NovelToon NovelToon
Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Istri Bar-Bar Ustadz Hanan

Status: sedang berlangsung
Genre:Keluarga / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:48.2k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy_Ar

“Bagaimana hafalanmu?"
“Susah! Bisakah dikurangi hafalannya!”
“Pakaianmu boleh diskon. Tapi urusan agama, jangan sampai ikut didiskon.”
Kayla Aurora adalah gadis cantik dengan dunia yang bebas, akrab dengan mabuk, klub malam, dan balap liar.
Aturan bukan temannya, apalagi nasihat agama. Hingga sebuah keputusan memaksanya masuk ke pondok pesantren.
Tempat yang terasa seperti penjara,
penuh hafalan, disiplin, dan larangan yang membuatnya tersiksa.
Di sanalah Kayla bertemu Hanan, lelaki tenang dengan kesabaran yang tak mudah habis.
Alih-alih menghakimi, Hanan memilih membimbing. Bukan dengan paksaan, melainkan dengan pengertian dan doa.
Di antara pelajaran yang memberatkan dan hati yang perlahan dilunakkan,
benih cinta pun tumbuh… bersamaan dengan iman yang mulai menemukan jalannya.
Karena terkadang,
Allah mempertemukan dua insan bukan untuk menyamakan dunia, melainkan untuk saling mendekatkan kepada-Nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 9

Sorak sorai membahana ketika mobil Kayla melintasi garis akhir lebih dulu. Ban berdecit keras, asap mengepul, dan lampu-lampu sorot langsung mengarah padanya.

Beberapa orang berteriak menyebut namanya, sebagian lain mengumpat karena kalah taruhan.

Kayla melepas helmnya, rambut ungunya jatuh berantakan namun justru terlihat semakin liar. Senyum tipis tersungging di bibirnya senyum khas seseorang yang sudah sangat akrab dengan kemenangan.

“Gila sih lo, Kay,” Adelia menghampiri sambil menepuk bahunya. “Masih kayak dulu. Gak ada obat.”

“Lagian yang lain pada lemot,” sahut Kayla santai.

Namun belum sempat ia turun sepenuhnya dari mobil, suasana mendadak berubah. Kerumunan terbelah. Seorang pria melangkah maju dengan jaket hitam, tubuh tinggi, tatapan tajam, dan aura yang bikin udara sekitar terasa berat.

Zayn yang melihatnya langsung menegang.

“Kay…” suaranya merendah, “itu Raka.”

Kayla menoleh. Alisnya terangkat sedikit.

Raka.

Nama itu bukan asing. Raka dikenal sebagai pembalap liar dari sisi timur kota. Brutal, licik, dan gak kenal ampun. Beberapa orang bilang, kalau kalah, dia gak segan main kotor.

Raka berhenti tepat di depan Kayla. Senyumnya tipis, tapi matanya dingin.

“Cewek ungu,” katanya santai, “katanya lo gak terkalahkan.”

“Oh ya? Masa sih? Gue kok gak nyadar ya,” katanya dengan nada sombong.

Beberapa orang terkekeh. Raka justru tersenyum makin lebar.

“Balap sekali lagi,” ucapnya. “Lawan gue.”

Zayn langsung maju setengah langkah. “Kay, jangan. Dia—”

‘’Berani bayar berapa?’’ tanya Kayla dengan berani.

Raka tersenyum smirk, ‘’Dua ratus juta! Dan gue gak akan keluar dari arena ini!’’

Kerumunan mulai ribut. Ada yang bersiul, ada yang berteriak menyemangati.

‘’Terus, kalau gue yang kalah ?’’

Raka mendekat, suaranya direndahkan. “Mobil lo jadi milik gue.”

Hening sesaat.

Ditha melotot. “Gila lo, Rak. Itu mobil kesayangan dia.”

Kayla terdiam beberapa detik. Jantungnya berdegup lebih kencang, bukan karena takut, tapi karena tantangan itu terasa seperti api yang disiram bensin.

Ia tersenyum kecil. “Oke.”

“Kay!” Adelia refleks menarik lengannya.

Kayla menoleh, tatapannya yakin. “Tenang.”

Ronald terlihat ragu, tapi akhirnya mengangguk. “Balapan terakhir malam ini.”

Dua mobil kembali berjajar. Suasana jauh lebih tegang dari sebelumnya. Ini bukan sekadar balapan, ini duel ego.

Lampu start menyala.

Begitu hijau, Raka langsung tancap gas lebih dulu. Mobilnya memimpin dengan agresif, nyaris menyenggol mobil Kayla di tikungan pertama.

“Anjirr, dia main kasar!” teriak seseorang.

Kayla menggertakkan gigi. Tangannya mencengkeram setir erat. Ia menunggu. Ia selalu menunggu.

Tikungan tajam mendekat. Raka mengambil jalur dalam, terlalu percaya diri. Di detik itulah Kayla menginjak gas penuh, memotong dari sisi luar dengan presisi gila.

Mobil mereka nyaris bersentuhan.

Sorakan meledak.

Namun tiba-tiba—

BRAKK!

Sesuatu menghantam ban belakang mobil Kayla. Mobilnya oleng sesaat.

“Kayla!” Zayn berteriak panik.

‘Shitt! Emang setan itu cowok!’’ Kayla mengumpat, berusaha mengendalikan setir. Jantungnya serasa mau copot. Tapi ia tak mengurangi kecepatan. Justru sebaliknya ia memaksa mobilnya terus melaju.

‘Jangan panggil gue Kayla Aurora kalau gue gak bisa ngalahin cowok banci itu!’’ Kayla terus bergumam sambil terus mengejar kekalahan nya.

Hingga setelah beberapa saat,di garis akhir, selisih hanya sepersekian detik.

Dan akhirnya…

Ciitttttt!!

Mobil Kayla melintas lebih dulu.

‘’Wooooooooo!!!!!’’

Kerumunan pecah. Kayla menghentikan mobilnya dengan napas terengah. Tangannya sedikit gemetar saat ia turun. Raka keluar dari mobilnya, wajahnya gelap.

“Lo curang,” tuduh Kayla dingin, menatap ban belakangnya yang rusak.

Raka terkekeh pelan. “Bahkan sekalipun gue curang, lo tetep pemenangnya!’’

‘’Karena Tuhan tahu, mana yang baik dan gak!’’ ucap Kayla yang entah kenapa mendadak sok benar.

‘’Hahaha, apakah benar begitu?’’ Raka tertawa menatap Kayla.

Kayla mendekat, tatapannya tajam menusuk. “Inget janji lo, tranfer gue dua ratus juta dan lo enyah dari tempat ini. Berhenti buat rusuh!’’

Ronald maju, menengahi. “Udah. Raka, lo kalah. Sesuai janji.”

Raka menatap Kayla lama, lalu tersenyum miring. “Ini belum selesai, cewek ungu.”

Ia pergi, meninggalkan suasana yang masih panas.

Kayla menghembuskan napas panjang. Baru sekarang tubuhnya terasa lelah. Namun sebelum sempat ia menenangkan diri, Adel langsung memeluknya erat.

‘’Huaaa Kayla gue takut.’’

‘’Iya Kay, sumpah lo berani banget!’’ sambung Ditha.

‘’Cowok kaya gitu, emang harus di kalahin. Biar gak banyak tingkah!’’ sungut Kayla kesal.

Ia menatap mobilnya,. Beberapa kerusakan terlihat jelas. Dan entah apakah uang dua ratus juta itu akan cukup atau tidak. Seketika penyesalan hinggap di benak Kayla.

Beberapa saat, mereka masih sibuk mengumpat Raka menyebutnya pengecut, curang, dan segala makian lain suara sirine polisi tiba-tiba meraung, memecah hiruk pikuk arena balap liar.

“POLISI!!” Teriakan itu seperti komando tak terlihat.

Dalam sekejap, suasana kacau. Lampu mobil menyala serempak, mesin digeber tanpa aturan. Ada yang meloncat ke motor, ada yang lari tanpa arah. Beberapa orang terjatuh, bangkit lagi, lalu lari lebih kencang.

“Bangke! Itu pasti ulah Raka!” teriak Zayn sambil menarik tangan Adelia.

Kayla menoleh refleks ke arah mobilnya dan detik itu juga tubuhnya membeku.

Mobilnya terparkir agak jauh. Terlalu jauh.

Sirine semakin dekat.

“Kay! Mobil!” teriak Ditha.

“Udah gak sempet!” Kayla membalas panik, ‘’Kalian kesana, gue kesini. Kita mencar!’’

Tanpa pikir panjang, Kayla berbalik dan berlari menjauh dari arena, masuk ke arah jalan gelap di pinggir kawasan itu. Nafasnya terengah, dadanya naik turun, sepatu boots-nya menghantam aspal tanpa ritme.

Di belakangnya, suara langkah dan teriakan makin kacau. Ia baru berhenti setelah yakin tak ada yang mengejar. Kayla membungkuk, bertopang di lutut, mencoba mengatur napas.

Dan di sanalah kesadarannya menghantam keras.

“Sial…” gumamnya lirih.

Tangannya meraba saku celana.

Kosong.

“Double Shitt! Hp sama dompet di mobil!’’

Kayla mendongak ke langit, menahan sumpah serapah yang hampir keluar. Rambut ungunya sudah berantakan, kaosnya basah oleh keringat dingin, dan jantungnya masih berdetak tak karuan.

“Gila… gila… gila,” gumamnya sambil berjalan ke pinggir jalan.

Ia berdiri di bawah lampu jalan yang temaram, menatap aspal panjang yang entah mengarah ke mana. Jalanan sepi. Hanya sesekali motor lewat dengan kecepatan tinggi, tak ada yang meliriknya.

“Gak mungkin banget gue pulang jalan kaki,” keluhnya pelan, suaranya nyaris putus.

Rumahnya jauh. Tengah malam. Tanpa uang. Tanpa ponsel. Tanpa kendaraan.

Untuk pertama kalinya malam itu, rasa takut benar-benar menyusup ke dada Kayla.

Ia duduk di pembatas jalan, memeluk lutut. Angin malam menerpa kulitnya, membuat tubuhnya merinding. Berkali-kali ia menoleh ke arah jalan, berharap melihat mobil sahabatnya.

Satu jam berlalu.

Tidak ada siapa-siapa.

Dua jam.

Kayla menghela napas panjang, matanya mulai panas. Bukan karena ingin menangis ia benci menangis tapi karena lelah dan kesal pada dirinya sendiri.

‘’Raka sialan! Ketemu sekali lagi, gue bakal abisin lo sampai akar!’’

1
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
insya allah Hanan akan membimbingmu Kayla😍😍😍
🌷🌷 Mmh_Ara 🌷🌷
duuhh yg bentar lg mau di lamar,,,deg-degan ya😁😁😁😁
billaacha90
sabar Kay, nanti kalau kamu sudah mengerti kamu pasti malu sendiri
billaacha90
tentu dong, kamu boleh kok kalau sama om nya Kayla, Fatimah 🤣🤣
billaacha90
asyik asyik asyik 🤗🤗
billaacha90
Nah kamu tahu sendiri kan Fatimah, kamu yang sebagai perempuan ae bisa bilang begitu🤭
billaacha90
tentu malu lah kakakmu Fatimah, yang di tolong cewek yang sungguh menggoda lho 🤭
billaacha90
itu juga kan anak umi🤣🤣
billaacha90
ealah ustadz tadi keluar ternyata dari rumah pak kyai tho🤣🤣
sansan
wahhhh ditanya lsg soal mahar... emang Umi calon mertua paling didambakan
Enisensi klara
Si Kunti emang virus 😏😏
💥💚 Sany ❤💕
Padahal Kay yang dilamar napa aku yang senyum2 gak jelas, untung gak da yang lewat 😂😂😂
💥💚 Sany ❤💕
Selamat ya Kay... aku ikut seneng. Semoga lancar sampai hari H
💥💚 Sany ❤💕
lagi serius-serusnya tapi malah hampir ngakak gara2 tingkah Fatim dan Arfin. Suka banget ma karakter Fatim yang apa adanya dan si Arfin yang kadang ada olengny dikit tapi bikin suasana hidup.
billaacha90
Wah Kayla pingsan ini, karena beban yang dia tanggung dihadapi sendirian. untung masih ada orang yang masih perduli dengan dia
billaacha90
semoga kamu bisa mengerti apa maksudnya cowok yang menolong kamu Kay
Ririn Alfathunisa
semoga lancar sampe hari h ya buat kalian,dan semoga GK ada halangan alias drama dari Mak Lampir emaknya si arfin
billaacha90
untung mas nya bisa beladiri ini, jadi Kayla ada yang menolongnya
billaacha90
mana aku tahu Kay 🤭
billaacha90
keegoisan orang tua anak jadi korbannya, dan tak ada yang mendidiknya lagi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!