NovelToon NovelToon
Musuh Jadi Candu

Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Crazy Rich/Konglomerat / Balas Dendam / CEO
Popularitas:316.3k
Nilai: 5
Nama Author: DF_14

Sebuah pernikahan yang begitu megah, suatu hal yang selama ini diimpikan oleh Devina, tiba-tiba dihancur begitu saja oleh seseorang yang selama ini sangat dia benci.

Bukan hanya pernikahannya, tapi perusahaan keluarganya pun mengalami kehancuran.

"Aku sanggup membuat perusahaan ayahmu kembali berjalan, tapi dengan satu syarat, kamu harus menikah denganku!"

Itulah yang diucapkan oleh Abian Pratama, seorang CEO dingin dan kejam.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Setelah Abian keluar dari ruangan VVIP restoran tersebut, Eliano mengepalkan tangannya dengan erat.

"Jika bukan karena keluarganya, orang tuaku tidak mungkin menderita," ucapnya dengan penuh rasa dendam.

Ayahnya Abian telah menjembloskan ayah dan ibunya ke penjara. Ibunya bernama Niken, dia melahirkankan Eliano di dalam penjara. Tapi sayang, nyawa Niken tak tertolong. Bahkan neneknya pun tak mau menerima kehadirannya, karena dianggap aib keluarga, karena itu dia dibuang ke panti asuhan.

Eliano baru mengetahui bahwa ayahnya bernama Pram, saat ini dia masih di dalam penjara, dengan hanya memiliki satu kaki, karena kaki kanannya diamputasi. Itu semua karena orang tuanya Abian.

Eliano pernah mengunjungi ayahnya. Ayahnya mengatakan bahwa dia harus memiliki kekuatan, agar bisa balas dendam pada keluarga Pratama.

Saat dia duduk dibangku SMA, dia berpacaran dengan Jihan. Dia baru mengetahui bahwa ternyata Jihan memiliki saudara tiri yang sangat cantik, murid baru dari luar kota. Namanya Devina, dia adalah satu-satunya pewaris Buana Group.

Karena itu, dia berpikir harus memanfaatkan Devina, untuk bisa menguasai Buana Group. Walaupun dia tahu perusahaan itu tidak sebanding dengan Pratama Group, tapi setidaknya dia memiliki kekuasaan. Dia yakin suatu saat nanti dia mampu menghancurkan keluarga Pratama.

Dan akhirnya, rencananya berhasil, saat itu Devina telah menolongnya dari Abian.

Flashback On...

Saat itu, mereka masih duduk di bangku SMA. Abian sangat terluka, dia harus kehilangan sahabatnya, Fanny, yang meninggal karena kecelakaan.

Dia masih ingat, beberapa hari yang lalu, Fanny mengatakan bahwa Eliano selalu menganggunya.

Abian sangat yakin, Eliano pasti dalang dibalik kecelakaan Fanny.

Abian berjalan dengan penuh emosi, mencari Eliano. Hingga akhirnya dia menemukan Eliano yang sedang merokok di halaman belakang sekolah.

"Brengsek!" tanpa basa basi, Abian langsung memukul wajah Eliano.

Bugh!

Eliano tak diberikan kesempatan untuk melawan, Abian terus memukul wajahnya berulang kali.

Bugh!

Bugh!

Bugh!

Tubuh Eliano terhuyung, dia jatuh tersungkur ke tanah.

Devina yang tidak sengaja melihat kejadian itu, dia segera berlari untuk memisahkan mereka. Bahkan dia menatap tajam pada Abian, "Berhenti! Kenapa kamu suka sekali menindas orang lemah?"

"Kau berani melawanku?" tanya Abian.

Devina berkata, "Memangnya kenapa aku harus takut padamu? Jangan mentang-mentang sekolah ini punya orang tuamu, makanya kamu jadi meraja di sekolah. Aku sama sekali tidak takut."

"Apa kamu tidak tahu apa alasan aku menghajarnya?" tanya Abian dengan nada dingin.

Devina menghela nafas. "Itu karena kamu merasa sok berkuasa di sekolah ini, makanya kamu selalu menghajar orang seenaknya dengan tanpa alasan."

Setelah berkata begitu, Devina segera membantu Eliano berdiri, "Kamu tidak apa-apa, kan?"

Eliano hanya menggelengkan kepala sambil meringis kesakitan.

Devina segera memapah Eliano, untuk pergi meninggalkan Abian di halaman belakang sekolah.

Abian hanya menghela nafas, memandangi punggung Devina yang yang semakin menjauh darinya.

Sedangkan Eliano, dia tersenyum penuh kemenangan.

Semenjak saat itu, dia bisa dekat dengan Devina, meskipun pada awalnya Devina hanya kasihan padanya, karena sering melihat Eliano dihajar oleh Abian.

Padahal, Eliano memang sering membuat masalah, yang membuat emosi Abian terpancing.

Flashback off...

...****************...

"Pergi kemana dia? Kenapa sampai jam segini dia tidak pulang?" gumam Devina.

Saat ini, dia sedang duduk di pinggir kolam renang.

Dia pun mendengus kesal. "Pernikahan macam apa ini. Dia bebas pergi begitu saja tanpa berpamitan padaku. Padahal aku sudah mengabaikan pesan dari Eliano."

Devina merasa semua itu sangat tidak adil. Dia sama sekali tidak tahu bahwa ponselnya telah disadap, bahkan Abian mampu membalas pesan dari Eliano tanpa melalui ponsel Devina, dan balasan dari Abian pun tak terlihat di riwayat pesannya.

Tiba-tiba, dia kagetkan suara Abian. "Aku haus, cepat buatkan aku jus alpukat."

Devina langsung berdiri, dia sangat kesal, pria itu baru juga pulang sudah seenaknya menyuruhnya. "Kamu pikir aku pembantu? Buat saja sendiri . "

Abian menatap tajam. " Jadi, kamu berani melawan? Atau mungkin kamu ingin aku hukum?"

Devina menjadi salah tingkah. Dia tahu arah hukuman yang Abian maksud. Saat matanya melirik ke samping, dia melihat sebuah pot kecil berisi tanaman kaktus mungil berduri tajam. Tanpa berpikir panjang, Devina langsung mengambil pot itu dan menodongkannya pada Abian.

"Jangan berani menciummu kalau tidak ingin bibirmu kena duri kaktus ini," ancam Devina.

Abian tersenyum smirk. Dia justru sangat senang melihat Devina salah tingkah begitu, sehingga dia malah sengaja mendekati Devina.

Devina langsung berjalan mundur sambil terus menodongkan pohon kaktus itu. "Aku bilang jangan medekat! "

Tapi abian malah terus saja berjalan mendekat. Tak peduli dengan ancaman dari Devina.

Devina yang terus berjalan mundur, sama sekali tidak menyadari bahwa dia sudah berada tepat di tepi kolam renang. Kakinya terhuyung, hingga dia kehilangan keseimbangan tubuhnya, lalu terjatuh ke kolam.

"Ahhh!"

Byur!

Abian pun tertawa. "Selamat menikmati mandi malammu, Devina."

Di dalam air, Devina terlihat berjuang keras, tangannya meronta-ronta ke permukaan dengan panik. Dia tampak sangat kesulitan untuk berenang.

Abian yang hendak masuk ke dalam mansion, dia tiba-tiba menghentikan langkahnya saat menyadari Devina belum naik juga ke tepi kolam.

Apakah mungkin gadis itu tidak bisa berenang?

1
Ita rahmawati
Devina kmu cuma salah faham dn termakan omongannya eliano yg kosong alias bohong
Ari Atik
alah....
pasti elian cuma ngaku2 doang....😡
jumirah slavina
ya Abisan lh Dev... kan Kamu ngobrol sm Abisan., masa tiang bendera yang bantu Kamu., astagaaaaaaaa
jumirah slavina
halahhhh
dyah EkaPratiwi
eliano emang bener2 ya biang kerok dr dulu
🎀𝔸ᥣᥙᥒᥲ🎀
Devina ini polos apa munafikkk guys🤭 padahal aku yakin yang nolong devina waktu pingsan Bian bukan Eliano🤣
Syavira Vira
lanjut
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Quinsha Zelin
Pembohong kau Eliano, dia ngarang cerita supaya Devina makin benci sama Abian
Quinsha Zelin
Ya ampun jadi salting dehh, Abian sengaja itu mau nemenin kamu Devina 🤭
Quinsha Zelin
Pasti ada alasannya Abian ngelakuin itu Dev
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
pasti kesempatan si eliano KLO dia yg bilng nolong
Tuti Tyastuti
𝘦𝘭𝘪𝘦𝘯 𝘥𝘢𝘩 𝘭𝘪𝘤𝘪𝘬 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘢𝘸𝘢𝘭
RiriChiew🌺
aku curiga nya malah si El ini yg membual dev, gak mungkin juga Abian Setega itu pdhal sudah jelas dia menemani kamu dihukum rela² loh diaa . berarti otak semua kesalah fahaman nya emang ada di si El ini 🙈
Eka ELissa
knpa GK BCA buku apa tdi yg kmu tmuin Vina...🫣🫣
Eka ELissa
boong bgt ya Abian dong yg dkt msk Lio yg lari jauh 2 ya GK bkln ke kejer dong gaje bgt
Rita
tanya sama othor👍
Rita
licik dr awal
Rita
hadeuuhhhh jgn2 kmu pikir Elliano?
Rita
dihukum demi kamu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!