menceritakan tentang gadis kaya mencintai bodyguard nya,namun sang bodyguard punya rahasia yang tidak di ketahui keluarga sang gadis,mari sama-sama kita ikuti alur cerita nya sampai ending.
bila ada salah kata dalam penulisan,penyusunan kata,tolong kasih saran ya reader.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cutewizzhy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BERTEMU PANJI
Dalam perjalanan pulang ke rumah, Agnes masih sempat-sempat nya melihat luas nya perkebunan itu,walaupun dia marah dan kecewa akan kehadiran Panji di kampung itu,dan yang lebih parah nya menjadi pemilik kebun teh, tempat sebagian besar orang kampung mencari nafkah nya.
"Kenapa juga dia harus hadir di kampung ini sih,?? apa dunia ini begitu sempit,?? sampai-sampai dia harus menjadi pemilik kebun teh ini" gumam Agnes sa'at melewati jalan menuju rumah kediaman nya.
Saat sudah mendekati rumah,ada sebuah mobil yang terparkir tak jauh dari kediaman nya.
"siapa yang memarkir kan mobil di sana,bukan kah di kampung ini jarang memiliki mobil dengan kaulitas bagus seperti itu,hanya orang-orang atas yang memiliki nya"ucap Agnes sambil tetap melanjutkan jalan nya.
"ehem...."terdengar suara yang tak asing lagi di pendengaran Agnes,yang membuat nya sedikit berkeringat dan menoleh pelan,ke arah suara tersebut.
Agnes kaget dan sedikit melototkan mata nya,karena melihat laki-laki yang sangat di kenal nya berada di depan mobil yang tak jauh dari tempat nya.
"Agnes berusaha tidak memperdulikan dan melanjutkan jalan nya menuju rumah,belum sempat Agnes melangkah,sebuah tangan menarik nya dari belakang dan Agnes menabrak dada bidang Panji.
"Awwwhh..!!!,ucap Agnes sambil mengosok-gosok jidat nya, karena terbentur cukup keras ke dada bidang Panji.
"Darimana kamu,?? jalan-jalan sendiri,apa kamu Tidak takut akan mencelakai anak ku!!!" ucap Panji sambil menekan sedikit pergelangan tangan Agnes.
"Lepasin..!!!
Sakit..!!" ucap agnes sambil berusaha menarik tangan nya dari genggaman Panji.
Tapi Panji tidak berniat melepas kan tangan agnes,dia hanya melonggarkan sedikit genggaman nya.
"Jawab pertanyaan ku Agnes"ucap Panji yang masih memegang pergelangan Agnes dan menarik nya lebih dekat.
Lalu Agnes mendongak menatap Panji dengan mata Benci nya.
"Apa yang harus saya jawab tuan,anda tidak punya hubungan apa-apa dengan saya,dan tolong lepaskan tangan saya" ucap Agnes dengan menaikan nada bicara nya kepada Panji.
Lalu Panji mendekat ke telinga Agnes,lalu berkata.
"Bukan kah kita sudah berhubungan" ucap Panji tak mau kalah dan membahas maksud lain dari hubungan yang Panji ucapkan.
"Lepas kan..!!!Paksa Agnes tak ingin memperdulikan ucapan Panji.
"Apa anda ingin orang kampung ini melihat kita tuan,Anda seorang pemilik kebun teh ini, menyentuh Orang rend*h*n seperti saya" ucap Agnes sambil menahan air mata nya.
Panji menatap mata Agnes yang mulai berkaca-kaca dan melepas kan genggaman nya.Lalu membiarkan Agnes pergi begitu saja.
Tanpa berniat mempetanyakan kembali,hal yang di ucapkan Tadi.
Agnes pun beranjak dari tempat itu dan kembali ke dalam rumah nya dengan keadaan sedih dan mulai menumpah kan air matanya.
Panji masih mengikuti Agnes dengan pandangan nya,sampai Agnes masuk kerumah itu.
"Tunggu saja Agnes,Lain kali kamu tidak bisa kabur lagi dari ku,tidak akan ada lagi kesempatan berikut nya." ucap Panji sambil beranjak memasuki mobil dan kembali ke villa mahal yang di beli tadi.Panji juga akan tinggal di sana sampai dia bisa membawa Agnes dan Anak yang di kandung Agnes kembali kerumah nya.
Di dalam kamar,Agnes menagisi ketidak berdayaan nya terhadap Panji,Sebenar nya Agnes masih sangat mencintai Panji,apa lagi dengan anak dari hubungan mereka yang di rahim nya,membuat Agnes semakin memiliki rasa kepada Panji,tapi sekarang dia tidak mau lagi bersikap seperti dulu yang mengejar-ngejar Panji,untuk memaksanya menyukai Agnes.
Di villa,Panji berusaha mencari cara untuk membawa Agnes kembali,Agar anak yang di kandung Agnes tidak kekurangan hal apapun,dia tidak ingin anak nya hidup sengsara seperti diri nya dulu.
"Kamu akan ikut Ayah nak,Ayah akan membawa mu Pergi dari ibu mu itu, dan kita akn hidup bahagia, apa pun keinginan mu akan ayah penuhi,dan ayah juga akan melindungi mu, tidak akan ada satu pun yang bisa menyakiti mu." gumam Panji menyusun rencana masa depan bersama anak yang belum terlihat bentuk nya itu.
Beberapa hari ini Panji menahan diri untuk Gidak menemui Agnes,karena dia juga takut Agnes tertekan dan akan mempengaruhi Bayi nya.
Kadang Panji cukup menatap dari jauh Saat Agnes berada di rumah atau pun di luar.
Panji tau Agnes juga berusaha menghidari nya,karena Agnes tidak lagi terlihat mengikut mantan Art nya ke kebun teh.
Panji juga tidak melakukan pergantian karyawan,karena dia ingin Agnes tetap berada di kampung itu.
Sa'at gajian pertama karyawan,Sejak Panji menjadi pemilik perkebunan teh itu,Panji melebihkan Gaji para karyawan dan membuat parah karyawan senang,akan sikap Pqnji terhadap Mereka,teruntuk mantan Art Agnes,Panji lebih lagi memberinya gaji dengan Alasan pesanan teh semakin meningkat,dan memberikan kan beberapa bahan makanan untuk di bawak Pulang,pemberian tersebut patinya bukan dari tangan Panji langsung,melainkan pekerja bagain keungan yang memberikan.
Mantan Art Agnes sangat senang tentunya walaupun pikiran nya sedikit mencurigai bahwa Panji lah yang memberikan mereka semua itu.
Sebulan berlalu,kandungan Agnes sudah masuk bulan ke tiga dan mulai sedikit menampak kan perut nya,yang membuat parah Penduduk desa mulai mengunjingi Agnes,yang terlihat masih mudah tapi perut nya mencurigai.
Tapi Agnes acuh dengan ucapan mereka,tanpa ingin membalas atau pun menghiraukan ucapan penduduk desa terhadap dirinya.
Toh mereka tidak akan mengerti dengan kondisi yang sedang di lewati nya selama ini.
Gosip itupun hari-kehari tambah meluas dan hingga terdengar ke telinga Panji.
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
tpi bcanya nyicil ya..
semangat💪💪🤗