Apakah kamu percaya cerita Cinderella?
Amina Arafat hanyalah seorang gadis yatim piatu, imigran dari Palestina dan tinggal bersama paman bibinya serta sepupunya di Brussels Belgia. Amina memiliki wajah cantik yang khas, membuat Akira Léopold, putra mahkota kerajaan Belgia, jatuh cinta pada pandangan pertama.
Amina yang merasa tidak pantas bersanding dengan seorang pangeran dan putra mahkota, mencoba menjauh dari Akira tapi dia salah. Akira adalah keturunan Léopold yang tidak akan menyerah begitu saja demi mendapatkan wanita yang sudah mencuri hatinya sejak bangku sekolah.
Generasi 8 klan Pratomo
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Cut Off
Amina tiba di sekolah dengan diantarkan Bea dan Jonah yang datang menjemput. Setelah semua orang tahu Amina adalah pacar Akira, otomatis Arsyanendra memberikan pengawalan yang berbeda. Arsyanendra dan Violet menyukai pilihan Akira karena Amina bisa menempatkan diri saat acara kemarin.
"Kami akan menunggu anda disini, Nona Amina. Sampai sekolah selesai," ucap Bea.
"Apakah kalian akan baik-baik saja?" tanya Amina cemas. Menunggu adalah pekerjaan paling menyebalkan dan membosankan.
"Tenang saja Nona Amina. Kami sudah biasa kok ... Apalagi saya hampir lima tahun kan menjaga anda," cengir Jonah.
Amina tersenyum. "Bea, kamu bisa tanya Jonah tempat makan enak."
"Tenang saja Nona Amina."
"Aku masuk dulu ya," pamit Amina membuat dua pengawalnya mengangguk. Gadis cantik itu pun masuk ke dalam halaman sekolah sambil menyapa ramah para murid-muridnya.
"Pantas Pangeran Akira jatuh cinta setengah mati dengan Nona Amina. Dia baik." Bea menatap punggung Amina masuk ke gedungnya.
"Kamu tahu, lima tahun mengawal nona Amina, tidak ada insiden aneh-aneh. Dia memang sempat di bully karena imigran tapi teman pangeran, Jake Hamm melindungi dirinya. Aku sungguh tidak menyangka dia malah mengkhianati pangeran Akira," ucap Jonah.
"Apa dia suka sama Nona Amina?" tanya Bea.
Jonah menggelengkan kepalanya. "Aku tidak tahu, Bea."
***
Ruang Kerja Arsyanendra di Istana Brussel
"Cemburu pada Amina?" Mata biru Arsyanendra menatap putrinya yang datang memberikan laporan ke ayahnya. "Dia ... Suka Akira? Dia g@y?"
"Kalau aku lihat bukan karena dia g@y Daddy. Lebih cemburu perhatian mas Akira ke mbak Amina. Gini, sahabat yang posesif jatuhnya. Selama ini kan mas Akira bersama dia terus. Eh, mas Akira jatuh cinta sama mbak Amina. Dia merasa tersisihkan. Mungkin waktu sekolah tidak kerasa karena masih barengan ... Mas Akira ke Bologna, dia melindungi mbak Amina karena ingin tetap dekat dengan mas Akira. Apa ya ... Persahabatan yang immature?" Amira mengerenyitkan dahinya.
"Sayang, analisa kamu sudah benar ... Itu immature friendship." Zinnia yang berada di ruang kerja putranya, menatap Amira sambil tersenyum.
"Hah! Aku benar-benar cucunya Oma yang paham psikologi!" seru Amira. Zinnia memang seorang psikolog."Sayang, cucunya satu ini ogah masuk psikologi malah masuk biologi di ETH."
"Apa itu Mommy? Immature friendship?" tanya Arsyanendra.
"Immature friendship ( persahabatan tidak dewasa ) adalah hubungan pertemanan yang ditandai dengan perilaku egois, drama, manipulatif, kurang empati, tidak mendukung pertumbuhan, atau sering kali membuat salah satu pihak merasa terkuras secara emosional, bukan berenergi. Hubungan ini tidak menawarkan rasa aman, kritik konstruktif, atau penerimaan, melainkan lebih sering diisi dengan drama, gosip, atau memanfaatkan satu sama lain, mirip dengan ciri-ciri teman toxic. Contohnya Jake Hamm ini. Baginya, Akira adalah miliknya. Bukan sebagai pasangan seperti g@y tapi orang yang harus ada disisinya. Akira, untungnya tidak terlalu memusingkan soal ini karena baginya Jake baik. Sayangnya, kita pun tidak melihat tanda-tanda yang sebenarnya sudah terlihat," jawab Zinnia.
"Kalau tidak diluruskan, dia bisa belok?" tanya Arsyanendra lagi.
"Bisa, Sya. Tergantung orientasinya. Kebayang kalau Akira tidak masuk akademi militer dan pisah dengan Jake. Misal Akira tetap kuliah disini ... Aku yakin, Akira dan Amina akan putus berkat manipulasi Jake," jawab Zinnia. "Akira akan bisa tidak diijinkan punya pasangan."
"Serem Oma," ucap Amira.
"Dunia ini banyak orang-orang yang sepertinya 'baik-baik' saja tapi ternyata menyimpan sejuta sakit mental yang makin kemari makin aneh-aneh," senyum Zinnia.
"Insyaallah aku dapat pasangan yang green flag ya Oma?" kerling Amira.
"Aamiin sayang."
"Hei ... Hei ... Hei! Kuliah dulu!" tegur Arsyanendra dengan wajah tidak suka.
Amira pun cemberut. "Aamiinn gitu lah Daddy!"
"Aamiin tapi Daddy masih marah karena kamu kena skorsing ... Kedua kalinya dalam satu semester ini!" Arsyanendra menatap judes ke putri bungsunya.
"Oh, Daddy, dimana serunya kalau kita tidak membuat drama di ETH? Paling epic itu Tante Nyun lah!" kekeh Amira.
Arsyanendra langsung memasang wajah kesal. "Tante kamu satu itu memang kacau!"
Zinnia tertawa kecil. "Biarpun begitu, kamu datang ke Hongkong kan waktu Nyunyun kena tembak?"
"Tidak ada yang boleh membuat Nyunyun terluka kecuali kakak-kakaknya!" jawab Arsyanendra cuek.
"Astaga! Sya!" tegur Zinnia.
***
Kamar Akira
Akira menatap wajah adiknya saat menceritakan apa yang terjadi.
"Dia tidak g@y dik," ucap Akira.
"Aku tahu mas. Dia itu tidak mau kamu sama orang lain. Apa mas Akira tidak merasa?" balas Amira. "Dia harus ikut kan dalam semua kegiatan mas Akira."
Akira terdiam. "Jadi menurut analisa Oma Zee, mau aku suka cewek, dia akan membuat aku putus?"
"Iya mas."
Akira mengenal nafas panjang. "Aku terlalu polos ya?"
"Tidak mas. Kamu terlalu baik."
***
Akira lalu menghubungi pihak kepolisian Brussel untuk berbicara dengan Jake. Akhirnya dia mendapatkan kesempatan untuk berbicara lewat panggilan video dan Jake berada di ruang interogasi.
Jake menatap wajah dingin Akira di layar.
"Akira ...."
"Jake, sungguh ... Aku tidak habis pikir ... Kenapa kamu melakukannya? Apa salah Amina padamu? Apa kamu tidak ingat dulu kamu yang menolongnya?" ucap Akira dengan nada menahan amarah.
"Akira ... Aku merasa tidak suka ada yang bersama kamu. Amina membuat persahabatan kita jadi tidak nyaman!"
Akira menatap tajam. "Tidak nyaman? Kamu yang merasakan! Aku tidak pernah ikut campur kalau kamu naksir cewek!"
"Tapi kamu sahabat aku Akira! Aku tidak mau perhatian kamu berbagi!"
"Jake! Manusia itu berkembang! Berevolusi! Berubah! Begitu juga dengan aku! Aku harus berkembang, berinovasi dan perasaan aku berubah! Aku jatuh cinta pada Amina dan itu adalah hak aku! Aku punya kehidupan sendiri, begitu juga kamu! Kita tetap bersahabat ... Tadinya ...Tapi kita juga punya kehidupan masing-masing! Suka tidak suka, aku akan menikah nanti. Aku akan memegang Belgia dan kehidupan aku tidak hanya soal kamu! Banyak hal yang harus aku pikirkan!" hardik Akira.
"Tapi Akira ... Kamu tidak akan bisa melakukannya tanpa aku!"
"Siapa bilang? Aku bisa kuliah dua tempat! Akademi Militer dan ETH! Aku lulus semua! Aku berteman banyak orang. Segala sesuatu tidak harus berpusat padamu, Jake! Ada saatnya nanti aku adalah milik Amina dan rakyatku!" jawab Akira.
"Maafkan aku Akira. Aku tidak akan mengulanginya lagi," pinta Jake yang tidak mau sesuatu yang tidak dia inginkan terjadi.
"Sudah terlambat, Jake. Aku sudah cukup kecewa padamu! Aku kira kamu sahabat aku tapi ternyata ... Aku salah! Aku tidak akan berteman padamu ... Selamanya!"
***
Yuhuuuu up malam Yaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu
The sableng family, yg nyuruh turun genteng aja, mama Rarasati bawa prince Akira 😂😂😂😂😂