Seruni (20 tahun) adalah kembang desa cantik, lugu dan polos yang tinggal di wilayah terpencil daerah Tapal Batas.
Pernah bertunangan dengan salah satu pemuda dari kampung sebelah. Berujung putus dan gagal menikah karena ditikung adik tirinya bernama Rasti.
Suatu hari, Seruni dijodohkan dengan seorang pria dari kota. Musibah datang menerpa, di mana rombongan bus calon pengantin laki-laki mengalami kecelakaan, lalu terbakar hebat. Semua penumpang tewas di TKP termasuk calon suami Seruni.
Kepercayaan masyarakat setempat, jika sampai seorang gadis gagal menikah dua kali maka dianggap pembawa sial. Pastinya tak ada pemuda yang akan sudi menikahi Seruni.
Pak Tono selaku Kades yang berstatus sebagai ayah kandung Seruni, terpaksa menerima laki-laki asing bernama Bastian Fernando Malik yang mendadak bersedia menjadi suami Seruni. Tanpa diketahui semua orang bahwa Bastian tengah lari dan bersembunyi dari kasus pembunuhan yang menjeratnya.
Bagian dari Novel : Maafkan Mama, Pa🍁
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 19 - Masa Lalu Orang Tua Bastian Part 2
"Kalau gak salah dia kena kasus pembunuhan, Teh."
"Pembunuhan gimana, Bu? Yang dibunuh laki-laki atau perempuan?
"Saya kurang jelas, Teh. Yang meninggal laki-laki tua,"
"Meninggal di rumah itu?"
"Bukan, Teh. Meninggal di tempat karaoke. Kan si Selvi kerja di sana,"
"Selvi kerja di tempat karaoke, bukan di restoran?" tanya Elsa memperjelas.
"Iya betul, Teh. Kalau siang Selvi kerja di restoran jadi tukang cuci piring. Kalau malam kerja di karaoke,"
"Jadi apa?"
"Saya kurang tau, Teh. Selvi bilang kerja ngantar minum ke tamu di karaoke. Tapi kata orang-orang di sini kerja jadi P S K,"
"Mantan suami Selvi selama ini kerja apa, Bu?"
"Sopir, tapi jarang pulang. Sering keluar kota ngantar kiriman besi atau barang lainnya,"
"Apa sudah lama Ramdan di penjara?"
"Kalau gak salah setahun yang lalu kejadiannya,"
"Apa ibu tau alamat rumah Selvi yang terbaru?" tanya Elsa.
"Masih di Bandung juga. Tapi sekarang dia tinggal di perumahan bagus, Teh. Kalau di sini kan cuma kampung. Terus kabarnya si Selvi mau nikah,"
"Nikah?" Elsa semakin terkejut mendengarnya.
"Iya, Teh. Dua minggu yang lalu Selvi datang ke Pak RT buat ngurus pindah KK. Terus dia sempat bilang mau nikah. Rumah yang ditinggali sekarang katanya dibelikan sama calon suaminya,"
Setelah mendapat alamat Selvi dari Pak RT setempat, Elsa bergegas menuju ke rumah yang diduga dihuni oleh wanita pela_kor yang berusaha masuk ke dalam rumah tangganya bersama Surya.
☘️☘️
Setibanya di sana, Elsa tak mendapati Selvi. Hanya ada seorang pembantu yang berjaga di rumah itu.
"Kalau boleh tau, Selvi pergi ke mana ya Mbak?" tanya Elsa.
"Ibu ini siapa?"
"Saya Indah, teman lama Selvi. Kabarnya Selvi mau nikah. Beneran ya Mbak?" pancing Elsa dengan sedikit berbohong terkait identitas aslinya.
"Oh, ibu udah tau toh kalau majikan saya mau nikah?"
"Tentu saja saya tau, kan kita berteman baik. Cuma kita udah lama gak bertemu langsung. Saya tinggal di Jakarta. Sedangkan Selvi kan selama ini tinggal di Bandung,"
"Iya, Bu. Nyonya Selvi memang mau nikah sama Pak Surya," celetuk si pembantu.
Deg...
Jantung Elsa semakin berdegup kencang saat si pembantu menyebutkan nama sang suami. Elsa berusaha menahan emosinya saat ini. Ia tak ingin membuat si pembantu curiga sehingga dirinya akan kehilangan informasi penting lainnya.
"Jadi, Selvi sekarang pergi ke mana Mbak? Biar aku susulin sekalian mau traktir makan dia," desak Elsa dengan tetap penuh ketenangan dan sikap yang wajar.
"Pergi ke klinik kandungan yang tak jauh dari sini, Bu."
"Klinik kandungan?"
"Iya, Bu. Nyonya Selvi mau periksa kandungan,"
"Apa Selvi hamil?"
"Kurang tau pasti, Bu. Udah seminggu ini Nyonya Selvi mual-mual dan pusing kayak gejala wanita hamil. Jadi sekalian periksa apa beneran hamil atau bukan,"
Awalnya Elsa berniat menemui Selvi ke Bandung hanya ingin meminta penjelasan kebenaran hubungan wanita itu dengan sang suami. Jika hanya sebatas khilaf, Elsa memilih akan memaafkan Surya dan Selvi.
Namun saat ini berita dugaan kehamilan Selvi, membuat pijakan di kaki Elsa semakin goyah.
Elsa memutuskan pergi dari sana setelah mengetahui alamat klinik kandungan yang dituju oleh Selvi.
Saat tiba di klinik, pupil mata Elsa terbelalak saat melihat mobil Surya terparkir di depan klinik kandungan tersebut. Ia tak menyangka bahwa tadi pagi Surya berbohong padanya.
Surya mengatakan pergi ke Jogja untuk bertemu klien. Ternyata sang suami ke Bandung menemui Selvi. Bahkan mengantarkan wanita itu periksa ke klinik kandungan. Benar-benar memuakkan.
Selama ini Elsa berusaha percaya pada Surya dan tak pernah cemburu berlebihan jika suaminya itu dekat dengan klien bisnis yang berjenis kela_min wanita.
Air su_su dibalas air tuba. Elsa benar-benar kecewa. Akhirnya, Elsa memutuskan untuk bersembunyi di area parkiran mobil.
☘️☘️
Tak berselang lama, orang yang ditunggu oleh Elsa kini berjalan keluar dari klinik menuju mobil Surya yang terparkir.
"Mas, kamu harus segera nikahin aku." Rengek Selvi.
"Aku masih bingung, Sel."
"Mas Surya gimana sih? Aku ini lagi hamil anakmu loh, Mas!" protes Selvi.
"Iya, aku tau. Tapi kamu gak lupa kan kalau aku udah nikah sama Elsa dan kami punya Bastian,"
"Dulu, aku udah ngalah sama dia! Sekarang, aku gak mau Mas!" bentak Selvi.
"Tenang, Sel. Jangan memancing keributan. Kita lagi di luar. Gak enak kalau sampai dilihat banyak orang kita lagi bertengkar,"
"Mas gak lupa kan? Dulu yang ambil kesucianku waktu kita masih muda, itu Mas Surya. Terus, Mas seenaknya ninggalin aku dan kawin sama dia! Cuma karena keluarga kalian setara, sedang aku wanita miskin!"
Syok.
Elsa yang sedang menguping pembicaraan antara sang suami dengan Selvi, seketika terkejut mendengar fakta pahit yang terjadi. Hatinya begitu sedih mendengarnya. Ia berusaha mati-matian menahan sebah di hatinya serta tangisnya.
"Kenapa malah jadi bahas masa lalu?" keluh Surya dengan nada suara tak terima.
"Tentu aku bahas masa lalu kita! Oke, dulu aku mengalah. Lagi pula dulu beruntung aku tidak hamil. Tapi, sekarang aku lagi hamil dan kita melakukannya suka sama suka. Mas harus bertanggung jawab nikahin aku secara resmi! Aku gak mau kalau cuma nikah siri!"
Tiba-tiba Surya dan Selvi terkejut dengan kedatangan Elsa di sana.
PLOK...PLOK...PLOK...
Elsa keluar dari persembunyiannya. Ia memberikan sebuah tepuk tangan dengan nada satir meremehkan pasangan peselingkuh di depannya ini.
"Hebat ya kalian," sapa Elsa dengan nada mencibirnya.
"Elsa," balas Surya dengan mimik wajah terkejut.
Sedangkan Selvi, tampak biasa saja. Walaupun hatinya cukup terkejut dengan kedatangan Elsa.
"Selama ini Mas pamit ke luar kota untuk urusan bisnis, ternyata ada main di belakangku."
"El, kami_" ucapan Surya seketika terpotong.
"Aku udah tau Mas dan tak perlu kamu jelaskan! Wanita sun_dal ini, mantan kekasihmu kan?" sela Elsa seraya jarinya menunjuk tajam ke arah Selvi.
"Restui saja kami berdua. Mas Surya tak akan menceraikanmu. Aku rela jadi istri kedua. Apalagi saat ini aku lagi hamil anak Mas Surya," sahut Selvi.
"Cuihh..." Elsa sontak melu_dah di depan Selvi.
"ELSA !!" bentak Surya. "Apa-apaan kamu!"
"Mas yang apa-apaan! Mas tega mengkhianati pernikahan kita! Mas gak memikirkan perasaanku dengan Bastian gimana hah?"
Elsa adalah sosok wanita lembut dan baik selama ini. Mendadak ia berubah seratus delapan puluh derajat kala mendapati Surya tega berselingkuh hingga membuahkan calon bayi.
Hidup Elsa rasanya luluh lantak tak berbentuk. Rasa kelembutan yang selama ini melekat dalam dirinya, sirna seketika dan berubah menjadi amarah.
"Mbak Elsa, seharusnya aku yang marah sejak dulu karena kamu udah merebut Mas Surya dariku!" desis Selvi.
"Aku gak pernah merebut dia dari wanita murahan sepertimu! Kami berdua sudah lama dijodohkan!" balas Elsa.
"Sekarang Mbak harus setuju Mas Surya nikahin aku secara resmi demi anak dalam kandunganku. Mbak, jangan egois dong!" teriak Selvi seraya melangkah maju ke arah Elsa.
Bahkan Selvi sempat mendorong bagian pundak Elsa beberapa kali dengan telapak tangannya. Seakan-akan Selvi ingin menunjukkan kekuasaannya sebagai calon istri baru Surya.
"AAARRGGHH !!" jerit Elsa secara tiba-tiba.
Amarah yang sejak tadi ditahannya, seketika meluap bak air sungai yang dilanda banjir bandang. Pengkhianatan yang begitu kejam dari pria yang dicintainya sekaligus bergelar ayah kandung dari putranya. Menghantam hingga ke ulu hatinya.
BUGH !!
Elsa mendorong kencang tubuh Selvi hingga terjungkal ke belakang. Selvi yang tak siap akan serangan mendadak dari Elsa, akhirnya jatuh tersungkur dan berguling-guling.
Kebetulan di belakang tubuh Selvi adalah sebuah jalan turunan yang dipakai kendaraan jika hendak keluar dari klinik tersebut.
"SELVI !!" pekik Surya yang terkejut melihat mantan kekasihnya itu tak sadarkan diri sekaligus terdapat da_rah yang mengalir cukup banyak keluar di sela-sela kakinya.
Bersambung...
🍁🍁🍁
turunan mamanya klop.....
semangat pengantin baru...buat Bas tahu bahwa istrinya Masin perawan tingting...