Caramel Willem, cucu mafia terbesar di dunia mengalami transmigrasi ke dalam buku novel.
Ding!
"Selamat datang di dunia paralel, saya sistem 014 akan menemani perjalanan anda."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tekanan
Erlangga dan Kevin tetap berangkat sekolah meskipun sudah mengalami kejadian aneh dan berbahaya kemarin. Tanpa sadar keduanya jadi berteman dekat, karena mereka sudah beberapa kali berada dalam situasi berbahaya bersama-sama.
Meskipun tentu saja tidak ada ucapan yang keluar dari mulut mereka tentang pertemanan ini. Mereka selayaknya anak remaja yang memiliki gengsi setinggi langit, tapi sayang nya keberadaan mereka sudah di tandai oleh organisasi kriminal menakutkan yaitu RUDE.
Sejak kejadian semalam, Karina di kabarkan pindah sekolah ke luar negri. Bahkan dia sudah tidak lagi menjadi atlet nasional, sekana menghilang begitu saja.
Kini salah satu karakter penting dalam alur cerita sudah hilang. Yang artinya cerita awal sudah pasti berubah, dan ketertarikan Kevin pada Juwita hanya sebatas tertarik saja karena tidak ada provokasi atau dorongan dari pihak ke tiga.
Apa kah Erlangga menyukai Juwita seperti di cerita asli? tentu saja saat ini TIDAK SAMA SEKALI. Erlangga belum mengenal soal cinta dan hubungan lawan jenis, dia masih berada di masa pubertas dimana bertarung lebih menyenangkan daripada bermain cinta monyet.
"Apa yang terjadi padamu setelah kembali ke rumah?." Tanya Kevin saat pergantian jam pelajaran.
"Aku langsung masuk ke kamar ku dan tidur." Jawab Erlangga, that's simple.
Kevin langsung menatap Erlangga dengan tatapan penuh rasa iri. Meskipun Erlangga tidak paham dengan tatapan itu, sebenarnya apa yang terjadi pada Kevin setelah kembali ke rumah?.
Kevin adalah anak dari seorang konglomerat yang terkenal di dunia bisnis. Sebagai anak semata wayang, Kevin harus memenuhi ekspektasi orangtua dan hidup demi memenuhi harapan dan keinginan orang lain.
Sejak kecil, Erlangga sudah di atur untuk hidup seperti yang Ayahnya inginkan. Dia harus menjadi anak teladan dan baik, harus menjadi anak pintar dan berprestasi di sekolah. Terutama di bidang akademik karena Ayah Kevin ingin Kevin menjadi seorang Dokter.
Apa alasannya? kenapa Kevin harus menjadi Dokter padahal Ayahnya seorang pebisnis?. Benar, karena Dokter adalah cita-cita dari sang Ayah yang tidak tergapai. Kevin menjadi alat untuk kepuasan atas kegagalan sang Ayah, Kevin tidak boleh gagal dan harus menjadi anak yang sempurna.
Di kamar Kevin ada sebuah ruangan khusus untuk belajar, di sana dia harus belajar setiap hari dan hanya tidur 4 jam per hari. Terlambat satu menit saja dia akan di hukum, karena waktu satu menit bisa di gunakan untuk mengerjakan satu soal.
Ada banyak cctv pengawas di kamar, segala pergerakan Kevin terpantau kamera cctv Ayahnya. Hanya di sekolah lah Kevin mendapatkan kebebasan, karena itu dia sering membolos dan tawuran. Tapi tetap saja jika ada hasil yang tidak sempurna, maka Kevin akan di hukum.
Kevin sudah terdoktrin untuk hidup memenuhi harapan Ayahnya. Dia tidak mau gagal dan membuat Ayahnya marah, dia tidak ingin melihat Ibu nya menjadi samsak kemarahan dari sang Ayah jika dia bersalah. Hidup Kevin tidak pernah bahagia, dia hidup bukan untuk dirinya sendiri.
"Woi, kau ini kenapa?." Erlangga membuyarkan lamunan Kevin.
"Eh.. apa?." Kaget Kevin.
"Apa kau mendapatkan masalah di rumah? Ayahmu pulang membawa selingkuhan lagi?." Bisik Erlangga.
"Tidak." Jawab Kevin, dia melengos dan sibuk membaca buku.
Erlangga hanya mengamati dalam diam, dia tidak tau kenapa Kevin terkadang terlihat aneh. Dia maniak belajar, tapi suka tawuran dan bisa bela diri seperti berandalan. Sebenarnya Kevin itu orang yang seperti apa? kenapa Erlangga jadi merasa penasaran.
"Hmm.. mungkin kehidupan anak orang kaya dari lahir memang berbeda. Mereka pasti sudah di didik seperti putra bangsawan, memiliki tujuan yang jelas dan sukses di jalan yang mereka lalui tanpa banyak perjuangan. Untuk apa aku memikirkan hidup anak orang kaya." Batin Erlangga.
Jam pelajaran berakhir, Erlangga heran saat melihat Kevin tidak membawa motor tapi di jemput dengan mobil mewah. Kevin melihat seorang pria paruh baya memakai kacamata di kursi kemudi, memakai jas lengkap dan terlihat old money.
"Apa itu sosok Ayah yang tukang selingkuh itu? wajahnya lebih biasa dari dugaan, apa karena sudah tua?." Gumam Erlangga.
Erlangga pulang ke rumah tanpa drama, dia masuk ke dalam rumah dan melihat Arga sedang duduk santai sambil membaca koran. Erlangga membanding antara Arga dan Ayah Kevin, entah kenapa dia jadi curiga jika Arga itu tukang selingkuh juga.
"Kenapa menatap Papa seperti itu?." Ujar Arga, dia merasa kepalanya akan bolong karena tatapan Erlangga.
"Pa, apa Papa mengenal Ayah Kevin?." Tanya Erlangga.
"Hmmm... dia pengusaha kaya yang terkenal kan?." Ucap Arga, merasa heran.
"Kevin terlihat aneh hari ini." Erlangga duduk di sebelah Arga.
"Aneh? ada apa?." Arga merasa tertarik.
"Entahlah dia terlihat sedikit menjauh dan murung, dia juga tadi pulang di jemput Ayahnya. Kevin pernah bercerita padaku kalau Ayahnya tukang selingkuh, karena itu dia membenci Ayahnya." Ucap Erlangga.
"Mungkin dia sedang memiliki masalah dengan keluarga nya." Ujar Arga, tidak mau Erlangga ikut campur urusan keluarga orang lain.
"Pa.. apa aku tidak punya kakek?." Tanya Erlangga tiba-tiba.
"Hmm, mereka sudah meninggal sejak Papa masih kecil. Ibu mu juga sama, apa kau sedih karena tidak memiliki Kakek?." Arga mencari alasan.
"Tidak sih, aku hanya penasaran kehidupan menjadi anak orang kaya dari lahir itu seperti apa?." Tanya Erlangga.
"Maksudmu didikan yang di terima seorang anak yang terlahir dari orangtua yang kaya raya?." Ujar Arga.
"Ya." Erlangga mengangguk.
"Sebenarnya tidak bisa menjadi patokan sih karena setiap orang memiliki cara pikir yang berbeda. Tapi yang sering di jumpai di kehidupan orang kaya adalah tekanan, tekanan untuk bisa melampaui sang Ayah dan mewujudkan ekspektasi banyak orang. Terkadang lahir menjadi anak orang kaya yang hebat itu petaka, anak itu harus kehilangan masa muda untuk belajar. Demi bisa mengejar sang Ayah, atau melampaui kehebatan Ayahnya. Tekanan seperti itu biasanya sering di jumpai di kehidupan orang kaya." Ucap Arga, bicara apa adanya.
"Apa?." Kaget Erlangga, sampai tidak bisa berkata-kata.
"Mereka itu seperti bangsawan di cerita kerajaan. Lahir sebagai bangsawan terlihat sangat sempurna di mata rakyat jelata, tapi mereka harus siap menerima apapun keputusan orang tua. Ibarat kata mereka hidup bukan untuk diri mereka sendiri, tapi mereka tetap hidup demi orang lain." Ucap Arga.
"Hahahah itu tidak mungkin terjadi di dunia nyata kan? apalagi sekarang sudah modern." Erlangga tidak mau mempercayai itu.
"Apa kamu ingin tau kehidupan macam apa yang selama ini di jalani Kevin?." Tanya Caramel, dia datang membawa coklat panas.
"A-apa, aku hanya penasaran dengan kehidupan orang kaya. Tidak ada hubungannya dengan orang itu." Erlangga malu.
"Jika kamu khawatir dan penasaran, lebih baik tanya kan saja langsung pada orang nya. Siapa tau dia butuh pertolongan." Ucap Caramel tiba-tiba.
"Pertolongan? apa maksud Mama?." Kaget Erlangga.
"Mama lahir sebagai keturunan konglomerat kelas atas. Sejak kecil Mama di didik seperti mesin, untuk memenuhi ekspektasi mereka dan kehilangan cahaya hidup untuk diri sendiri. Rasa nya terkurung dalam sangkar dan sesak, Mama kehilangan emosi dan hidup seperti boneka." Ucap Caramel, menceritakan kisah kehidupan pertama nya.
Deg.
aneh ga sih 🤔🤔🤔