NovelToon NovelToon
Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Li Zie Sang Penawaran Racun Kaisar

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Ruang Ajaib
Popularitas:195.8k
Nilai: 5
Nama Author: Queen Fitria

Li Zie seorang dokter dari abad 21 justru mengalami kecelakaan, dan jiwanya justru berteransmigrasi ke tubuh seorang wanita lemah di jaman kuno.

Li Zie pun berniat membalas penderitaan wanita yang namanya juga sama, Li Zie. Ia pun menjadi tabib di sana dan fokusnya hanya mengumpulkan harta, ia juga memiliki ruang dimensi, Li Zie menyembunyikan identitasnya dengan sangat rapi.

Tapi bagai mana jadinya jika ketenangan itu hanya sesaat, karena pria yang berkuasa di dinasti Xuan. Yaitu Kaisar Xuan Long justru mengetahui identitas aslinya.

Seperti apa kelanjutannya? yuk mampir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queen Fitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Setelah beberapa saat nyerinya di tulang ekornya menghilang. Wajahnya masih cemong arang, senyum Li Zie sangat lebar, dan berkata dengan sombongnya, "Ji Yu, besok kita tidak perlu khawatir soal makanan. Kita punya sup untuk mandi kalau mau."

"Nona, kamu benar-benar putri paling licik yang pernah ada," gumam Ji Yu sambil menggelengkan kepala, ia menertawai para penjaga yang terdengar sibuk mencari penyusup.

...****************...

Di kediaman utama, Menteri Li nyaris gila. Setelah beberapa pengawal yang ia kirim ke pasar gelap, kembali dengan lesu.

"Ampun Tuan, Tabib Agung itu tidak menunjukan dirinya malam ini," ujar penjaga menunduk.

"Lapak kayu tempat biasanya Tabib Agung duduk, kini kosong," ujar penjaga lagi.

"Cari! Cari sampai ketemu! " suara Menteri Li menggelegar.

"Cari tabib itu! Putriku harus di sembuhkankan! Pernikahan dengan keluarga Wang tinggal hitungan hari!" raung Menteri Li hingga suaranya serak.

Menteri Li terduduk di kursi dengan putus asa, hatinya berdesir perih saat mendengar teriakan putri tercintanya.

Tapi ia tidak pernah sedikit pun peduli pada Li Zie, selama ini ia benar-benar melupakan putri tertuanya dan hanya fokus pada dua putri dari selir.

Putri pertamanya sudah menikah, kini tinggal putri keduanya yang bernama Li Mei. Bahkan mungkin Mentri Li sudah lupa seperti apa wajah putri tertuanya dari istri pertamanya.

Li Zie di asingkan saat umur empat belas tahun, dan kini sudah menginjak umur dua puluh satu tahun, umur yang seharusnya sudah menikah di jaman kuno itu.

Malam ini terasa menjadi malam yang panjang bagi Menteri Li dan Selir Hu serta Li Mei, mereka tidak bisa tertidur karena gatal di wajah begitu menyiksanya.

Li Mei yang sudah tidak tahan, segera menggaruknya. Tapi justru semakin merusak wajah dan semakin menyiksa rasa panas dan gatalnya.

"AAAAKKHHH!!! Ini menyiksa ku! " Li Mei kembali berjerit bahkan tubuhnya tidak bisa diam.

Li Mei meraih cermin, ingin melihat wajahnya, "Aaaaaaaaa!!!" jerit Li Mei hingga suaranya parau.

Menteri Li segera berlari menuju kamar putri tercintanya, ia diam di ambang pintu dan menutup hidung.

"Ikat putriku! jangan sampai ia melukai wajahnya! " bentak Menteri Li pada pelayan yang sedang berjaga di sana.

"Tidak! Ayah! ini sangat menyiksaku... " teriak Li Mei dengan suara parau, ia sangat tersiksa.

Li Mei di paksa berbaring dan kedua tangannya di ikat begitu juga dengan kakinya.

"Berani kalian tidak sopan padaku, kubunuh kalian! " geram Li Mei tapi ia sungguh tak berdaya.

Menteri Li mendekat ke arah ranjang dan duduk di tepi ranjang dengan mata memerah, "Mei'er sabar lah Nak, Ayah juga tidak diam saja, Ayah sedang berusaha. Besok pagi ayah akan meminta bantuan tabib istana.... Karena malam ini tabib Agung tidak menunjukkan wajahnya. "

...****************...

Di paviliun reot, Li Zie tidur dengan begitu nyenyak dengan jubah bulu rubah milik Feng sebagai selimut, meski masih samar ada aroma maskulin di sana.

Li Zie semakin nyenyak tidur saat mendengar jeritan dari Li Mei dan Selir Hu. Hatinya semakin keras saat melihat kepedulian Menteri Li untuk Li Mei, yang entah kenapa sedikit mengusik pikiran Li Zie.

Mungkin pemilik tubuh merasa sedih karena melihat perbandingan kasih sayang dari Menteri Li untuk nya.

...****************...

Pagi hari, matahari sudah mulai naik, Ji Yu baru saja menyelinap dengan hanfu tambalnya itu untuk melihat suasana di kediaman utama.

"Guru, wajah Li Mei sekarang sudah tidak berbentuk. Dia mengurung diri dan menghancurkan semua cermin di kamarnya," lapor Ji Yu sambil menahan tawa.

"Dan Guru! Menteri Li berlutut semalam di kuil leluhur, " ujarku Ji Yu lagi, ia cukup pintar mencari informasi.

"Bagus. Biarkan dia merasakan bagaimana rasanya menjadi 'sampah'," balas Li Zie santai. Ia ingin memberikan sedikit pelajaran pada orang-orang yang jahat pada pemilik tubuh ini.

"Guru! dua tabib dari istana baru saja datang. Tapi dia bukan tabib yang dulu kita temui di paviliun pangeran," lapor Ji Yu lagi, ia di sana benar-benar bersembunyi dan mendengarkan informasi dengan serius.

"Biarkan saja, mereka tidak akan ada yang bisa mengobati dua wanita kesayangan Menteri Li. Kecuali tabib Agung, " ujar Li Zie menyeringai licik

...****************...

Dua tabib istana berkeringat dingin, setiap yang mereka lakukan justru membuat gatal itu semakin menjadi, hingga Li Mei mengamuk dan mengutuk para tabib istana itu.

"Dasar tabib tidak berguna! kalian justru membuat ku semakin tersiksa! " ujar Li Mei dengan marah.

Menteri Li menatap tajam putri yang telah tak sopan pada tabib istana, Menteri Li menegur putrinya, "Mei'er jaga bicara mu, Nak."

"Aaakkk! Ayah mereka justru memperparah keadaan ku, " ujar Li Mei dengan mata melotot, kini panas dan gatal serta perih jadi semakin kuat.

1
Atik Kiswati
next....
Pa Muhsid
kalau bisa minta sama otor ibu suri sama anaknya boleh dong dijadikan tikus percobaan senzie
Retno Palupi
oh ternyata musuhnya saudara sendiri tho
Nurhayati Sobana
Shen Zie emang benar2 matre habis. di episode ini baru ketahuan.penjahatnya adalah saudara tiri dan ibu tiri Kaisar. cerita tambah seru
Nurhayati Sobana
Kaisar dan Shen Zie untuk kali ini aku angkat tangan no comment atas tingkah kamu berdua 🙏😄😄
Maria Lina
klo bisa mau minta 1 lgi thor blh hehe.ngelunjak ni thor wkwk
Maria Lina
shen zie ud msk jebakan batman lo wkwk kasian..sll gtu klo ada adik tdi ya gtu maruk kekuasaan wkwk
Pa Muhsid
apakah tren 2026 melamar di kamar mandi????
Biyan Narendra
Panik ga tuh..
🤣🤣🤣🤣
Maria Lina
lgu ya thor pliss ..sama cerita pawang tu di up lgi ya thor
Fitria: Iya kak, ini author masih nulis. Terimakasih sudah mampir di karya baru author.
total 1 replies
sasa adzka
nah loh mulai mau bucin...
Sribundanya Gifran
lanjut
Urwatun Nafisa
bau makanan yang menyelamatkan kaisar,kenapa gak makan apel dulu ya🤭 apa makan kaisar lebih nikmat ya😄😄😄
Osie
ampun ampun dah shen zie..terapi rahang ya🤣🤣🤣🤣🤣
sasa adzka
😂😂😂 akhirnya bab ini yg aku tunggu.. ngerampok gudang harta nya mentri li🤣🤣🤣 nunggu 2 hari lagi marga baru li zie berubah..
Atik Kiswati
nah....kan....🤣🤣🤣🤣
sasa adzka
kagak tanggung tanggung ngambil makanan nya s dapur🤣🤣🤣🤣 kelakuan li zie
sasa adzka
🤣🤣🤣 yan ketipu 1 perak🤭🤭
Yayuk Yuhanah
gawat kalo penyakit lapar bakut itu tidak hilang......
Memyr 67
𝗂𝗇𝗂 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅 𝗍𝖾𝗋𝗃𝖾𝗆𝖺𝗁𝖺𝗇 𝗄𝖺𝗇? 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗍 𝗄𝖺𝗇? 𝗄𝖺𝗅𝖺𝗎 𝗇𝗂 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅 𝗌𝖺𝗆𝗉𝖺𝗂 𝗍𝖺𝗆𝖺𝗍, 𝗌𝖺𝗒𝖺 𝗍𝗎𝗇𝗀𝗀𝗎𝗂𝗇
Fitria: Oke, kk
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!