NovelToon NovelToon
Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Istri & Anak Kembar Bar-Bar Sang Mafia Es

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Penyesalan Suami
Popularitas:9k
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Diceraikan karena alasan mandul, padahal 3 tahun pernikahan ia menjadi istri yang diabaikan oleh suaminya sendiri. Malam sebelum ia meninggalkan Mansion kediaman Maximillian, Raina diam-diam menjebak suaminya, Cassion Zayn Maximillian untuk menghabiskan malam bersama. Lalu setelahnya ia menghilang begitu saja tanpa jejak sedikitpun.

Namun, 8 tahun kemudian… tepat di acara pernikahan Cassion dengan teman masa kecilnya, Laura Fernandez. Raina kembali membawa sepasang anak kembar, Sean dan Shia untuk mendapatkan hak kedua anak itu sebagai pewaris keluarga Maximillian.

Dan sejak saat itu, kediaman Maximillian tidak pernah bisa tenang lagi. Raina yang tidak lagi penurut, ditambah dengan kedua anak kembarnya yang tak kenal takut. Ibu dan anak kembar itu menuntut banyak hal yang sudah 8 tahun sudah mereka lewatkan begitu saja. Dendam dan hutang mereka perhitungkan dengan baik.

Akankah Raina dan kedua anak kembarnya berhasil membalaskan dendam serta mendapatkan hak mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Salah Paham

Ia mencium kening kedua anaknya sebelum berdiri. Beberapa menit kemudian, napas si kembar mulai teratur. Raina memastikan keduanya benar-benar tertidur sebelum perlahan keluar dari kamar dan menutup pintu.

Namun, ia tidak tahu bahwa seseorang sedang berdiri tidak jauh dari sana. Sion, pria itu baru saja keluar dari ruang kerjanya. Wajahnya tetap dingin seperti biasa, kedua tangannya berada di saku celana. Ia sebenarnya hanya ingin memastikan kedua anaknya sudah tidur.

Tidak lebih… setidaknya, itulah yang ia katakan kepada dirinya sendiri. Namun ketika melihat Raina keluar dari kamar, langkah Sion terhenti. Raina tampaknya tidak menyadarinya. Perempuan itu berjalan menuju balkon kecil di ujung koridor, kemudian mengeluarkan ponsel dari sakunya.

Tak lama kemudian, seseorang menjawab panggilannya. “Ryland.”

Nama itu membuat alis Sion sedikit berkerut. Sebab nama itu jelas adalah nama seorang pria. Sion tidak mendengar apa yang pria bernama Ryland itu katakan dibalik telepon, tetapi ia bisa dengan jelas mendengar apa yang Raina katakan.

Raina bersandar pada pagar balkon. “Ya, aku berhasil.”

Sion yang hendak pergi tanpa sengaja berhenti. Suara Raina terdengar pelan, tetapi koridor Mansion yang sunyi membuat setiap kata terdengar jelas. “Aku berhasil menggagalkan pernikahan Sion dengan Laura.”

Tatapan Sion berubah. Raina melanjutkan, tanpa mengetahui bahwa pria yang sedang dibicarakannya berdiri beberapa meter di belakangnya. “Dan sekarang aku sudah tinggal di Mansion utama miliknya.”

Sion mengepalkan tangan di dalam saku. Jadi benar? Semua ini memang sudah direncanakan? Ingatan tentang perkataan Calista beberapa waktu lalu tiba-tiba muncul di kepalanya.

"...siapa sebenarnya ayah dari kedua anak itu?"

"Raina pergi selama delapan tahun, Sion. Dan bukankah selama masa pernikahan, kalian tidak pernah tidur bersama, bukan?"

"Selama itu, dia tentu tidak mungkin hidup sendirian."

"Atau jangan-jangan selama delapan tahun itu Raina sudah bersama banyak pria?"

Selama ini Sion menolak mempercayai ibu tirinya. Namun malam ini... untuk pertama kalinya, keraguan itu mulai tumbuh. Dimana diam-diam Raina menghubungi seorang pria, tengah malam disaat tidak ada orang yang berlalu lalang.

Di balkon, Raina tertawa kecil. “Aku tahu. Semuanya berjalan lebih mudah dari yang kita bayangkan.”

Dada Sion terasa semakin sesak. Jadi sejak awal, kepulangannya bukan kebetulan. Kehadirannya di Mansion ini bukan karena anak-anak. Bahkan pernikahannya dengan Laura... Raina yang berencana menggagalkannya?

Rahang Sion mengeras. Lalu sebuah pikiran yang jauh lebih mengganggu muncul. Sean dan Shia, kedua anak itu… apakah benar anak kandungnya? Jika semua yang dilakukan Raina adalah bagian dari sebuah rencana, lalu... seberapa banyak kebohongan yang sudah ia sembunyikan?

Termasuk tentang identitas kedua anak itu? Sion menatap pintu kamar si kembar. Untuk pertama kalinya, darah yang mengalir dalam tubuh Sean dan Shia terasa seperti sebuah teka-teki. Apakah mereka benar-benar anaknya? Atau selama tujuh tahun terakhir, Raina telah menyembunyikan sesuatu darinya?

“Aku tahu risikonya,” suara Raina kembali terdengar. “Aku juga tahu apa yang akan terjadi kalau Sion mengetahui semuanya.”

Sion membeku. “Mengetahui semuanya? Tentang apa?”

Raina terdiam beberapa saat sebelum berkata dengan suara yang jauh lebih lembut. “Tapi aku tidak menyesal.”

Ada senyum samar di wajahnya. “Karena pada akhirnya, aku bisa kembali ke sini… ke sisinya.”

Sion menatap punggungnya dengan sorot mata yang semakin dingin. Sungguh Sion sama sekali tidak menyangka bahwa kembalinya Raina hanya untuk mempermainkan dirinya. Atau mungkin ingin balas dendam atas perlakuan tidak adil yang sudah ia alami selama pernikahan dengannya.

Raina kemudian berkata, “Ryland...” Nada suaranya berubah lebih hangat dan lebih intim.

“Terima kasih sudah selalu berada di sisiku sampai detik ini.”

Sion merasakan sesuatu menghantam dadanya. Ia tidak tahu kenapa mendengar nama pria lain dari bibir Raina membuat emosinya bergejolak. Bukankah mereka sudah bercerai? Bukankah dirinya sendiri yang mengatakan bahwa mereka tidak lagi memiliki hubungan apa pun? Lalu mengapa ia peduli?

Raina tertawa kecil di ujung telepon. “Aku juga menyayangimu.”

Sion membeku. Kalimat itu terdengar sederhana. Namun baginya, kalimat itu seperti peluru yang ditembakkan tepat ke dadanya. Entah mengapa, perasaan yang sebelumnya belum pernah ia rasakan kini muncul begitu saja. Bahkan disaat Raina bukan lagi siapa-siapa di dalam hidupnya.

“Aku benar-benar menyayangimu, Ryland.”

Panggilan itu kemudian berakhir. Raina menurunkan ponselnya. Dan ketika ia berbalik… matanya bertemu dengan mata Sion. Untuk beberapa detik, tidak ada satu pun dari mereka yang bergerak. Wajah Raina langsung kehilangan warna.

“Sion...”

Pria itu menatapnya tanpa ekspresi, bahkan terlalu tenang\ untuk seseorang yang sedang bergemuruh di dalam hatinya. Justru ketenangan itulah yang membuat Raina merasa takut. Bukan karena ia merasa telah melakukan kesalahan, tetapi takut Sion sudah salah paham.

“Sudah selesai menelepon kekasihmu?” Suara Sion rendah dan dingin.

Raina membuka mulut, tetapi tidak langsung menemukan kata-kata. “Dia, bukan—”

“Ryland.” Sion memotong. “Pria yang kau cintai.”

Raina terdiam ketika Sion melangkah mendekat. Satu langkah, kemudian satu langkah lagi. Sampai jarak mereka hanya tersisa beberapa meter. Tidak, Sion kembali melangkah dan semakin mendekat pada Raina hingga jarak mereka tersisa hanya beberapa senti.

“Menarik.” Tatapan pria itu turun sebentar ke ponsel di tangan Raina, lalu kembali ke wajahnya. “Jadi selama ini aku yang kau jadikan alat?”

Raina mengerutkan kening. “Apa maksudmu?”

“Kau menggagalkan pernikahanku dengan Laura.” Nada Sion semakin dingin. “Kau masuk ke Mansion ini.”

Ia berhenti tepat di hadapan Raina. “Dan sekarang aku mulai bertanya-tanya...” Matanya menyipit. “Apakah kedua anak itu juga bagian dari rencanamu?”

Wajah Raina seketika berubah. “Jangan bicara seperti itu tentang mereka.”

Untuk pertama kalinya malam itu, emosinya pecah. Namun Sion justru semakin yakin bahwa ada sesuatu yang disembunyikan perempuan itu.

“Kenapa?”

“Karena jelas mereka anak-anakmu.” Jawaban Raina terdengar tegas.

Sion menatapnya dalam-dalam. Dulu, ia akan mempercayai kalimat itu tanpa berpikir. Sekarang tidak… perkataan Calista kembali bergema di kepalanya. “Jangan percaya Raina begitu saja.”

Sion mundur selangkah. “Mulai malam ini,” katanya datar, “aku akan mencari tahu semuanya.”

Raina menatapnya dengan jantung berdebar. “Termasuk siapa sebenarnya Sean dan Shia.”

Setelah mengucapkan itu, Sion berbalik dan pergi meninggalkan Raina sendirian di balkon. Namun yang tidak diketahui Sion adalah … percakapan yang baru saja ia dengar tidak sepenuhnya seperti yang ia pikirkan. Dan pria bernama Ryland itu menyimpan rahasia yang jauh lebih besar daripada sekadar hubungan dengan Raina.

“Sion!” Raina langsung berlari mengejarnya.

Pria itu sama sekali tidak berhenti. Langkah panjangnya membawa tubuhnya semakin jauh dari balkon, seolah-olah suara Raina tidak berarti apa-apa. Jujur saja, ia merasa kecewa entah karena apa alasannya.

“Sion, tunggu!”

Bersambung….

1
Budhe Satryo
makin seruuu crtanya
Budhe Satryo
misi perang dimulai rayna
Budhe Satryo
keluarga bahagia❤️❤️❤️
Budhe Satryo
adiknya yg selama ini menjadi pendukung setia rayna
Budhe Satryo
gpp salah paham dulu biar makin cinta
Budhe Satryo
misi Lum dimulai lho ...dah panas az Calista ni
Budhe Satryo
good rayna biar papah si kembar ush Dewe 😄😄😄
Budhe Satryo
moga rayna TDK mudah dijebak
Budhe Satryo
waspada rayna musuh dpn mata
Budhe Satryo
wah bisa jadi kerja sama dngn Calista tu sih laura
Budhe Satryo
akhirnya Sion bisa takluk dngn si kembar 😍😍😍
Budhe Satryo
y ampun pemilik dianggap gelandangan 🤣🤣🤣
Budhe Satryo
misi dimulai si kembar 😄😄😄
Budhe Satryo
mungkin Calista dan lea yg JD musuh dlm selimut
Budhe Satryo
bibit mafia emang g ad obat 🤣
Budhe Satryo
duo s JD pembela mamanya donk
Budhe Satryo
mulai seruuu ni 😊😊😊😍😍😍
Budhe Satryo
moga tidak JD menikah dngn laura
Budhe Satryo
semoga nanti g bisa bngun adik kecilmu kalu Ndak dngn rayna 😄😄😄
Budhe Satryo
good rayna setidaknya ad kenang"an dr mantan suami
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!