NovelToon NovelToon
Rahasia Suamiku.

Rahasia Suamiku.

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Romansa
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Deche

Ani Almira mendapatkan kabar dari pihak kepolisian bahwa Fardan suaminya mengalami kecelakaan tunggal. Namun, ketika kecelakaan itu terjadi Fardan tidak sendirian. Ani terkejut ketika polisi mengatakan penyebab kecelakaan suaminya. Ani tidak menyangka Fardan begitu tega kepadanya.
Ardi Akram seorang perwira menengah di kepolisian. Ia merasa kecewa dengan apa dilakukan oleh Nadira istrinya. Ia mengajak Ani untuk balas dendam atas perbuatan Fardan dan Nadira. Ani menolak untuk melakukan balas dendam. Namun, berkat bantuan Ardi rahasia masa lalu Fardan terungkap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deche, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Soto Ayam

Akhirnya mereka sampai di mobil Ardi. Ardi membuka kunci dengan pengendali jarak jauh, kemudian ia membukakan pintu mobil untuk Ani. “Masuklah!” ujar Ardi.

      Ani menghela napas melihat Ardi membukakan pintu mobil untuknya. Ardi terlalu berlebihan membuatnya merasa cangguh diperlakukan seperti itu. Akhirnya Ani pun masuk ke dalam mobil kemudian Ardi menutupkan pintu mobil. Ardi berjalan menuju ke pintu kemudi. Ia masuk ke dalam mobil lalu menyalakan mesin mobil. Ardi mengemudikan mobilnya meninggalkan halaman rumah sakit.

      Malam itu jalan raya penuh dengan kendaraan sehingga jalanan menjadi macet. Mobil Ardi jalan dengan merayap. Ardi menarik napas panjang melihat jalan yang macet. Ia menoleh ke samping, Ani sedang memejamkan matanya seperti sedang menahan rasa sakit di kepala. “Kita makan dulu, ya,” kata Ardi.

      Ani membuka matanya lalu menoleh ke Ardi. “Tidak usah. Saya makan di rumah,” jawab Ani dengan suara lemah.

      “Makan dulu saja. Di depan ada penjual soto ayam yang enak. Ibu pasti suka,” ujar Ardi.

      “Saya mau pulang. Kepala saya sakit sekali,” kata Ani.

      “Makan dulu. Sampai di rumah Ibu bisa langsung istirahat,” ujar Ardi. Ani menarik napas panjang. Ardi sangat keras kepala, kalau ada yang ia inginkan harus diikuti.

      Ardi menyalakan lampu sein ke kiri. Ia membelokkan mobil ke sebuah rumah makan. Ia memarkirkan mobil di halaman rumah makan. “Kita makan dulu,” ujar Ardi sambil mematikan mesin mobil. Ani membuka matanya, ia melihat Ardi turun dari mobil. Namun, ia tetap diam di dalam mobil.

      Ardi berjalan menuju ke pintu penumpang sebelah supir. Ia membuka pintu mobil untuk Ani. “Ayo turun,” ujar Ardi dengan suara lembut. Ani terpaksa turun dari mobil. Ia berdiri di pinggir mobil, menunggu Ardi sedang mengunci pintu.

      Setelah mengunci pintu Ardi mendekati Ani. “Ayo.” Ardi jalan lebih dahulu. Ani mengikuti dari belakang. Sesekali Ardi menoleh ke belakang untuk memastikan Ani dalam keadaan baik-baik saja.

      Suasana rumah makan rame oleh pengunjung yang sedang makan malam. Ardi memilih tempat duduk di pojok ruangan agar Ani tidak terganggu oleh pengunjung dan pelayan rumah makan yang berlalu lalang. Ardi menarik kursi untuk Ani. “Ibu duduk di sini.” Ani duduk di kursi yang sudah disediakan oleh Ardi.

      Seorang pelayan rumah makan datang menghampiri meja mereka. Ia menaruh daftar menu di atas meja. “Ibu mau makan apa?” tanya Ardi sambil menatap wajah Ani. “Di sini soto ayam dan soto dagingnya enak.”

      Ani membaca daftar menu. “Saya pesan soto ayam, nasi setengah porsi dan teh manis panas,” kata Ani kepada pelayan rumah makan. Pelayan mencatat pesanan Ani.

      “Saya pesan soto daging, nasi satu porsi dan es jeruk,” kata Ardi tanpa membaca daftar menu. Sepertinya ia sudah hafal menu yang ada di rumah makan tersebut. “Sama sate-satean juga!” lanjut Ardi. Pelayan rumah makan mencatat pesanan Ardi kemudian ia meninggalkan meja mereka.

     Ardi membuka stoples yang berada di atas meja. Ia mengambil satu bungkus emping goreng. “Perut saya lapar sekali,” ujar Ardi sambil membuka plastik emping. Ia memakan emping.

      “Kenapa tadi nggak makan siang?” tanya Ani dengan suara pelan. Kepalanya masih berdenyut, walaupun sudah sedikit berkurang.

      “Saya lagi banyak kerjaan, jadi lupa makan,” jawab Ardi sambil mengunyah emping.

      “Sesibuk apa pun, Pak Ardi harus tetap makan! Kasihan Malika kalau Pak Ardi sampai sakit,” kata Ani dengan pelan.

     “Ibu juga harus jaga kesehatan supaya tidak sakit! Biar bisa balas dendam ke suami Ibu,” balas Ardi. Ani menjawah dengan senyum yang dipaksa.

      Dalam sekejap emping di dalam plastik sudah habis. Ardi mengambil kerupuk yang dibungkus plastik dari dalam stoples. Ia membuka plastik lalu memakan kerupuk. Ani memperhatikan Ardi yang sedang makan kerupuk dengan lahap. Sepertinya Ardi benar-benar kelaparan. “Oh, iya. Saya lupa memberitahu Ibu, beberapa hari yang lalu orang tua Fardan mencari saya ke kantor,” kata Ardi sambil mengunyah kerupuk.

      Ani terkejut mendengar ucapan Ardi. “Dari mana mereka tahu kantor Pak Ardi?” tanya Ani bingung.

      “Mereka mencari saya ke Polrestabes. Saya memang di tempatkan di sana,” jawab Ardi lalu ia memasukkan kerupuk ke mulutnya.

      “Kebetulan saya sedang tidak ada di tempat. Bawahan saya yang menemui mereka,” lanjut Ardi sambil mengunyah kerupuk. Ani memperhatikan Ardi yang sedang makan kerupuk, ia menunggu kelanjutan ceritanya.

      “Ibu Fardan mengatakan kalau saya sudah mencemarkan nama baik Fardan dengan mengatakan Malika adalah anak Fardan. Ia mengatakan tidak ada bukti kalau Malika adalah anak Fardan,” kata Ardi.

      “Maafkan saya Pak Ardi. Saya belum menceritakan hal ini kepada Pak Ardi,” ucap Ani dengan perasaan bersalah. Ani pun menceritakan yang terjadi beberapa hari yang lalu. Ardi mendengarkan apa yang Ani ceritakan.

      Seorang pelayan rumah makan menghampiri meja mereka. Ia membawa makanan pesanan Ardi dan Ani. Ani menghentikan ceritanya. Pelayan itu menyajikan makanan di atas meja. “Kita makan dulu. Nanti dilanjutkan lagi,” kata Ardi sambil membuka tissue yang membungkus sendok dan garpu.

      Ani memandangi soto ayam yang tersaji di hadapannya. Soto itu terlihat enak. Ani mengambil kuah soto dengan menggunakan sendok lalu ia mencicipi kuah soto. Rasanya enak, gurih dan segar.

      Diam-diam Ardi memperhatikan Ani yang sedang menyicipi kuah soto ayam. “Enak, kan?” tanya Ardi.

      Ani mengangkat wajahnya, Ardi sedang memperhatikannya sambil makan. “Iya, enak,” jawab Ani. Ani menuangkan soto ayam ke atas nasi. Ia memakan soto ayam dengan menggunakan nasi.

      Setelah mereka selesai makan Ani melanjutkan ceritanya sambil meminum minumannya sedikit demi sedikit. Ardi mendengarkan kelanjutan cerita Ani. “Saya mau identifikasi DNA Mas Fardan dan Malika, tetapi saya tidak memiliki uang,” ujar Ani. Ani sudah menanyakan biaya tes DNA ke rumah sakit, tenyata harganya sangat mahal. Ia tidak berani meminta uang kepada orang tua dan kakaknya karena mereka belum tahu kalau Fardan selingkuh.

      “Ibu tidak usah khawatir, saya yang akan membayar tes DNA Pak Fardan dan Malika,” ujar Ardi.

      “Saya tidak mau punya hutang budi pada Pak Ardi,” kata Ani.

      “Saya lakukan ini demi Malika. Kasihan anak itu jika tidak diketahui siapa ayahnya,” jawab Ardi. Ani terdiam mendengar jawaban Ardi. Ardi melakukan ini untuk Malika bukan untuk menolongnya.

      “Kapan Ibu mau tes DNA Pak Fardan?” tanya Ardi.

      “Secepatnya, Pak,” jawab Ani.

      “Oke, nanti saya bawa sampel Malika,” kata Ardi.

      Ardi memperhatikan Ani yang sedang menghabiskan minumannya. “Saya bayar makanan dulu.” Ardi berdiri dari tempat duduk, ia berjalan menuju ke kasir. Ani menghampiri Ardi yang sedang membayar makanan. Ia hendak membayar makanannya. Ardi merasakan Ani berdiri di sebelahnya. Ia menoleh ke Ani, ia tahu kalau Ani hendak membayar makanannya. “Sudah saya bayar makanannya. Ayo kita pulang!” ujar Ardi. Ani dan Ardi berjalan meninggalkan rumah makan.

1
falea sezi
uda di selingkuh in ampe punya anak masih cinta🤣🤣 cwekk ooonnnnn
sunaryati jarum
Baru mampit
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!