NovelToon NovelToon
CLBK Couples

CLBK Couples

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Ichageul

Mengandung adegan 21+
Bijaklah dalam memilih bacaan

Kisah cinta tiga pasangan yang harus kandas namun belum sepenuhnya usai.

Kisah cinta Regan dan Sarah sampai di pernikahan. Keduanya hidup bahagia sampai ujian datang menerpa rumah tangganya. Mereka terpaksa berpisah saat kehilangan anak tercinta dengan cara yang tragis.

Irzal dan Poppy dijodohkan oleh kedua orang tuanya. Di saat cinta mulai tumbuh, masalah datang menerpa. Seseorang dari masa lalu memporak porandakan biduk rumah tangga yang baru seumur jagung.

Berawal dari sebuah permainan. Rasa cinta antara Ega dan Alea mulai tumbuh. Sejarah kelam dan permusuhan orang tua membuat keduanya harus terpisah.

Sekian lama berpisah, ketiga pasangan ini bertemu kembali. Takdir mempertemukan mereka semua terhubung dalam ikatan yang sulit dijelaskan. Akankah mereka dapat bersatu kembali dengan orang yang dicintainya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Complicted Couple (11) Surat Pengunduran Diri

Sesampainya di rumah, Irzal langsung membopong Poppy masuk ke dalam rumah. Ummi yang membukakan pintu terkejut melihat keadaan menantunya.

“Astaghfirullahaladzim.. Irzal ada apa dengan Poppy?”

Irzal tak menjawab dan langsung membawa Poppy ke kamar.

“Malam tante, saya Ratih teman Poppy,” Ratih memperkenalkan diri pada ummi.

“Oh kamu teman Poppy, Poppy kenapa?”

“Hmm.. nanti aja biar mas Irzal yang jelaskan tante. Boleh saya lihat Poppy dulu?”

“Iya.. iya, maaf ummi jadi panik begini, silahkan masuk.”

Ummi segera mengajak Ratih masuk. Mereka langsung menuju kamar Poppy. Ummi menyuruh Rena mengambilkan air hangat di baskom dan handuk kecil. Dengan cepat Rena menuruti perintah ummi.

Irzal mendudukkan Poppy di atas ranjang, lalu ikut duduk di sampingnya. Dia mengusap bibir Poppy yang terluka, rasa marah bercampur sedih merasukinya. Ummi dan Ratih datang menghampiri. Terlihat syok melihat keadaan Poppy.

“Kamu kenapa sayang?” tanya ummi seraya membelai lembut puncak kepala Poppy. Airmata Poppy kembali mengalir, dia menangis terisak.

“Sebenarnya ada apa ini Irzal, Poppy kenapa?” tanya ummi yang masih bingung.

“Nanti aku ceritain semuanya ummi, sekarang tolong hubungi dokter Iqbal. Aku juga harus pergi lagi ke kantor polisi.”

“Kenapa ke kantor polisi, emangnya ada apa?”

“Please ummi, nanti aku ceritain, tolong jaga Poppy dulu.”

Ummi akhirnya mengalah.

“Aku pergi dulu ya, kamu di sini sama ummi dan Rena,” ucap Irzal pada Poppy.

Poppy menggeleng, memegangi tangan Irzal, menahannya untuk tidak pergi.

“Aku ngga akan lama.. ya,” Irzal membujuk. Akhirnya Poppy mengangguk setuju. Irzal mengecup kening Poppy kemudian bergegas pergi.

“Mas, mau ke kantor polisi kan? Aku ikut ya, aku akan jadi saksi,” Ratih menawarkan diri. Mereka pun segera berangkat menuju ke kantor polisi.

Mobil Irzal memasuki pelataran parkir Polda Metro Jaya. Setelah memarkirkan mobilnya, Irzal dan Ratih turun dari mobil. Mereka melihat beberapa wartawan sudah menunggu di luar gedung. Dengan cepat keduanya masuk ke dalam. Agung langsung menyambutnya.

“Ini Ratih bang, dia yang akan jadi saksi.”

Agung membawa Irzal dan Ratih untuk membuat pernyataan. Mereka berada di tempat terpisah. Satu sebagai pelapor dan satu sebagai saksi. Selesai memberikan pernyataan, Agung mendatangi Irzal yang sedang duduk menunggu Ratih.

“Mas, tolong identitas Poppy disembunyikan,” pinta Irzal.

“Iya aku ngerti. Valen itu selebriti pasti semua hal yang berkaitan dengan dia langsung menjadi incaran media. Aku juga sudah menghubungi pihak hotel untuk tidak buka suara tentang Poppy. Kamu tenang aja, aku akan pastiin dia dapat hukuman yang setimpal, ditambah kepemilikan narkoba, hukumannya bisa di atas lima tahun,” jelas Agung.

“Aku juga butuh pernyataan Poppy sebagai korban. Kalau keadaannya sudah tenang, anak buahku akan datang ke rumah untuk mengambil pernyataannya,” imbuhnya lagi.

“Iya, makasih banyak mas.”

“Sama-sama Zal, kamu kan sudah kuanggap adik sendiri, ngga usah sungkan. Percayakan kasus ini padaku, kamu fokus saja pada Poppy. Dia pasti trauma dengan kejadian ini. Oh iya Wiranto itu siapa? Ada di kesaksian Ratih.”

“Dia atasan Poppy di tempat kerjanya. Aku juga tahu dari Ratih kalau dia yang merencanakan ini semua.”

“Hmm.. aku harus membuat Valen menyebutkan namanya, baru bisa mengeluarkan surat penangkapan.”

“Kalau surat penangkapan sudah keluar tolong kasih tahu ya mas. Aku minta waktu sebelum dia ditangkap.”

Agung mengerti apa yang dikatakan Irzal. Ratih yang telah memberikan pernyataan segera menghampiri mereka.

“Ratih, makasih ya atas bantuannya.”

“Sama-sama mas, Poppy itu sahabat aku. Aku juga akan berbicara dengan staf wanita yang lain untuk mengajukan tuntutan pada pak Wiranto atas kasus pelecehan seksual di tempat kerja.”

“Bagus, semakin banyak yang melaporkan akan semakin berat tuntutannya,” Agung menanggapi.

Setelah semua selesai, mereka pamit pulang. Irzal dan Ratih menerobos kerumunan wartawan yang semakin banyak berdatangan ke kantor Polda Metro Jaya. Mereka penasaran dengan penangkapan Valen Anggara yang tiba-tiba.

“Mas langsung pulang aja.”

“Aku anterin aja, udah malem.”

“Ngga usah mas, sebentar lagi kakak aku jemput. Mas mending langsung pulang, Poppy pasti nunggu di rumah.”

“Ya sudah. Sekali lagi makasih ya Ratih, hati-hati di jalan.”

“Sama-sama mas, salam buat Poppy.”

Irzal masuk ke dalam mobilnya. Beberapa saat kemudian roda mobilnya meninggalkan gedung Polda Metro Jaya.

Irzal sampai di rumah dengan cepat, setelah menutup pintu pagar, dia langsung masuk ke dalam rumah. Irzal naik ke lantai atas dan melihat ummi baru saja keluar dari kamarnya. Ummi langsung mengajak duduk di ruang tengah. Dia menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Irzal pun menceritakan apa yang dialami Poppy. Tubuh ummi langsung lemas mendengar ceritanya.

“Poppy pasti sangat ketakutan, ya Allah... untunglah kamu bisa datang tepat waktu.”

“Ini semua salah Irzal ummi. Kalau saja sedari awal Irzal memperhatikan Poppy, hal ini ngga akan terjadi.”

Irzal menyesali sikap tidak pedulinya pada Poppy selama ini. Dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya, merasa sangat bersalah. Ummi membelai lembut puncak kepala Irzal, mengerti apa yang dirasakan anaknya ini.

“Selalu ada hikmah di setiap kejadian yang kita alami. Apa yang terjadi hari ini bukanlah sebuah kebetulan, tapi sudah menjadi ketentuan Allah. Yang penting sekarang, kamu harus lebih fokus pada Poppy. Dia pasti trauma, dan menyembuhkan trauma itu ngga gampang, peran kamu sebagai seorang suami mempengaruhi proses pemulihan mentalnya.”

“Iya ummi. Tapi mama Dewi gimana, aku bingung harus bilang apa?”

“Tadi ummi sudah telepon, dan bilang kalau Poppy sedang sakit. Besok ummi akan bicara dengannya, serahkan soal mama Dewi ke ummi ya.”

“Iya ummi, makasih. Keadaan Poppy sekarang gimana?”

“Poppy sudah tidur, tadi dokter Iqbal memberinya obat penenang. Sekarang kamu istirahat, kamu juga cape kan.”

Ummi menyuruh Irzal masuk kamar. Kemudian dia turun ke bawah kembali ke kamarnya. Irzal masuk ke dalam kamar. Poppy sudah tertidur. Rena dengan setia menungguinya sambil bermain dengan ponselnya. Melihat Irzal, Rena mematikan ponselnya.

“Udah pulang kak?”

“Iya, makasih ya kamu udah jagain kak Poppy. Sekarang kamu tidur, besok kan harus sekolah.”

“Rena ngga akan sekolah, mau nemenin kak Poppy aja di rumah.”

Irzal tersenyum mendengar ucapan adiknya ini.

“Kamu sekolah aja, besok kak Irzal ambil cuti. Sekarang kamu tidur ya,” Irzal membelai rambut Rena. Dia menuruti ucapan kakaknya dan segera keluar kamar.

Irzal masih terduduk diam di atas sajadahnya. Teringat bagaimana dulu sikapnya pada Poppy. Berulang kali dia mengucap istighfar, memohon ampun atas segala kesalahannya sebagai seorang suami. Irzal bangkit dari duduknya, melipat sarung dan sajadahnya. Lalu berjalan menuju ranjang, melihat pada istrinya yang sedang tertidur. Dia membelai wajah Poppy yang memar, mengusap lembut bibirnya yang terluka. Kini dia tahu apa arti Poppy bagi dirinya. Mata Irzal nampak berkaca-kaca. Dikecupnya kening istrinya dengan lembut. Airmatanya mengalir, menetes jatuh di pipi Poppy. Perlahan Poppy membuka matanya, dia melihat Irzal sedang menangis sambil menatapnya.

“A Irzal,” panggil Poppy lirih.

“Iya sayang, ini aku.”

“Aa kenapa?” Poppy sambil mengusap airmata Irzal.

“Maafin aku ya sayang.. maafin aku..”

Irzal tak dapat lagi menahan perasaannya, dia memeluk Poppy sambil menangis. Poppy pun ikut menangis dalam pelukannya. Untuk beberapa saat mereka berpelukan dan menangis, mencurahkan segala perasaan mereka saat ini.

❤️❤️❤️

Irzal sedang bersiap-siap sambil menunggu telpon dari Agung terkait surat penangkapan Wiranto. Setelah mengenakan T-Shirt berwarna abu muda, dia memakai lagi kemeja tangan panjang berwarna maroon yang tak dikancingkan, menggulung lengan kemeja sampai sebatas siku.

Waktu masih jam tujuh pagi, selesai berpakaian dia turun menuju dapur. Ummi baru saja selesai membuat bubur. Sarapan hari ini adalah bubur yang khusus ummi masak untuk Poppy.

“Poppy mana?” tanya ummi pada Irzal.

“Poppy masih mandi ummi. Sarapan di kamar aja ummi, aku juga sarapan di kamar bareng Poppy.”

“Ya sudah.”

Ummi menyiapkan dua mangkok bubur lengkap dengan toppingnya, suiran ayam, cakue, potongan telor rebus, bawang goreng dan seledri. Lalu menyiapkan dua gelas berisi air putih. Kedua mangkok bubur dan gelas diletakkan di atas nampan, sarapan pun siap untuk dibawa ke kamar.

Poppy masuk ke dalam kamar, dia mengganti pakaiannya lalu berdiri cukup lama di depan cermin. Matanya sembab karena tak berhenti menangis. Dia meraba pipinya yang masih terlihat bengkak, ada sedikit memar di dekat tulang pipinya. Lalu meraba ujung bibir bawahnya yang terluka saat terkena tamparan Valen. Poppy kemudian melihat kedua pergelangan tangannya, ada memar bekas cengkeraman kuat Valen. Kejadian mengerikan kemarin malam kembali terlintas dalam ingatannya, mendadak wajahnya menjadi pucat, tubuhnya gemetaran. Poppy mulai menangis lagi, dia berjongkok sambil menutup kedua telinganya dan memejamkan matanya.

Irzal masuk ke dalam kamar sambil membawa sarapan. Dia terkejut melihat Poppy yang sedang menangis. Irzal meletakkan nampan di atas nakas. Lalu menghampiri Poppy. Irzal memegang bahu Poppy, membuatnya terkeju. Spontan dia langsung berteriak dan memberontak.

“Jangan!... pergi!!” teriak Poppy ketakutan, matanya masih terpejam.

“Poppy.. sadar Poppy, ini aku..”

Irzal mengguncang bahu Poppy, mencoba menyadarkannya. Untuk beberapa saat Poppy masih berteriak ketakutan.

“Poppy.. ini aku.., buka mata kamu.”

Irzal terus berusaha menyadarkannya. Poppy membuka matanya dan melihat Irzal di depannya. Dia langsung memeluknya. Irzal membelai lembut rambutnya, mencoba menenangkannya.

“Tenang sayang.. kamu sekarang ada di rumah, bersamaku.”

Poppy mulai tenang, Irzal melepaskan pelukannya. Dia menghapus airmata Poppy, memegang kedua pipinya, menatapnya dengan lembut. Irzal membantu Poppy berdiri, memapahnya menuju ranjang. Poppy naik ke atas ranjang kemudian duduk menyender. Irzal duduk di sampingnya, memeluknya erat. Setelah beberapa saat Poppy mulai tenang. Irzal melepas pelukannya, lalu dia merubah posisi duduknya berhadapan dengan Poppy.

“Sekarang sarapan dulu ya.”

Irzal mengambil mangkok bubur, menyendok bubur, pelan-pelan menyuapi. Poppy tak berselera makan, namun Irzal terus membujuknya. Sedikit demi sedikit dia menyuapi Poppy bubur.

“Aa ngga sarapan?”

“Nanti kalau kamu sudah selesai sarapan.”

Irzal tersenyum pada Poppy. Baru beberapa suap Poppy sudah merasa kenyang, menolak untuk makan lagi. Bubur masih tersisa setengahnya. Irzal tak memaksanya lagi, memberikan segelas air putih hangat. Setelah meminumnya, dia menaruh kembali gelas di nampan.

“Sekarang aa sarapan.”

Irzal mengangguk. Dia memakan bubur bekas Poppy.

“Kenapa makan yang itu a, makan yang baru aja.”

“Yang ini lebih enak, satu mangkok dan satu sendok berdua.”

Poppy tersenyum kecil mendengar jawaban Irzal. Dia terus memandangi suaminya yang sedang menghabiskan bubur.

Selama ini Poppy belum mengetahui kepribadian Irzal yang sebenarnya. Selalu menjaga jarak darinya, menjaga hatinya agar tidak goyah pada suaminya ini. Ternyata tidak hanya perhatian, Irzal juga memiliki kepribadian yang hangat. Dia juga sangat melindungi dirinya hingga membuatnya selalu merasa aman berada di dekatnya.

Setelah menghabiskan buburnya. Irzal melihat ke arah Poppy dan mulai berbicara dengan serius.

“Pop.. sebentar lagi aku akan ke kantor kamu, aku akan bilang ke atasan kamu kalau mulai hari ini kamu berhenti bekerja.”

Irzal diam sebentar menunggu reaksi Poppy. Namun dia hanya terdiam. Irzal melanjutkan ucapannya.

“Kamu ngga usah kuatir soal mama dan Dimas. Mulai sekarang mereka berdua menjadi tanggung jawabku.”

Irzal mengakhiri ucapannya seraya membelai lembut rambut istrinya. Poppy masih belum berbicara. Hanya memandangi Irzal, matanya memanas dan mulai berair.

“Kenapa? Kamu masih mau bekerja?”

Poppy menggeleng.

“Terus kenapa kamu nangis?” tangannya menghapus airmata Poppy.

“Karena aa udah ngelakuin banyak hal untuk aku, mama dan Dimas sedang aku… aku belum pernah melakukan apa-apa untuk aa,” jawab Poppy dengan suara serak. Airmatanya jatuh bercucuran membasahi pipinya, Irzal langsung memeluknya.

“Karena itu kewajiban aku sebagai suami kamu,” bisik Irzal di telinga Poppy. Airmata Poppy semakin deras mengalir, mengingat semua kesalahan yang dibuat pada suaminya.

Ponsel Irzal berdering. Dia melepas pelukannya lalu mengambil ponselnya. Panggilan masuk dari Agung. Setelah berbicara sebentar, dia mematikan ponselnya lalu kembali pada Poppy.

“Aku pergi sekarang ya, sebentar lagi mama ke sini. Dan jangan menangis lagi, mulai sekarang aku mau lihat kamu tersenyum.”

Irzal mencium kening Poppy cukup lama, setelah itu mengambil kunci motor lalu beranjak pergi.

❤️❤️❤️

Motor yang ditunggangi Irzal sampai di depan dealer tempat Poppy bekerja. Setelah memarkir motor dan melepas helmnya, dia bergegas masuk ke dalam gedung. Sesampainya di dalam, seorang karyawan menyambutnya.

“Pagi pak, sedang mencari mobil jenis apa?” sapa karyawan itu ramah.

“Saya mau bertemu pak Wiranto, di mana ruangannya?” ucap Irzal tanpa basa basi.

“Maaf apa bapak sudah buat janji sebelumnya?”

Irzal tak menjawab. Dia segera naik ke lantai atas. Tak dihiraukannya teriakan karyawan tadi. Karyawan itu segera memanggil security menyusul Irzal ke atas.

Sesampainya di lantai atas, Irzal segera mencari sosok Wiranto. Akhirnya orang yang dicarinya terlihat sedang berada di meeting room memberi pengarahan pada beberapa SPG sambil mengelus paha mereka satu persatu. Tanpa permisi Irzal langsung masuk dan menghampiri Wiranto.

“Heh kamu siapa? Selain karyawan dilarang masuk ke sini!” hardik Wiranto pada Irzal.

“Saya suaminya Poppy, saya mau bilang kalau mulai hari ini Poppy berhenti kerja.”

“Oh kamu suaminya Poppy, ngga tau sopan santun main masuk kantor orang. Dengar ya, kamu mungkin suaminya tapi kamu ngga ada hak meminta Poppy berhenti begitu saja, ada aturannya di sini. Suruh dia datang sendiri ke sini dan bicara langsung dengan saya!” jawab Wiranto dengan suara lantang. Dia tak mau kalah pamor di depan karyawannya, walaupun hatinya ciut karena mendengar berita penangkapan Valen tadi malam

“Saya ngga peduli, mulai hari ini Poppy berhenti bekerja jadi dia tidak perlu bertemu lagi dengan orang brengsek macam kamu!”

“Apa kamu bilang? Lancang!” Wiranto bertolak pinggang.

“Dan ini surat pengunduran diri dari Poppy.”

Irzal menghampiri Wiranto lalu melayangkan tinjunya ke wajah Wiranto. Pria itu langsung jatuh tersungkur terkena bogem Irzal. Darah segar mengucur dari hidungnya. Para SPG yang berada di sana langsung berteriak lari keluar ruangan. Suasana langsung menjadi ricuh, karyawan lain mulai berdatangan mendengar suara teriakan mereka, tak terkecuali Ratih. Dia berlari menuju meeting room melihat apa yang sedang terjadi.

Irzal membangunkan Wiranto dengan menarik kerah bajunya, mencengkeram erat bajunya, menatap Wiranto lekat-lekat.

“Kamu menjual karyawan kamu sendiri pada klien demi keuntungan pribadi, brengsek!”

Sekali lagi kepalan tinju Irzal mendarat di wajah Wiranto. Kali ini darah segar keluar dari mulutnya. Irzal masih belum puas, saat akan memukulnya lagi Agung yang sudah tiba menahan tangannya.

“Sudah Zal, sudah cukup.”

Melihat Agung, Irzal melepaskan Wiranto. Tubuhnya langsung jatuh ke bawah, dia mengerang kesakitan. Dua orang polisi tak berseragam menghampiri Wiranto dan langsung memborgolnya.

“Bapak Wiranto Irawan anda ditahan atas tuduhan prostitusi dan juga pelecehan seksual di tempat kerja.”

Wiranto memberontak sambil berteriak-teriak mengatakan dia tak bersalah. Namun kedua polisi itu tetap membawanya. Agung menepuk pelan bahu Irzal, lalu segera pergi. Irzal terdiam sebentar, selesai sudah urusannya dengan orang-orang yang telah mencelakai istrinya. Dia pun melangkah pergi.

“Mas Irzal,” panggil Ratih. Irzal menghentikan langkahnya.

“Bagaimana Poppy mas?”

“Alhamdulillah dia sudah baikan.”

“Syukurlah, barang-barang Poppy yang tertinggal di sini nanti biar saya yang antar ke rumah.”

“Iya, sekali lagi terima kasih ya. Berkat kamu Poppy lolos dari bahaya.”

“Sama-sama mas, terima kasih juga karena sudah mewakili saya dan teman-teman menghajar si wiro sableng,” Irzal terkekeh mendengar perkataan Ratih.

“Saya pergi ya, maaf kalau sudah buat keributan.”

“Salam buat Poppy.”

Irzal hanya menjawab dengan senyuman, setelah itu dia pergi. Seperginya Irzal banyak karyawan yang mengerubungi Ratih menanyakan ada masalah apa hingga Wiranto digelandang oleh polisi, kenapa Poppy berhenti, ada pula yang menanyakan siapa Irzal. Ratih pun menjelaskan peristiwa yang terjadi kemarin, dan mengajak para karyawan wanita yang menerima perlakuan tak senonoh dari Wiranto untuk bergabung bersamanya menuntut orang tersebut.

❤️❤️❤️

Hai readers setia, makasih buat yang udah mampir ke karyaku ini. Ditunggu masukannya ya biar ke depannya hasilnya akan lebih baik lagi. Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan like dan rate bintang 5😘😘

1
P_nR
keren 👍🏻 nano nano rasanya 😘
Andini Hana Fakhirah
aku sudah menduga itu adit
Sindy Sintia
aku mikir Santi minta cucu kembar sepasang, hanya untuk di pisahkan dr Ega dan Alea,, Santi mau kuasain anak perempuan Ega sendirian, biar Ega dan Alea rasain gimana dulu Santi kehilangan anak perempuan nya(kakak Ega)
Sindy Sintia
tapi permasalahan blom selesai ,, Fanny yang mau Alea jd bonekanya,, Santi dan tombak yg benci ega
Sindy Sintia
jawaban ku bener Adit masih hidup.. bukan Adit pengagum debby
Sindy Sintia
kaya Adit sengaja menghilang semntra biar mereka ga gangguin Ega deh, atau Adit udah oplas tp blom berani kluar dr persembunyian nya
Sindy Sintia
lahiran caesar juga pengorbanan tau, malah harusnya yg lahir sesar tu lebih di hormati KRNA sakit ny setalah bayi lahir tu ya tuhan,, mmng aku lahiran normal 3x ga rasain sesar, tp liad org yg lahiran sesar ngilu sendiri tau
Sindy Sintia
ya iya lha Santi Willy dan tombak tak pernah ada dalam pikiran Ega ,, karena mereka semua juga ga pernah mikirin Ega , jadi setimpal kan
Sindy Sintia
hamil kembar kayanya macan betina, makan nya seabrek ahahahah
Sindy Sintia
ku kira irzal akan kejar sampai ke kerak telor haahahah
Sindy Sintia
koq aku mikir Santi di perkosa orang tapi ga jujur ke Hilman klw itu bukan anak Hilman, atau waktu lahiran anak kandung Santi ninggal di tukar dgn Ega yg entah anak siapa
Sindy Sintia
kira2 siapa yg ikutin ya.. Sugeng bukan ya?
Sindy Sintia
Sarah ga sadar apa , waktu itu 7 tahun Regan dengan sabar nunggu, sesabar nya manusia pasti akan ada sabar itu ada batasnya
Sindy Sintia
Lukman ga nyadar diri,, kelakuan nya sama kayak sarah
Sindy Sintia
ajaran Rena somplak
Sindy Sintia
mending salah masukin kancing, drpd salah masukin lobang,, akibat kelamaan menduda hahahah
Sindy Sintia
irzal sama Regan kesabaran nya setebal buku berbab2 ya.. mereka berjuang dapetin mantan istri, lha alea berjuang dapetin Ega lagi
Sindy Sintia
Debby jahil nya kayak Ega dan Rena gak sih,, usil2 somplak
Sindy Sintia
percaya deh yg nikah sama rena bakal awet muda karena ketularan somplak nya, hahhaah
Sindy Sintia
ya trulang lagi cemburu Poppy tanpa mau bertanya,, hadeh.. kebiasaan deh,kmrin irzal cemburu dia ngerasa ga punya salah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!