NovelToon NovelToon
My Hot Woman Part 2

My Hot Woman Part 2

Status: tamat
Genre:Patahhati / Beda Usia / Nikahmuda / Cintapertama / Berondong / Tamat
Popularitas:5.8M
Nilai: 4.9
Nama Author: Christ

Janji Jari kelingking...??
It's a True..
"In My World, You are be Mine."

Zen Mahendra, memendam Cinta pada adik kecilnya Zoya Vidette Wijaya. Perasaan cintanya pada gadis itu, membuatnya terpaksa pergi meninggalkan keluarga yang membesarkan dirinya.

Hingga akhirnya, 11 tahun kemudian saat ia merasa sudah cukup pantas bagi gadis kecilnya dulu, ia datang kembali membawa seluruh hati dan cintanya pada gadis itu. Bagaimana perjuangan Zen setelah 11 tahun berpisah dengan Zoya? bisakah Zoya membalas cintanya? atau sudah adakah orang lain yang mengisi tempat kosong di hatinya..?

Jangan lupa ikuti terus Love story ZenZoya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Christ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENEBUSAN

...ENJOY...

.......

.......

.......

.......

Sejak tadi Zen terus mencoba untuk menghubungi Zoya, namun kali ini ponsel gadis itu yang tidak di angkat.

Tuuutt...Tuuuutt...

"Kau dimana gadis kecil..? Zo'e maafkan aku..!" Zen segera mengambil kunci mobilnya dan berlari keluar dari ruangan. Bodoh nya. Bagaimana ia bisa melupakan janji nya begitu saja pada Zoya.

Janji pertama yang sudah ia ingkari. Oh.. God.

Tuuuutt...Tuuuttt....

"Ayolah.. Zo'e ku mohon angkat telpon mu..!!" Zen melajukan mobilnya. Tempat pertama yang ia tuju adalah kampus tempat Zoya mengajar. Tidak butuh waktu lama untuk sampai di sana, karena jaraknya yang memang tidak jauh dari kantor Zen.

Tiinnn... Tiiinnn.....

Zen membunyikan klakson mobil, sampai satpam membuka kan gerbang. "Pak, permisi.. apa Miss Zoya sudah pulang dari kampus..?" tanya Zen pada penjaga yang menghampirinya.

"Ohhh.. Ibu Zoya ya pak..? Yang dosen itu kan..? yang orang nya kecil-kecil cantik itu..?"

"Iya pak, miss Zoya yang itu."

"Belum pak, mobil ibu Zoya masih belum lewat.''

Thanks God..

"Terima kasih pak, saya mau masuk."

"Silahkan Pak.."

Setelah memarkirkan mobilnya, Zen terus mencoba menghubungi Zoya sambil mencari-cari Zoya di sekitar kampus.

Cukup lama Zen mencari-cari Zoya, berdasarkan informasi yang ia dapat dari mahasiswa di sana, mereka melihat Zoya di Aula musik tempat Zoya biasanya mengajar.

Setelah menemukan aula yang dimaksud, Zen langsung masuk untuk mencari zo'e nya. Dan ternyata benar, Gadis kecilnya ada di sana. Sedang memainkan Biolanya di bawah lampu sorot yang menyinari tepat di atas nya.

Zen memperhatikan dari kejauhan. Gadisnya yang begitu berkilau.. Zen berjalan perlahan menempati salah satu kursi kosong di barisan belakang para mahasiswa yang juga tengah mengikuti mata kuliah Musik klasik yang di ajarkan Zoya.

Prok..Prokk..Prokk..

Seketika lampu yang tadi di padamkan, menyala menerangi seluruh ruangan saat alunan melodi selesai Zoya mainkan, dan semakin jelas lah wajah cantik Zoya di depan sana.

"Aku harap, kalian mengerjakan instrumen kalian dengan baik, dan sampai bertemu pada gladi orkestra music klasik minggu depan. Aku tau kalian tidak akan mengecewakan ku." tutup Zoya.

"Baik miss.. " Jawab mahasiswa nya serentak.

Sekali lagi suara riuh tepuk tangan memenuhi aula tersebut. Tak lama setelah nya kelas kembali sunyi, hanya ada Zoya di sana membereskan alat musiknya.

Prok..Prok..Prok..

Suara langkah kaki mendekat kepada Zoya.

Tak ingin repot-repot melihat, Zoya tau siapa itu.

"Apa kau tidak ada kelas Jordan..? Berhentilah mengikuti kelas ku seperti ini, kau seperti dosen pengangguran saja'' ucap Zoya sambil menenteng Biola nya.

Tek.

Suara langkah kaki itu berhenti.

"Apa pria itu sering melakukan nya..?"

DEG...

"Kak Zen..?" Zoya segera berbalik melihat pada suara yang bicara pada nya. "Kenapa kakak disini...?" tanya Zoya sedikit heran melihat laki-laki itu berdiri di hadapan nya setelah sulit untuk di hubungi.

Zen berjalan dengan tegap, menaiki podium tempat Zoya berdiri yang saat ini juga tengah menatap pada nya.

GRAAABB..

"Aku menemui mu." Zen memeluk Zoya.

"Kak,, bisa lepaskan aku. Ini.. "

"Maafkan aku melupakan janji kita. Bisa aku menebusnya sekarang..?" Kata-kata Zen membuat Zoya tersipu. Ah begitu mudahnya ia di bujuk. Bukan kah seharusnya ia merajuk pada pria ini?

"Kak, lepaskan dulu, ini di kampus. Bagaimana kalau ada yang melihat kita...?" Zoya melonggarkan pelukan Zen. "Maafkan aku. Apa kelas mu sudah selesai..?"

"Ya, ini kelas terakhirku hari ini."

"Kalau begitu, ikut dengan ku!" Zen menggandeng tangan Zoya dalam genggaman nya. "Kak, ini di kampus. Aku tidak ingin menjadi pembicaraan Netizen besok pagi.'' Zoya berusaha menarik tangan nya.

"Biarkan saja. Aku tidak peduli pada omongan orang lain. Selama yang di bicarakan adalah kau dan aku." Zen mempererat genggaman nya.

"Kita mau kemana kak..?"

"Menebus makan siang yang tertunda." jawab Zen.

"Miss Vidette..?" sapa seseorang yang kebetulan berpapasan dengan kedua nya. "Mr.Jordan.." Zoya berusaha melepaskan tangan nya, namun Zen semakin erat menggenggam tangan Zoya.

"Anda akan pulang..?" Jordan melirik pada Zen dan juga tangan keduanya yang saat ini tengah terpaut erat. "Ah iya. O'ya ini kakak ku Zen, dia baru kembali dari U.K.."

Jordan tersenyum ramah dan mengulurkan tangan nya pada Zen. "Jordan..."

"Maaf kami sedang terburu-buru." Zen menarik Zoya melewati Jordan. "Kakak!" bisik Zoya memberikan protes, tapi tak di hiraukan Zen.

Sampai di parkiran, Zen membawa Zoya ketempat dimana mobil nya terparkir. "Kak, bagaimana dengan mobil ku..?''

"Masuk lah. Aku yang akan mengurusnya." Zoya mengikuti perkataan Zen, Ia masuk kedalam mobil dan kedua nya pun meninggalkan kampus.

Kurang dari lima belas menit, mobil Zen sudah memasuki kawasan apartemen mewah yang tak jauh dari kampus Zoya.

"Apa kakak tinggal disini..?"

"Ya, aku membeli salah satu kondominium disini."

Zen sudah memarkirkan mobilnya, keluar untuk membukakan pintu mobil untuk Zoya.

"Terima kasih kak."

"Ayo.." Zen kembali menggandeng tangan Zoya menuju lift seolah tak ingin melepaskan gadis itu walau hanya sebentar.

Tak perlu waktu lama, keduanya sudah berdiri di depan pintu kondominium milik Zen. "Masuk lah.. !"

"Ini terlihat nyaman.." Zoya menilai tempat tinggal Zen. "Tentu saja, aku ingin membuat nya terlihat seperti dirumah, ya walaupun tidak terlalu sama persis. Apa kau suka..?"

"Hem..Aku..? Kenapa kakak menanyakan nya pada ku, kan kakak yang tinggal disini."

"Tapi aku perlu pendapatmu.."

"Oh. Ok.. Aku suka. Ini sangat nyaman." kata Zoya, membuat Zen tersenyum puas. "Duduk lah dimana saja kau inginkan. Aku akan membuat minuman." Zen menggulung lengan kemeja nya, dan menuju ke arah pantry.

Alih-alih duduk, Zoya menggunakan waktunya untuk melihat-lihat isi rumah kakaknya. Semua nya terlihat seperti diri Zen. Begitu rapi, elegan, dan juga berkualitas terbaik.

"Zo'e minuman mu.." Zen menyerahkan secangkir coklat hangat pada Zoya. "Terima kasih Kak.."

Zoya duduk di salah satu sofa empuk yang terpajang di sana. Di ikuti Zen yang duduk di seberang nya.

Lama-lama Zoya menjadi salah tingkah, saat Zen hanya diam saja dan terus menatap pada nya.

"Kenapa kakak melihat ku seperti itu..? apa ada yang aneh pada ku..?"

"Tidak. Hanya memikirkan sesuatu." Zen mengalihkan pandangan nya. "Apa tadi kakak begitu sibuk..? aku menghubungi, dan..

"Ya. Tentang itu, maafkan aku zo'e, aku benar-benar minta maaf. Ada pertemuan dengan klien penting di 2 lokasi berbeda, jadi nya.. Ahh, aku tau ini terdengar seperti alasan, tapi..-

"Tidak apa-apa kak, aku bisa mengerti. Apa lagi kakak baru di perusahaan, pasti kakak akan sangat sibuk mengurus banyak hal." Zoya mencoba mengerti posisi Zen saat ini.

"Mandilah dahulu, aku akan telpon Mollie agar mereka tau kamu disini. Ah, tenang aja. Pakaian untuk mu ada di sana, kau bisa gunakan yang ada di dalam paper bag, itu hadiah untuk mu." tunjuk Zen.

Zen mengambil ponsel nya untuk menghubungi Mollie sesuai dengan katanya barusan.

"Kak, kamar..

"Gunakan kamar yang di sana," tunjuk Zen lagi pada kamar nya.

Zoya mengikuti kata-kata Zen, ia mengambil papar Bag dan masuk ke dalam kamar yang di tunjuk Zen pada nya.

"Ini. Bukan kah ini kamar kakak..? Ini benar-benar seperti dirinya."

Zoya menuju walk in closet membawa paper bag nya, dan segera mandi. Sementara Zoya mandi, Zen mengambil pakaian nya dan mandi di kamar lain.

15 menit kemudian Zen sudah keluar dari kamar lin, dengan rambut basah nya, terlihat begitu segar dan tampan dengan pakaian kasual nya.

"Apa Zo'e belum selesai.."

Tokk..tok..

"Zo'e,, kau sudah selesai..?"

satu,

dua,

tiga,

Tidak ada jawaban.

"Gadis ini.. mandi saja begitu lama.."

Zen membiarkan Zoya berlama-lama di kamarnya, sementara ia menyiapkan bahan-bahan yang akan di masak untuk makan malam.

"Kak,, ini apa..?''

...❄️...

...❄️...

...❄️...

1
Elsi Rovionita
Kecewa
Elsi Rovionita
Buruk
A.R.C
❤️
Diana Susanti
memendam rindu memang sangat berat
Diana Susanti
lanjut nyimak
Srimulyani Sragen
seru jg
Aqiyu
nah kan.....
Aqiyu
war biasa
Oktiana Malasari
sangat menarik dan berkelas
Zohraini Raini
Thor sebelumx aku minta maaf ya..

tapi mendingan selesai kan dulu cerita Zen dan Zoya supaya jangan bingung Thor..

terus kalau cerita Ken biar aja dilapak baru supaya kita baca fokus Zen sama Zoya..
Siti Aula
aku ga percaya Maria
krisan
next
*k🎧ki€*
my laki is mine ✌️
A.R.C
Baru baca setelah 2 tahun berlalu. Dan gak nyangka aku Setega itu bikin part ini, meskipun aku ingat betul, siang itu aku nangis banget sebelum up. Dan gak mau balik baca karena masih ngerasa jahat sama diri sendiri.

Dan setelah baca lagi....

Aku benar-benar masih ngerasa jahat..😭😭
Fasuliyah Aziz
kumenangis....
Choi Seungcheol 🍒
Hoi ! Hallo !

Mampir kuy di cerita aku !

Belenggu Cinta Sang Penguasa ❤️

Ada yang lain lagi juga.

Hello Daddy, Im Sugar Baby !

Klik Profil aku dan liat yang mau kalian baca !

Follow juga ige aku @amelia_falisha1511 ❤️
Choi Seungcheol 🍒
Hoi !

Kuy lah yok, Mampir di cerita aku !

Hello Daddy, Im Sugar Baby !

Ada Om Damian dan Istri muda nya Baby.

ada juga bang Alex dan Risa di, Belenggu Cinta Sang Penguasa ❤️

Follow juga ige aku @amelia_falisha1511 ❤️

Lope Lope Sekebon Anggur 🍇🍇🍇
HjDarma Jupri
gill jodohnya willi ya😄
HjDarma Jupri
adakah keajaiban julie kembali ?,seperti di film 2 yg tertukar mayatnya ?
A.R.C: Sayangnya bukan cerita Indosi*r kakak ..😁 Terimakasih sudah mampir 🙏
total 1 replies
HjDarma Jupri
aku selalu berharab bahwa bukan julia yg ada di peti itu😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!