NovelToon NovelToon
Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Cinta Di Bawah Bayangan Tangan Besi

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / CEO / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:255
Nilai: 5
Nama Author: aletaia

Aria Utama, seorang arsitek bertangan dingin, mendadak terjebak dalam pusaran konflik dua pria paling dominan di kota. Di satu sisi ada Adrian Mahardika, CEO dingin dari Mahardika Group yang menawarkan perlindungan, kestabilan, dan cinta yang tenang. Di sisi lain ada Dante Vance, pemimpin sindikat kejahatan paling tak tersentuh yang siap menghancurkan dunia demi mendapatkan Aria. Saat rahasia masa lalu terkuak, Aria harus memilih antara kepastian yang aman atau gairah yang mematikan di tengah pertumpahan darah dan perebutan kekuasaan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aletaia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21: Keputusan yang Melukai

Persyaratan mematikan dari Dante Vance menggantung di udara Dermaga Tanjung Priok, terasa amat dingin, kejam, dan tak terelakkan. Angin laut malam bertiup kencang, mengibarkan ujung mantel dan pakaian ketiga orang yang kini berdiri tepat di garis persimpangan takdir dan pertumpahan darah.

"Dante, kau sudah benar-benar gila!" raung Adrian dengan suara menggelegar. Sang CEO berjuang sekuat tenaga melepaskan diri dari cengkeraman dua anak buah Black Viper berbadan tegap yang menahannya. Gerakan kasar itu membuat jahitan luka tembak di bahu kirinya yang baru dioperasi merekah parah. Darah merah segar merembes kian deras, membasahi kain kemeja putih mewahnya hingga pekat. "Aku tidak akan pernah membiarkanmu memaksa Aria menikahimu! Langkah ini tidak akan pernah kubiarkan terjadi!"

Dante tidak mengindahkan raungan dan ancaman Adrian sedikit pun. Seolah-olah Adrian hanyalah serangga kecil di hadapannya, sepasang mata abu-abu Dante yang dingin, tajam, dan intens terus menancap tepat di manik mata Aria. Pria itu menanti satu jawaban mutlak yang akan menentukan nasib seluruh kerajaan bisnis Mahardika Group dan masa depan wanita di hadapannya.

"Bagaimana, Aria?" bisik Dante. Suara baritonnya rendah, beresonansi dalam dan penuh penekanan di antara deburan ombak pelabuhan. "Satu kata 'ya' dari bibir indahmu, dan aku akan menandatangani dokumen pembatalan penyitaan kargo ini detik ini juga. Adrian akan tetap menjadi CEO yang dihormati, proyek menaramu yang megah akan berlanjut tanpa hambatan, dan seluruh dendam masa lalu ini... akan diselesaikan secara resmi di atas pelaminan kita."

Aria menatap Adrian yang berjuang tanpa memedulikan rasa sakit di tubuhnya yang terus mengucurkan darah. Pria itu telah mempertaruhkan nyawa, membendung peluru dingin dengan dadanya sendiri hanya demi melindungi keselamatan Aria. Jika Aria menolak ultimatum ini, Mahardika Group akan dipastikan hancur dalam hitungan jam, puluhan ribu karyawan akan terlunta-lunta, dan Adrian akan kehilangan seluruh kehormatan serta cita-cita yang selama ini diperjuangkannya dengan susah payah.

Air mata Aria menetas deras, membasahi pipinya yang pucat pasi dan dingin oleh terpaan angin laut. Ia memejamkan mata sejenak, merasakan kehancuran total yang meremukkan seluruh rongga dadanya.

"Aria, jangan... aku mohon padamu, jangan lakukan ini..." suara Adrian bergetar parau dari kejauhan, dipenuhi keputusasaan dan kepedihan yang teramat sangat.

Saat Aria membuka matanya kembali, tak ada lagi keraguan di sana. Yang tersisa hanyalah kepasrahan, pengorbanan, dan tekad baja demi menyelamatkan pria yang dicintainya.

"Aku menerima syaratmu, Dante," ucap Aria. Suaranya pelan dan lirih, namun bergetar tegas menembus gemuruh angin dermaga. "Aku akan menjadi istrimu secara resmi. Bebaskan seluruh kargo milik Mahardika Group, cabut semua tuntutan hukummu, dan jangan pernah sentuh atau ganggu Adrian lagi sepanjang hidupmu."

"Aria! TIDAK! JANGANN!" teriak Adrian histeris, suaranya pecah oleh kemarahan dan keputusasaan.

Dante menyunggingkan senyum miring yang penuh kemenangan, kebanggaan, dan kepuasan liar dari dasar jiwanya. Pria itu melambaikan tangan singkat pada Marco, tangan kanannya. Dalam hitungan detik, dokumen resmi pembatalan penyitaan kargo diserahkan ke pihak otoritas pabean, dan garis pembatas penyitaan resmi dibuka kembali saat itu juga.

Dante melangkah perlahan mendekati Aria, meraih jemarinya yang gemetar hebat, lalu meletakkan tangan halus wanita itu di atas lengan tegapnya yang terbungkus kemeja hitam.

"Keputusan yang sangat bijaksana dan indah, calon istriku," bisik Dante lembut di telinga Aria, lalu mendaratkan kecupan hangat dan penuh kemenangan di pelipis wanita itu.

Aria membalikkan tubuhnya perlahan dengan gerakan kaku, menatap ke arah Adrian untuk yang terakhir kalinya. Sang CEO tersungkur tak berdaya di atas aspal dermaga yang basah dan dingin saat anak buah Dante melepaskannya begitu saja. Adrian mendongak, matanya yang biasanya memancarkan kehangatan kini dipenuhi oleh perpaduan rasa sakit yang menghancurkan, kekecewaan mendalam, dan amarah yang membakar jiwa.

"Maafkan aku, Adrian..." bisik Aria tanpa suara, hanya melalui gerakan bibirnya yang bergetar hebat sebelum air mata kembali membanjiri wajahnya.

Aria melangkah bersama Dante menuju mobil SUV hitam yang sudah menunggu dengan pintu terbuka, membiarkan Adrian tergeletak sendirian di pelataran dermaga dalam kepungan darah dan luka di tubuh serta hatinya yang hancur berkeping-keping.

Dari balik aspal dan darah yang menempel di rahangnya, Adrian mengepalkan kedua tangannya rapat-rapat hingga paku-paku kerikil pelabuhan terasa menancap dalam di telapak tangannya. Tatapan mata cokelat gelapnya yang tadinya hangat kini meredup sepenuhnya, berubah menjadi sangat dingin, gelap, dan sarat akan kehausan balas dendam yang belum pernah ada sepanjang sejarah hidupnya.

"Dante Vance..." desis Adrian dengan suara rendah, dalam, dan bergetar bagaikan guruh dari dasar neraka terkelam. "Kau telah merebut satu-satunya cahaya dan hal paling berharga dalam hidupku. Aku bersumpah demi darahku sendiri... aku akan menghancurkan seluruh duniamu, meratakan kerajaan mafiamu, dan mengambil Aria kembali dari tanganmu, bahkan jika aku harus berubah menjadi Iblis yang jauh lebih kejam dan mengerikan darimu!"

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!