NovelToon NovelToon
ISTRI PENGGANTI

ISTRI PENGGANTI

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Anak Genius / Penyesalan Suami
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Binar jingga08

ADELIA YHOSEP yang memiliki wajah yang sangat mirip dengan kakanya ADELIN YHOSEP yang seorang model papan atas. Wajah mereka bak pinang dibelah dua tapi nasip mereka berdua sangatlah jauh berbeda bagaikan langit dan bumi, Adelia selalu jadi nomor dua. Semua orang hanya memuji kakaknya, Adelin—padahal Adelin yang jahat dan sering bikin masalah, tapi Adelia yang harus menanggung salahnya. Saat hari pernikahan Adelin dengan Gyantara—pria paling tampan, kaya, dan terkenal sangat mencintai kakaknya—Adelin malah kabur. Agar keluarga tidak malu, Adelia dipaksa menggantikan posisi kakaknya. Dia harus menikah dengan pria yang hatinya milik orang lain. Bisakah dia menyembunyikan kebenaran selamanya? Dan mungkinkah hati Gyantara yang dingin perlahan berubah pada dirinya? ---

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Binar jingga08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

.

Sinar matahari pagi menyelinap masuk lewat celah tirai, menyentuh wajah Gyantara yang sudah terjaga cukup lama. Ia tidak beranjak dari tempat tidur, hanya memiringkan tubuhnya dan menatap wajah Adelia yang sedang tidur pulas. Napasnya teratur, tangan kecilnya meringkuk di atas bantal, dan ada senyum tipis yang tersungging di bibirnya—seolah ia sedang memimpikan hal yang indah.

Gyantara menopang kepalanya dengan satu tangan, menatap lekat-lekat. Selama lima tahun ia dekat dengan Adelin, ia selalu mengira tahu persis seperti apa wanita yang dicintainya itu: tegas, bersemangat, suka kemewahan, dan selalu ingin diutamakan. Namun wanita yang sedang tidur di sebelahnya ini... perlahan mengubah seluruh apa yang ia yakini.

Ia teringat momen kemarin: saat mereka berdua penuh debu tanah setelah menanam bunga, Adelin yang dulu pasti akan marah besar dan langsung meminta pelayan menyiapkan air mandi serta baju baru. Tapi Adelia justru tertawa melihat noda di pipi Gyantara, lalu mengusapnya dengan ujung jari sambil bercanda. Ia teringat bagaimana Adelia menyisakan potongan panekuk paling besar untuknya, bagaimana ia mendengarkan cerita orang lain dengan tatapan penuh perhatian, dan bagaimana ia selalu berusaha tidak merepotkan siapa pun bahkan saat sedang lelah.

"Siapa sebenarnya kamu?" bisik Gyantara pelan, takut mengganggu tidur gadis itu.

Pertanyaan itu bukan lagi sekadar rasa ingin tahu. Ia mulai menyadari sesuatu yang menakutkan sekaligus menyenangkan: hatinya tidak lagi berdetak kencang karena bayang-bayang masa lalu. Ia berdebar kencang karena sosok yang ada di hadapannya sekarang.

Saat Adelia terbangun, ia terkejut menemukan suaminya sudah menatapnya sedemikian rupa. "Ada apa, Mas? Kenapa melihatku seperti itu?"

"Karena aku baru sadar sesuatu," jawab Gyantara tulus. "Aku rasa... aku mulai jatuh cinta pada orang yang berbeda dari yang kukenal dulu."

Wajah Adelia memerah seketika, jantungnya berpacu cepat. Ia ingin bertanya lebih jauh, tapi kata-kata itu terhenti saat ponsel Gyantara berdering keras. Panggilan mendesak dari kantor membuat mereka harus segera bergegas. Hari ini ada kunjungan kerja ke pabrik pengolahan bahan baku di luar kota, dan Gyantara harus membawa serta tim pengawas—termasuk Adelia, karena masukan gadis itu sangat dibutuhkan.

Perjalanan memakan waktu hampir tiga jam. Di sepanjang jalan, Gyantara sesekali menggenggam tangan Adelia, menatapnya dengan tatapan yang berubah—lebih lembut, lebih memiliki, dan lebih jujur. Sesampainya di lokasi, kabar buruk menyambut mereka: mesin utama mengalami kerusakan mendadak, dan tim teknis bingung mencari sumber masalahnya. Produksi harus dihentikan sementara, dan kerugian bisa mencapai ratusan juta rupiah jika tidak segera diperbaiki.

Para pengawas dan insinyur berdebat dengan tegang, sementara direktur pabrik tampak pucat pasi. Gyantara berdiri diam, berpikir keras mencari solusi, namun belum menemukan jalan keluar yang tepat.

Saat itulah Adelia melangkah maju. "Boleh aku melihat denah mesin dan catatan perawatannya?" tanyanya tenang.

Semua mata tertuju padanya. Biasanya istri pemilik hanya ikut sebatas melihat-lihat, tapi kali ini wanita itu tampak serius dan berwibawa. Gyantara mengangguk memberi izin.

Adelia duduk di meja kerja, membolak-balik berkas dengan cepat namun teliti. Ia sesekali menunjuk bagian tertentu, lalu berdiskusi singkat dengan kepala teknisi. Tak lama kemudian ia berdiri dan menunjuk ke arah saluran pipa tersembunyi di balik dinding beton.

"Masalahnya ada di sana," ucapnya lantang. "Saringan penyaring kotoran di saluran itu sudah lama tidak diganti, sehingga menyumbat aliran cairan pendingin. Mesin bekerja terlalu berat dan akhirnya mati mendadak. Jika kalian memeriksa bagian ini, pasti kalian akan menemukan endapan lumpur yang sangat tebal."

Ragu-ragu menyelimuti wajah orang-orang, namun mereka tetap mengikuti saran itu. Dan benar saja—kurang dari satu jam kemudian, mereka berhasil menemukan sumbatan yang tepat di tempat yang ditunjuk Adelia. Semua orang tertegun kagum. Bahkan insinyur senior yang sudah bekerja puluhan tahun pun menggeleng takjub.

"Nona luar biasa," puji pria itu. "Kami sudah mencari ke mana-mana tapi tidak terpikirkan sampai ke sana. Bagaimana Nona bisa tahu?"

Adelia tersenyum malu. "Dulu di rumahku, sistem pengairan sawah sering tersumbat seperti ini. Ayahku pernah mengajarkanku bahwa kadang masalah terbesar tersembunyi di tempat yang paling jarang diperiksa."

Gyantara berdiri di sudut ruangan, menatap istrinya dengan mata berbinar bangga. Hatinya bergetar hebat. Ia melihat keberanian, kecerdasan, dan kerendahan hati yang luar biasa pada wanita ini. Ia menyadari bahwa ia tidak lagi sekadar menghargai atau kasihan pada Adelia. Ia jatuh cinta—benar-benar jatuh cinta pada jiwa yang indah ini.

Saat perbaikan berlangsung, mereka berdua berjalan sebentar ke pinggir sawah di belakang pabrik. Angin berhembus kencang menerbangkan rambut Adelia.

"Kamu hebat sekali," kata Gyantara tiba-tiba. "Tadi aku melihatmu memimpin pembicaraan dengan begitu tenang dan cerdas. Kamu tahu tidak, itu membuatku makin kagum padamu."

Adelia menunduk memainkan ujung bajunya. "Aku hanya berusaha membantu. Aku tidak ingin kamu rugi karena bersamaku."

"Kamu tidak pernah merugikanku," potong Gyantara tegas. "Justru kamu membuatku sadar betapa sempitnya pandanganku selama ini. Aku dulu mencintai bayangan wanita yang aku inginkan. Tapi sekarang... aku mencintaimu apa adanya. Baik buruknya, lemah kuatnya, semuanya."

Kalimat itu seperti guntur di siang bolong bagi Adelia. Ia menatap Gyantara dengan mata berkaca-kaca. Hatinya berteriak bahagia sekaligus ketakutan. Hati pria ini sudah berubah—ia mulai mencintai dirinya, bukan kakaknya. Tapi justru inilah yang paling menyakitkan nantinya, saat kebenaran terungkap.

"Mas..." suaranya bergetar. "Aku bukanlah wanita yang kamu kira. Bagaimana jika nanti kamu membenciku?"

Gyantara meraih kedua bahunya, menatap mata Adelia dalam-dalam. "Aku tidak akan membencimu. Apa pun rahasiamu, apa pun siapa kamu nantinya, hatiku sudah berlabuh di sini. Di sisimu."

Mereka berdiri diam berhadapan, dikelilingi hamparan hijau yang berhembus angin. Hati Gyantara sudah berubah sepenuhnya—ia berani menghadapi apa pun demi wanita di depannya. Sementara hati Adelia pun luluh sepenuhnya, namun ia tahu badai besar sedang menanti mereka di ujung jalan.

Malam itu dalam perjalanan pulang, Gyantara tidak berhenti menggenggam tangan Adelia. Ia menyadari satu hal: cinta yang dulu ia bangun dengan susah payah ternyata rapuh, namun cinta yang baru tumbuh ini terasa begitu nyata, begitu kuat, dan tak tergoyahkan.

Dan di dalam hati Adelia, tekad kecil mulai tumbuh juga. Ia berjanji, suatu saat nanti ia akan berani berkata jujur. Ia tidak ingin lagi dicintai sebagai bayangan orang lain. Ia ingin dicintai sebagai Adelia—dirinya sendiri.

1
Tere Rere
watak Adelin menurun dari kedua orang tuanya yg otaknya cuman separuh 😡
Tere Rere
bersyukur masih ada Tama dan Julian di saat Adelia terpuruk🥹
Tere Rere
GYANTARA bangke😡
Tere Rere
Adelin jahat banget😡😭
Tere Rere
Adelin sialan😡
Tere Rere
ao ao😍🤭
Binar Jingga
Huhuhu 🥹
Tere Rere
yg pengen nangis cuslah baca ISTRI PENGGANTI karya Binar jingga. nyesek banget jadi Adelia🥹
Binar Jingga: Wah terimakasih kak atas supportnya🥹🤗
total 1 replies
Tere Rere
Adelia🥹
Hasbia n Hasbia nn
pusing bcanya😮‍💨
Binar Jingga: Pusing kenapa kak?🙏🏻
total 1 replies
Tere Rere
ada orang tua yang sangat jahat seperti si Belinda dan YHOSEP ini/Sleep/
Binar Jingga: Huhuhu jahat yah…. Semoga ini terjadi cuman d dalam novel saajaa
total 1 replies
tia
jangan banyak omong suami durhaka 😁
Binar Jingga: Mohon bersabar😂🤣🤣🤣
total 1 replies
tia
jgn mao kembali dulu Adelia ,,,biarkan di hukum penyelan 😁
tia
kapok suami durhaka 😁
tia
keluar gila banget
tia: siap thor
total 5 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!