NovelToon NovelToon
Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Setelah Janda Menjadi Ibu Si Kembar

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Janda / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:9.7k
Nilai: 5
Nama Author: Niskala NU Jiwa

Ditinggalkan ,dihina, dan dicap mandul, Azura kembali ke desa kerumah orang tuanya dengan hati hancur setelah 5 tahun pernikahan diceraikan suaminya . Namun saat hidupnya mulai bangkit, rahasia besar keluarga terungkap, ancaman, dan musuh berbahaya . Di tengah badai itu, Azura bertemu Rayyan ,duda kata dengan dua anak kembar dan luka masa lalu . Akankah Azura mempertahankan harga diri, keluarga, dan cintanya? Atau masa lalu kembali meruntuhkan segalanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Niskala NU Jiwa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retaknya Tahta Sang Penguasa

Di sebuah gedung pencakar langit di pusat kota Metro, Dimas duduk di kursi kebesarannya dengan raut wajah yang tampak sepuluh tahun lebih tua.

Ruangan kantor yang biasanya tenang, kini terasa mencekam. Beberapa map laporan keuangan berserakan di atas meja jati mahalnya.

Laporan proyek properti senilai dua triliun rupiah di hadapannya menunjukkan tanda-tanda bahaya.Proyek yang baru berjalan 30% itu terancam mangkrak karena dana perusahaan terkuras habis untuk membiayai gaya hidup mewah Annita dan keluarganya.

Dengan tangan gemetar, Dimas membuka laci meja kerjanya. Di sana tersisa satu map terakhir dari Azura sebuah Proposal Investasi Skala Besar senilai 10 triliun rupiah.

"Ini kunci keselamatan ku," gumam Dimas ia memutuskan untuk nekat mengikuti tender raksasa ini demi menutupi semua lubang hutangnya.

Tetapi, beban pikirannya bertambah saat pulang ke rumah. Saat melangkah masuk ke rumah mewahnya, suasana bukannya mereda malah semakin panas. Orang tua Anita, Pak Surya dan Bu Linda ,kini menetap di sana dengan alasan menemani Annita yang hamil enam bulan. Padahal, mereka sebenarnya bangkrut total dan hanya menumpang hidup.

"Eh, Dimas baru pulang? Kebetulan, mama tadi lihat brosur mobil baru, bagus untuk bawa perlengkapan bayi nanti ketika jalan-jalan," ucap Bu Linda tanpa rasa malu.

Dimas hanya mendengus ketus dan langsung menuju kamar, tapi ia dihadang oleh Annita yang perutnya sudah nampak besar jalan enam bulan.

"Mas, aku butuh seratus juta lagi. Aku mau, booking paket persalinan VIP di Singapura," Tuntut Annita

Emis Dimas meledak. " Uang lagi?! Annita, kamu tahu tidak proyek kita sedang macet? Kamu dan orang tuamu tinggal di sini cuma-cuma, pakai otakmu!"

"Kok Mas bawa-bawa orang tuaku? Kamu sekarang pelit sekali!" teriak Annita.

Tiba-tiba ibu Ratih dan Bu Linda pasang badan. "Dimas! Jaga bicaramu!" bentak ibu Ratih. "Wajar Annita minta ini itu, dia mengandung cucu pertama! Jangan jadi laki-laki perhitungan!"

Bu Linda menimpali dengan sinis, "Kalau cuma urus istri dan mertua saja sudah teriak-teriak, Apa perusahaanmu sudah semiskin itu, Dimas? Memalukan."

Dimas mengepakkan tangan hingga buku jarinya memutih. Ia dikeroyok oleh tiga wanita yang hanya menganggapnya mesin uang. Di rumah ini, ia kehilangan harga diri. Ditengah frustrasinya Dimas mendapat telpon dengan detektif yang iya sewa dan akan bertemu di sebuah kafe tersembunyi.

Di sebuah kafe, seorang laki-laki paket jaket hitam dan topi biru malam meletakkan amplop coklat berisi foto-foto membuat jantung Dimas berdegup kencang. Di sana terlihat Azura dengan balutan tunik berwarna merah jambu yang anggun dan topi, sedang tersenyum manis di atas panggung pesta rakyat. Ada juga foto rumah megah keluarga Azura di desa Kenanga yang tampak jauh mewah daripada miliknya.

"Info dari warga, dia adalah nyama bagi ekonomi desa itu, Pak," jelas detektif itu. "Ada satu hal lagi yang jauh lebih besar, Pak Dimas."

Detektif itu menyodorkan dokumen tambahan. "Azura kini secara diam-diam telH memiliki perusahaan properti di kota ini, tidak hanya itu, galery kerajinannya sudah melakukan ekspor besar-besaran ke luar negeri secara rutin."

Dimas terhenyak. Matanya membelalak tak percaya. "Properti? Dia punya perusahaan properti di kota ini? Tidak mungkin!"

Rasa terkejut Dimas perlahan menjadi seringai licik. Otaknya yang tampak langsung menyusun rencana jangka panjang.

"Jadi dia sudah menjadi sukses sekarang.." gumam Dimas sambil mengusap foto Azura dengan tatapan penuh ambisi.

"Bagus kerjamu, upahmu sudah saya transfer lima puluh juta," kata Dimas.

"Terimakasih, bos senang bekerja sama dengan anda," kata pria itu.

setelah berjabatan tangan detektif itu pergi meninggalkan Dimas sendirian di kafe itu.

Tentunya Dimas harus menahan diri untuk menemui Azura. Ia tahu posisinya sekarang sedang lemah dan penuh hutang. Ia tidak ingin menemui Azura dalam kondisi kalah.

"Aku harus memenangkan tender investasi 10 triliun ini dulu menggunakan proposal terakhir darinya. begitu uang di tangan dan posisiku kuat, aku akan menemuinya."

Dimas menyandarkan punggungnya di kursi cafe. "Aku akan membuatnya kembali padaku. Dengan kekayaan miliknya dan otak jeniusnya, aku tidak hanya akan selamat, tapi aku akan menjadi penguasa bisnis nomor satu. Annita hanyalah beban, tapi Azura adalah tambang emas yang harus ku rebut kembali."

Dimas tertawa dingin, membayangkan masa depan di mana ia bisa memiliki semua kekayaan Azura. Ia tidak sadar bahwa Azura yang sekarang bukanlah domba penurut, melainkan serigala yang sedang menanti saat yang tepat untuk mencabiknya.

1
Roos Penerut's
cerita bagia
Evi Lusiana
terharu thor,walopun slm 5 thn azzura bgi burung d dlm sangkar bgtu kluar dia ttp bs jd penerang bgi kluargany yg sdg kesusahan
Evi Lusiana
ayo zura bangkit dn lawan musuh²mu dg elegan,kau org cerdas
bilik166
💪💪💪💪💪💪
Niskala NU Jiwa: terimakasih
total 1 replies
Elia Rossa
aku suka cerita kalo wanitanya tangguh gini...👍
Niskala NU Jiwa: terimakasih kak. 😍
total 1 replies
naya siswanto
keren
Darlysese
di tunggu lanjutannya
Darlysese
semangat ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!