Dunia berubah dalam semalam. Langit di atas tanah perbatasan Amerika berubah warna, bumi terbelah, dan makhluk-makhluk yang dulunya manusia atau ternak kini bangkit sebagai monster haus darah. Di tengah kekacauan itu, Elena Cross — janda pemilik Rocking Spur Ranch yang tengah hamil delapan bulan — berjuang sendirian mempertahankan tanahnya dari serangan pertama gerombolan ternak yang bermutasi.
Di saat paling genting, sebuah kekuatan misterius bangkit dalam dirinya: **Gudang Tanpa Batas**, sebuah sistem ajaib yang bisa memunculkan senjata, makanan, obat-obatan, dan perbekalan apa pun dari udara kosong — aktif hanya karena satu syarat: melindungi kehidupan baru di tengah kehancuran dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon miichi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22: Divisi Pemulihan Nasional
Pertemuan darurat kembali digelar di ruang utama Rocking Spur, kali ini dengan lingkaran yang lebih luas—Margaret Doyle dan beberapa anggota Dewan Prescott yang dipanggil segera, Dr. Voss yang datang membawa catatan-catatan penelitiannya, bahkan Jedediah yang kini mewakili Ashford dalam urusan-urusan penting Aliansi.
Kapten Reyes menggelar peta yang jauh lebih detail dari apa pun yang pernah dilihat Elena sebelumnya—menunjukkan bukan hanya wilayah Aliansi Padang Barat, tapi sebagian besar benua yang tersisa, dengan tanda-tanda merah menunjukkan zona-zona berbahaya yang tersebar luas.
"Prometheus Reclamation, yang kalian hadapi di utara, adalah satu dari dua belas fasilitas cabang yang dibangun di seluruh negeri," jelas Reyes, menunjuk titik-titik lain di peta. "Masing-masing fokus pada aspek berbeda dari proyek regenerasi—pertanian, medis, bahkan rekonstruksi infrastruktur. Namun semuanya terhubung ke satu fasilitas pusat, yang disebut Prometheus Prime, terletak jauh di pegunungan timur."
"Dan fasilitas pusat itu," lanjut Dr. Voss, yang telah mempelajari sebagian dokumen yang dibawa Reyes selama perjalanan singkat menuju pertemuan ini, "kemungkinan adalah sumber dari 'inti' yang aku temui di Prometheus regional—bukan sumber utamanya, melainkan gema atau cabang dari kekuatan yang jauh lebih besar."
Elena merasakan kotak cahayanya sendiri berdenyut pelan mendengar penjelasan itu, seolah mengenali kebenaran dalam kata-kata tersebut bahkan sebelum ia sepenuhnya memahaminya secara rasional. "Kalau begitu, kenapa fasilitas pusat itu baru aktif kembali sekarang, setelah lebih dari setahun sejak kiamat dimulai?"
Reyes menatap sekeliling ruangan, memastikan semua orang siap mendengar apa yang akan ia sampaikan selanjutnya. "Ini bagian yang paling mengkhawatirkan, Nyonya Cross. Tim pengintai kami yang berhasil mendekati perbatasan zona pegunungan timur melaporkan bahwa aktivitas di sana meningkat drastis sejak—" ia berhenti sejenak, menatap Elena dengan ekspresi yang sulit diartikan, "—sejak insiden yang kau selesaikan di Prometheus regional utara."
Keheningan berat menyelimuti ruangan. "Maksudmu," kata Whitlock pelan, "tindakan Elena menstabilkan fasilitas Prometheus regional entah bagaimana memicu reaksi di fasilitas pusat?"
"Kami tidak yakin sepenuhnya," Reyes mengakui jujur, "tapi korelasinya terlalu jelas untuk diabaikan. Ada kemungkinan bahwa saat kau menjadi 'jangkar' bagi fragmen-fragmen liar di regional utara, Nyonya Cross, kau juga entah bagaimana menciptakan resonansi yang terasa hingga ke inti utama di fasilitas pusat—membangunkannya dari dormansi yang telah berlangsung sejak kegagalan awal proyek."
Elena merasakan beban berat menghantam dadanya, campuran rasa bersalah dan kebingungan. "Kalau begitu, apa yang harus kulakukan? Aku tidak pernah bermaksud membangunkan sesuatu yang lebih besar dan lebih berbahaya."
"Itulah sebabnya kami di sini, Nyonya Cross," kata Reyes, nadanya melunak sedikit. "Divisi Pemulihan Nasional tidak punya sumber daya atau pengetahuan untuk menghadapi fasilitas pusat sendirian. Tapi kami dengar tentang kemampuanmu—tentang bagaimana kau berhasil berkomunikasi dengan kesadaran di dalam inti Prometheus regional, bagaimana kau menstabilkannya tanpa kehancuran besar-besaran. Kami butuh bantuanmu untuk memahami, dan mungkin, menstabilkan fasilitas pusat sebelum dampaknya menyebar lebih luas."
"Seberapa buruk dampaknya bisa terjadi?" tanya Margaret Doyle, suaranya tegang memikirkan implikasi bagi seluruh Aliansi yang telah susah payah mereka bangun.
Reyes menghela napas berat, wajahnya dipenuhi kekhawatiran yang jelas terlihat. "Tim pengintai kami melaporkan gelombang energi yang mulai menyebar dari zona pegunungan timur, jauh lebih kuat dari apa yang pernah terlihat di zona-zona cabang lainnya. Kalau tidak distabilkan, ada kemungkinan besar seluruh benua bisa mengalami perubahan drastis serupa dengan apa yang terjadi malam pertama kiamat—namun kali ini, dengan skala yang jauh lebih besar dan lebih tidak terkendali."
Ruangan itu hening mencekam, semua orang memahami beratnya implikasi kabar tersebut. Elena menatap ke arah jendela, ke arah Grace yang bermain riang di halaman bersama beberapa anak lain, tidak menyadari beban berat yang kini kembali harus dipikul ibunya.
"Berapa lama waktu yang kita punya?" tanya Elena akhirnya, suaranya tegas meski hatinya dipenuhi kekhawatiran mendalam.
"Menurut perhitungan tim ilmuwan kami," jawab Reyes, "mungkin tiga bulan, sebelum gelombang energi itu mencapai titik kritis yang tidak bisa lagi distabilkan tanpa konsekuensi besar."
Elena menatap sekeliling ruangan—Whitlock yang wajahnya keras penuh tekad, Sarah yang menatapnya dengan kekhawatiran namun juga kepercayaan penuh, Dr. Voss yang mengangguk pelan seolah sudah menduga jalan yang harus mereka tempuh, Margaret dan Jedediah yang mewakili harapan seluruh Aliansi yang telah mereka bangun bersama.
"Kalau begitu," katanya akhirnya, mengumpulkan tekad yang sama seperti yang selalu menuntunnya sejak malam pertama Gudang muncul dalam hidupnya, "kita punya tiga bulan untuk bersiap menghadapi tantangan terbesar yang pernah kita hadapi. Mari kita mulai merencanakannya."
---
ajaib kenapa tidak rahsia kan saja
gila !!