NovelToon NovelToon
BERMAIN API DENGAN OM

BERMAIN API DENGAN OM

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang / Diam-Diam Cinta / Dokter
Popularitas:9.1k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Arabella (18th), gadis SMA yang haus kasih sayang akibat diabaikan keluarga, dia mencari kasih sayang itu dari luar. tanpa dia berpikir panjang bahwa dia di manfaatkan oleh dunia luar yang ia percaya sebagai rumah.

Merasa putra pertamanya, Nathan tak dekat dan mengabaikan bella. orang tua Nathan mengirim sang adik untuk membatu mengurus Bella.

Karena sikap liar Bella dengan kekasihnya itu membuat christian menyimpan rasa pada Bella. hingga perasaan itu berubah menjadi obsesi terlarang.
.
.
Happy reading ✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19

"Lepasin! Tolong! Jangan sentuh aku!" jerit Bella histeris, meronta-ronta sekuat tenaga di pinggir jalan raya yang gelap.

​Pintu sedan hitam itu terbuka lebar, dan sosok yang menariknya bukanlah orang asing, melainkan Clarisa bersama kedua orang tuanya yang duduk di dalam mobil. "Bella! Hei, ini aku! Tenang, Bella!" seru Clarisa panik sambil berusaha merengkuh tubuh sahabatnya.

​"C-Clarisa...?" gumam Bella tertegun, napasnya tersengal-sengal di tengah isak tangis.

​"Masuk, cepat masuk, Bell! Jangan biarkan kamu kedinginan di jalanan seperti ini!" desak Clarisa, memaksa Bella yang bergetar hebat untuk masuk ke dalam mobil.

​Di kursi depan, Dinda—mama Clarisa—langsung menoleh ke belakang dengan tatapan penuh iba. "Sudah, Clarisa, biarkan Bella tenang dulu. Jangan dipaksa bicara," titah Dinda lembut melihat kondisi gadis itu yang sangat menyedihkan.

​Bella hanya bisa duduk terdiam di jok belakang, sementara air matanya terus mengalir deras membasahi pipinya tanpa suara. Sepanjang perjalanan menuju kediaman keluarga Clarisa, tidak ada yang bersuara selain isak tangis Bella yang tertahan.

​Setibanya di rumah megah keluarga Bimantara, Bima—papa Clarisa—langsung menyambut mereka. "Clarisa, temani sahabatmu di kamar atas. Berikan dia pakaian hangat," ujar Bima penuh perhatian.

​Dinda dan Clarisa lantas menuntun Bella menuju kamar tidur Clarisa di lantai atas. Setelah mereka masuk, Dinda memilih keluar untuk membiarkan kedua sahabat itu saling terbuka. Begitu pintu kamar tertutup rapat, pertahanan Bella akhirnya runtuh sepenuhnya. Ia langsung menghambur memeluk Clarisa dan menangis sejadi-jadinya.

​"Clarr... hiks... mereka tak menginginkan aku..." racau Bella di antara tangisannya. "Aku... ternyata aku bukan anak kandung mereka... Papa, Mama, dan Kak Nathan... semuanya benci sama aku..."

​Clarisa tertegun kaku, air matanya ikut tumpah mendengar pengakuan memilukan itu. Mengingat bagaimana perlakuan kasar Nathan padanya saat ia berkunjung ke mansion Allegra tadi sore, Clarisa sangat paham mengapa Bella selama ini mencari pelarian, kasih sayang, dan kebebasan dari dunia luar.

...***...

​Sementara itu, di jalanan ibu kota yang basah, SUV hitam yang dikemudikan Christian melesat bagaikan roket. Christian tidak sendirian; ia ditemani oleh Nathan di kursi penumpang yang terus menerus mendesak agar mobil melaju lebih cepat.

Mendengar bella di tarik paksa oleh orang asing, Nathan tak bisa lagi menyembunyikan kekhawatirannya. Takut terjadi sesuatu pada adiknya, Dia memilih ikut dengan Christian. Tak disangka, jaringan anak buah Christian berhasil melacak plat nomor kendaraan yang membawa Bella.

​“Tuan Christian, sedan hitam itu terdaftar atas nama Bimantara, seorang pengusaha properti berjaya yang juga rekan bisnis Tuan Alan Allegra,” lapor anak buah Christian melalui sambungan telepon mobil.

​Mendengar nama Bimantara, Nathan langsung mengangguk cepat. "Ya! Om Bima! Rumahnya ada di kawasan elit sektor utara!" seru Nathan penuh urgensi.

​Tanpa membuang waktu sedetik pun, Christian langsung mengarahkan kemudinya menuju kediaman Bimantara.

*

​Beberapa puluh menit kemudian, SUV mewah itu berhenti dengan rem mendadak di depan gerbang tinggi kediaman keluarga Bimantara. Christian dan Nathan langsung turun bersamaan, melangkah cepat menuju pos keamanan.

​"Selamat malam, Tuan," sapa satpam dengan nada ragu melihat kedatangan tamu penting di tengah malam. "Ada keperluan apa malam-malam begini?"

​Christian menatap satpam itu dengan sorot mata dingin namun tetap menjaga nada bicara sopannya. "Maaf mengganggu waktu istirahat Anda. Saya Christian Gerald, dan ini keponakan saya, Nathan Allegra. Kami bermaksud menemui pemilik rumah ini, Tuan Bimantara, karena ada urusan yang sangat mendesak menyangkut keluarga kami."

​Nathan yang berdiri di samping Christian turut menimpali dengan nada tertahan namun sopan. "Tolong hubungi Om Bima sekarang, Pak. Ini benar-benar darurat."

​Melihat gestur dan nama besar kedua tamu tersebut, satpam tidak berani membantah. Ia segera menggunakan interkom untuk melaporkan kedatangan mereka langsung kepada sang pemilik rumah.

Tak lama kemudian, gerbang besi terbuka lebar, Natha dan christian melangkah masuk. Di ruang tamu yang megah, Bima sendiri menyambut mereka dengan ekspresi wajah yang menyiratkan kekesalan mendalam.

​"Ada angin apa Tuan Christian dan Nathan mendatangi rumah saya selarut ini?" tanya Bima dengan nada dingin, melipat tangan di dada dan menyambut mereka tanpa senyuman. Ia jelas tidak menyukai cara keluarga Allegra memperlakukan situasi ini.

​Christian membungkuk sedikit, menunjukkan gestur hormat formal kepada rekan bisnis keluarga tersebut. "Maafkan kedatangan kami yang mendadak ini, Tuan Bimantara. Kami mendapat informasi valid bahwa Arabella berada di rumah Anda. Kami hanya ingin memastikan kondisinya dan membawanya pulang."

​"Di mana Bella, Om?!" seru Nathan yang tidak sabar, meski ia berusaha menahan diri di hadapan pengusaha senior itu. "Om bawa dia ke sini, kan?! Tolong Suruh dia keluar sekarang!"

​Bima menatap Nathan dengan tatapan penuh ketidaksukaan yang kentara. "Jaga nada bicaramu di rumah saya, Nathan," tegur Bima tajam. Ia kemudian mengalihkan pandangannya kembali ke arah Christian dengan ekspresi kesal. "Arabella ada di kamar anak saya. Dia sedang beristirahat dan berusaha menenangkan diri dari syok berat akibat perlakuan kalian di mansion sana."

​Christian mengangguk tenang, memahami kemarahan tuan rumah. "Saya mengerti kekecewaan Anda, Tuan Bima. Izinkan saya melihat kondisinya sebentar saja."

​Sebelum Bima sempat memberikan jawaban atas permintaan Christian, suara derap langkah kaki terdengar menuju mereka..

​Clarisa muncul dengan wajah dingin, mata menyipit tajam, dan aura kemarahan yang meluap-luap. Begitu netranya menangkap sosok Nathan yang berdiri lancang di ruang tamu keluarganya, darah Clarisa langsung mendidih seketika.

Mengingat bagaimana pemuda itu membentak dan memfitnahnya sore tadi, kesabaran Clarisa habis. Tanpa aba-aba sedikit pun, Clarisa berlari menuruni sisa anak tangga dan melayangkan tamparan yang sangat keras tepat di pipi Nathan.

​Plak!

*

*

*

1
Nurmalia Lia
aishhh gak sabar nunggu bella nih thor😍👍
+1
kapan plok2 🌚
Vira Anisah
lanjut
Ita Putri
munafik tingkat dewa si Alan 🤭
+1
lama 😗
Mia Camelia
rasakan kau nathan di jutekin Clarisa🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor double up 😍😍😍
Mia Camelia
ceritain Clarisa dan nathan dulu thor, makin penasaran nih 🤭
+1
jodoh anda 🌚
+1
bisa dipercepat alurnya 🌚🌚🌚
Mia Camelia
aduh makin rumit nih😔
Mita Paramita
nah gitu dong sih Vero mesti dikasih dipenjara biar sadar🫡 om Christ tegas banget buat lindungi Bella 😍
Mia Camelia
akhirnya bella di Terima keluarga nya😂
Mia Camelia
bella keras kepala banget sih😔😂
Mia Camelia
cristian udh mulai melindungi bella, 🤭
Ita Putri
pergi yg jauh sekalian Bella
kesel banget liat keluarga allegra
Ita Putri
pret lah....
tadi aja pada diem Bae pas Bella di maki"
pake acara marah segala pas Bella di culik orang
Mia Camelia
plis bella jangan kabur2an mulu, capek nih🤭🤭
+1
kejar om.. borgol kakinya 🌚
+1
mati🌚
MissSHalalalal: eh, jangan donk kak..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!