Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.
Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.
"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"
Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Sore ini di kantor Pratama.
"Bian, ada undangan makan malam dari Tuan Alex. Dia bilang sangat berharap kamu akan datang," ucap Reyhan kepada sahabatnya itu.
Abian tak langsung menjawab, Alex adalah salah satu kliennya. Tapi... dia teringat dengan permintaannya yang meminta Devina untuk memasak untuknya. Hal tersebut membuatnya bimbang.
"Emm... aku gak bisa. Aku harus buru-buru pulang," jawabnya Abian dengan nada datar.
Reyhan malah menggoda. "Tumben semangat sekali buat pulang. Hayo ngaku, kamu pasti ingin segera bertemu dengan Devina, kan?"
Abian mengelak. "Jangan sok tahu. Aku cuma ingin segera beristirahat."
"Hm, aku pikir kamu jatuh cinta sama Devina," goda Reyhan lagi.
Abian menghela nafas. "Aku gak ngerti, mengapa orang-orang pada berpikir aku jatuh cinta sama dia. Padahal dia tuh wanita yang selalu membuat aku kesal."
Reyhan mengerutkan keningnya. "Memangnya siapa lagi yang bilang begitu selain aku?"
Abian tak menjawab, dia teringat dengan perkataan Fanny waktu itu, pada saat mereka masih sekolah SMA.
Flashback On...
Saat itu Sekolah Pratama telah kedatangan murid baru bernama Devina Buana. Gadis itu sangat cantik, sehingga ada banyak murid laki-laki yang berlomba-lomba untuk mendekatinya.
Ada yang memberikan Devina bingkisan, ada juga yang memberikan surat cinta, bahkan ada yang berani mengungkapkannya secara langsung, meskipun harus berakhir dengan penolakan.
Tapi sayangnya, Devina sangat membencinya akibat insiden beberapa hari yang lalu karena Abian telah memukuli seorang murid laki-laki bernama Arjuna, Devina langsung membela murid laki-laki itu, hingga mereka bertengkar.
"Ehm."
Suara deheman seseorang membuyarkan lamunan Abian yang saat ini sedang duduk di perpustakaan. Rupanya itu adalah suara Fanny.
"Kenapa cuma dilihatin aja? Deketin dong!" goda Fanny saat mendapati Abian yang sedang memperhatikan Devina yang sedang membaca buku.
Abian mengelak. "Siapa juga yang memperhatikan dia. Justru aku masih kesal, dia berani marah padaku di depan banyak orang."
Fanny menghela nafas. "Sebenarnya aku juga gak paham. Kenapa kamu tiba-tiba memukuli Arjuna."
Abian menjadi salah tingkah. Dia juga tidak mengerti, mengapa dia harus marah saat mendengar perkataan Arjuna. Saat itu Arjuna sedang mengobrol dengan temannya, "Devina, si murid baru itu sangat cantik dan bodynya bagus. Pasti enak kalau dipake."
Fanny menepuk pundak Abian. "Hei, kita ini sudah lama bersahabat. Ayolah cerita, kamu pasti naksir dia, kan?"
Abian membantah. "Gak mungkinlah. Justru dia sudah membuat aku kesal."
Abian dan Fanny memang sudah lama bersahabat, dari kecil, karena Fanny adalah anak dari asisten ayahnya. Mereka sudah saling mengenal cukup lama, selalu ada dalam suka dan duka. Sikap Fanny yang ceria, selalu menghibur Abian.
Dulu, saat Fanny meninggal. Ayahnya Abian pun tak tinggal diam, pernah menyewa detektif untuk melakukan penyelidikan atas kematian Fanny. Tapi hasilnya nihil, seolah-olah apa yang terjadi pada Fanny memang murni kecelakaan.
Karena itu, Abian diam-diam memutuskan untuk menanganinya sendiri. Dia harus mencari keadilan untuk Fanny.
Flashback off..
...****************...
Setelah pekerjaannya selesai, Devina terlihat sangat tergesa-gesa untuk meninggalkan kantor, mungkin karena dia sudah berjanji akan memasak untuk Abian.
Devina terpaksa harus melakukannya, karena telah berhutang pada pria itu. Jika bukan karena Abian, posisi CFO pasti saat ini telah ditempati oleh Jihan. Dan sekarang Devina telah menunjuk orang yang benar-benar pantas untuk menempati posisi tersebut melalui seleksi yang sangat ketat dan rekam jejaknya benar-benar bersih.
Namun, tiba-tiba papanya masuk ke ruangannya dengan tanpa permisi.
"Papa? Untuk apa Papa datang kesini?" tanya Devina.
Robert menjawab dengan nada serius. "Papa ingin membahas tentang Perusahaan Monaco denganmu. Papa dengar perusahaan itu sangat berminat untuk manjadi investor utama di perusahaan ini. Lebih baik kamu segera menyetujuinya, Devina."
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡