Hallo readers sekalian, ini karya pertama saya dengan judul "Kesempatan kedua."
Dave seorang pria yang mengalami kegagalan di dalam pernikahannya, ia bercerai dengan istrinya Alena dua tahun yang lalu.
Dave dan Alena menikah bukan karena cinta melainkan perjodohan dari orang tua mereka masing-masing.
Setelah perceraian Dave dan Alena tidak pernah bertemu kembali, sampai di satu kesempatan tanpa sengaja mereka bertemu.
Alangkah terkejutnya Dave yang melihat perubahan dalam diri mantan istrinya tersebut yang terlihat lebih dewasa dan cantik.
Perceraiannya dengan Dave banyak membawa perubahan dalam diri Alena.
Mampukah Dave dan Alena kembali membangun rumah tangga mereka yang sempat hancur karena ego mereka yang sulit mengakui perasaan masing-masing?
Apakah mereka sudah saling menyukai dan mencintai sebelum mereka berpisah?
Perasaan yang sulit di ungkapkan oleh kedua insan manusia hanya karena Ego.
Mari ikutin terus cerita percintaan dan kisah mereka di sini ya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoevanca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
Selama di pesawat Dave terus menggenggam tangan Alena dan Alena pun menyenderkan kepalanya di bahu Dave, sesekali ia memeluk wanita di sampingnya dan mencium puncak kepala Alena.
"Tidur aja dan pejamkan matamu karena perjalanan kita masih satu jam lagi" Dave berkata kepada Alena.
Alena mengangguk sambil memejamkan matanya.
Dia merasa nyaman berada dekat Dave, sesekali Dave membelai rambut Alena.
Sekarang pesawat sudah landing di bandara Gusti Ngurah Rai Denpasar.
Mereka berdua keluar dari pesawat berjalan menuju pintu keluar karena di sana mereka sudah di tunggu oleh Jimmy orang kepercayaan Dave, yang siap mengantar mereka menuju Villa milik keluarga Dave yang ada di Bali.
Mereka sampai di villa di sambut oleh Bi Lasmi pelayan yang biasa bekerja untuk mengurus dan membersihkan villa tersebut.
Bi Lasmi keluar membantu membawakan koper milik Dave dan Alena menuju ke kamar mereka masing-masing.
"Sayang, kamu tidur di kamar sebelah sini dan aku sebelah sana" kata Dave.
" Atau kamu mau kita tidur bersama, sayang?" goda Dave sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Jangan macem-macem ya, aku tidur di sini kamu tidur di sana. Aku gak mau menambah dosa, aku takut setan lewat" jawab Alena sambil membulatkan matanya.
"Becanda sayang, begitu aja marah" ledek Dave sambil terkekeh
"Iya...Iya...aku ke sana dulu, kamu istirahat aja" lanjutnya.
"Sayang aku boleh berjalan-jalan sekitar villa? tadi aku udah sempat tertidur di pesawat sekarang aku malas kalau harus berada dalam kamar lagi" dengan wajah memelas.
"Kamu ingin keliling Villa ? Ya udah ayo aku temenin.
Tapi makan dulu aja ini udah siang, bi Lasmi udah masak buat kita." sahut Dave.
"Baiklah ayo kita makan, lagian cacing-cacing di dalam udah pada demo" lanjut Alena.
"Ihhh, sayang kamu cantik-cantik cacingan" ledek Dave lagi.
"Huft.. kamu ngeledek aku?" dengan mimik muka sebal.
"Ngambek lagi nih, ntar aku cium aja biar ngambeknya hilang" Dave kembali menggoda.
"Berani cium ini villa jadi hak milik" balas Alena
"Siapa takut, nanti juga ini bakalan jadi milik kamu dan anak-anak aku" jawab Dave gak mau kalah.
"Ngawur kamu, ngomongnya udah keluar jalur "Alena membalas sambil berlalu pergi melangkah menuju dapur.
Padahal ia senang Dave semakin berani mengungkap perasaannya.
Tapi sebagai wanita ia harus mempunyai tembok pertahanan diri supaya tidak terlihat gampangan.
Mereka berdua berada di ruang makan dan menikmati makan siang bersama.
Hubungan keduanya terlihat lebih dekat dan Dave yang dulu kaku kalau bicara sering menggunakan bahasa baku sekarang lebih luwes dan santai.
Setelah makan mereka jalan-jalan mengitari sekeliling villa, menikmati suasana villa yang asri dan tenang.
Sampailah mereka di belakang villa di sana terdapat sebuah kolam renang dan sebuah gazebo untuk bersantai, Alena ingin duduk di sana sambil bersantai ria.
"Sayang ntar malam kita nongkrong ke Cafe yuk, menikmati live music dan sekalian keluar makan malam" ajak Dave.
"Boleh, tapi jangan pulang terlalu malam, Besok kamu kan harus kerja, ntar kecapekan" jawab Alena.
"Kalau begitu kita istirahat dulu aja sekarang" pinta Dave.
"Baiklah, ayo kita kembali ke dalam" Alena setuju sambil berjalan kembali ke dalam Villa.
Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk kembali ke dalam Villa, beristirahat sebentar sebelum pergi ke Cafe untuk menghabiskan malam bersama.
Sampai sini dulu bersambung ke bab berikutnya aja.
Nantikan kisah selanjutnya akan bertemu siapakah mereka di Bali ?
**************************
Ternyata ngetik itu cukup melelahkan ya 😄 blm lagi harus mikir kisah apa selanjutnya.
Biar lelahku tergantikan dengan dukungan kalian semua lewat like,komen, tekan tombol favorit ❤️, buat aku semangat lagi dong.
Makasih 🙏
org itu tidak ada kemajuan dalam hubungin kalau tidak ada yg mengalah satu dari untuk mencairkan nya.
itulah mengapa org blg pentingnya perbedaan, ada air dan api saling mengoengkapi bukan ego nya tinggi masing2