NovelToon NovelToon
The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

The Badass Empress: Lembut? Sorry, Gak Kenal!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno / Fantasi
Popularitas:36.6k
Nilai: 5
Nama Author: heldahell

Bagaimana jadinya jika jiwa seorang remaja cewek tomboi modern yang hobi tawuran, bermulut tajam, dan ceplas-ceplos terlempar ke masa lalu? Sialnya lagi, dia bangun di dalam tubuh permaisuri Xia Ruo, wanita paling rapuh dan tertindas di Kekaisaran Han yang baru saja mencoba bunuh diri karena tidak tahan diabaikan oleh kaisar yang penguasa berdarah dingin yang terkenal kejam.

Kini, tidak ada lagi Permaisuri Xia Ruo yang hobi menangis terisak. Yang ada hanyalah permaisuri baru yang berani duduk bersila di atas ranjang sutra sambil memanggil sang Kaisar kejam dengan sebutan "Mas Bro". Didampingi oleh Yuan er, pelayan setianya yang selalu menangis histeris dan berusaha keras mendidik sang permaisuri agar bisa berbicara lembut, Xia Ruo harus memutar otak untuk bertahan hidup. Mulai dari melabrak dapur istana demi makanan enak, melatih fisiknya yang selemah triplek basah, hingga menghadapi Kaisar kejam yang anehnya... justru mulai terobsesi dengan perubahan barbar dirinya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon heldahell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 24 : Senjata makan tuan

Pagi hari berikutnya, Paviliun Teratai Biru mendadak dikepung oleh puluhan pelayan senior dan pengawal istana belakang. Di barisan paling depan, Selir Agung Li melangkah dengan dagu terangkat tinggi, didampingi oleh seorang pria paruh baya berjubah abu-abu keunguan yang mengaku sebagai Peramal Agung Istana.

"Permaisuri Xia Ruo! Keluar Anda sekarang juga!" teriak Selir Agung Li tanpa basa-basi begitu sampai di pelataran halaman paviliun.

Ara melangkah keluar dari pintu kamarnya dengan santai. Dia masih mengenakan jubah tidur sutra tipis yang sengaja digulung longgar, tangannya memegang sebutir apel merah yang digigitnya dengan bunyi renyah.

Kriuk.

"Aduh, berisik amat lu pagi-pagi, uler pink," cibir Ara ceplas-ceplos sambil mengunyah buahnya. "Ngapain bawa gerombolan sirkus ke rumah gua? Mau minta sumbangan?"

Selir Agung Li mendengus benci melihat ketenangan Ara. "Jangan berlagak bodoh, Xia Ruo! Istana belakang sudah dipenuhi aura hitam sejak kau bangkit dari kematian. Peramal Agung mendeteksi adanya praktik ilmu hitam yang kau sembunyikan di paviliun ini untuk mengutuk keluarga kekaisaran! Pengawal, geledah seluruh tempat ini sampai ke akar-akarnya!"

"Silakan, cari aja sampai botak," sahut Ara santai sembari melipat tangan di dada. Di sudut teras, Yuan-er berdiri dengan senyuman misterius yang ditahan setengah mati.

Puluhan pelayan dan pengawal langsung mengobrak-abrik Paviliun Teratai Biru. Mereka memeriksa kolong kasur, membongkar lemari pakaian, hingga menggali pot-pot tanaman teratai. Namun, setelah tiga puluh menit berlalu, wajah Selir Agung Li yang tadinya penuh kemenangan perlahan berubah menjadi panik.

"Bagaimana? Ketemu tidak?!" bentak Selir Agung Li pada kepala pengawalnya.

"T-Tidak ada, Selir Agung... sama sekali bersih," jawab si pengawal dengan dahi bercucuran keringat dingin.

Ara langsung tertawa renyah, tawa khas preman yang sangat memprovokasi. Dia melempar sisa sisa apelnya tepat ke arah kaki Selir Agung Li. "Gimana, Mbak? Kagak nemu barangnya, ya? Padahal semalem gua liat ada kecoak item menyelinap ke sini, tapi karena gua kasihan, paketnya udah gua balikin ke alamat pengirim."

Selir Agung Li mematung, jantungnya mendadak berdegup kencang secara abnormal. "A-Apa maksudmu?!"

"Maksud gua... karena lu udah nuduh gua pake dukun dan hasilnya zonk, sekarang giliran gua yang mau nuntut keadilan!" gertak Ara, raut wajahnya mendadak berubah menjadi sangat sangar dan berwibawa. Dia melangkah maju, mengintimidasi Selir Agung Li hingga wanita bedak tebal itu mundur selangkah. "Menurut aturan istana, fitnah terhadap Permaisuri itu hukumannya berat. Jadi, gua minta ruangan lu di Paviliun Teratai Merah digeledah sekarang juga! Siapa tahu... uler aslinya malah piaraan lu sendiri!"

"Tidak boleh! Kau tidak punya hak!" jerit Selir Agung Li panik setengah mati. Dia tahu betul bahwa semalam dia menyuruh pelayannya menanam boneka santet di kamar Ara. Jika di sini tidak ada, artinya...

"Siapa bilang Permaisuri tidak punya hak?"

Sebuah suara bariton yang berat dan penuh otoritas mutlak mendadak menggema dari arah gerbang. Kaisar Yan melangkah masuk dengan jubah perang ringan berwarna hitam, tatapan mata elangnya menyapu seluruh halaman dengan dingin. Kehadirannya yang tiba-tiba langsung membuat seluruh pengawal dan pelayan berlutut massal ke tanah.

Kaisar Yan berjalan berhenti tepat di samping Ara, melirik Permaisuri barbarnya itu dengan kilatan geli yang tertahan di matanya. "Aku mengizinkannya. Pengawal Kekaisaran, geledah Paviliun Teratai Merah milik Selir Li sekarang juga!"

"Kaisar! Tidak, Kaisar! Hamba difitnah!" Selir Agung Li langsung histeris dan berlutut di kaki Kaisar Yan, menangis bombay sampai bedaknya luntur terkena air mata.

Namun, perintah Kaisar adalah mutlak. Kurang dari lima belas menit, sepasang pengawal kekaisaran kembali dari Paviliun Teratai Merah sambil membawa sebuah bungkusan kain hitam yang tampak mencurigakan. Begitu kain itu dibuka di depan semua orang, di dalamnya terdapat sebuah boneka kain rajut yang ditusuk belasan jarum perak, lengkap dengan selembar kertas bertuliskan nama Ibu Suri dan Kaisar Yan!

"Astaga... Selir Agung Li... Anda benar-benar mengutuk Kaisar?!" Peramal Agung Istana yang tadinya disewa Selir Li langsung berteriak syok dan berlutut menjauh, ketakutan ikut terseret.

Wajah Selir Agung Li langsung pucat pasi seputih kain kafan. Dia kena mental seancur-ancurnya, menyadari bahwa senjatanya telah memakan tuannya sendiri akibat kecerdikan preman milik Ara.

Ara sendiri hanya menopang dagunya, menatap Selir Li dengan senyuman miring andalannya. "Nah, Mas Bro Kaisar... uler kadut nya udah ketangkep basah nih. Enaknya kita apain? Digoreng atau langsung dieliminasi aja dari istana?"

1
Yadi
Jendral Feng akan jadi ayah angkat si kurcil ya 🤭🤭🤭
Yadi
no coment...!!


🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Tanda tanda si kurcil nanti kalau dia nakal, maka wajahnya akan cemong
Lo Lifuna
mereka cuti 2 Minggu dari istana kan?
apa ini ceritanya uda melewati 2 Minggu?
perasaan baru 1 hari deh. kok besok sudah balik ke istana?
Yadi
🤣🤣🤣
Lo Lifuna
ini gimana ya alurnya. menteri Wang itu sebenarnya paman atau ayahnya selir agung?

terus bukannya selir agung dihukum di istana dingin?

terus ayahnya ketahuan kudeta kenapa selir agung masih di istana?
Rima Yuliatin
nah akhirnya Nemu cerita yg mantap..ini baru seru alurnya berbobot tp dikemas santai dan ringan..lope lope dahhhh..😍
heldahell: makasih kak,udah suka sama ceritanya😙
total 1 replies
Arix Zhufa
bar bar sekali 😅
Arix Zhufa
jihaha....ara bahasa gaul mu jangan di bawa kesini
Arix Zhufa
lucu banget...ok mgkn masih bahasa gaul gpp karena belum mengenal lingkungan aslinya
Cintya Tya
mantep thor.... ceritae top markotop... lain dari yg lain.. 👍👍🤣🤣
Dbz Mar
😭😭😭😭😭😭😭 mengelap air kencingnya tuh
Yadi
Yeeeeey.... 💃🕺💃🕺
Akhirnya takluk juga singa betina 🕺💃🕺💃
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Andaikan dijadikan film, bisa sangat seru dah
Yadi
ya iyalah paksu Kaisar Yan pada bucin pada singa betina si Ara, lah wong Ibu Negara dgn strateginya dan juga bela diri jurus tawurannya bisa menyelesaikan masalah tanpa masalah, apalagi sifat petakilannya yg bar bar ceplas ceplos mulutnya.. itu menandakan bhw sang permaisuri bersifat jujur dan wajar, tdk diolah olah..alias natural alami 😁😁😁
Jendra
bagus banget ceritanya, si ara yg kocak dan pemberani bikin sangat terhibur😊
Jendra
Wah asik nih lucu🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

Ambyar dah krn dikalahkan bunyi perut cewe badas sang Permaisuri 🤣🤣🤣
Yadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣

knp jurus tawuran bisa mengalahkan tehnik bertarung si Jendral....??

hayo jawab 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!