NovelToon NovelToon
Cold Woman Itu Istriku

Cold Woman Itu Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ansifa

Dena Nidia Sharman (20 tahun) seorang wanita yang memiliki sifat dingin tak banyak bicara, merupakan si sulung dari kembar bersaudara memiliki kembaran yang berjarak 2 menit darinya bernama Daniel Nandra Sharman. Ia begitu membenci ayahnya karena ayahnya telah berselingkuh dengan seorang disaat ibunya masih hidup dulu.

Kebencian Dena pada Marco ayahnya semakin menjadi saja tak kala Marco memiliki sebuah ide gila untuk menjodohkannya dengan anak rekan bisnis sang ayah karena alasan agar perusahaan keluarga mereka semakin jaya serta agar menguasai perekonomian di Negara tersebut. Bisa dikatakan Dena dijual oleh ayahnya sendiri demi mendapatkan apa yang ia mau.

Bisakah Dena menerima perjodohan gila itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ansifa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ep 19

Darren saat ini sedang berada di rumah Kakek dan Neneknya ia sedang bermain dengan si kembar Renal dan Ronal anak pamannya Jason adik dari papanya.

Namun entah kenapa tiba-tiba hatinya merasa tidak tenang serta pikirannya tertuju pada Dena kakaknya. Membuatnya terdiam sebentar, mencoba menenangkan hatinya yang malah terasa sakit sekarang. Perlahan ia berjalan mundur ke kursi yang ada di taman.

"Ada apa dengan Dena?Kenapa hatiku merasa sakit sekarang?" ucap Daniel sambil memegangi dadanya.

"Daniel kamu kenapa nak?" ucap Nenek Daniel yang baru saja keluar dari rumah membawa secangkir teh di tangannya.

"Ah nek, aku..aku hanya kepikiran Dena sekarang. Dada ku sekarang terasa sedikit sakit, apa ada yang terjadi dengannya?" lirih Daniel melihat sang nenek mencari jawaban.

"Mungkin, kamu dan dia kan memang sedari dulu selalu terhubung satu sama lain. Tapi masa ada apa dengan dia, kan sekarang dia aman bersama suaminya" ucap sang Nenek duduk di samping Daniel.

"Tehnya di minum dulu" ucap Laras lagi menyuruh cucunya untuk meminum tehnya.

"Maaf ya, waktu pernikahan Dena waktu itu Nenek dan Kakek tidak bisa datang, Kalau nenek datang Dena pasti akan marah ditambah juga kondisi kakek mu sedang tidak baik" Laras merasa sedih dengan apa yang terjadi di keluarganya, ia juga merasa sedikit menyesal dengan semua apa yang terjadi ini. Sehingga cucu perempuannya menjadi membenci dirinya hingga saat ini.

"Tidak apa nek, nenek tidak usah merasa sedih begitu. Lagi pula aku kemarin juga tidak datang ke sana" ucap Daniel sendu.

Akibat perkataan Daniel itu membuat Laras terkejut, langsung melihat kearah cucunya itu.

"Apa?bagaimana bisa kamu tidak datang Daniel?" ucapnya menatap lekat sang cucu.

"A..Aku sedang bertengkar dengan Dena nek" jujur Daniel pada sang Nenek dia langsung menunduk melihat kebawa.

"Bertengkar?Kenapa kalian bisa bertengkar, kalian ini saudara kenapa bertengkar"

"Ada hal yang tidak bisa ku ceritakan nek"

"Daniel, saran nenek jangan pernah kamu bertengkar lagi dengan kakakmu kalian adalah dua orang yang saling membutuhkan satu sama lain. Bagaimana perasaan kakakmu sekarang, dan bagaimana dia sekarang tanpamu..Pasti dia sedih sekali, hanya kamu yang selalu ada bersamanya. Nenek harap kamu nanti mau menemuinya, mungkin apa yang membuat dada mu sakit sekarang karena dia sedang membutuhkanmu, temui kakakmu" ucap Lara panjang lebar memberikan masukan kepada cucunya itu untuk berbaikan dengan kakaknya.

Daniel diam mencerna kembali apa yang dikatakan neneknya tersebut. Memang benar pasti Dena merasa kehilangan dan seakan sendiri sekarang. Karena yang kakaknya miliki cuma dirinya, nanti ia harus menemui kakaknya harus..

………………

Dena baru saja terbangun dari tidurnya sekarang, dan saat ini sudah sore saja matahari sudah mulai terbenam. Entah berapa lama tadi ia tertidur, ia juga tidak tahu pastinya kapan tadi ia tertidur. Dia tadi hanya menangis seorang diri di dalam kamar setelah kepergian Dirga tadi pagi.

Dia tadi terus menangis, meratapi apa yang selama ini terjadi dalam hidupnya ditambah dengan perlakuan suaminya tadi yang begitu menyakitinya.

Matanya terasa berat saat ia membuka matanya, efek dari menangis tadi membuat matanya berat sekali untuk membuka mata. Dena melihat sekeliling kamar, yang masih sepi tidak ada tanda-tanda orang masuk berarti sedari tadi juga Dirga belum pulang atau belum masuk ke dalam kamar.

Ia beranjak dari tempat tidur untuk berjalan ke kamar mandi, baru saja ia akan menginjakkan kakinya ke lantai. Kakinya yang terkilir tadi pagi masih terasa sakit sekarang membuatnya merintih menahan sakit. Dena tidak bisa diam terus di tempat tidur, ia harus segera mandi sebelum Dirga datang.

Dengan memaksakan dirinya Dena berjalan dengan tertatih tatih agar kakinya tidak terlalu sakit. Perlahan demi perlahan ia meraih pintu kamar mandi dan masuk kedalam sana untuk mandi

Saat dia baru saja mengguyur badannya dengan air, ia baru ingat kalau dirinya tidak membawa baju ganti ke kamar mandi. Apa yang harus ia lakukan, sementara baju kotornya sudah ia taruh di cucian.

Dena menyudahi mandinya, ia segera keluar dari kamar mandi, melilitkan handuknya ditubuhnya menutupi bagian dadanya kebawah. Membuka pintu secara hati-hati berharap saja Dirga tidak masuk kedalam kamar saat ini.

Namun harapannya itu tidak sesuai dengan apa yang terjadi sekarang, Dirga tiba-tiba saja masuk ke dalam saat Dena baru akan berjalan menuju kopernya. Sontak membuat mereka berdua berdiri saling terpaku ditempatnya masing-masing.

Dirga menelan ludahnya, melihat pemandangan di depannya dimana Dena hanya mengenakan handuk saja. Dirinya begitu terpesona melihat indahnya tubuh Dena kulitnya yang putih mulus, serta berbentuk sekali. Bahkan terlihat lebih indah dari Clara kenapa dia tidak mengetahuinya jika Dena memiliki tubuh indah seperti itu.

"Apa yang kau lihat?" ketus Dena mencoba tidak masalah dengan kondisinya saat ini.

Dirga yang tadinya hanya diam menatap tubuh Dena tak berkedip, langsung mengalihkan pandangannya.

"Kau kira ini tempatmu seorang?" ketus Dirga tidak menanggapi apa yang Dena katakan. Ia malah mengalihkan pertanyaan perempuan itu.

Begitu juga Dena yang malas menanggapi pria yang didepannya,

"Tenang Dena, tenang yang perlu kau lakukan tinggal ambil bajumu lalu masuk lagi ke dalam kamar mandi" ucap Dena pada dirinya sendiri, berusaha menenangkan dirinya agar tidak terlihat gugup didepan Dirga.

Dena berjalan menghampiri sofa, membuka kopernya dan mengambil baju yang akan ia pakai. Dia segera membalikkan badan hendak menuju kamar mandi, tapi betapa kagetnya ia saat ini Dirga sudah berdiri di depannya.

"Kemari,." ucap Dirga dengan suara berat menyuruh Dena untuk mendekat kearahnya.

Ucapan Dirga itu membuat bulu kudu Dena terasa meremang, Dena malah semakin memundurkan tubuhnya. Belum cukup mundur terlalu jauh Dirga sudah menarik lengan Dena terlebih dahulu.

"Apa yang akan kau lakukan," gugup Dena menatap mata Dirga yang tajam.

"Tadi aku bilang padamu untuk mendekatkan, kenapa kau malah mundur hah" Dirga berucap keras didepan wajah Dena.

Lalu tiba-tiba saja Dirga mendorong Dena ke sofa, membuat Dena semakin terkejut dan berpikiran tak karuan. Apa yang akan dilakukan Dirga sekarang padanya.

"Dirga, apa yang akan kamu lakukan" rintih Dena saat Dirga mengungkung dirinya di sofa.

" aku akan mengambil apa yang menurutmu berharga" lirih Dirga di telinga Dena. Dia mulai melepas bajunya dengan posisinya yang berada di atas tubuh Dena.

Dena semakin takut, dengan apa yang akan terjadi padanya saat ini ia berusaha mendorong Dirga kuat agar pria itu turun dari tubuhnya sekarang tapi sia-sia pria itu terlalu kuat saat ini.

"Dirga, Dirga aku mohon, jangan lakukan ini padaku" ucap Dena masih terus berusaha melepaskan diri dari kungkungan Dirga. Bahkan Pria itu sekarang sudah menghisap lehernya memberikan bekas kemerahan.

"Dirga,.." rintih Dena di tengah desahannya akibat ulah Dirga yang terus-terusan bermain di lehernya saat ini.

Dirga tersenyum melihat Dena, seakan nafsunya semakin meningkat akibat mendengar desahan yang lolos dari bibir Dena barusan.

"Ternyata kau menikmatinya perempuan matre?" sinis nya melihat Dena yang mengepalkan kedua tangannya yang tidak bisa bergerak gara-gara tangan Dirga yang memegangnya.

"Kalau kau menikmatinya sekarang maka akan aku lanjutkan,." bisik nya tepat ditelinga Dena ia mulai membuka handuk Dena yang terlilit di dada perempuan itu. Dena sudah mulai meneteskan air matanya sekarang, mencoba berharap ada keajaiban yang menolongnya.

Baru saja Dirga akan menyentuh buah Dada milik Dena tiba-tiba saja ketukan pintu kamar membuat Dirga mengurungkan niatnya dan langsung melihat kearah pintu.

"Siapa yang menggangguku saat ini," ucap Dirga dengan masih di atas tubuh Dena.

Dena yang melihat Dirga lengah langsung saja mendorong Dirga sekuatnya, sehingga membuat Dirga terjatuh dari tubuhnya.

Karena ia sudah lepas dari kungkungan Dirga sekarang, Dena langsung melilitkan kembali handuknya dan mengambil baju-bajunya yang sempat terjatuh tadi dan berlari kedalam kamar mandi.

"Wanita kurang ajar" Desis Dirga sambil memegangi punggungnya yang sakit akibat terbentur meja saat dia terjatuh.

"Dirga, Dirga, Dena, Dena,..Kalian di dalam nak, tolong bukakan pintunya. Mama mau bicara" teriak Sisil dari luar kamar. Ternyata sedari tadi yang mengetuk pintunya Sisil.

"Iya ma, kenapa?" ucap Dirga saat membuka pintu itu.

"Istrimu dimana? itu ada Daniel di bawah, dia ingin bertemu dengan Dena" ucap Sisil memberitahukan pada Dirga.

"Dia sedang mandi ma, mama saja yang bilang sama dia. Aku mau renang dulu" ucap Dirga langsung nyelonong pergi meninggalkan mamanya yang hanya geleng-geleng kepala.

°°°

T.B.C

1
G.Lo
Judul tak sesuai alurnya...orang kalau sdh dari sononya dingin akan terus gitu bukan karena suatu masalah saja...aneh
G.Lo
Bukan lemah mbak tapi bodoh...orang tua sperti itu pantasnya biarkan Daniel memukul ayahnya...nggak dosa memukul ayah kayak gitu cuma thornya yang lemah
Epijaya
lemah .biasanya org dingin itu kuat.
Alya Yuni
Critanya melebihi penjahat msa pemrn utama di siksa mcm mna pembca trtrik
Alya Yuni
Dena trllu bego dah besar msih mau tinggl dng lki jhat it
mau mengikuti kemauan
Yenny Harahap
lanjut thor
Sri Kandiaz
sumpah baru kali ini aku baca novel gak suka dengan karakter cewek y..disini author bikin karakter y cewek y tu dingin seharusnya kalo orang yg mempunyai sifat dingin itu berani tegas gak labil..itu pemikiranku..tapi kalo di cerita ini kok cengeng,baperan,mudah di tindas jadi gak greger thor ceritanya..jadi aku bacanya gak beraturan karena males..sumpah
Sri Kandiaz
peran utama terlalu lemaah thor bikin males baca..
amalia gati subagio
de yg absurd munapikun ababil kadarwarsa sok keren moralis bebal hm mm piyeeeee
amalia gati subagio
w.... the hell!!!! aduch de, kamu emang camilan enak utk dikunyah, renyah kranci!!! egois keras kepalamu nanggung, hanya topeng, hatimu tahu sutra, hanya omdo not action jelas!!! poor de, jd barter bokap bejana serakah, tameng paksu songong serakahnya 11 12 bokapnya!!! so... bila angin perubahan membalik taqdirmu, jl hidup pilihanmu, meski sedari asal kelahiran kau ditaqdirkan hidup dari benih si borokokok, dipaksa nikah dgn barteran penguat harta tahta bokap bajigurmu, sedang lakimu hatinya tergadai dgn janji diatas ingkar demi harta tahta egoistis narsistis ujung2nya pemenuhan obsesi absurd tak berbatas 😼so... action dong jgn bikin bising!!! hanya teriakan cempreng modal muka datar, gak nilai +++ ngundang bencana hasrat penundukan iya!!! 😎
amalia gati subagio
yach mamamu terlalu menghamba jd enak dilecehkan, gurih2 inyois dan org itu titisan iblus bejana yg hati hitamnya terbuat dari abu neraka gt dech
Neni marheningsih
goblog amat Dena ...balas Dirga dan juga si keparatn Marco walaupun dia ayah kamu...ayah yg menjijikan
lina
cobak tu papanya Dena di sini ,tak gebuki biar tu otak gak kongslet ,greget banget AQ thor😡
lina
halo thor AQ langsung kesini ya ,cinta sang CEO tampan SDH baca jadi cus di sini 💪💪 maraton
Elsye Dantjie
Aku ko kesel banget ya sama sosok Dirga thor, Rasa nya udh pengen aku buang aja ke laut,,,🤨
Aphry
Dena yg batu.
mati ajah sklian
Mea
Gila
Mea
iba lhtnya
Mea
ko ada ya org tua seperti itu...anak tdk mau d jodohkan d tampar...ngeriii
Mea
hmmmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!