NovelToon NovelToon
Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Gulungan Tabib Langit Dan Bumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Di Benua Awan Timur, kekuatan adalah segalanya. Para kultivator jenius membelah gunung dengan lambaian tangan dan menghancurkan kota hanya dengan hembusan napas. Namun, epik ini tidak dimulai dari puncak kejayaan, melainkan dari sudut dunia fana yang terlupakan. Li Yun hanyalah seorang tabib muda biasa di kota perbatasan. Ia tidak memiliki akar spiritual surgawi, garis keturunan dewa, ataupun takdir pahlawan yang terpilih.
Ketika seorang kultivator sakti tewas di depan kliniknya yang sederhana, kehidupan tenang Li Yun hancur. Ia mewarisi sebuah teknik rahasia kuno yang tidak memberinya kekuatan penghancur instan, melainkan menuntut pemahaman mendalam tentang hukum alam, alkimia, dan aliran energi yang sangat lambat. Di dunia yang dipenuhi kejeniusan arogan dan sekte-sekte kuno yang kejam, Li Yun menyadari bahwa bertahan hidup membutuhkan lebih dari sekadar kekuatan murni. Ia harus menggunakan kecerdasannya, menyembunyikan bakat aslinya di balik identitas seorang tabib sekuler.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Parasit Bermahkota di Jantung Naga

​Gerbang perunggu raksasa setinggi sepuluh tombak itu berderit berat, memecah keheningan ruang bawah tanah Istana Kekaisaran. Karat dan debu yang berjatuhan menjadi saksi bisu bahwa tempat ini tidak pernah dibuka selama puluhan tahun.

​Li Yun berdiri sendirian di ambang pintu gelap tersebut, menggenggam Medali Naga Emas yang memancarkan cahaya redup. Di belakangnya, dua baris Prajurit Lapis Baja Hitam bersujud menempelkan dahi mereka ke lantai marmer, bahkan tidak berani mengangkat wajah untuk melihat ke dalam kegelapan sakral itu.

​"Tabib Agung Li," suara Komandan Prajurit bergetar dari balik helm besinya. "Menurut titah leluhur, tidak ada manusia fana yang sanggup melangkah lebih dari seratus anak tangga ke bawah. Hawa Naga di dalam sana begitu agung hingga bisa meremukkan tulang dan memecahkan pembuluh darah. Mohon... berhati-hatilah."

​Li Yun tidak menoleh. Ia hanya mengangguk pelan dan melangkah masuk. Gerbang perunggu raksasa itu tertutup dengan sendirinya, menguncinya di dalam perut bumi ibukota.

​Begitu gerbang tertutup, Li Yun membiarkan topeng tabib fananya sedikit melonggar. Ia merentangkan bahunya, dan suara gemeretak tulang yang berat dan padat bergema di lorong gelap itu. Komandan prajurit itu benar; tekanan gravitasi dan kepadatan energi spiritual di tempat ini meningkat berkali-kali lipat setiap kali Li Yun menuruni anak tangga batu.

​Bagi manusia fana, atau bahkan kultivator Lapis Ketiga biasa, tekanan elemen tanah murni ini akan membuat paru-paru mereka meledak. Inilah sebabnya putra Adipati Zhenguo nyaris mati hanya karena mendekati area luar paviliun ini minggu lalu.

​Namun bagi Li Yun, tekanan ini terasa seperti pelukan hangat.

​Tulang Kayu Besi-nya bereaksi. Kerangka hijau gelap di balik kulit fananya menyerap tekanan gravitasi tersebut, mengubahnya menjadi pijakan yang kokoh. Udara yang sangat padat ini adalah pupuk kualitas tinggi bagi Sutra Pernapasan Kayu Mati.

​Setelah menuruni anak tangga ke sembilan ratus sembilan puluh sembilan, lorong sempit itu tiba-tiba terbuka ke sebuah gua bawah tanah raksasa yang besarnya setara dengan tiga lapangan istana.

​Cahaya keemasan yang menyilaukan menerangi seluruh dinding gua. Itu bukanlah obor, melainkan batuan kristal cair yang mengalir perlahan dari langit-langit membentuk stalaktit raksasa. Tetesan cairan emas itu jatuh ke sebuah kolam bercahaya di tengah gua, memancarkan fluktuasi Qi elemen tanah dan kayu purba yang begitu kental hingga udara di sana terasa seperti madu spiritual.

​Nadi Naga Emas.

​Mata Li Yun memantulkan cahaya keemasan itu. Kolam energi di depannya seratus kali lebih murni dan lebih besar daripada kolam kecil yang disembunyikan Diakon Han Mo di balik dinding pualam. Hanya dengan menghirup uapnya saja, Dantian Li Yun bergetar, dan mutiara peraknya berputar cepat seolah kelaparan. Jika ia bermeditasi di sini selama sebulan, gerbang Pembentukan Fondasi akan terbuka dengan sendirinya.

​Namun, senyum di wajah Li Yun belum sempat mengembang sebelum insting mematikannya menjerit keras.

​Telinganya yang setajam pisau bedah menangkap suara yang tidak seharusnya ada di tempat suci ini. Suara itu sangat pelan, ritmis, dan berat.

​Haaah... Haaah...

​Sebuah tarikan napas.

​Li Yun segera menghentikan putaran Qi-nya, kembali mengubah dirinya menjadi sebatang kayu mati yang tak bernyawa. Ia menyipitkan mata, menembus kabut cahaya keemasan menuju pusat kolam energi tersebut.

​Di tengah kolam Nadi Naga, terdapat sebuah singgasana yang terbuat dari akar pohon batu yang memfosil. Dan di atas singgasana itu, duduk sesosok tubuh manusia.

​Sosok itu sangat mengerikan. Ia mengenakan jubah naga kekaisaran kuno yang telah membusuk di makan usia. Tubuhnya sekurus tengkorak yang dibalut kulit berwarna abu-abu layu. Ratusan sulur akar berwarna emas menyembul dari dalam kolam, menembus punggung, lengan, dan dada sosok itu, mengikatnya langsung ke jantung Nadi Naga Emas.

​Lebih jauh lagi, Li Yun melihat belasan rantai es tipis berwarna biru pucat melilit ruangan itu, bertindak sebagai formasi pembeku untuk menjaga agar daging sosok itu tidak sepenuhnya membusuk. Sisa-sisa energi es inilah yang secara tak sengaja mengenai putra Adipati Zhenguo saat ia menyusup.

​Ini bukanlah tempat peristirahatan suci. Ini adalah unit gawat darurat raksasa, dan Nadi Naga Emas adalah selang infus penopang nyawa bagi mayat hidup di tengah kolam itu.

​Tiba-tiba, mata sosok tengkorak itu terbuka.

​Bukan bola mata putih, melainkan dua titik cahaya keemasan yang menyala dengan arogansi kuno yang luar biasa pekat.

​"Tikus fana dari masa mana yang berani mengotori tempat kultivasi Zhen?"

​Suara itu tidak keluar dari bibir sosok tersebut yang telah kering, melainkan bergema langsung di dalam tengkorak Li Yun melalui Kesadaran Spiritual (Divine Sense). Tekanan dari suara itu begitu dahsyat hingga lantai batu di sekitar kaki Li Yun retak.

​Li Yun tidak berlutut. Matanya yang dingin menatap sosok itu. Ia tidak menjawab dengan suara, melainkan mengalihkan pikirannya ke analisis medis murni.

​Kultivator. Tingkat Pembentukan Fondasi Awal. Bukan, fluktuasinya goyah. Dia pernah mencapai Pembentukan Fondasi, tetapi fondasinya hancur. Dia menggunakan elemen tanah purba dari Nadi Naga untuk menunda kematiannya, dan menggunakan formasi es untuk mencegah sel-sel tubuhnya membusuk. Dia terjebak di sini.

​Melihat Li Yun tidak hancur menjadi darah oleh bentakan mentalnya, titik cahaya emas di mata sosok itu berkedip penuh minat.

​"Oh? Tulangmu tidak remuk. Dan kau bisa menyembunyikan fluktuasi Qi-mu hingga terlihat seperti manusia biasa. Kau bukan tabib fana. Kau adalah kultivator liar tingkat rendah. Sungguh menarik... Sejak Keturunan Ji ke-tujuh menyegel tempat ini tiga ratus tahun lalu, kau adalah wadah pertama yang datang kepadaku secara utuh."

​"Wadah?" Li Yun akhirnya berbicara, suaranya tenang dan menggema datar di dinding gua yang bercahaya. Ia tidak berteriak panik atau mengeluarkan senjata. "Jadi, mitos tentang leluhur agung yang mengawasi Kekaisaran Zhou dari bawah tanah hanyalah kedok untuk seorang kultivator gagal yang memparasiti urat nadi bumi?"

​Sosok di singgasana itu tertawa. Tawa mental itu terasa seperti paku es yang menggaruk otak.

​"Kultivator gagal? Aku adalah Ji Yuan! Pendiri Kekaisaran Zhou! Aku membelah benua dengan pedangku, menaklukkan seratus kerajaan fana demi menemukan Nadi Naga ini! Aku menembus Pembentukan Fondasi, menyentuh keabadian... tapi surga cemburu. Usiaku menua sebelum aku bisa memadatkan Inti Emas. Maka aku mengambil apa yang menjadi hakku. Aku mengikat nyawaku pada nadi ini. Kekaisaran ini kubangun semata-mata sebagai perisai darah untuk menjaga agar tempat ini tak tersentuh oleh sekte-sekte besar di luar sana!"

​Penjelasan gila itu terhubung sempurna di otak Li Yun. Kekaisaran fana raksasa ini, jutaan nyawa manusia, dan sejarah panjang perangnya, hanyalah cangkang pelindung yang diciptakan oleh seorang kultivator egois yang menolak untuk mati. Ji Yuan telah menjadi tumor ganas raksasa yang menyedot habis esensi spiritual tanah ini selama tiga abad.

​"Energi Nadi ini terlalu murni, ia merusak daging tuaku," lanjut Ji Yuan, rantai es di sekitarnya mulai bergetar pelan. "Namun kau... kau memiliki fisik yang aneh. Tubuhmu sekuat besi. Jika aku menghapus jiwamu dan mengambil alih tubuh mudamu itu, aku bisa mencerna seluruh Nadi Naga ini dan bangkit kembali ke dunia atas!"

​Seketika itu juga, air kolam keemasan meledak. Ratusan jarum es yang dibentuk dari sisa-sisa energi formasi pelindung Ji Yuan melesat ke arah Li Yun dengan kecepatan kilat, diiringi oleh tekanan spiritual Pembentukan Fondasi yang membuat udara di gua itu menjadi seberat timah.

​Ji Yuan mungkin terikat pada singgasananya, namun kekuatan spiritualnya masih nyata. Ini adalah ujian yang mustahil bagi kultivator Pengumpulan Qi Lapis Kelima.

​Namun Li Yun sama sekali tidak mundur.

​Ia tidak mencoba memanggil pelindung energi yang akan langsung hancur. Sebaliknya, ia melesat ke depan, menyongsong badai jarum es tersebut dengan tubuh fananya.

​Trang! Trang! Trang!

​Jarum-jarum es mematikan itu menghantam dada, bahu, dan wajah Li Yun. Pakaian sutra putihnya robek berkeping-keping, kulitnya tersayat memancarkan darah merah terang. Namun, tak satu pun dari jarum es itu yang mampu menembus lebih dalam dari otot kulit luar. Tulang Kayu Besi Li Yun yang telah menyerap esensi Dantian Diakon Han Mo memantulkan serangan pembeku itu layaknya perisai baja berat.

​Melihat wadah incarannya tidak hancur tertusuk es, titik emas di mata Ji Yuan menyala lebih terang.

​"Fisik yang sempurna! Serahkan tubuhmu padaku!"

​Ji Yuan menggunakan sisa kekuatan spiritual tertingginya. Tiga sulur akar emas yang terhubung ke dadanya mencabut diri mereka dari kolam Nadi Naga dan melesat ke arah Li Yun seperti cambuk berduri, berniat menembus Dantian Li Yun dan memulai proses pemindahan jiwa.

​Ini adalah serangan fisik dari Nadi Naga itu sendiri yang dikendalikan oleh kultivator Pembentukan Fondasi. Menahannya dengan tubuh adalah tindakan bunuh diri.

​Saat sulur emas itu hanya berjarak dua inci dari dadanya, Li Yun tidak melawan balik. Ia secara mengejutkan merentangkan tangannya, dan memutar Sutra Pernapasan Kayu Mati untuk pertama kalinya dengan elemen murni penyerap.

​Jleb!

​Ketiga sulur emas itu menembus kulit perut Li Yun, langsung masuk ke dalam Dantiannya.

​Ji Yuan tertawa lepas di dalam pikiran Li Yun. Jiwa kuno itu bersiap meluncur melalui sulur akar tersebut untuk mengambil alih kesadaran sang pemuda.

​Namun, tawa itu hanya bertahan selama tiga detik sebelum berubah menjadi jeritan kepanikan yang luar biasa.

​"A-Apa ini?! Dantian macam apa ini?! Lepaskan!"

​Ji Yuan mencoba menarik kembali sulur akarnya, namun usahanya sia-sia. Begitu sulur yang dipenuhi esensi purba Nadi Naga itu menyentuh Dantian Li Yun, teknik Kayu Mati tidak menolak energi itu, melainkan menguncinya erat-erat layaknya tanaman karnivora raksasa yang menutup rahangnya.

​Li Yun mendongak, matanya yang sedingin es menatap sang Kaisar Pendiri yang kini gemetar di atas singgasananya. Darah mengalir dari sudut bibir Li Yun, namun senyum kemenangan yang kejam terbentuk di wajahnya.

​"Kau menganggap dirimu seekor naga yang menguasai nadi bumi ini, Ji Yuan," suara Li Yun bergema, bukan telepati, melainkan suara fana yang dingin dan nyata. "Tetapi di mata seorang tabib, kau hanyalah parasit usus yang terjebak menempel pada pembuluh darah raksasa. Kau tidak bisa lari dari tempatmu duduk. Kau telah menyambungkan pembuluh darahmu langsung ke dalam Dantianku."

​Mutiara perak di dalam perut Li Yun berputar dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ia tidak menyerang Ji Yuan secara langsung. Li Yun menggunakan sulur akar milik Ji Yuan sendiri sebagai jembatan dua arah untuk menyedot langsung Nadi Naga Emas dari ujung akar yang lain!

​"TIDAK! Kau akan meledak! Tubuh Lapis Kelimamu tidak akan kuat menampung Nadi Naga! Berhenti!" raung Ji Yuan, merasakan energi hidupnya sendiri ikut tersedot deras melalui jembatan sulur tersebut.

​"Tubuh manusia tidak bisa," bisik Li Yun perlahan, kulitnya mulai memancarkan cahaya hijau keemasan yang membutakan. "Tapi kayu mati di dasar hutan... akan selalu menyerap habis bangkai yang jatuh di atasnya."

​Siksaan rasa sakit yang tak terlukiskan meledak di sekujur tubuh Li Yun. Energi bumi purba yang usianya ribuan tahun mengalir membanjiri meridiannya dengan kebrutalan absolut. Ini bukan lagi pencurian tetes demi tetes seperti di paviliun Han Mo; ini adalah operasi bedah radikal untuk mengangkat tumor hidup sembari menelan seluruh darah inangnya.

1
Armoire
1 vote meluncur lah /Drool//Drool/
ARay
mantap Thor 😎
ARay
bagus ini
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!