NovelToon NovelToon
Lepaskan Aku, Tuan Jason

Lepaskan Aku, Tuan Jason

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO Amnesia / Pelakor / Dijodohkan Orang Tua / Romansa Fantasi / Konflik etika / Selingkuh
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: MTMH18

Min Ara wanita yang di jodohkan dengan Jeon Jason, lelaki tampan yang mempunyai kharisma kuat yang merupakan seorang putra tunggal dari keluarga Jeon.

Sebagai syarat lelaki itu mendapatkan seluruh hak warisnya, Jason harus menikah dengan Ara.

Ara mengira kehidupannya akan bahagia dengan menjadi istri Jeon Jason, tetapi semua itu hanya ada dalam angannya saja. Jason yang berstatus suaminya itu, tidak lebih dari seorang iblis yang selalu menyakiti hatinya.

Ara tidak bisa mengelak perasaannya yang mulai terjebak di dalam lingkaran yang di buat Jason, tetapi itu semua adalah sebuah kesalahan besar baginya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MTMH18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

24| Kembali Sakit

Ara dan Nara sedang berjalan-jalan mengelilingi mall yang cukup besar di tempat mereka, sudah satu jam lamanya mereka berkeliling. Tapi, barang yang diinginkan Nara tidak di temukan.

Nara sampai marah-marah kepada salah satu pegawai di mall ini, karena ia sudah memesannya sejak satu minggu yang lalu dan sampai sekarang barangnya belum datang juga.

“Haah, aku sangat kesal kepada mereka! Kenapa berjanji kalau tidak mau menepatinya!” kesal Nara saat mereka berhenti di salah satu restoran di dalam mall tersebut.

“Berjanji, tapi tidak menepatinya?” gumam Ara yang di balas anggukan dari Nara.

“Iya kau benar! Mereka adalah orang-orang bullshit yang tidak pantas untuk diharapkan!” balas Nara yang membuatnya terdiam.

Kata-kata itu sungguh menguras pikiran Ara. Ara berpikir apakah Jason akan benar-benar menepati janjinya atau tidak, seperti perkataan Nara. Ara mulai kembali takut, ia terdiam dan menghiraukan Nara yang terus menggerutu di hadapannya.

“Ara! Hei! Kau kenapa?” tanya Nara dengan suara yang cukup keras, membuat Ara tersadar dari lamunannya.

Ara tersenyum kecil dan menggelengkan kepalanya.

“Ada apa? Kau sedang menyembunyikan sesuatu ya?” tanya Nara dengan memicingkan matanya. Ara menggeleng ragu dan membuat Nara menghembuskan napas panjang.

“Kau tidak mau mengatakannya tidak apa! Tapi, kau jangan begini. Kau terlihat bukan seperti Ara yang aku kenal,” ujar Nara, membuat sang sahabat meremas ujung baju yang di kenakan.

“Aku hanya kepikiran dengan kata-katamu,” jujur Ara membuat Nara berpikir.

“Yang mana? Oh—yang janji itu? Memangnya kenapa dengan janji?” tanyanya.

“Aku tidak tahu, tapi aku memikirkan perkataan Jason yang selalu berjanji kepadaku. Aku mencoba untuk meyakini kesungguhannya, tapi hati kecilku masih belum sepenuhnya yakin dengan kata-katanya. Seolah ada yang berkata kalau aku jangan terlalu mengharapkan apa yang dikatakan olehnya, entahlah aku merasa sepertinya aku sekarang sedang dilema,” jelas sambil meminum jus yang diesan tadi.

Matanya menjelajahi seisi restoran yang begitu ramai, memang sekarang akhir pekan dan banyak dihabiskan oleh para pasangan muda ataupun suami-istri untuk menghabiskan waktu bersama.

Sedangkan Ara, bersama dengan Nara, karena Jason bilang ada urusan yang harus diselesaikan, sehingga membatalkan janji mereka untuk makan malam di luar.

Saat Ara menyusuri isi restoran, tatapannya terpaku dengan dua sosok yang sangat ia kenali, Ara tersenyum miris dan memilih menundukkan kepalanya.

Nara sedang pergi ke toilet sehingga sekarang Ara duduk sendirian. Ara terus menundukkan kepalanya sampai dua pasangan itu melewatinya keluar dari restoran.

Setelah dirasa mereka sudah keluar dari restoran, Ara kembali mengangkat kepalanya dan melihat punggung mereka yang mulai menjauh.

“Ternyata perasaanku benar, ya?” kekeh Ara menertawakan dirinya sendiri.

“Kau kenapa tertawa sendiri begitu?” tanya Nara yang baru datang dari toilet.

Ara menggelengkan kepalanya, ia tidak akan mengatakan hal yang ia lihat kepada Nara.

“Aku hanya terhibur saja melihat lelucon di sosmed,” bohong Ara yang di balas anggukan oleh Nara, untung saja Nara tidak menaruh curiga dengan jawabannya.

“Kau tidak makan?” tanya Nara yang sudah melahap makan yang dipesannya tadi, Ara menggelengkan kepalanya, tiba-tiba saja nafsu makannya menghilang.

“Aku kekenyangan minum jus ini,” jawab Ara yang kembali tidak di curigai oleh Nara.

Ara menyandarkan punggungnya di kursi, ia melihat ke layar ponsel. Di sana terdapat potret dirinya bersama seseorang yang tidak bisa ia lupakan, tiba-tiba saja ia merindukan orang itu. Ara terus menggeser galerinya dan menemukan foto kedua orang tuanya yang tersenyum bahagia.

“Ara merindukan kalian, maafkan Ara yang berbohong kepada kalian dengan selalu mengatakan bahwa Ara di sini bahagia. Tapi, Ara janji, kalau Ara sudah tidak sanggup lagi, Ara akan pergi dan memilih menjauh saja. Ara akan kembali pulang dan tinggal bersama Ayah dan Ibu,” gumam lirih Ara yang tidak di dengar oleh siapa pun.

Ara menggeser lagi dan foto yang terpampang selanjutnya dalah foto pernikahannya dengan Jason, di mana ia tersenyum bahagia di sana. Senyum yang sebenarnya ia palsukan setelah mendengar pernyataan Jason kala itu.

Dadanya kembali terasa sesak, tapi ia menahannya, karena di sini ada Nara dan juga ia tidak bisa mengatakannya kepada Nara, lebih baik menyimpannya dulu.

Ara tahu batas kesabarannya, ia masih bisa bersabar sekarang. Tapi, tidak tahu ke depannya ia akan tetap seperti ini atau lebih baik melepaskan saja.

“Kenapa kau melamun?” suara Nara mengejutkannya, Ara segera mematikan ponselnya.

“Kenapa kau menatapku begitu?” bingung Ara.

“Aku tahu apa yang kau lamunkan!” serunya.

“Apa?”

“Aku tahu kau sedang jatuh cinta, tapi tidak seharusnya kau melihat foto suamimu dengan tatapan begitu. Suamimu kan sedang ada urusan, mungkin nanti kau akan bertemu lagi dengannya, jadi kau tidak sampai begitu melihat fotonya,” jelasnya membuat Ara tertawa miris di dalam hati.

“Ya kau benar, aku sangat mencintainya sampai aku begitu buta dengan semuanya,” sahut Ara yang membuat Nara mengernyit bingung dan menatap aneh.

“Apa ada makna tersembunyi di balik kalimat itu?” tanya Nara yang di balas gelengan pelan.

“Tidak ada, itu adalah kebenaran,” balas Ara membuat Nara semakin bingung.

“Aku tidak mengerti maksudmu,” titah Nara.

“Aku sangat mencintainya sehingga aku buta dengan sekililingku, fokusku hanya kepadanya saja,” jawab Ara dengan senyum palsunya.

“Kau ini, ku kira apa? Dasar ya!” kesal Nara yang kembali melahap makanannya.

“Nar, aku ingin bertanya kepadamu. Kalau menahan rasa sakit terlalu lama apakah itu baik?” tanya Ara tiba-tiba membuat Nara tersedak makanannya.

“Maaf-maaf sudah membuatmu terkejut begitu,” ucap Ara dengan wajah bersalahnya.

“Tidak apa! Aku tanya siapa yang kau maksud itu? Apakah kau...”

Ara tersenyum, dari senyuman itu Nara sudah mengerti.

“Jangan bilang kau melihat suamimu dengan wanita itu lagi?” tanya Nara yang membuat Ara terkejut.

“Kau tahu?” tanyanya balik.

“Aku tidak terlalu yakin tadi, hanya saja merasa tidak asing dengan mereka berdua. Aku melihatnya saat mereka keluar dari restoran ini. Ara, tentang pertanyaanmu tadi. Aku rasa itu tidak akan baik, menahan sakit akan membuatmu semakin terluka dan itu akan sukar untuk hilang. Aku hanya ingin menanyakan satu hal kepadamu! Apa pilihanmu sekarang? Keputusannya berada di tanganmu!” Ara terdiam dan mulai mengembangkan senyumannya.

“Aku akan mencobanya sampai aku benar-benar lelah dan tidak sanggup lagi, saat itu aku akan benar-benar melepasnya,” jawab Ara.

“Apa pun itu, aku akan mendukungnya dan jangan pernah sungkan untuk bertanya kepadaku atau pun ingin bercerita kepadaku. Kau sudah ku anggap sebagai adikku sendiri,” ujar Nara.

“Terima kasih, Nar,” ucap Ara dengan tulus.

...***...

“Kita mau ke mana?” tanya Ara saat mereka kembali berkeliling.

“Aku ingin mencarinya di tempat lain, ayo!” Nara menarik lengannya dan membawanya ke salah satu toko yang cukup ramai.

Netra Ara kembali melihat dua sosok tadi dan ia memilih menggunakan masker yang diberikan oleh Nara.

“Biar kita tidak ketahuan,” bisik Nara.

Bersambung...

1
Piyah
ara lebayy
Mita Paramita
jason lagi akting baik yaaa🤨 curiga ada udang dibalik batu 🤣🤣🤣
Piyah
lanjut
Piyah
dialognya kurang banyak
Ara putri
mampir kak, jika berkenan mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!