NovelToon NovelToon
Hilal Jodoh Belum Terlihat

Hilal Jodoh Belum Terlihat

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Cintamanis / Tamat
Popularitas:324.7k
Nilai: 5
Nama Author: Revolusi Rindu

Arabella Qaseema, wanita dewasa berumur 24 tahun. Sesuai dengan namanya yang cantik, Arabella memiliki paras yang cantik dan imut. Tapi sayang, ia sulit mendapatkan pasangan. Setiap bulan yang berganti, bergulir disetiap harinya. Arabella, selalu berharap akan ada seorang pria yang akan datang untuk melamar.

"Hilal jodoh belum terlihat. Jadi nunggu hilal dulu. Nanti ya, kalau enggak Sabtu, ya Minggu,"

"Kalau diundang, aku gak mau ngasih kado. Hari minggu gini KUA-nya tutup,"

"Memang mau nyariin calon buat aku?"

"Besok ya, kalau enggak hujan. Aku cariin satu."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Revolusi Rindu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Selalu Ingin Bersama

"Ha-Haafizh, kamu sudah pulang?" Tanya Arabella, ia tidak sanggup menatap Haafizh yang sekarang ada didepannya.

Berbeda dengan Haafizh, pria itu terus menatap Arabella dengan dalam. Sekarang sosok gadis yang dirindukan selama bertugas kini ada dihadapannya dengan jarak yang begitu dekat.

"Kalau saya belum pulang, pasti sekarang saya tidak ada didepan mu, Ra."

Iya juga, tapi maksud Arabella bukan seperti itu. Maksudnya kapan Haafizh pulang? Kenapa Haafizh tidak memberitahu dirinya kalau Haafizh sudah kembali.

"Saya pulang kemarin Ra. Maaf baru menemuimu sekarang" Ucap Haafizh seakan-akan tahu isi pikiran Arabella.

"Tidak apa Haafizh. Saya sangat bersyukur bisa melihatmu kembali"

Arabella tersenyum manis, kedua pipinya bertambah merona kemerahan karena malu.

Lihatlah senyuman yang memabukkan itu, Haafizh selalu dibuat candu. Kenapa, Arabella bisa secantik dan semanis itu? Tubuh mungilnya yang begitu kecil terlihat anggun dan menawan. Apalagi tatapan teduhnya selalu membuat Haafizh betah untuk selalu menatapnya.

"Kenapa kamu semakin sini semakin cantik!" Tanya Haafizh dengan polosnya, apalagi pipi Arabella selalu merah merona, dengan bibir tipis kecil berwarna pink.

Arabella tercegang, ia merasa malu dan gugup. Kenapa Haafizh bertanya soal itu. Bukannya semua wanita didunia ini cantik.

"Padahal kamu tidak memakai make up" Ucap Haafizh kembali.

"Karena air wudhu" Jawab Arabella dengan jujur.

Benar sekali, terlihat dari semua kecantikan alami Arabella, wanita itu terlihat sangat natural. Tanpa riasan make up, tapi wajah Arabella begitu cantik dan imut.

"Saya suka kamu, Ra." Ucap Haafizh tiba-tiba.

Arabella hanya diam seraya menunduk malu. Ada apa dengan Haafizh sedari tadi ia terus memperhatikan wajah Arabella. Jika begini terus jantung Arabella jadi berdebar-debar.

"Haafizh ini sudah malam"

Haafizh tahu ini sudah malam, lalu kenapa? Ayolah, padahal Haafizh ingin berlama-lama dulu bersama Arabella. Jika Arabella mahramnya mungkin saat ini Haafizh akan mengurung Arabella didalam dekapannya.

"Saya mau pulang" Ucap Arabella kali ini ia memberanikan diri untuk menatap wajah Haafizh.

"Tapi saya masih rindu kamu, Ra!" Ucap Haafizh dengan lirih.

Raut wajahnya meredup, seolah tidak ingin berpisah dengan Arabella. Dari satu tahun yang begitu lama, apa hanya beberapa menit saja Haafizh bersama Arabella. Kenapa Arabella selalu tidak ingin berlama-lama dengannya. Padahal Haafizh sendiri selalu ingin berlama-lama dengan Arabella.

Arabella yang melihat raut wajah Haafizh berubah sedih, jadi merasa bersalah. Tapi ini sudah malam, apalagi Arabella sangat lelah akibat kerja seharian.

"Tapi Haafizh saya sangat lelah, saya ingin pulang"

"Kalau begitu saya akan ikut kamu pulang" Tegas Haafizh dengan lantang.

Eh, apa katanya mau ikut pulang? Apa Arabella tidak salah dengar.

"Mau ngapain?" Tanya Arebella dengan cepat.

"Ingin ketemu ayahmu"

"Mau apa kamu ketemu ayah saya?"

Haafizh menghela napas lalu menghembuskannya dengan kasar.

"Saya lelah Ra. Setiap saya ingin bersamamu, kamu selalu ingin pergi. Saya tahu kamu sedang menjaga jarak karena kita bukan mahram. Jadi biarkan malam ini saya menemui ayahmu. Saya ingin segera mengta'aruf dirimu, Ra. Setelah itu saya akan mengajakmu untuk pengajuan nikah."

Ucapan Haafizh baru saja membuat Arabella terkejut. Apa ini tidak terlalu cepat? Tapi bukannya ini yang Arabella harapkan selama ia menunggu kepulangan Haafizh. Dulu sebelum Haafizh berangkat tugas, Haafizh berjanji akan meminangnya dan hari ini Haafizh ingin menepati janjinya.

"Ha-Haafizh.." Arabella tergagap, ia sulit berkata-kata lagi. Hatinya sangat tak karuan untuk saat ini.

Bahagia, sedih, sekaligus tidak percaya bercampur aduk menjadi satu begitu saja. Hilal jodohnya sudah terlihat didepan mata, dengan begitu nyata. Apalagi yang Arabella tunggu, Haafizh adalah jawaban dari setiap doa-doa yang selama ini Arabella panjatkan pada sang Maha Kuasa.

Haafizh adalah sosok pria sempurna. Sikap Haafizh yang tulus, bertanggung jawab serta kebaikan Haafizh selama ini membuat Arabella kagum. Keteguhannya, kegigihannya, serta bukti cinta Haafizh pada Arabella begitu nyata.

Arabella yakin Haafizh adalah calon imam yang baik untuknya. Selama ini Haafizh selalu mengajarkannya pada kebaikan, mengajak Arabella dalam ketaatan, serta mengajarinya dengan penuh kesabaran.

Kedua mata Arabella berkaca-kaca, menahan buliran air mata yang hendak ingin terjatuh.

"Tapi Haafizh apa kamu yakin dengan saya, padahal kamu seorang tentara sedangkan saya hanya seorang pelayan." Lirih Arabella dengan kepala tertunduk.

"Lagi-lagi kamu membahas tentang itu. Saya sudah bilangkan, saya tidak peduli! Menikah itu ibadah, bukan soal materi dan status sosial. Aku mencintaimu karena Allah, bukan karena ***** semata saja." Tegas Haafizh.

"Apa kamu tidak malu"

"Kenapa harus malu, saat saya memiliki bidadari cantik sepertimu, Ra."

Haafizh tersenyum lembut, tangannya terlulur kedepan ingin mengusap air mata Arabella yang terjatuh membasahi pipi.

Perlahan namun pasti, ibu jari Haafizh menyentuh pipi Arabella yang halus, dengan perlahan Haafizh mengusap air mata Arabella dengan lembut.

Arabella hanya diam dengan kedua manik matanya terpaku pada Haafizh, sementara Haafizh masih sibuk menghapus air mata Arabella. Sang Maha Kuasa begitu baik, menghadirkan seorang pria baik seperti Haafizh pada hidupnya. Sosok Haafizh jauh diluar batas ekspetasi Arabella, Haafizh begitu sempurna baginya.

"Terimakasih!" Ucap Arabella tiba-tiba, ia tersenyum tipis. Ini bukan air mata sedih, tapi ia menangis karena merasa beruntung. Anugerah terindah Arabella adalah beruntung bisa dipertemukan dengan Haafizh.

Kening Haafizh berkerut, tanganya refleks berhenti mengusap air mata Arabella.

"Untuk apa?"

"Untuk semua ketulusan cintamu padaku"

Arabella tersenyum malu-malu. Hatinya begitu bahagia, entah kenapa kali ini Arabella lebih berani pada Haafizh. Bukannya ia juga memiliki perasaan yang sama dengan Haafizh lalu kenapa Arabella masih diam seolah-olah ia tidak bisa memiliki perasaan yang sama dengan Haafizh.

Pada dasarnya Arabella sudah terpikat oleh pesona Haafizh. Sekarang perasaan itu tumbuh menjadi sebuah rasa cinta yang tumbuh dengan sendirinya. Ternyata benar, jika terbiasa saling bersama maka rasa cinta akan muncul begitu saja.

Bukannya saling berbicara, Haafizh maupun Arabella malah terdiam dengan kedua mata saling bersirobak menyiratkan sebuah kerinduan yang begitu dalam, rasa cinta yang timbul tidak disengaja kini berubah menjadi rasa cinta yang begitu tulus.

Sesaat terjadi kelenggangan, sunyi tidak ada suara. Iris mata itu saling bersirobak, seolah-olah tengah menyampaikan sebuah rasa yang tak bisa diungkapkan lewat kata-kata.

Jantung yang terus berdebar-debar didalam dada keduanya terdengar jelas saling bersahutan.

Udara malam semakin dingin dengan hembusan angin malam begitu kencang, langit diatas sana tampak gelap dipenuhi taburan bintang yang begitu banyak apalagi sinar cahaya bulan diatas sana begitu indah menemani sang malam.

Seperti halnya sekarang, malam ini Haafizh bersama Arabella. Gadis pujaan hatinya yang begitu ia cintai. Rasa rindu dihatinya kian berkurang saat ia bisa bersama Arabella.

"Kamu hanya milikku, Ra!"

'

'

'

'

Visual.

Arabella Qaseema.

Anabella Azura.

'

Menurut kalian visualnya cocok dengan karakter mereka apa kurang cocok?! Kalian boleh ngusulin pendapat masing-masing dikomentar.

Jangan lupa like, vote, dan komentar👍🏻😭

Salam dari author buat para pembaca setia, semoga kalian semua sehat selalu.

1
Tata google
trus apa ana juga bukan gadis miskin dan rendahan.. apalagi anak seorang pela**r kok bisa2 ngomg ke ara kayak gitu..
Rachma Linggar
deg deg an dapet,, endingnya happy semangat berkarya terus 😍
Tamirah
cerita sampai episode ini keren.
tinggal menunggu prahara sang bunda nya hafiz lanjut....!
Tamirah
ceritanya.menarik yg diharap dr pembaca novel tentu happy ending
Lala Japoung
sabarrr
Dewi Susanti
lumayan menghibur
Marwa
assalamualaikum kak, bagus ceritanya semangat up ya,jgn lupa mampir di novelku juga ya.
~``Miss you
haisssh Sampek merinding baca ny

Masya Allah...
~``Miss you
gemeshhhh bangeeet
~``Miss you
haisshhhh
~``Miss you
Masya Allah, huhu mau banget kek gini ya Allah...😭🤣
~``Miss you
Masya Allah... langka bat yg kek beginian hiks
~``Miss you
huhu Masya Allah... Masya Allah...😭🤧
~``Miss you
melamar kyamuuu

🤣
~``Miss you
ciaaah kesempatan ae nih babang kapten wkwk
~``Miss you
huhu semoga lancar rencananya hiks
~``Miss you
dan saya takut akan rasa sakit ny hiks
~``Miss you
cocok sangaaaat 🔥
~``Miss you
gk bisa, halal kan dulu🤭😆🤣
~``Miss you
yaaaah huhu, dahlah hiks
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!