NovelToon NovelToon
Hotnews: I Love You

Hotnews: I Love You

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Action
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Purnamanisa

Andrean Wibisono dikenal sebagai jurnalis paling perfeksionis, disiplin, dan menegangkan —menurut para rekan kerjanya. Hidupnya diatur oleh data dan struktur berita yang rapi.

Masalah hidup Andrean muncul setiap kali dia harus berurusan dengan Alena Maharani yang santai, spontan, percaya insting, dan entah bagaimana selalu selamat meski hobi sekali mepet deadline. Bagi Andrean, Alena adalah clickbait berjalan yang selalu santai menghadapi apapun, sedangkan bagi Alena, Andrean adalah robot jurnalistik yang siap mengingatkan Alena tentang kode etik jurnalistik dalam situasi apapun.

Ketika sebuah proyek liputan spesial memaksa mereka menjadi partner, bencana pun dimulai. Bagaimana kelanjutan kisah dua jurnalis yang saling bertolak belakang ini? Simak dalam Hotnews: I Love You

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Purnamanisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Target Investigasi: Alena

"Gila! Akhirnya makan siang!" kata Alena saat sepiring gado-gado dengan telur extra mendarat di hadapannya.

"Makan siang? Ini udah jam enem, woy! Makan malem!" protes Rani yang sudah siap menyantap pecel lele level limanya.

"Bodo! Gue belom makan siang!" kata Alena lalu memasukkan sesendok gado-gado ke dalam mulutnya.

"Belom makan siang?" tanya Rani mengkonfirmasi sambil melirik sepiring gado-gado milik Alena. Alena mengangguk sambil sibuk mengunyah.

"Cukup lo makan segitu?" tanya Rani memastikan rekan kerjanya itu tak akan mati kelaparan.

"Cukup. Gue minta Bu Darmi tambahin telor sama kentang. Gado-gado XL, extra large!" kata Alena lalu kembali menyantap gado-gadonya. Rani menggelengkan kepalanya sambil melanjutkan makannya yang tertunda.

"Lo kan tau partner gue robot. Kalo belom memenuhi standar dia, gue belom bisa istirahat dengan tenang," kata Alena.

"Mati dong,"

"Sial lo!"

"Sorry,"

Alena dan Rani kembali sibuk makan.

"Eh, ngomong-ngomong, besok lo langsung ke lapangan?" tanya Rani di sela-sela makannya. Alena mengangguk.

"Gue suruh si robot jemput di rumah," kata Alena.

"Hah?! Yakin lo? Bokap lo? Aman?" tanya Rani khawatir.

"Bomat! Keknya dia udah nggak peduli sama gue," kata Alena. Rani menatap Alena dengan tatapan prihatin.

Setahun lalu, Alena yang bekerja sebagai Public Relations (PR) di salah satu perusahaan startup teknologi memutuskan untuk resign dan menjadi jurnalis. Ayahnya sangat menentang keputusan Alena. Menurut ayah Alena, kehidupan jurnalis itu keras, tidak cocok untuk seorang wanita seperti Alena.

Tapi, Alena tahu, alasan ayahnya marah bukan karena jurnalistik itu keras, melainkan karena dalam pandangan ayahnya pekerjaan jurnalis itu tidak stabil. Tidak seperti saat Alena menjadi PR di perusahaan dengan nama besar, gaji tinggi, dan keuangan stabil.

Keputusan Alena untuk resign bukan tanpa alasan. Alena semakin merasa tak nyaman dengan sistem dalam perusahaan yang menurutnya "semakin kotor". Sebagai PR, Alena sering diminta untuk mengatur konferensi pers dan menjawab pertanyaan terkait isu-isu dalam perusahaan. Namun, semakin besar nama perusahaan, semakin kotor pula cara kerjanya. Setidaknya itu yang Alena temukan dalam perusahaan tempatnya bekerja kala itu. Hal itu cukup membulatkan tekad Alena untuk segera keluar dari perusahaan kotor itu.

'Gue akan buktiin ke bokap. Kerja itu nggak cuma buat cari uang, nggak cuma prestige. Kerja itu ibadah. Dan ibadah itu selalu berhubungan langsung sama Tuhan,'

***

"Lo yakin bisa ngabisin segitu?" tanya Roni pada Andrean memastikan Andrean sanggup menghabiskan satu porsi bakso beranak yang dia pesan. Kini keduanya tengah duduk di warung bakso Pak Haji Hasan langganan mereka.

"Bisa," jawab Andrean datar lalu mulai memakan bakso beranaknya. Roni menggeleng-gelengkan kepalanya, tak percaya.

"Gue belum makan siang," kata Andrean dengan mulut penuh bakso.

"Syukur deh lo masih inget makan. Kalo enggak, lo beneran robot jurnalistik kek yang dibilang Alena," kata Roni. Andrean menoleh cepat ke arah Roni dengan tatapan mengancam.

"Ops. Sorry," kata Roni sambil meringis.

"Berarti besok kalian ngedate lagi dong?" goda Roni.

"Liputan,"

"Halah! Itu cuma alibinya Pak Indra aja. Sebenernya dia tuh pengen nyomblangin kalian," kata Roni asal. Andrean kembali menatap Roni dengan tatapan mengintimidasi.

"Oke, oke. Sorry," kata Rony.

Andrean dan Roni sibuk menikmati makanan mereka.

"Berkat Alena, gue jadi punya banyak waktu luang," kata Roni.

"Gabut namanya," sahut Andrean cepat.

"Enak aja. Gue jadi mesin pencari data sekarang," kata Roni.

"Makanya, sekali-sekali lo nulis juga," kata Andrean.

"Wah! Ogah! Tulisan gue bisa dikomplain sama robot jurnalistik ntar," kata Roni sambil terkekeh.

"Sial,"

"Eh, gue denger-denger, Alena dulu mantan PR di PDX," kata Roni. Seketika tangan Andrean berhenti bergerak.

"PDX? Phoenix Digital Group?" tanya Andrean memastikan. Roni mengangguk santai.

"Kenapa dia keluar? Dipecat?" tanya Andrean pada Roni. Roni mengangkat kedua bahunya.

"Entah. Yang pasti dia resign, bukan dipecat," kata Roni.

"Lo tau darimana?"

"Rani,"

"Lo nggak tanya kenapa dia resign?"

"Gimana kalo lo aja yang tanya? Besok. Buat bahan obrolan di mobil," kata Roni sambil menaik-turunkan alisnya. Andrean mendengus kesal.

"Nggak minat," kata Andrean datar.

"Nggak minat tapi nanya terooos. Jangan-jangan lo suka sama Alena ya?" goda Roni.

"Suka? Sama jurnalis nggak paham kode etik kek dia? Hh. Nggak bakal," kata Andrean jengkel.

"Wuih! Ngeri. Ati-ati kalo ngomong. Biasanya yang kek gini malah jadi bini lho," kata Roni. Andrean membelalakkan matanya.

"Biasanya? Mana datanya? Kalo sampe lebih delapan puluh persen baru valid," kata Andrean.

"Pantesan Alena bilang lo robot jurnalistik. Semua harus pake data. Ribet hidup lo!" kata Roni sambil berlalu pergi sebelum Andrean memberinya tatapan membunuh.

Andrean menatap malas pada Roni yang tengah melarikan diri darinya. Andrean mendengus kesal lalu melanjutkan kembali memakan bakso beranaknya yang tinggal beberapa suap.

Andrean masih memikirkan tentang informasi tentang Alena yang dia dapat dari Roni. PDX adalah stratup teknologi besar yang bergerak di bidang analitik data media dan periklanan, pengolahan data pengguna untuk brand, konsultan reputasi digital, dan manajemen krisis online.

Andrean merasa curiga dengan keluarnya Alena sebagai PR di perusahaan besar dan rela menjadi jurnalis di media digital yang biasa seperti Hotnews.com. Namun, selama ini, Andrean menilai Alena bekerja dengan cukup baik meski terkadang nyaris deadline.

Apalagi seharian itu Andrean melihat bagaimana Alena bekerja sebagai jurnalis. Dia tidak bisa memikirkan niat terselubung apa yang Alena miliki dengan menjadi jurnalis.

Andrean menyendokkan bakso suapan terakhir ke dalam mulutnya. Andrean masih memikirkan hal apa yang membuat Alena memutuskan untuk resign dari PDX.

'Masalah pribadi? Atau... masalah perusahaan?' pikir Andrean.

Andrean merogoh ponsel di saku celananya. Dia dengan cepat mengetik kata PDX pada website pencarian. Beberapa artikel tentang PDX muncul —peluncuran aplikasi terbaru, appstore aplikasi produk PDX. Jari Andrean berhenti saat membaca satu judul artikel.

"Dugaan Penyalahgunaan Data Pengguna?" gumam Andrean.

Andrean membaca artikel itu sambil meminum es teh pesanannya. Mata Andrean bergerak cepat menyapu kata per kata dalam artikel tersebut. Jari Andrean tak berhenti mengusap layar ponselnya perlahan.

"Data diduga dijual kepada klien politik dan brand besar," gumam Andrean, membaca artikel tentang PDX beberapa tahun lalu.

"Alena Maharani, PR PDX, menegaskan bahwa masalah yang terjadi adalah Behavioral Optimization System..." Andrean berhenti sejenak.

"Ternyata dia memang mantan PR PDX," gumam Andrean.

Mata Andrean menangkap sosok Alena yang baru saja keluar dari warung sebelah. Alena terlihat mengobrol santai dengan Rani sambil sesekali tertawa lepas.

'Gue harus selidiki lebih lanjut,'

***

1
Nanaiko
Aaaa bersambung😅
Nanaiko
Bisa tidak yaa sehari updatenya 5 bab sekalian, Thor? hehehe
ceritanya menarik, selalu dinanti.
🥰❤
Purnamanisa: kapasitas author sehari nulis cuma 3 bab kak 😅😅😅 2 bab disini, 1 bab di I Love You, Miss!!!🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!