"Apa ???" Mata Bella terbelalak mendengar apa yang keluar dari mulut orang tuanya.
"Bella sudah dewasa pa, Aku Bisa Memilih Lelaki yang pantas untukku, Tidak Perlu Mencari kan ku pasangan Hidup." Ucap Bella Dengan Nada Kesal.
"Ini semua demi Kebaikan kamu juga nak" ujar mama Bella.
"Jangan Membantah Papa, apa Papa pernah mengajarimu Berkata Seperti itu? Jangan Buat malu papa. Seperti Tidak pernah mengajarimu Sopan Santun" Ucap Wira Pratama, Ayahnya Bella.
"Bella tidak akan pernah Menerima Perjodohan Ini Pa." Balas Bella dengan Nada Ketus
"Kalau Kau tidak Menerima Perjodohan Ini, Kau bisa angkat kaki dari Rumah Ini" Teriak Wira dengan kesal.
"Baik Kalau Begitu, Aku juga Sudah Muak Dengan Kelakuan Papa yang Tidak Pernah Mengerti Perasaanku" Ucap Bella dengan Air Mata yang hampir jatuh.
"Tunggu Apalagi, Lekas Pergi" Ucap Wira Kepada anak nya itu, ia tak pernah menyangka Putri satu-satunya itu bisa membantah nya.
Jangan Lupa Like,komen dan Votenya.
Selamat Membaca
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Angelina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Seharian Bersama Lelaki Tampan
Dodi melirik bella di sampingnya yang memasang wajah cemberut. Entah kata-kata apa yang telah diucapkan wanita itu di pikirannya. Begitu pikiran dodi. Lalu ia tersenyum melihat wajah cemberut itu.
Mengapa wanita ini semakin membuat ku gila. Dalam situasi apapun wajah nya selalu membuat hatiku tenang. Batin dodi.
Menyebalkan sekali. kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku dari tadi ? apakah dia sudah seperti tuan brayen yang tidak jelas itu ? oh, tidak mungkin, dia malah lebih tulus dalam hal apapun. Tapi mengapa membisu dari tadi. Aku kan nggak bisa diam terus seperti ini. Jangan-jangan... oh tidak, tidak mungkin dia menculikku. Batin bella berargumen dengan dirinya sendiri.
“kita mau kemana seketaris dodi ? kau tidak ingin menculikku kan ?” tanya bella khawatir
Dodi yang dari tadi fokus pada kemudinya langsung tertawa terbahak mendengar ucapan bella.
“Hahah.. Bagaimana bisa kau berpikiran seperti itu ?” gelak dodi
Dih. Malah tertawa, apa aku bersikap berlebihan ? aku juga kan nggak mau dibawa lari meskipun aku menyukainya. Batin bella
“kenapa malah menertawakan ku ? apa ada yang lucu ?” tanya bella dengan wajah polosnya.
“tentu saja lucu, kau seolah-olah mengira aku penculik. Haha.” Dodi
“Siapa tahu.” Ucap bella mengalihkan pandangannya kesamping kaca mobil.
“Tenang saja, sebentar lagi kita akan sampai.” Dodi
Bella hanya diam mendengar ucapan dodi dan tetap pada pandanganya.
Bagaimana aku tidak semakin suka kepadamu, tingkah mu selalu menggemaskan. Batin dodi tersenyum.
“Waahh.. Indah sekali tempat ini, udaranya juga sejuk. Aku belum pernah kesini.” Ucap bella memejamkan matanya menghirup udara sambil merentangkan tangannya.
“ini tempat kesukaanku. Kalau sedang stress dengan pekerjaan aku selalu ketempat ini menenangkan pikiran.” Ucap dodi tanpa menoleh wanita di sampingnya.
“Pantas saja kau suka tempat ini. Ini jauh dari polusi udara di kota.” Balas bella menoleh dodi.
Dodi hanya melemparkan senyum khasnya kepada bella, lalu berjalan meningalkan gadis itu.
aku memang tidak salah memilih mu seketaris dodi. Kau selalu membuat hatiku bergetar melihatmu. Batin bella melihat punggung laki-laki itu yang berjalan meninggalkannya.
“Hei, apa kau ingin tetap disitu ? disini banyak penculik wanita cantik.” Ucap dodi melihat ke arah bella yang masih berdiri di tempatnya.
Deg.
Jantung bella seketika hampir berhenti, lalu berdebar lebih cepat lagi.
Aa-apa ? wanita cantik ? dia mengataiku wanita cantik ? batin bella masih mematung ditempatnya.
“aku sudah memperingatkan mu, aku Tidak akan tanggung jawab bila kau di culik.” Goda dodi sambil membalikkan badan.
“eh, tunggu” teriak bella berlari mengejar dodi
Dodi yang mendengar teriakan itu tersenyum gembira.
Dasar Wanita. Batin dodi
“huh. Kau bercanda kan disini banyak penculik wanita ?” tanya bella dengan wajah polosnya
“haha.. kau pikir aku sedang bercanda ? makanya jangan jauh-jauh dariku.” Dodi
Deg
“lalu kenapa kau membawa ku ketempat angker begini ?” bulu kuduk bella bergidik
“Tadi katamu tempat ini indah.” Dodi
“Tapikan kalau ditambah banyak penculik jadi angker.” Bella
“Haha, kau terlihat lucu sekali kalau sedang ketakutan begitu.” Dodi
“huh, ayo cepat pulang. Aku tidak betah disini” bella
“kau belum melihat tempat yang lebih nyaman disini. Ayo ku tunjukkan.” Dodi
“Tidak mau, aku ingin pulang. Aku takut” rengek bella
“soal tadi aku hanya becanda. Kau penakut sekali ya.”dodi
“Becandaan mu tidak lucu” ucap bella memanyunkan bibirnya.
Ya tuhan. Wanita ini menggemaskan sekali. dia membuat ku tergoda. Dodi
Lalu mereka berjalan sekitar 100 meter lagi dan sampai lah mereka di tempat yang lebih indah. Disana lebih tenang, banyak tempat duduk dibawah pohon yang rindang dan terdapat satu danau buatan disana. Mungkin banyak orang yang menghabiskan akhir pekannya disana.
“Mengapa kau bisa tahu tempat seindah ini?” tanya bella setelah mereka duduk di salah satu bangku yang tak jauh dari danau.
“dulu ibuku sering membawaku ketempat ini, sewaktu kami masih tinggal disini..” dodi
“Oh, pantas saja” bella
“Bella” ucap dodi memecahkan keheningan.
“Ada apa ?” bella
“Apa aku boleh menanyakan sesuatu ?” dodi.
“Tentu saja.” bella
“Hmm, apa aku boleh tahu tentang keluarga mu ?” tanya dodi ragu-ragu.
“mengapa kau menanyakan itu ?” bella
“Maaf jika aku lancang. Tapi tidak ada
salahnya aku mengenalimu lebih dalam lagi.” Dodi
“lebih dalam lagi ? untuk apa ?” tanya bella heran
“Hm, maksudku aku perlu mengetahui tentang dirimu, agar aku lebih mengenal keluargamu. Mungkin aku bisa agak lebih tenang mempercayakan mu sebagai seketaris tuan brayen.” Dodi
Bella hanya diam mendengar ucapan dodi. Ia bingung harus mengatakan apa. Karena ia juga sedang di baluti dengan rasa kecewa kepada ayahnya.
“Maaf, jika kau tidak ingin memberi tahu juga tidak apa. Tapi kalau kau butuh bantuan aku siap membantu mu.” Dodi
“Terimakasih Atas tawaran anda, saya sangat menghargai kepedulian anda.” Bella
Mungkin jika kau tahu siapa orang tua ku, kau tidak akan percaya aku bekerja menjadi suruhan orang lain. Batin bella
Setelah saling bergelud dengan pikiran masing-masing, akhirnya mereka pulang. Tidak ada yang memulai percakapan didalam mobil saat perjalanan pulang.
“ehem, bella apa kau buru-buru pulang?” tanya dodi
“Tidak. Memang nya apa yang bisa kulakukan selain bekerja. lagian ini kan hari sabtu” bella
“kalau begitu, bagaimana jika kita makan siang dulu?” dodi
“boleh” bella
Dan mereka pun kembali terdiam setelah merencanakan perjalanan selanjutnya. Dodi meluncurkan mobilnya ke arah mall.
“Maaf, jika perkataan ku tadi membuatmu kepikiran. Aku sama sekali tidak bermaksud menyakitimu. Sekali lagi maafkan kelancangan ku.” Ucap dodi melirik bella yang duduk didepannya.
“Tidak apa-apa. Aku tidak masalah sama sekali. ini bukan salahmu. Aku hanya lelah saja” ucap bella meyakinkan dodi
“ya sudah, ayo makan.” dodi
“apa kau sudah selesai mengurus berkas mu ?” tanya bella memasukkan makanan kedalam mulutnya
“ aku sudah menyuruh seseorang mengurusnya. Mungkin nanti malam sudah selesai.” Dodi
Bella hanya mengangguk mendengar jawaban dodi dan fokus pada makanan di depannya.
*Keesokan harinya
Selamat pagi bella. Bagaimana Tidurmu ? Apa kau sudah bangun ? Aku hanya ingin memberi tahu mu bahwa aku akan berangkat hari ini.semoga kau nyaman dengan pekerjaanmu. Aku titip tuan brayen padamu, aku harap kau melaksanakan tugasmu dengan baik. Sampai jumpa. lalu dodi mengklik send .
Namun sudah hampir setengah jam, belum ada balasan dari pesan yang dikirimkan nya kepada wanita itu.
“mungkin dia masih terlelap” gumam dodi memasukkan ponselnya lalu bergegas keluar dari hotel itu.
“Biar saya mengantar tuan ke bandara” ucap manager nya melihat tuannya itu keluar dari kamar.
“Tidak perlu. Tino akan mengantar ku kesana, kau urus saja pekerjaanmu. Aku harap kau bekerja dengan baik.” Ucap dodi pada manager hotel nya itu.
“Baik lah kalau begitu. Hati-hati tuan”
“Aku pergi dulu” dodi
Lalu Mobil itu pun meluncur meninggalkan hotel yang lumayan mewah itu.
Semoga kau baik-baik saja disini . aku akan menemui mu setelah mama sembuh. batin Dodi memandang kaca mobil. lalu menyenderkan tubuhnya di kursi mobil dan memejamkan matanya.
**Hallo pembaca setiaku 👋
Sebelumnya saya minta maaf karena sudah jarang up, saya sedang sibuk menata masa depan (hehe). Saya akan lebih berusaha lagi membuat cerita ini lebih menarik lagi.
Bagaimana ceritanya ? Mohon Tinggalkan komentar yang perlu di perbaiki dalam penulisan karya pertama saya ya.
dan jangan lupa berikan dukungan kalian agar saya semakin semangat lagi (hehe)
Sekian Dulu Cerita di bulan Maret,
Semoga April menyambut kita semua dengan kabar gembira.
Salam Damai Untuk Kita Semua 👃**.