Siti Saodah
pada akhir nya putri Layla tidak akan mendapatkan siapa pun karena ke egoisan nya sendiri,,akhir nya dia hanya gigit jari
Siti Saodah
🤣🤣🤣 saya malah ngakak duluan thor baca komenan nya teh Maya 🙏
Siti Saodah
sama sama membenci Alena tanpa alasan yang jelas,,dua manusia yang tak punya akhlak
Siti Saodah
dasar Mak lampir,,dari niat nya aja bukan mau kerja tapi pingin menyingkirkan Alena,,pelakor gak tau diri
Siti Saodah
harus nya gugat cerai dulu
Siti Saodah
katanya kalo pagi nya gitu lagi mau cari tau tapi kenyataan nya diam aja
Lesmana
wow ternyt itu motif nya toh😄😄
Lesmana
aziz bunuh humaira ada motif nya.. tp bunuh ayahnya fadil , motifnya apa yah ?? apa krn tkt ayahnya fadil jd raja kah ??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!