NovelToon NovelToon
Istri Yang Berhenti Mencinta

Istri Yang Berhenti Mencinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / CEO / Balas Dendam
Popularitas:112.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Sudah dua tahun Senja menikah dengan Adam. Pernikahan mereka memang berawal dari ketidaksengajaan. Saat itu, Adam di tinggalkan oleh calon istrinya bernama Arum satu minggu sebelum pernikahan. Selama pernikhan dua tahun itu kecanggungan sangat terasa di antara mereka. Memang tak ada tuntutan apapun dari keduanya dalam pernikahan itu. Mereka menikah hanya demi menyelamatkan harga diri keluarga Adam.

Pernikahan dingin dan hanya selayaknya seperti orang yang sedang ngkost, karena memang mereka berdua adalah teman kampus. Walau Senja tak pernah mengenal Arum. Namun enam bulan terakhir kedekatan mereka mulai terlihat walau Adam masih memberikan jarak untuk Senja.

Tiga bulan terakhir Adam mulai berubah dan sering pulang larut bahkan sering ada tugas ke luar kota. Hingga akhirnya Senja tahu kalau Adam kembali menjalin hubungan dengan Arum. Dan ternyata Arum juga sudah menikah,"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Senja 35

Sore harinya, saat suasana kantor mulai berangsur sepi, telepon kabel di meja kerja Senja berdering nyaring. Senja mengangkat gagang telepon tersebut dengan tenang.

"Senja, saya sekretaris Ibu Fransiska," ucap suara di ujung telepon dengan nada kaku dan penuh kehati-hatian.

"Ibu besar meminta Anda untuk menghadap beliau sekarang di ruang santai VIP lantai atas. Secara pribadi."

Anggi yang sempat mendengar samar-samar percakapan itu langsung menatap Senja dengan wajah cemas.

"Senja... Ibu Fransiska? Ibunya Pak Angkasa? Mau apa wanita tua yang terkenal galak itu memanggilmu? Jangan-jangan si Lyra itu mengadu yang bukan-bukan lagi!"

Senja meletakkan gagang telepon kembali ke tempatnya. Ia merapikan ujung blazer hitamnya, mengulas senyum tipis untuk menenangkan rekan kerjanya.

"Nggak apa-apa, Gi. Kamu pulang duluan saja kalau jam kerja sudah selesai."

"Tapi, Senja..."

"Aku bisa mengatasinya. Kamu jangan khawatir, lagi pula aku tidak salah," potong Senja halus namun tegas.

Dengan langkah tegap dan anggun, Senja menaiki lift menuju lantai paling atas gedung Angkasa Group. Ruang santai VIP itu berdesain interior klasik berbalut kayu mahal dan marmer impor, memancarkan kemewahan yang dingin. Di sudut ruangan, dekat jendela kaca raksasa yang menampakkan pemandangan senja kota, duduk seorang wanita paruh baya bertubuh tegap dengan riasan sempurna dan perhiasan berkilau.

Fransiska, ibu kandung Angkasa sekaligus pemegang saham senior sedang menyesap teh dari cangkir porselen halus saat Senja melangkah masuk.

"Selamat sore, Ibu Fransiska. Saya Senja. Apa ada hal yang sangat penting sampai membuat anda memanggil staf seperti saya?" panggil Senja dengan nada suara yang teratur, menundukkan kepala sedikit sebagai bentuk kesopanan profesional.

Fransiska tidak langsung menjawab. Ia meletakkan cangkirnya ke atas tatakan dengan denting halus yang disengaja untuk memberi kesan intimidasi. Matanya yang tajam dan dingin memindai Senja dari ujung kepala hingga ujung kaki, menilai setiap detail penampilan gadis di hadapannya. Namun dengan jelas, Fransiska tak melihat kalau Senja terintimidasi oleh dirinya.

Bahkan Senja terlihat sangat tenang, terlalu tenang untuk orang yang katanya mencari ulah dengan calon menantunya Lyra. Bahkan dari laporan yang dia dapatkan dari Lyra jika Senja sudah bersikap keterlaluan dan membuat dia malu di depan semua karyawan Wijaya Corp. Sebagai seorang wanita terhormat dan memiliki kendali di perusahaan, tentunya Fransiska tak akan tinggal diam ada pegawai biasa yang berani mempermalukan calon menantunya.

"Duduk," ujar Fransiska singkat, suaranya sarat akan kekuasaan.

"Terima kasih, Bu Fransiska..."

Senja melangkah mendekat dan duduk di sofa tunggal di seberang Fransiska. Punggungnya tetap tegap, bahunya rileks, dan tatapan matanya menatap Fransiska dengan binar jernih tanpa ada sedikit pun rasa takut, gentar, atau gestur minder yang biasanya ditunjukkan oleh staf biasa saat berhadapan dengannya.

Fransiska menyandarkan punggungnya, melipat tangan di depan dada.

"Kamu tahu kenapa saya memanggilmu ke sini secara private, Senja?"

"Saya membayangkan ini ada hubungannya dengan pekerjaan atau hal lain yang menurut Ibu cukup penting untuk disampaikan secara langsung," balas Senja tenang.

Fransiska terkekeh sinis, sebuah tawa dingin yang tak sampai ke mata.

"Pekerjaan? Jangan berpura-pura naif. Lyra sudah menceritakan semuanya kepada saya. Mulai dari kelakuanmu di acara kemarin, sampai bagaimana kamu bertindak lancang di depan calon menantu saya di kantor ini tadi siang."

Senja tidak menyela. Ia tetap mendengarkan dengan raut wajah netral, membiarkan Fransiska mengeluarkan seluruh prasangkanya.

"Dengar baik-baik, Senja," lanjut Fransiska, mencondongkan tubuhnya dengan tatapan menekan.

"Saya tahu latar belakangmu. Kamu itu hanya seorang staf biasa di perusahaan ini. Dulu kamu pernah dekat dengan Adam, dan sekarang kamu berusaha mendekati Angkasa? Apa kamu tidak punya rasa malu? Kamu harus sadar status dan posisi kamu!"

"Status saya di perusahaan ini adalah sebagai staf profesional di bawah kepemimpinan Pak Angkasa, Ibu," jawab Senja santai, suaranya sangat halus namun berbobot.

"Jangan memotong ucapan saya!" pangkas Fransiska dengan nada tinggi.

"Saya tidak peduli seberapa bagus kinerja kerjamu. Yang saya pedulikan adalah kehormatan keluarga ini. Angkasa adalah calon pewaris tunggal Angkasa Group, dan Lyra adalah wanita pilihan kami dari keluarga terpandang yang sederajat. Hubungan mereka sudah direstui oleh dua keluarga besar. Kehadiranmu di sekitar Angkasa hanya menjadi duri dan merusak nama baik anak saya!"

Fransiska mengambil napas sejenak, lalu mengeluarkan sebuah buku cek dari tas bermereknya, meletakkannya di atas meja marmer di antara mereka.

"Jauhi Angkasa. Tulis berapa nominal yang kamu inginkan di cek ini, lalu ajukan surat pengunduran dirimu besok pagi. Keluar dari kehidupan anak saya dan keluar dari gedung ini. Jangan pernah menampakkan mukamu lagi di hadapan keluarga kami."

Melihat buku cek tersebut, Senja tidak tersinggung. Ia justru mengulas senyuman paling anggun yang pernah Fransiska lihat, sebuah senyuman yang memancarkan kecerdasan dan martabat diri yang tak tergoyahkan.

"Ibu Fransiska yang terhormat," Senja membuka suara, suaranya tetap stabil dan bernada lembut.

"Pertama-tama, saya sangat menghargai kekhawatiran Ibu sebagai seorang ibu yang ingin melindungi putra dan nama baik keluarganya. Itu adalah hal yang sangat wajar."

Fransiska mengerutkan dahi, tidak menyangka respon Senja akan sehalus itu.

"Namun," lanjut Senja seraya menggeser perlahan buku cek tersebut kembali ke arah Fransiska tanpa menyentuhnya secara berlebihan.

"Uang ini tidak ada gunanya bagi saya. Saya bekerja di sini mencari rezeki yang halal dari hasil keringat dan kemampuan saya sendiri, bukan untuk menjual harga diri atau martabat saya."

"Kamu...!"

"Mengenai tuduhan bahwa saya 'mendekati' atau 'mengejar' Pak Angkasa," pangkas Senja dengan kelembutan yang mematikan,

"saya rasa Ibu perlu menanyakan hal itu langsung kepada putra Ibu sendiri. Apakah saya yang mengejarnya, atau justru Pak Angkasa yang menetapkan batasan profesionalismenya di kantor ini. Saya tidak pernah meminta perlakuan khusus dari siapa pun."

Wajah Fransiska mulai memerah menahan emosi. "Kamu berani meragukan pilihan saya dan Lyra?!"

"Saya tidak meragukan pilihan Ibu," jawab Senja mantap, matanya menatap lurus ke dalam manik mata Fransiska.

"Setiap orang berhak memilih siapa yang ingin mereka percaya dan siapa yang ingin mereka jadikan bagian dari keluarga. Jika Ibu merasa posisi Nona Lyra dan keluarganya begitu sempurna, sangat kuat, dan tak tertandingi untuk bersanding dengan Pak Angkasa... maka Ibu sama sekali tidak perlu merasa terancam oleh keberadaan seorang 'staf biasa' seperti saya."

Kata-kata Senja menghantam tepat di ulu hati Fransiska. Kalimat itu begitu elegan, namun secara tersirat menelanjangi ketakutan dan keraguan yang sebenarnya dirasakan oleh keluarga mereka.

"Kamu... kamu sungguh wanita yang sangat pandai bersilat lidah," desis Fransiska dengan gigi tergetuk.

"Saya hanya menyampaikan semua yang harus saya katakan... Dan untuk masalah beberapa hari lalu, anda bisa mengecek cctv di kubikel saya. Anda tentunya memiliki akses untuk melihatnya... Karena saya yakin apapun yang saya katakan anda tak akan percaya..."

"Kau...!"

"Saya hanya menyampaikan kenyataan, Ibu," balas Senja seraya berdiri secara perlahan. Tangannya terlipat rapi di depan tubuhnya, menampilkan postur tubuh yang begitu berkelas.

1
YuWie
adam yg anehh..ehh apa kabar lyra..sdh gak ada yg jahat2 lagikah?
Yam_zhie: kak biar adem ayem dulu loh... nanti keluarga senja muncul 😭😭😭
total 1 replies
Erna Fkpg
lanjut thor tetap semangat
Yam_zhie: maksih kak😘
total 1 replies
Erna Fkpg
mau dong punya suami kayak senja udah tampan ,kaya plus suaaaayang bangett 😘😘😘
Yam_zhie: othor juga mau kak 😭😭😭
total 1 replies
YuWie
inget2 kejahatanmu dulu..sebelum mengucap masih mencintai muu senjaaa
nely_48
eh adam ngana sehat ❓ minum obat lah dulu kau adam, biar kau sadar skrg senja udh bahagia sm angkasa raya, lah ngapain ngana msh ngarepin senja ,, idiot skali cara pikir ngana adam
nely_48
dih ngapain jg s mmh maya msh ngarepin senja jd mantu nya lg, egois sekali anda sm senja, anak mu s ada. itu udh sekali nyakiti senja masa kau msh ngarepin senja d sakiti lg sm adam anak mu,,, big no ya senja, jgn mau
Fitria Syafei
semangat Adam 😏 KK cantik kereen 😍 terimakasih 😍
Yam_zhie: mkasih kka 😘😘
total 1 replies
Ilfa Yarni
udah domg manja2 nya aku ngiri nih
Yam_zhie: sama kak 😭😭😭
total 1 replies
Erna Fkpg
emang ni Adam cari perkara udah tau ada suaminya masih bilang cinta 😔💪💪💪
Erna Fkpg
kok ada orang tua tega membuang anak kandungnya demi harta sungguh orang tua yang kejam
nely_48
dunia selebar daun kelor ya senja, tetiba ketemu sm mantang mertua n mantan suami pecundang mu d mall
nely_48
jgn sampe suatu saat tuh ortu senja bangkrut trs tau klau skrg senja istri dr angkasa raya lgsg nyari senja minta bantuan,, jgn d bantu
angkasa raya tugas km untuk menghancurkan kedua ortu senja, balaskan semua rasa sakit senja pd kedua ortu gila harta itu
Fitria Syafei
hadeh Adamsari begitu gamlang nya ngucap masih mencintaimu senja ...ga tau kalii ada macam di samping nya yg mau menerkam kau Adamsari 🤨 KK cantik mantaf 😍 terimakasih 😍
Uthie
rasain 😝
Uthie
Bagussss 👍👍😡
Uthie
Bagussss Senja 👍👍👍👍😡
Uthie
Yesss.. Para pengkhianat akan dihancurkan Angkasa 👍👍😏
Uthie
memang seharusnya begitu, Senja 👍👍😡
Uthie
mereka samanya itu Senja 😏😏😏
Uthie
suka perempuan yg tangguh, dan gak terlalu bergantung pada pasangan yg nyebelin 👍😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!