NovelToon NovelToon
Kutukan Jiwa Niskala 2

Kutukan Jiwa Niskala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Romansa Fantasi / Fantasi
Popularitas:288
Nilai: 5
Nama Author: Soobin Chan

Disarankan untuk baca season pertamanya dulu ya!

****

Tiga tahun setelah bangkit dari kematian dengan kekuatan Batu Es yang terkutuk, Han Seol menjelma menjadi penyihir terkuat yang ditakuti sekaligus kesepian. Di tengah bayang-bayang arwah jahat dan luka masa lalu atas hilangnya Seol Ah, ia dipertemukan kembali dengan Jin So Hwa—putri sulung rahasia dari Jinyowon yang jiwanya menyimpan misteri besar.
Demi lolos dari kurungan ibunya, So Hwa nekat mengajukan pernikahan gila kepada Han Seol. Dan demi membungkam seisi kerajaan, sebuah kebohongan konyol terucap: "Saksi pernikahan kami adalah anak di dalam perutku!"
Saat takdir lama mulai terajut kembali dengan identitas baru, akankah es di hati Han Seol mencair, ataukah rahasia tiga tahun lalu justru akan menghancurkan mereka sekali lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Soobin Chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3. Rumor Pernikahan

Matahari baru saja naik beberapa jengkal di atas cakrawala Negeri Niskala, namun udara di dalam aula utama Cheon Gi Won sudah terasa membara.

Bukan karena hawa sihir, melainkan karena sebuah berita yang dibawa dengan napas terengah-engah oleh seorang pemuda yang berlari tergesa-gesa melewati lorong batu.

Yoo Ha Jin, mantan asisten Do Kwang yang kini telah beralih tugas menjadi asisten pribadi Do Hyun, melangkah gaduh memecah keheningan pagi. Begitu mendapati Do Hyun sedang memeriksa gulungan mantra di meja kerjanya, Ha Jin langsung membungkuk dengan wajah super serius.

"Tuan Do Hyun! Ini gawat! Ada kabar yang sangat mendesak dari pasar bawah dan kediaman bangsawan!" seru Yoo Ha Jin dengan suara tertahan, mencoba mengatur napasnya yang memburu.

Do Hyun tidak beralih dari gulungan kertasnya. Ia menyahut tenang, "Tenangkan dirimu, Ha Jin. Informasi apa yang membuatmu bersikap seolah-olah seluruh pasokan arak di negeri ini lenyap?"

"Ini tentang Jinyowon, Tuan! Pihak Jinyowon dikabarkan akan segera melangsungkan sebuah pernikahan besar dalam waktu dekat!"

Sret.

Tangan Do Hyun seketika membeku di udara. Kuas tinta yang dipegangnya meneteskan noda hitam di atas permukaan kertas putih. Jantungnya serasa berhenti berdetak sesaat. Perlahan, ia mendongak dengan mata membelalak tak percaya. Wajahnya yang semula tenang kini berubah pias.

"A-Apa? Pernikahan?" suara Do Hyun mendadak tercekat di tenggorokan. "Kau... kau yakin dengan apa yang kau katakan? Siapa yang akan menikah?"

Dalam benak Do Hyun, hanya ada satu nama yang terlintas jika bicara tentang pernikahan di Jinyowon. Jin Chae Rin. Mantan kekasihnya, wanita yang tiga tahun lalu hampir menjadi istrinya sebelum tragedi berdarah merenggut segalanya.

Apakah Chae Rin akan menikah dengan pria lain? Apakah wanita yang masih amat dicintainya itu telah memutuskan untuk membuang masa lalu mereka sepenuhnya?

"Berita ini datang langsung dari lingkaran dalam pelayan mereka, Tuan. Persiapan pesta sudah mulai dibicarakan secara tertutup," tambah Yoo Ha Jin, menatap tuannya dengan tatapan iba.

"Namun... mereka belum mengumumkan dengan pasti siapa pengantinnya."

Do Hyun bersandar pada kursinya, merasa seluruh energinya tersedot habis. Meskipun rumor yang beredar di masyarakat luas belum memastikan dengan gamblang siapakah sosok yang akan melangsungkan pernikahan tersebut, pikiran Do Hyun sudah terlanjur dipenuhi skenario terburuk.

Sepengetahuan dirinya dan seluruh masyarakat Niskala, satu-satunya pewaris Jinyowon yang tersisa dan dikenal publik hanyalah Jin Chae Rin.

Mengingat fakta itu, dada Do Hyun terasa sangat terpukul. Ia meremas jemarinya sendiri, menahan rasa sakit yang teramat sangat akibat kesalahpahaman tersebut.

****

Sementara itu, di tempat yang menjadi sumber kegemparan—kedalaman benteng Jinyowon yang sakral—suasana justru terasa dingin dan tegang.

Di dalam sebuah aula yang dikelilingi cermin-cermin mistis purbakala, Jin Hwa Young berdiri dengan keanggunan seorang pemimpin mutlak. Di hadapannya, berdiri Jin So Hwa, putri sulungnya yang selama tiga tahun ini disembunyikan dari mata dunia.

"Kau akan segera menikah, So Hwa. Ibu sudah memilihkan calon suami yang tepat untukmu," ucap Jin Hwa Young dengan nada suara yang tidak menerima bantahan.

Jin So Hwa yang mendengar kabar mengejutkan itu sama sekali tidak terlihat kaget. Wajah cantiknya tetap tenang, bahkan ia tidak menunjukkan tanda-tanda ingin menolak atau memberontak. Seolah-olah ia sudah tahu bahwa takdir sebagai boneka Jinyowon cepat atau lambat akan menghampirinya.

Namun, ketenangannya goyah ketika Jin Hwa Young melanjutkan kalimatnya. "Setelah upacara pernikahan selesai, kau akan tetap tinggal di paviliun dalam ini. Kehidupanmu tidak akan banyak berubah."

Mendengar kata-kata itu, So Hwa langsung menatap ibunya dengan tatapan menuntut. "Tetap tinggal di sini? Lebih tepatnya, tetap dikurung di ruangan pengap ini, bukan begitu, Ibu?"

So Hwa mendengus getir. "Lantas, jika jalannya seperti itu, untuk apa aku harus melangsungkan pernikahan ini? Apa tujuanku menikah jika ujung-ujungnya aku tetap menjadi tahanan di rumahku sendiri?"

Jin Hwa Young melangkah mendekat, menatap putri sulungnya dengan sorot mata penuh ambisi yang tajam. "Tujuanmu adalah melahirkan seorang anak, So Hwa! Seorang anak yang nantinya akan mewarisi seluruh kekuatan sakral Jinyowon dan menjadi pemimpin selanjutnya."

"Hanya untuk itu? Menjadikanku alat pembiak kekuatan?" bisik So Hwa dengan bibir bergetar.

"Penyihir dengan bakat spiritual paling agung dan murni hanya akan lahir dari rahim seorang anak sulung dari garis keturunan Jin. Dan itu adalah kau, Jin So Hwa. Ini adalah tugas dan takdirmu yang tidak bisa diganggu gugat," jawab Jin Hwa Young dingin sebelum akhirnya berbalik pergi meninggalkan ruangan.

Alhasil, dalam keadaan terkekang dan tanpa pilihan, Jin So Hwa mengepalkan tangannya di balik jubah. Ia dipaksa untuk menuruti permintaan ibunya, setidaknya untuk saat ini.

****

Di belahan tempat lain, riak gelombang air dan embusan angin laut menyambut sebuah kapal besar yang sedang menuju ke arah pelabuhan Kota Niskala. Di atas dek kapal, berdiri seorang pemuda tampan dengan postur tegap dan tatapan mata yang cerdas. Ia adalah Baek Seo Jun.

Setelah tiga tahun lamanya pulang ke kampung halamannya untuk memulihkan diri dan menenangkan pikiran, akhirnya hari ini ia akan kembali menginjakkan kakinya di tempat di mana ia berlatih dahulu, Cheon Gi Won.

Namun, Seo Jun tidak melakukan perjalanan ini sendirian. Di sampingnya, berdiri seorang pria paruh baya berpakaian mewah yang tak lain adalah pamannya sendiri. Pria itu tampak sibuk merapikan pakaiannya dengan wajah penuh binar bahagia.

"Paman, sepertinya kau jauh lebih bersemangat daripada aku yang merindukan Cheon Gi Won," seloroh Baek Seo Jun sambil tersenyum tipis, menatap sang paman yang terus-menerus berkaca pada permukaan air laut.

Sang paman terkekeh, menepuk bahu keponakannya. "Tentu saja, Seo Jun. Kota Niskala adalah tempat di mana keberuntungan besar akan menghampiriku kali ini. Kau fokus saja pada latihanmu nanti."

Meski begitu, rupanya sang paman masih menyimpan rahasia besar. Pria paruh baya itu sama sekali belum memberi tahu Seo Jun bahwa tujuan utama mereka pergi ke Kota Niskala bukan sekadar untuk mengantarnya kembali belajar, melainkan karena sang paman adalah pria yang telah dipilih oleh Jin Hwa Young untuk menjadi calon suami dari Jin So Hwa.

Sang paman sengaja menyembunyikannya agar tidak membuat keponakannya itu cemas selama perjalanan laut.

Belum sempat kapal bersandar sepenuhnya, badai kekacauan telah pecah di batin Jinyowon. Seluruh kompleks kediaman Jin digegerkan dengan kabar yang membuat jantung Jin Hwa Young nyaris copot: Jin So Hwa telah menghilang dari kamarnya! Pasak sihir yang ditinggalkan Han Seol semalam ternyata benar-benar dimanfaatkan dengan sempurna oleh So Hwa untuk menjebol tabir sihir pelindung.

Dan benar saja, pada saat yang sama, Jin So Hwa rupanya sudah berada di area pelabuhan yang ramai. Dengan mengenakan jubah berpenutup kepala untuk menyembunyikan wajah cantiknya, ia mengendap-endap di antara kerumunan orang, mencari kapal calon suaminya yang dikabarkan datang hari ini.

Rencana awal So Hwa sebenarnya sederhana namun nekat. Ia pergi ke pelabuhan untuk menemui calon suaminya secara langsung, dengan harapan besar bahwa jika mereka sudah menikah nanti, si calon suami bersedia mengasihaninya dan membawanya pergi sejauh mungkin dari kungkungan Jinyowon.

Namun sial bagi So Hwa, dugaannya meleset. Para pengawal wanita Jinyowon yang sedari tadi sudah menyisir kota dengan mengerahkan energi pelacak, kini juga telah sampai di pelabuhan.

"Cari ke segala sudut pelabuhan! Jangan biarkan Nona Sulung melarikan diri!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!