NovelToon NovelToon
RAHASIA CINTA EDMOND

RAHASIA CINTA EDMOND

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / One Night Stand / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:638.8k
Nilai: 4.6
Nama Author: Henny

Mahira Amalia Hamarung, tak menyangka Teddy akan meninggalkan dia saat Mahira justru telah menyerahkan kesuciannya pada pria itu. Dalam ketakutannya perbuatan mereka itu akan membuat Mahira hamil, Putri sahabat baiknya menghubungi Edmond Moreno. Pria yang dulu sangat mencintai Mahira. Edmond akhirnya bersedia menikahi Mahira sekalipun Mahira nantinya hamil. Pernikahan itu pun terjadi. Saat telah resmi menjadi istri Edmond, Mahira pun tahu masa lalu Edmond yang membuatnya terguncang. Ketika Mahira hampir menyerah, Teddy justru hadir kembali untuk mendapatkan kembali cinta Mahira. Bagaimana pernikahan itu akhirnya mendapatkan kebahagiaannya?
Ini sebuah cerita sederhana tentang memahami cinta yang sebenarnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Henny, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Siang

Setelah menutup laptop yang ada di hadapannya, Lerry pun merentangkan kedua tangannya. "Aku rasanya ingin pulang ke Australia. Masalah ijin sudah keluar jadi proyek sudah bisa jalan. Bagaimana kalau kita liburan?"

Edmond yang baru selesai memasukan beberapa file di tas kerjanya menatap Lerry. "Liburan ke mana?"

"Ya kemana gitu. Bosan juga ada di perusahaan terus. Bagaimana kalau kita ke Hong Kong?"

"Mahira kan sedang hamil."

"Kan usia kandungannya masih kecil. Jadi bolehkah pergi."

"Aku nggak mau membuat dia kelelahan, ***."

"Bagaimana kalau kita liburan ke pantai yang ada di dekat sini saja? Nanti aku meminta Angel untuk memesan hotel bagi kita."

"Boleh juga. Nanti aku bilang pada Mahira."

"Ok." Lerry menghubungi Angel melalui ponselnya.

"Angel tolong pesankan dua kamar hotel di dekat pantai seperti brosur yang aku tunjukan padamu ya? Mulai hari Jumat sampai hari Minggu. Ok." Lerry meletakan ponselnya. "Kita butuh liburan. Katanya di sana ada tempat diving juga."

"Oh ya? Sudah lama sekali aku tak menyelam."

"Aku juga. Jadi ingat masa-masa kuliah dulu. Kita pergi ke berbagai negara yang ada tempat menyelam nya. Namun yang paling indah adalah Bunaken. Oh, ya kenapa Ica tak hadir ya?"'

Edmond mengangkat bahunya. "I don't know."

'Masa sih dia tak memberitahu kamu?"

"Memang enggak. Sudahlah. Yang penting rapatnya berjalan baik, kan? Sekarang pesan saja makan siang. Ini sudah jam setengah dua."

Lerry tersenyum. "Pesan? Bukankah tadi Mahira menawarkan makan siang? Ayolah ke mess dan kita menikmati makan siang buatan istrimu."

"Lerry!"

"Lho, memang benar kan? Dari pada harus menunggu pesanan yang datangnya hampir satu jam lagi, lebih baik ke mess yang tak sampai 3 menit kita sudah sampai." Lerry berdiri.

"Nanti Sofia mencari mu."

"Sofia sedang tugas luar. Ayo!"

Keduanya pun melangkah keluar dari ruang rapat. Mereka baik mobil Lerry untuk sampai ke mess.

Saat Mahira membuka pintu, ia tersenyum. "Aku baru saja akan menelepon untuk menanyakan apakah rapatnya sudah selesai atau belum. Tapi nggak ada jaringannya." ujar Mahira.

"Memangnya kamu menggunakan kartu apa?" tanya Lerry.

Mahira menyebutkan kartu seluler yang ia gunakan.

"Kenapa tak menggunakan kartu yang biasa dipakai oleh seluruh penghuni perusahaan dan pabrik? Aku dan Ed juga menggunakan jenis kartu seluler yang sama saat ada di sini." Lalu Lerry menyebutkan salah satu jenis kartu seluler.

Mahira terkejut mendengarnya. Edmond punya nomor yang lain? Kenapa ia tak tahu? Saat Mahira melirik Edmond, pria itu terlihat biasa saja. Mahira pun tersenyum. Berusaha terlihat biasa walau hatinya penuh tanya.

"Ayo masuk. Aku sudah selesai memasak sejak 2 jam yang lalu."

Edmond dan Lerry pun masuk dan langsung menuju ke ruang makan.

Juminten langsung menyiapkan peralatan makan saat melihat dua pria tampan itu sudah masuk.

"Mahira, kamu belajar memasak dari siapa?" tanya Lerry saat suapan pertama masuk ke mulutnya.

"Dari Oma. Dulu, oma adalah koki di salah satu restoran. Tehnik memasaknya aku banyak belajar dari Oma. Namun resep makanan terkadang hasil eksperimen ku sendiri. Seperti sup ayam yang sementara kalian nikmati ini." ujar Mahira sedikit malu-malu.

"Ini sup ayam yang paling enak yang pernah aku makan." ujar Lerry sambil mengangkat kedua jempolnya.

Edmond terlihat sedikit tak suka melihat bagaimana Lerry memuji Mahira dengan sangat luar biasa. Ia tahu sahabatnya itu seperti apa. Sangat pintar merayu dan sikapnya yang manis membuat para gadis jatuh cinta padanya. Sekalipun Edmond yakin kalau Mahira bukanlah tipe gadis yang mudah dirayu, tetap saja Edmond tak ingin Mahira menjadi dekat dengan Lerry. Apalagi pacar Lerry adalah tipe gadis yang sangat pencemburu.

Selesai makan siang, Lerry dan Edmond kembali ke kantor.

"***, kamu nggak tertarik pada Mahira kan?" tanya Edmond saat ia masuk ke ruangan Lerry. Ia langsung duduk di depan meja kerja Lerry.

Lerry yang sedang membaca dokumen, mengangkat kepalanya dan menatap sahabatnya itu. Ia tersenyum.

"Aku yakin semua pria yang melihat Mahira akan mengatakan kalau istrimu itu manis. Kecantikannya memang tak fenomenal layaknya seorang artis atau fotomodel tapi kecantikannya itu memancar dari hatinya. Aku tadi sempat berpikir, bagaimana kalau Mahira tahu yang sebenarnya?"

"Dia tak akan tahu kalau kau tak membuka mulutmu itu."

Lerry menatap sahabatnya itu dengan seksama. "Ed, kamu pernah bilang kalau dulu kamu beneran jatuh cinta pada kesederhanaan, kepolosan dan kebaikan hati Mahira. Lalu sekarang?"

Edmond langsung berdiri. "Kalau dokumennya sudah selesai kamu baca, kita akan mendiskusikannya bersama." Lalu ia pergi meninggalkan ruangan Lerry. Sahabatnya itu hanya menggelengkan kepalanya.

Baru saja ia akan membaca dokumen itu kembali, Sofia masuk ke ruangannya. "Honey, kemana saja kalian tadi?"

"Makan di mess nya Edmond."

"Memangnya Monalisa ada?" tanya Sofia lalu mengambil tempat duduk di depan Lerry.

"Nggak. Mess itu kan sudah direnovasi oleh Edmond dengan sangat baik. Sekarang Mahira ada di sana. Dia yang memasak. Masakannya sangat enak."

Sofia cemberut. "Kamu gitu, deh. Memuji perempuan lain karena masakannya. Mentang-mentang aku nggak bisa masak. Lagi pula aku nggak suka dengan Mahira. Dia perempuan matre. Kaget dengan kekayaan Edmond makanya tega menyakiti wanita lain."

"Sayang, jangan begitu. Mahira itu wanita baik. Edmond menyayanginya. Dia kan cinta pertama Edmond. Mereka nampaknya bahagia."

"Bahagia di atas penderitaan wanita lain?"

"Siapa yang menderita? Monalisa? Come on, baby. Monalisa terlihat biasa saja. Lagi pula Monalisa sendiri kan yang menginginkan hal ini terjadi?"

"Dasar kalian sesama lelaki jadi pikirannya sama saja." ketus Sofia.

Lerry berdiri lalu mendekati kekasihnya. "Sayang, kita kan sudah sepakat, sebagai rekan sekerja, kita nggak akan mencampuri urusan pribadi masing-masing. Ed sudah memilih jalannya mau seperti itu."

"Tapi Edmond mencintai Monalisa. Mereka berdua saling mencintai. Memangnya kebersamaan mereka selama 2 tahun ini nggak ada artinya bagi Ed?"

"Sudah, ah." Lerry duduk di atas meja. Tepat di depan Sofia. "Pekan ini kita akan liburan ke pantai. Kita butuh refreshing setelah pergumulan panjang dengan ijin usaha kita. Bagaimana?"

"Aku akan mengatakan pada Monalisa."

"Nggak sayang. Ed dan Mahira yang akan ikut."

Sofia mencibikan bibirnya. Namun ia tersenyum juga saat Lerry mencium bibirnya. "Sekarang, biarkan aku membaca dokumen ini dulu, ya? Edmond sudah menunggu aku untuk membahasnya."

Sofia mengangguk. Ia kemudian mencium pipi Lerry lalu keluar dari ruangan kekasihnya itu.

************

Mahira tak bisa tidur siang dengan nyenyak. Masalah kartu selular itu sungguh menganggunya.

Setelah Edmond melamarnya, Edmon kembali ke tempat ini. Edmond jarang sekali menghubunginya dengan alasan kalau jaringnya lalod. Tapi ternyata ada jaringan selular lain yang bisa digunakan di sini. Begitu juga ketika mereka sudah menikah. Edmond jarang sekali menghubunginya karena alasan yang sama. Ia sibuk bekerja dan jaringannya nggak bagus.

Apakah Ed membohongiku? Apakah ada sesuatu yang Ed sembunyikan di sini? Menyangkut Monalisa?

"Sayang, kok melamun? Aku mengucapakan salam tapi nggak dibalas." Edmond tiba-tiba saja sudah naik ke atas tempat tidur dan bergabung bersama Mahira.

"Sudah pulang?" tanya Mahira sambil menatap jam dinding yang menunjukan pukul 3 lewat 10 menit. Perempuan itu sedang duduk sambil berselojor kaki di atas tempat tidur. Punggungnya bersandar di kepala ranjang.

"Jam pulang kerja sih jam 4. Namun karena tak ada lagi yang harus aku kerjakan jadi aku pulang saja. Soalnya saat makan siang tadi, aku merasa ada sesuatu yang kau sembunyikan." kata Edmond lalu meraih tangan Mahira. "Pasti kamu memikirkan masalah kartu seluler kan?"

Mahira terkejut. Bagaimana Edmond bisa tahu apa yang Mahira pikirkan?

"Aku, aku..." Mahira tak tahu harus memulai pembicaraannya dari mana.

Edmond mengambil ponselnya dan memberikannya pada Mahira. "Di sini memang hanya nomor seluler yang Lerry katakan tadi, yang ada jaringannya. Namun aku malas menggunakan kartu seluler jenis itu karena nggak bisa di pakai di semua tempat. Keluargaku, teman-teman dan semua kolega bisnisku hanya tahu nomor yang ini. Ini nomor yang sama yang aku pakai saat pertama kali kita bertemu. Kamu pasti tak menyimpannya lagi kan?"

Mahira menatap mata Edmond. Ia melihat ketulusan di sana.

"Sayang, apakah kamu masih meragukan aku? Coba bayangkan, saat Putri menelepon ku, aku tanpa ragu langsung datang ke Manado untuk menemui mu. Aku berkata benar saat bilang kalau rasa yang dulu pernah aku miliki untukmu tak pernah bilang. Aku juga tak tahu mengapa. Aku pernah pacaran dengan beberapa gadis namun tak ada satupun yang dapat membuang namamu dari hatiku." Edmond mencium tangan Mahira dengan sangat lembut. Ia kemudian menatap mata Mahira dengan tatapan yang sulit Mahira artikan. "Jangan takut untuk memiliki cintaku, sayang."

Mahira langsung memeluk Edmond dengan hati yang tak menentu juga. Apakah ia mulai mencintai pria ini sehingga ia tak tega bertanya tentang Monalisa?

Edmond melingkarkan tangannya di punggung istrinya. Ia mencium puncak kepala Mahira secara berulang-ulang.

"Jumat ini kita liburan, yuk! Lerry mengajak kita ke pantai. Kau mau ikut kan?"

Mahira melepaskan pelukannya. Ia mengangguk sambil tersenyum ke arah suaminya itu. Edmond nampak senang. Ia langsung menunduk dan mencium bibir Mahira. Kedua nya pun langsung terbuai dalam ciuman panjang itu tanpa menyadari bahwa ada sepasang mata yang menatap mereka dari jauh melalui jendela kaca yang terbuka.

**************

Selamat malam...

akhirnya bisa juga up

semoga suka dengan bab ini

1
pipi gemoy
✌🏼
pipi gemoy
👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼👏🏼☕🙏🏼
pipi gemoy
🌹
pipi gemoy
definisi orang yang sudah di tolong, membalas dengan menghancurkan keluarga Ed Ed ....ckckck👻
emang ratu setan si muna.....😤👻
pipi gemoy
welcome baby girl 🌹
pipi gemoy
ini karakter cwo nya kuat banget
good Ed 👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼👍🏼
pipi gemoy
Edmond paket komplit 🌹👻
pipi gemoy
hadir Thor ☝🏼
pipi gemoy: bukan suka lagi Thor tapi fans 🤩
total 2 replies
Novi
semuanya Novel emak the best pokokx
Gia Gigin
Mahira beruntung karena Ed nggak berubah
Gia Gigin
Edmund 😍😍😘
Gia Gigin
Edmond benar"tulus ke Maira
Gia Gigin
Wow Mahira jadi icaran cewok famous
Gia Gigin
Untuk yg ke dua kalinya 😍
Enny Olivia: terima kasih ya
total 1 replies
dream
salah paham mulu...
dream
Ra.... masa gak ada maaf, biar gitu, dia yg nolong kamu dr aib n hidup terhina
dream
kalo loe tau yg bunuh edwina si ica, matiin ya perempuan itu psikopat gila si monalisa
dream
ibu penulis, sedikit masukkan, kl pasien keguguran bukan di anorsi, tapi di kuret, agar bersih tidak ada jaringan yg tertinggal, walau dunia halu, tetep harus seimbang dgn realita🙏
Enny Olivia: iya. terima kasih
total 1 replies
Shifa Burhan
keegoisan2 wanita dalam berfikir dan dalam berkarya
1*istri tidak percaya suami, suami salah karena tidak bisa jaga perasaan istri
*suami tidak percaya istri, suami tetap salah karena hubungan harus dilandasi kepercayaan

2*PEBINOR, lelaki lain yang menyukai istri, cintanya tulus, tidak boleh dihukum apapun kesalahannya, harus berakhir bahagia
*PELAKOR, wanita lain yang menyukai suami, cinta obsesi, jalang, harus dibinasakan

3*istri buat salah, jangan dibesarkan, harus langsung dimaafkan
*suami buat salah, tidak boleh langsung dimaafkan, suami harus dibuat mengemis dan berjuang dulu

4*intraksi istri dengan lelaki lain, tidak masalah, itu hanya intraksi biasa
*intraksi suami dengan wanita lain, menjijikan, laknat

5*istri tidak Terima masa lalu suami, itu wajar, suami harus membuktikan diri
*suami tidak Terima masa lalu istri, kesalahan besar, hubungan harus saling menerima keadaan masing2

6*istri berbohong pada suami, biasa saja jangan terlalu dimasalahkan
*suami berbohong pada istri, kesalahan besar, hubungan harus saling jujur

dan ini semua ada dinovel ini dan mirisnya author selalu membela mahira dan selalu membiarkan kesalahan mahira dan selalu membiarkan kesalahan teddy (PEBINOR) tapi author membesar2kan kesalahan edmond dan edmond selalu salah dan dibuat menebus kesalahannya, mengemis cinta dan berjuang, dan pelakor dilalnat dan dibinasakan

dimana keadilan kalau sudah begini????? miris
Enny Olivia: terima kasih atas kritikannya
total 1 replies
sri uniarti sri uniartati
suka dengan karyamu thor 😍
Enny Olivia: makasi ya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!