NovelToon NovelToon
Tahta Senja Untuk Aira

Tahta Senja Untuk Aira

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Reinkarnasi
Popularitas:921
Nilai: 5
Nama Author: Senja_Puan

Terlahir kembali usai tewas disiksa, Aira bertekad membalas dendam pada Azka dan keluarganya. Ia bangkit merebut tahta, menggagalkan pengkhianatan, dan membuka hati untuk paman Azka, Rizky.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja_Puan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: PROVOKASI DI HADAPAN KELUARGA

Pernyataan Paman Rizky—lengkap dengan gestur tangan besarnya yang mendarat santai namun posesif di pinggang Aira—membuat ruang tamu utama kediaman Gunawan bagaikan dihantam badai dalam seketika.

Suasana yang tadinya bising oleh tawa mengejek Ayah Azka mendadak membeku total.

"Rizky! Apa-apaan kamu?!" bentak Ayah Azka, matanya hampir melompat keluar melihat keintiman yang tidak wajar antara adik sepupunya dengan menantunya sendiri. "Lepaskan tanganmu dari tubuh Aira! Dia itu istri sah dari Azka, keponakanmu sendiri! Jangan melampaui batas!"

Tante Mia membelalakkan mata, menunjuk Rizky dengan jari gemetar. "Gila! Benar-benar tidak beretika! Kamu membela Aira sampai sejauh ini, bahkan berani menyentuhnya di depan mata kami?! Apa tidak ada rasa malu sedikit pun dalam dirimu, Rizky?!"

Azka yang melihat pinggang Aira disentuh langsung bangkit berdiri dari sofa, menghempaskan dekapan Rani. Darahnya mendidih hebat, rasa kepemilikan dan gengsi lakilakinya yang tercabik membakar dadanya.

"Brengsek! Lepaskan istriku, Paman!" teriak Azka murka, melangkah maju berusaha menepis tangan Rizky. "Jangan pura-pura gila di rumah ini! Aira itu milikku!"

Namun, sebelum Azka sempat menyentuh mereka, Aira justru melangkah rapat mendekat ke tubuh Paman Rizky. Bukannya menghindar atau menepis tangan pria matang itu, Aira malah secara sengaja mengikis jarak, menyandarkan bahunya ke dada tegap Rizky, lalu menatap Azka dengan pandangan penuh ejekan dan rasa jijik yang amat dalam.

"Milikmu?" desis Aira dengan senyum tipis yang amat memprovokasi. "Sejak kapan aku jadi milikmu, Azka? Sejak kamu membiarkan perempuan murahan ini tidur di kamarmu? Atau sejak kamu lebih memilih memeluknya di depan orang tuamu alih-alih membela istri sahmu sendiri?"

"Aira!" potong Tante Mia histeris. "Jaga mulutmu! Kamu yang tidak tahu malu, menyandar pada pria lain di depan suamimu!"

"Cukup!" sela Paman Rizky, suaranya yang berat dan menggelegar seketika menghentikan bentakan Tante Mia.

Paman Rizky sama sekali tidak menarik tangannya dari pinggang Aira. Malah, jemarinya secara terang-terangan meremas lembut pinggang mulus itu, memberikan sinyal perlindungan mutlak yang membuat Azka kian kepanasan.

"Aku hanya menegaskan satu hal di rumah ini," ucap Paman Rizky dingin, tatapannya menghujam lurus ke arah Ayah Azka. "Aira adalah bagian dari keluarga ini atas hukum yang sah. Jika kalian tidak bisa memperlakukannya dengan hormat, maka aku yang akan memastikan dia mendapatkan penghormatan yang pantas. Siapa pun yang berani menyentuhnya atau mempermalukannya lagi... akan berurusan langsung dengan kekuasaanku atas aset klan Gunawan."

Ancaman terselubung mengenai aset klan Gunawan langsung menyumbat tenggorokan Ayah Azka. Pria tua itu tahu betul bahwa sebagian besar sokongan dana dan keputusan bisnis utama keluarga mereka masih berada di bawah kendali penuh Rizky sebagai calon pewaris tunggal.

Rani, yang tidak mau kehilangan momen untuk kian memperkeruh suasana, mendadak menangis lagi dengan suara memelas. "Om... Tante... lihat kan? Aira dan Paman Rizky seperti sengaja mau menyingkirkan Mas Azka... Rani takut..."

"Tutup mulutmu, Rani!" tembak Aira cepat, menatap Rani dengan lirikan mematikan. "Jangan berakting seperti korban di sini. Kalau kamu memang sangat menginginkan Azka, ambil saja! Tapi jangan sekali-kali menyentuh posisiku atau mencoba bermain api denganku!"

Aira kemudian menatap Azka yang masih berdiri mengepalkan tangan dengan napas memburu.

"Azka... kamu pikir aku merana karena kamu mengabaikanku?" puji Aira dengan nada mengejek yang sangat halus. "Kamu salah besar. Di mata saya, kamu cuma pria lemah yang sibuk bersembunyi di balik ketiak orang tua dan air mata wanita simpananmu."

Setelah mengucapkan kalimat yang menelanjangi harga diri Azka hancur berkeping-keping, Aira membalikkan badan. Tanpa meminta izin pada Ayah atau Ibu Azka, ia melangkah anggun menuju tangga lantai dua.

Paman Rizky menyunggingkan senyum kemenangan yang tipis. Ia melirik Azka yang mematung menahan malu dan amarah, lalu menyusul langkah Aira naik ke atas, meninggalkan ruang tamu yang kini dipenuhi aura kekalahan dan ketegangan yang makin memuncak.

1
Yasa
suka banget sama fl yang Badas gini.
Senja_Puan: makasih kak😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!