Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.
Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.
Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.
Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.
Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Merasa Tidak Pantas
Lucas menyeret langkah Alexa menuju sayap kanan area resort, wilayah privat yang difungsikan sebagai penginapan khusus bagi keluarga pemilik. Resort megah nan gemerlap tempat pesta berlangsung ini memang salah satu dari sekian banyak aset properti milik keluarga Clinton.
Di sepanjang koridor utama, banyak pasang mata tamu undangan dan pelayan yang menatap mereka dengan tatapan iba. Mereka merasa prihatin melihat wanita hamil bergaun indah itu ditarik kasar tanpa belas kasih oleh Lucas Clinton yang dingin.
Brak!
Lucas membuka pintu sebuah kamar suite mewah dengan kasar, lalu mendorong tubuh Alexa ke atas ranjang berukuran king size.
"Ah!" terpekik Alexa. Wanita itu menahan napasnya, refleks memeluk perutnya yang membuncit untuk melindungi sang bayi.
Jantung Alexa berdetak hebat tak beraturan. Wajahnya yang semula merona kini pucat pasi. Pikiran buruk seketika menguasai benaknya, ia sangat takut Lucas akan memberinya pelajaran berat hanya karena ia berani menampakkan diri di pesta ini tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Lucas berdiri menjulang di tepi ranjang, merapikan kancing jasnya dengan raut wajah amat tajam.
"Siapa yang mengizinkanmu datang ke sini?" tanya Lucas dengan nada suara rendah, dalam, dan teramat menakutkan.
"Sepertinya aku terlalu baik padamu akhir-akhir ini, Alexa. Sampai kamu lupa di mana posisimu!"
Alexa menatap wajah kaku pria di depannya dengan matanya yang mulai berkaca-kaca. Tubuhnya bergetar hebat saat mencoba membuka suara.
"Aku... aku tidak bermaksud membuat ulah, Lucas," ucap Alexa gagap, suaranya timbul tenggelam.
"Aku datang karena diundang oleh... oleh ibumu. Pak Venus yang mengantarkan undangannya langsung kemarin."
Lucas memicingkan matanya. "Mami?"
"I-iya... Aku tidak bohong," tangis Alexa akhirnya pecah. Air mata membasahi pipinya yang pucat.
"Maafkan aku, Lucas. Tolong maafkan aku. Aku akan pulang sekarang juga... Aku sama sekali tidak tahu kalau kedatanganku akan membuatmu marah seperti ini..."
Mendengar penjelasan yang keluar dari bibir istrinya beserta lelehan air mata itu, Lucas terdiam kaku. Amarah tajam yang semula membakar dadanya perlahan terkikis, berganti dengan rasa bersalah yang menusuk.
Lucas menghembuskan napas beratnya. Pria itu memijat pelipisnya yang mendadak terasa pening.
"Jangan ke mana-mana," potong Lucas datar namun tegas.
"Tetap di sini sampai aku kembali menjemputmu nanti."
Alexa yang sama sekali tidak ingin mencari masalah atau memicu kemarahan Lucas yang lebih besar cepat-cepat menganggukkan kepalanya pasrah.
"Baik... aku akan tetap di sini. Aku tidak akan keluar," sahut Alexa patuh, mengusap air matanya dengan jemari yang gemetar.
Tanpa membalas ucapan itu, Lucas berbalik dan melangkah lebar menuju sebuah lemari pakaian rahasia di sudut kamar. Ia membuka pintunya secara kasar, menarik selembar kemeja putih polos berukuran besar miliknya dari gantungan.
Lucas kembali menghampiri ranjang. Tanpa aba-aba, ia menarik selendang sutra yang membungkus bahu Alexa lalu melemparnya ke sembarang tempat. Pria itu berdecak sebal tatkala matanya kembali menatap potong dress yang melekat di tubuh Alexa.
Berani sekali wanita ini memamerkan keindahan bahu dan punggung mulusnya di hadapan puluhan pria di luar sana!.
"Pakai ini," desis Lucas seraya menyelimutkan kemeja putih besarnya ke tubuh Alexa. Tangannya dengan sigap mengancingkan kemeja itu dari atas hingga bawah, menutupi lekuk gaun rose gold dan bagian dada yang sempat terekspos.
"Lucas..."
"Kamu tidak pantas memakai baju seperti ini!" pangkas Lucas dingin, bermaksud menutupi rasa cemburu dan posesifnya yang membakar dada.
Namun, Alexa menangkap artian yang sama sekali berbeda dari kalimat tajam tersebut.
Hati Alexa serasa diremas remuk seketika. Wanita itu menundukkan kepalanya dalam-dalam, membiarkan rambut panjangnya menutupi wajahnya yang kembali dibasahi air mata. Alexa berspekulasi bahwa gaun mewah berharga miliaran rupiah ini memang terlalu suci dan indah untuk tubuhnya yang dinilai murahan.
"Maafkan aku..." bisik Alexa dengan suara yang sangat bergetar dan parau.
"Apa lagi?" tanya Lucas menatapnya kaku.
"Maafkan aku... aku benar-benar tidak tahu," tutur Alexa sesenggukan, meremas ujung kemeja putih milik Lucas yang kebesaran di tubuhnya.
"Gaun ini... gaun dan kalung ini memang dikirimkan oleh ibumu kemarin sore. Aku... aku berpikir gaun ini dikirim agar aku tidak mempermalukan nama keluarga Clinton di depan para tamu."
Lucas tetap membisu, mendengarkan setiap patah kata yang meluncur menyedihkan dari bibir istrinya.
"Aku cuma ingin menghormati ibumu yang sudah bersusah payah memilihkan gaun ini," lanjut Alexa seraya menahan tangisnya yang makin pecah.
"Aku juga... aku sebenarnya sangat menyukai desain gaun ini. Tapi aku baru sadar... orang murahan sepertiku memang tidak pantas memakai barang seindah ini. Maafkan aku, Lucas... aku sudah membuatmu malu."
Deg.
Kata orang murahan yang diucapkan Alexa dengan begitu tulus dan pasrah menghantam dada Lucas bagai godam berat. Pria bermata abu-abu itu terpaku di tempatnya.
Jadi... gaun yang sengaja mengekspos bagian bahu ini adalah ulah ibunya? Esmeralda sengaja membelikan gaun ini untuk Alexa? Untuk apa? Agar Alexa menjadi pusat perhatian atau justru sengaja memicu emosinya?.
Berani sekali ibunya ikut campur dan membuat Alexa berpikiran seburuk ini tentang dirinya sendiri!.
Lucas mengepalkan tangannya rapat-rapat di samping tubuh. Ada gejolak rasa penyesalan luar biasa karena kata-katanya kembali melukai hati wanita yang sedang mengandung anaknya ini. Namun, gengsi dan sifat irit bicaranya menahan Lucas untuk merengkuh Alexa saat ini juga.
Lucas menghela napas panjang, mencoba menekan aura intimidatif nya.
"Dengar," ucap Lucas dengan nada suara yang sedikit melunak namun tetap dingin.
"Tetap duduk di sini. Kalau kamu berani melangkahkan kaki keluar dari pintu kamar ini sebelum aku datang... aku akan memberimu hukuman yang sangat berat. Paham?"
Alexa menganggukkan kepalanya dengan sangat patuh tanpa berani menatap mata suaminya.
"Paham, Lucas..."
Melihat kepatuhan Alexa, Lucas berbalik. Pria bertubuh tegap itu melangkah keluar kamar dan menutup pintu rapat-rapat, meninggalkan Alexa sendirian dalam keheningan kamar mewah tersebut.
Bersambung...
Pasti sulit banget sih di posisi Alexa, disisi lain dia ingin menghormati ibu Lucas karena sudah mengundang nya di lain sisi dia harus menerima fakta jika Lucas sangat membenci kehadirannya, sebenernya keduanya hanya butuh komunikasi yang baik kan.😵💫
Mau spill sedikit deh biar makin penasaran wkwkwk... Di part selanjutnya akan ada sesuatu yang buat kalian tidak percaya. Udah itu aja🤣🤭
lanjut up lagi thor💪💪💪💪💪💪
lanjut thor