NovelToon NovelToon
WANG SHIN

WANG SHIN

Status: sedang berlangsung
Genre:Pengawal / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam
Popularitas:2.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

𝘛𝘳𝘢𝘨𝘦𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘦𝘳𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝙈𝙤𝙧𝙣𝙞𝙣𝙜 𝙂𝙡𝙤𝙧𝙮—𝘖𝘳𝘨𝘢𝘯𝘪𝘴𝘢𝘴𝘪 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵 𝘣𝘢𝘺𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳𝘬𝘢𝘯 𝘞𝘢𝘯𝘨 𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘴𝘦𝘣𝘢𝘨𝘢𝘪 𝘮𝘢𝘴𝘵𝘦𝘳 𝘦𝘭𝘪𝘵𝘦 𝘱𝘳𝘢𝘫𝘶𝘳𝘪𝘵, 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘸𝘢𝘴𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘣𝘦𝘳𝘢𝘱𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘳𝘦𝘬𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢, 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘱𝘶𝘳𝘶𝘬 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘥𝘪𝘢𝘯𝘨𝘨𝘢𝘱 𝘴𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪 𝘣𝘦𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘫𝘢.
𝘚𝘩𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘭𝘢𝘯𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘳𝘢𝘯𝘥𝘰𝘮 𝘴𝘦𝘵𝘦𝘭𝘢𝘩 𝘪𝘵𝘶— 𝘵𝘦𝘳𝘮𝘢𝘴𝘶𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘴𝘶𝘢𝘮𝘪 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘵𝘶𝘢.
𝘕𝘢𝘮𝘶𝘯 𝘥𝘪 𝘣𝘢𝘭𝘪𝘬 𝘪𝘵𝘶 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘨𝘶𝘯 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘱𝘦𝘮𝘣𝘢𝘭𝘢𝘴𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘯𝘥𝘢𝘮.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

왕신 ー 6

...왕신...

...-----ᏇᏗᏁᎶ ᏕᏂᎥᏁ----...

𝓗𝓪𝓹𝓹𝔂 𝓻𝓮𝓪𝓭𝓲𝓷𝓰!

.

.

“Ada apa, Shin?!”

“Kita diikuti!”

Ungkapan Shin mengentak pandangan Gibaek ke belakang untuk melihat, memicing untuk mengamati, lalu melebarkan mata. “Keparat! Itu Hose si badak liar. Mereka dari Goseong!” Dia menggeram. “Pasti karena mereka tidak terima dengan kemenangan kita!”

“Haruskah kita berhenti untuk melawan?” Shin meminta pendapat.

“Tidak! Akan sangat merepotkan. Pacu lebih cepat mobilnya!” Mungkin dia malas, Gibaek merasakan perlu melarikan diri saja kali ini.

NGUUUUNGGG!

Shin tak banyak cincong, menginjak pedal gas dengan tekanan penuh.

Aksi kejar-kejaran terjadi di jalanan yang tidak lebar dengan tebing curam di satu sisi.

Walaupun Gibaek mengakui kemampuan menyetir Shin yang luar biasa, tapi Hose juga bukan manusia yang mudah menyerah, terlebih dia seorang pembalap liar yang selalu memenangkan ajang.

Tepat di kelokan terakhir, sesuatu terpaksa membuat Shin menginjak rem sekuat mungkin hingga mobil berhenti dalam kondisi sedikit miring.

CKIIIIDD ....!

Bukan karena berhasil terkejar, melainkan satu mobil lain muncul dari depan, menyilangnya.

Tidak ada jalan melarikan diri lagi, dua arah sudah tertutup, mobil Gibaek terjebak di antaranya.

Hose si badak liar keluar dari kemudi. Gegap langkah dari pasang kaki panjang bersepatu lars mendekat ke mobil buruannya dengan raut beringas khas preman pasar. Julukan badak liar tidak selaras dengan wajahnya yang lebih menyerupai babi dengan lubang hidung mengembang.

“Keluar kalian, atau kuhancurkan mobil jelek ini!” Kasar kedua tangan besarnya menampar-nampar kaca mobil di sisi Gibaek.

Shin dan Gibaek saling beradu pandang sebentar. Saat kembali menatap keluar, Hose sedang mengambil sebatang besi dari mobilnya, lalu kembali mendekat dengan tujuan jelas.

“Tidak ada cara lain ... melarikan diri hanya akan membuat martabatku sebagai ketua Venom ... cacat.”

Shin melirik Gibaek, lalu mengernyit saat melihat benda yang tiba-tiba ada di tangan lelaki cantik itu. “Palu?” Sekejap dia paham lalu membuang wajah sambil tersenyum geli.

“Pantas dijuluki pendekar palu. Dan apa katanya barusan? Martabat?”

Martabat seorang pecundang.

Belum kering di ingatan, beberapa saat lalu dia mengajak lari dibanding merepotkan diri.

“Ayo keluar! Kita buat mereka selembek rebusan ubi!”

Bagus pria sok bossy itu tidak meminta Shin menghadapi sendiri, meski kesanggupan Shin melebihi keinginannya.

Sekarang keduanya berdiri saling membelakangi, menatap ke wajah-wajah yang penuh minat ingin segera melahap.

Mereka kelaparan, tapi mata kedua lawannya lebih kuat siap menelan.

Mungkin karena menang jumlah, wajah anak-anak Goseong penuh percaya diri.

Shin berdecak, “Keroyok adalah sikap anak-anak yang yang masih menggunakan diapers.” Dua telapak tangan sudah membentuk tinju dengan kuda-kuda setengah jadi. “Mari selesaikan sesingkat kedipan mata!”

Gibaek ingin beberapa detik lagi melihat ekspresi Shin yang pongah itu, tapi keadaan memaksanya berpaling cepat.

“BACOT!”

Sekejap riuh.

Pertarungan 'tak seimbang jumlah mengguncang jalanan. Shin dan Gibaek menggunakan kaki dan tangan mereka seperti putaran gasing. Pukul, kilah, tendang, diwarnai teriakan menantang habis-habisan dari mulut-mulut musuh.

Di dekat mereka, jurang terbentang memanjang dengan penghalang tepi rendah. Terpojok sedikit, siapa pun akan jatuh, terguling, terburuknya menempuh ajal di atas dasar yang dipenuhi hamparan batuーdalam kondisi kepala pecah dan tulang patah.

And ... Well yeah ....

Palu kecil Gibaek memang sangat berguna, satu hantaman membuat bocor kepala musuh.

Shin dengan tangan kosongnya, setiap gerak perlawanan menghasilkan tubuh yang roboh.

Jadi meskipun hanya berdua, lawan yang banyak dengan tubuh besar-besar bukan masalah, termasuk Hose yang mulai kehabisan napas setelah bertarung 1v1 dengan Shin setengah menit berlalu.

Kenahasan mereka diolok Gibaek dengan seringainya yang menjengkelkan.

Dia berdiri di tengah, di antara tubuh-tubuh terkapar setengah pingsan, lainnya sadar tapi terengah-engah. Sedang Shin berkacang pinggang di tepi jurang, menonton akhir cerita.

“Sampaikan pada pemimpin kalian ... jangan pernah menunjukkan ketololan seperti ini lagi, aku tidak akan segan menyapu nyawa kalian sekaligus jika sampai ini terulang. Sekarang ... singkirkan mobil kalian segera dan enyah, aku tak punya detik yang cukup untuk berbaik hati lebih banyak lagi.”

Ancaman Gibaek berpengaruh besar.

Cepat, tanpa peduli tulang yang remuk redam, daging memar yang menyakitkan dan langkah terseok dengan kepala pusing, mereka berhambur, masuk ke mobil, lainnya naik segera ke bak truk dengan memanjat.

“Ayo pulang!”

Shin mengangguk, kembali mengisi kemudi dan melajukannya. Gibaek nampak lelah bersandar jok dengan mata menatap ke tepi jalan.

Tidak ada bahasan terkait serangan mendadak Goseong, keduanya diam untuk beberapa waktu. Sampai Gibaek kemudian menghadap Wang Shin, memperlihatkan sorot penuh telisik.

“Dengan kemampuan sebaik itu ... benarkah kau hanya seorang bartender?”

Akhirnya kedengaran juga isi kepalanya.

Tidak mengejutkan, Shin tersenyum tipis dan nampak tidak terganggu dengan pertanyaan itu. “Aku tahu kau akan penasaran.”

Malah kata-kata ambigu. Gibaek mengangkat sebelah alisnya. “Apa ada sesuatu yang lebih besar yang tidak kau ungkapkan sebelumnya?”

Tidak ada perubahan berarti di wajah Shin seperti tegangan yang mengancam keselamatan.

Tapi Gibaek terlalu tidak sabar untuk dibuat menunggu. “Kataー”

"Ya!” sambar cepat Shin. “Aku memang tidak jujur tentang semuanya,” dia mengaku. “Ada sesuatu yang besar yang tidak aku masukkan ke dokumen data diri yang kau terima.”

Cukup banyak detik, Gibaek memberi tatapan menilai, sangat tipis dan tajam seperti dari perbuatan itu ada keahlian mapan. Tapi tidak! Dia tidak bisa menemukan apa pun selain kebingungan yang tetap sama. “Bisa kau jelaskan padaku? Sebesar apa sesuatu itu sampai rapat kau sembunyikan dan tidak ingin aku dan orang-orangku tahu?”

Saat pertanyaan itu menuntut, Shin menghentikan laju mobil, membawanya ke tepi.

Jika begini, artinya butuh waktu serius.

Tidak dimulai dengan tarikan napas berat atau semacam persiapan kata, Shin kembali hanya melempar senyum ke wajah yang penasaran itu.

“Kuharap kau tidak akan terkejut.”

Gibaek semakin penasaran dengan memasang wajah seperti dimarahi tetangga.

Satu helaan napas kasar mendorong Shin mengungkapkan satu cerita, “Sebelum jadi bartender, aku adalah seorang prajurit yang juga aktif sebagai anggota BIN!"

*BIN: Badan Intelijen Negara

Mata dan jantungnya selaras, Gibaek terkejut sampai mengangkat sandarannya untuk menegak. “BIN Kau bilang?! Apa maksudnya kau sedang memata-mataiku?! Memata-matai Venom?!”

“Dulu!” Shin menyambar.

“Dulu?”

“Ya! Semua itu aku yang dulu ... sebelum pembersihan itu terjadi. Sekarang aku hanyalah orang sisa yang tidak dianggap layak.”

Penasaran memenuhi bola mata Gibaek hingga rasanya membuih panas. “Pembersihan?”

“Ya, pembersihan.”

Entah pikirannya terbawa ke masa itu atau malah bagian dari siasat meraup kepercayaan Gibaek, Shin menghela napas lalu membenturkan punggung ke sandaran kursi, mengempas semua kenangan di sana.

“Teman-temanku mati dengan banyak peluru di tubuh mereka saat menjalankan misi penyelamatan sandera di Laut Timur. Dan kau tahu ... semua itu dilakukan bukan oleh musuh yang kami lawan, melainkan ... oleh petinggi-petinggi tamak yang haus uang, atasan kami sendiri.”

Lanjutannya: Shin keluar dari pekerjaan setelah tidak ada keadilan atas teman-temannya. Kasus ditutup begitu saja dan suaranya tidak didengar.

“Mereka dianggap mati sia-sia. Tanpa jasa, tanpa penghormatan akhir. Tidak akan ada sejarah yang mencatat perjuangan mereka. Tidak ada yang tahu bahwa daging mereka dimakan bangsa sendiri. Dan aku ... aku menyesal karena hanya aku yang tersisa hidup, tapi tak bisa berbuat banyak. Karena itu, Gibaek ... aku tidak mau kenal lagi ... apa itu bijak dan bajik.”

1
chaa
semangat 💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: nggak, Kak.
gk semangat aku ... 😭
total 1 replies
Be___Mei
Hemmm, pekerjaan Shin nggak jauh jauh dari orang berkuasa.
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: emang gitu, Mak?🤓
total 1 replies
Be___Mei
Nahhh, kan. Gerak-gerik Nyonya Lim nggak bisa. Orang kaya elit emang begitu 🤧
Be___Mei
Pinter juga Nyonya ini
Be___Mei
Ian, cewek???
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Laki, Mak.
Ian Haris🤓
total 1 replies
Be___Mei
Cobain masakan Kalimantan juga ya 😂
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Jangan bilang buaya goreng?🤣
total 1 replies
Be___Mei
kwkwkwk barulah terungkap bahwa Shin tajir melintir 😂😂
Be___Mei
Udahlah, Shin. Cewek banyak kok di dunia. Salah satunya aku 🤭 cuma aku sedikit berbeda dengan Ana. Kalau Ana biasanya pakai gaun seksoi, aku pakainya daster 😂😂
Be___Mei
Aishhh!! Ana Sibal ****
Be___Mei
Ya elah, Neng! Dikasih aman malah kabur.
Be___Mei
Mamam tuh calon mantu idaman
Be___Mei
Iya juga. Ngapain coba meladeni Gibek padahal dia udah hapus ikatan kontrak sama Shin. Apakah dia mau berpijak di dua perahu?? Ana oh Ana
Be___Mei
Bayangin wajah visual artis kpopnya kebingungan. Pasti lucu tapi kasihan juga 🥲🤣
Be___Mei
Istri mana yang bisa menolak pesona seorang Shin?! Walaupun nikah kontrak, tapi mereka pasangan sah 🤧
Be___Mei
Teman Anda! Teman baru Anda 🤧 orang yang selalu kau andalkan, itu dia suami Ana
Be___Mei
Perasaanku mengatakan Takeda masih hidup. Pria sekuat itu tidak mudah jadi ubi kan mak???
Machan
kurang menantang ye, Shin😆
Machan
bisa jujur juga ternyata mulutnya
Machan
anjay, keren tatonya
Machan
pernah ngalamin ini saat rapat pembentukan anggota OSIS🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!