NovelToon NovelToon
Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Rahasia Dibalik Menikahi Musuh Kakakku

Status: tamat
Genre:CEO / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nourayl

"Kalau bukan karena Ayah, aku tidak akan pernah menikah dengan pria sepertimu."

Ayla Pradana terpaksa menerima perjodohan demi menyelamatkan perusahaan keluarganya yang hampir bangkrut. Masalahnya, pria yang harus ia nikahi adalah Arsen Wijaya—musuh bebuyutan kakaknya, Gavin.

Selama bertahun-tahun, Gavin selalu mengatakan bahwa Arsen adalah pria licik yang menghancurkan hidupnya. Ayla pun membencinya tanpa pernah mengenalnya lebih dalam.

Namun, setelah menikah, Ayla justru menemukan sisi Arsen yang sama sekali berbeda. Di balik sikap dingin dan tatapannya yang tajam, ada rahasia besar yang sengaja disembunyikan dari keluarganya.

Semakin dekat dengannya, semakin Ayla sadar...

Mungkin selama ini orang yang ia percaya bukanlah pihak yang benar.

Dan ketika kebenaran terungkap, ia harus memilih:
keluarganya... atau pria yang kini menjadi suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nourayl, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12 Undangan Tengah Malam

Langit Jakarta telah berubah gelap ketika satu per satu lampu di gedung Mahendra Group mulai padam. Jam di dinding menunjukkan pukul sembilan malam, tetapi lampu di ruang kerja Presiden Direktur masih menyala terang.

Arsen berdiri di depan jendela besar, menatap deretan gedung yang berkilauan di bawahnya. Ponselnya masih menggenggam pesan yang diterimanya beberapa menit lalu.

"Kalau kau masih ingin melindunginya, datanglah sendirian malam ini."

Tak ada nama pengirim.

Tak ada lokasi.

Hanya beberapa detik kemudian, sebuah pesan kedua masuk.

Gudang Tua Pelabuhan Timur. Pukul 22.00. Jangan membawa siapa pun.

Tatapan Arsen semakin tajam.

Lima tahun ia berusaha mengubur semua yang berkaitan dengan malam itu. Lima tahun pula ia memastikan tak seorang pun mengetahui kebenarannya.

Namun kini...

Seseorang kembali mengusiknya.

Ketukan pelan di pintu membuyarkan lamunannya.

"Masuk."

Ayla melangkah masuk sambil membawa secangkir kopi hangat.

"Saya lihat lampu ruang Bapak masih menyala. Jadi saya buatkan kopi."

Arsen menoleh sekilas.

"Terima kasih."

Ayla meletakkan cangkir itu di meja. Namun sebelum pergi, ia memperhatikan wajah Arsen yang tampak lebih lelah dari biasanya.

"Pak..."

"Hm?"

"Kalau ada masalah... Bapak tidak harus selalu menghadapinya sendirian."

Kalimat sederhana itu membuat Arsen terdiam.

Sudah lama tidak ada yang mengatakan hal seperti itu kepadanya.

Ia hanya tersenyum tipis.

"Aku sudah terbiasa."

Jawaban itu justru membuat hati Ayla terasa sesak.

Entah mengapa, ia merasa pria di hadapannya sedang memikul beban yang terlalu berat untuk ditanggung sendiri.

__________________________________________

Setelah Ayla pulang, Arsen membuka laci mejanya.

Di dalamnya tersimpan sebuah kotak kayu kecil yang tampak usang.

Perlahan ia membukanya.

Di sana terdapat sebuah jam tangan tua yang kacanya retak, sebuah gantungan kunci berbentuk kompas, dan sebuah foto yang mulai menguning.

Arsen mengambil foto itu.

Tatapannya berubah sendu.

"Maaf..."

Hanya satu kata yang keluar dari bibirnya.

Lalu ia memasukkan kembali foto tersebut ke dalam kotak.

Kotak itu segera dikunci.

Seolah kenangan di dalamnya tak boleh dilihat siapa pun.

__________________________________________

Pukul 21.50.

Sebuah mobil hitam berhenti di depan gudang tua yang telah lama terbengkalai.

Angin malam bertiup cukup kencang.

Gudang itu gelap.

Hanya sebuah lampu redup yang berkedip di dekat pintu masuk.

Arsen turun seorang diri.

Langkahnya mantap meski matanya terus mengamati keadaan sekitar.

"Keluar."

Suara dinginnya menggema di dalam gudang.

Tak lama kemudian...

Tepuk tangan pelan terdengar dari balik bayangan.

"Masih setenang dulu."

Seorang pria bertubuh tinggi keluar perlahan.

Wajahnya masih tertutup topi dan masker hitam.

"Sebenarnya aku rindu melihat ekspresi panikmu, Arsen."

"Apa maumu?"

Pria itu tertawa kecil.

"Aku hanya ingin mengingatkan..."

Ia melempar sebuah amplop cokelat ke lantai.

"Rahasia tidak bisa dikubur selamanya."

Arsen mengambil amplop tersebut.

Isinya hanya satu lembar foto.

Foto itu memperlihatkan sebuah mobil yang ringsek akibat kecelakaan.

Di bagian belakang foto tertulis tangan:

22 Agustus 2019.

Napas Arsen tertahan.

Tangannya mengepal kuat hingga foto itu sedikit kusut.

"Siapa yang menyuruhmu?"

Pria itu tidak menjawab.

Sebaliknya, ia melangkah mundur.

"Sampaikan salamku... untuk pewaris Mahendra."

Kalimat itu membuat mata Arsen menyipit.

"Berhenti!"

Arsen berlari mengejar.

Namun pria itu lebih dulu menghilang melalui pintu belakang gudang.

Saat Arsen keluar, hanya terdengar suara mesin motor yang menjauh di tengah gelapnya malam.

___________________________________________

Di sisi lain kota...

Ayla baru saja tiba di apartemennya.

Ia mencoba beristirahat, tetapi pikirannya terus kembali pada wajah Arsen.

Untuk pertama kalinya sejak mengenalnya...

Ia melihat seseorang yang tampak begitu kuat...

ternyata juga bisa menyembunyikan rasa takut.

Ponselnya tiba-tiba berbunyi.

Nomor tak dikenal.

Ayla mengernyit sebelum mengangkatnya.

"Halo?"

Tak ada jawaban.

Hanya suara napas seseorang.

Beberapa detik kemudian terdengar suara berat seorang pria.

"Kalau kau ingin tetap hidup..."

"Jauhi Arsen Mahendra."

Sambungan langsung terputus.

Wajah Ayla seketika pucat.

Tangannya gemetar.

Ponselnya hampir terjatuh ke lantai.

Ia tidak tahu siapa penelepon itu.

Namun satu hal yang pasti...

Kini ia ikut terseret ke dalam rahasia yang bahkan belum ia pahami.

Bersambung...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!