NovelToon NovelToon
Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Kebangkitan Istri Yang Direndahkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Penyesalan Suami
Popularitas:303.9k
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

Astrid mengorbankan segalanya untuk keluarga. Namun, pengorbanannya justru dibalas dengan hinaan.

Setelah melahirkan, tubuh Astrid berat badannya naik drastis hingga membuat Lucas, suaminya yang seorang dokter, merasa malu memiliki istri sepertinya. Tak hanya itu, Marta, sang mertua, juga menganggap Astrid sebagai wanita tidak berguna karena tidak memiliki pekerjaan maupun prestasi yang bisa dibanggakan.

Puncaknya terjadi saat Lucas dan Marta mempermalukannya di depan banyak tamu undangan. Harga dirinya diinjak-injak tanpa belas kasihan, seolah seluruh pengorbanannya selama ini tidak pernah berarti. Hari itu, Astrid memutuskan untuk berhenti menangis.

Dengan bantuan Mateo, Astrid bangkit dan mengubah hidupnya. Saat satu per satu kesuksesan berhasil diraihnya, orang-orang yang dulu merendahkan mulai menyadari kesalahan mereka.

Kini giliran mereka yang memohon, sementara Astrid tak lagi peduli. Karena ada penghinaan yang bisa dimaafkan, tetapi tidak pernah bisa dilupakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Lucas berjalan mendekat dengan langkah cepat. Wajahnya yang biasanya tenang kini terlihat tegang. Rahangnya mengeras begitu melihat tumpukan dokumen yang masih berada di atas meja. Tatapannya berpindah dari map hitam di tangan Astrid ke laci rahasia yang masih terbuka.

Untuk sesaat, tidak ada yang berbicara. Hanya ada ketegangan yang memenuhi seluruh ruangan.

"Siapa yang menyuruhmu membuka barang-barangku?" Suara Lucas terdengar rendah, tetapi penuh tekanan.

Astrid perlahan mengangkat map yang berisi dokumen pembelian apartemen itu. Jemarinya masih terasa dingin, tetapi kali ini ia tidak berusaha menyembunyikan apa pun.

"Barang-barangmu?" ulang Astrid pelan.

Senyum pahit muncul di sudut bibirnya. Senyum yang lebih mirip luka daripada kebahagiaan.

"Jadi sekarang aku bahkan tidak berhak tahu kalau suamiku membeli apartemen mewah secara diam-diam?"

Lucas langsung membeku walau hanya sesaat.

Namun Astrid melihat perubahan kecil di wajah pria itu. Jelas kepanikan yang sempat melintas di matanya sebelum akhirnya Lucas berhasil menutupi kembali ekspresinya.

"Kamu mengikutiku?" tanya Lucas cepat.

Astrid menggeleng. "Tidak."

"Lalu bagaimana kamu tahu?"

Astrid tertawa pelan. Tawa yang terdengar getir dan menyakitkan. Seolah setiap nada yang keluar dari bibirnya mengandung kekecewaan yang sudah terlalu lama dipendam.

"Aku menemukannya sendiri."

Lucas langsung melangkah maju dan merampas map itu dari tangan Astrid. Gerakannya begitu cepat hingga beberapa lembar dokumen terjatuh ke lantai.

"Aku bisa menjelaskan."

Astrid menatap suaminya tanpa berkedip. Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia tidak merasa takut menghadapi pria itu.

"Silakan."

Lucas membuka mulut. Lalu menutupnya kembali. Beberapa detik berlalu, namun tidak ada penjelasan yang keluar. Dia bingung mencari alasan yang terdengar masuk akal. Otaknya berpikir keras kebohongan yang siap digunakan.

Lucas terlihat kesulitan mencari jawaban. Baru setelah lima menit dia punya sesuatu yang pas untuk dikatakan.

"Itu investasi."

Astrid hampir tertawa mendengarnya. Kalimat itu terdengar sangat familiar.

Terlalu saja familiar. Karena selama bertahun-tahun Lucas selalu menggunakan kata yang sama setiap kali meminta uang darinya. Investasi masa depan atau pengembangan usaha. Semuanya terdengar begitu indah.

Sekarang Astrid mulai menyadari bahwa mungkin sebagian besar hanyalah kebohongan.

"Investasi?" ulang Astrid pelan.

"Iya."

"Investasi yang harus disembunyikan dari istrimu?"

Lucas mulai kehilangan kesabaran. "Kamu tidak mengerti dunia bisnis."

Astrid mengangguk perlahan. Senyumnya kembali muncul. Namun kali ini lebih menyakitkan.

"Apa kamu lupa kalau aku ini kuliah jurusan bisnis?" Tatapan Astrid beralih ke tumpukan dokumen di atas meja. "Tentu saja aku mengerti angka, Lucas."

Lucas terdiam. Dia lupa kalau Astrid kuliah bisnis. Karena setelah menikah, istrinya diminta fokus mengurus keluarga.

Astrid mengambil salah satu proposal pembelian alat medis yang tadi ia temukan. Lalu mengangkatnya.

"Alat ini." Astrid membuka salah satu halaman. "Dulu kamu bilang harganya hampir empat miliar."

Lucas langsung menegang.

Astrid mengangkat dokumen transaksi asli yang berada di sampingnya. "Padahal harga aslinya bahkan tidak sampai seperempatnya."

Ruangan mendadak sunyi. Astrid merasakan dadanya kembali sesak. Bukan karena marah, melainkan karena semakin banyak kenyataan yang terbuka di hadapannya.

"Berapa kali kamu melakukan ini?"

Lucas tidak menjawab.

"Berapa kali kamu memanipulasi harga?"

Masih tidak ada jawaban dari pria itu.

Astrid tertawa kecil. Namun kali ini matanya mulai memanas.

"Lucu sekali. Selama ini aku selalu merasa bersalah kalau ingin membeli sesuatu untuk diriku sendiri." Suaranya bergetar.

Lucas menatapnya tanpa bicara.

"Aku selalu berpikir kondisi keuangan kita belum stabil demi usaha klinik yang kamu bangun."

Air mata mulai memenuhi pelupuk mata Astrid. "Aku menahan diri agar berhemat. Aku percaya padamu. Sementara kamu membeli apartemen."

Lucas mengalihkan pandangan.

Astrid melihatnya. Sikap itu membuat kecurigaannya semakin kuat.

"Dari mana uangnya, Lucas?" Astrid melangkah mendekat tiga langkah.

Sementara Lucas, justru terlihat mundur.

"Uang dari mana kamu buat beli apartemen mewah itu?" tanya Astrid dengan tatapan tajam.

"Aku bilang itu investasi," jawab Lucas dengan nada tinggi.

"Berapa harga apartemen itu?" tanya Astrid semakin menekan suaminya.

"Astrid, cukup!" teriak Lucas. Dia tidak peduli jika suaranya itu bisa membangunkan Ariana.

"Tidak."

Suara Astrid terdengar sangat tegas. Bahkan dirinya sendiri hampir tidak mengenali suara itu. Karena selama bertahun-tahun, ia selalu bicara dengan sopan dan lemah lembut kepada suaminya. Dia juga selalu meminta maaf lebih dulu. Namun, malam ini tidak.

Dada Astrid naik turun menahan emosi yang berusaha keluar. "Aku ingin tahu dari mana uang itu berasal."

Lucas menatapnya tajam.

Namun kali ini Astrid tidak menundukkan kepala. Tidak menghindari tatapan itu, apalagi mundur.

Mereka saling menatap dalam diam selama beberapa detik. Ketegangan memenuhi seluruh ruangan.

Lalu tiba-tiba Lucas membuang napas kasar. Pria itu berbalik.

"Aku tidak punya waktu untuk ini."

Astrid membeku.

Lucas benar-benar memilih pergi. Tidak mau menjelaskan, membantah, ataupun menyangkal. Pria itu melangkah keluar dari ruang kerja dan meninggalkannya begitu saja.

Beberapa detik kemudian terdengar suara pintu kamar dibanting. Suara itu menggema di dalam rumah.

Astrid tetap berdiri diam di tempatnya. Memandangi pintu yang baru saja dilewati Lucas. Dadanya terasa sesak, kali ini bukan karena sedih, tetapi karena sesuatu yang jauh lebih kuat. Yaitu, keyakinan.

Jika Lucas tidak bersalah, seharusnya ia bisa menjelaskan. Namun pria itu memilih kabur. Dan itu membuat kecurigaan Astrid semakin besar.

Keesokan harinya, Astrid duduk di ruang rapat kecil kantor Mateo. Di atas meja terdapat beberapa dokumen yang sempat ia foto semalam.

Mateo dan Julio duduk di hadapannya. Wajah Julio terlihat serius sejak awal. Mantan polisi itu mencatat beberapa poin penting di buku catatannya.

"Apartemen dibeli tunai oleh Lucas setahun yang lalu?" tanya Julio.

Astrid mengangguk. "Iya."

"Dan kamu menemukan dokumen transaksi asli alat medis?"

"Iya."

Julio bersandar ke kursinya. Ekspresinya berubah semakin serius. "Itu semakin memperkuat dugaan kita."

Astrid menatapnya. "Dugaan apa?"

1
Sri Supriatin
tks upnya 2.bab Thor 👍😍😍
Sri Supriatin
selamat dgn kelahiran Evano...ikut prihatin utk ibu Marta 🙏🙏
Sri Supriatin
percis sy Thor 42 th yg ll lahiran anak semata wayang, air ketuban pecah jm 0100 dini hr kerumah sakit tpi g da kintraksi yg penting biar.g kering, besoknya jm 900 pagi di pancing baru lahiran jm 1745 kecepetan 3.minggu dr perkiraan HPL..beratnya sm cuma pnjngnya52.cm 🙏 🙏🙏skrng sdh punya anak laki2 cucu semata wayang umur 15th 🙏🙏😍😍
🌸 Sunshine 🌸: ❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Nar Sih
kayak nya adik bayi ariana udh gk sbr pngen cpt lihat mama papa juga kakak cantik nya
Nar Sih
positip tinking aja astrid ,suami mu gk sama dgn mantan mu yg menilai cuma dri fisik luar
Nar Sih
ternyata bnr ada sabotase proyek ini tpi untung nya pelaku sdh ketemu
Aditya hp/ bunda Lia
anakmu mau brojol tuh Mateoooo ....
Ita rahmawati
mau lahirankah
syh 03
pelakor..penghianat di novel mah lngsung dpt karma..coba di dunia real..boro2 yg ada melenggang santai ga ada malunya 😆😆
syh 03
ga bersyukur udh dpt jabatan bagus eh malah korupsi..emang ada ga sih jabatan yg memang di gunakan dgn jujur dan amanah..tiap hari ada aja berita korupsi di mana2..bhkn jabatan apapun itu 🥹🥹
phi_dvas🌼
👍💪💪
Uba Muhammad Al-varo
Astrid mau lahiran semoga lahirannya diberikan ketabahan, kelancaran dan keselamatan 💪💪💪
sunaryati jarum
Dedek ingin bertemu Kak Ariana,Ayah Theo.
Naya En-lish
/Heart//Heart//Heart/
ken darsihk
Astrid kontraksi seperti nya debay mau lounching 😍😍
Fa Yun
Uda mau lahiran 😄
Ummee
mulai berasa kontraksi nih kyknya...
Eka Haslinda
mo brojooolll.. semangaattt 💪💪💪
Sri Supriatin
Adik Ariana mo lahir 😍😍👍👍 lanjut thor
Nancy Nurwezia
dedek bayi mau launching🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!