––Tak ada angin, tak ada hujan, Ailena di ajak oleh seorang laki-laki yang entah muncul darimana tiba-tiba menarik nya menuju kantor urusan agama (KUA).
"Cepat katakan nama mu! Dan tanda tangan setelah nya" desak Haikal dengan nada tegas.
"Tapi kita nggak saling kenal!"
"Nanti kenalan!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hanisanisa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
(19) Perkara Helm
Indra menatap lekat pasangan di hadapan nya yang baru ia ketahui berita itu, bahkan Haikal nampak tak membiarkan nya untuk lebih lama Ailena.
"Panjang cerita nya" ujar Haikal.
"Pendek aja cerita nya Bang Boss.." sahut Ailena membuat Haikal menoleh dengan tatapan datar.
Indra mengernyit alis, yang mana harus ia percayai? Teman nya sendiri atau karyawan di cafe nya sendiri?
"Kamu diem aja ya Sayang, nggak perlu ikut nyaut ya" ucap Haikal dengan nada lembut, membuat Indra mencebik.
"Terserah lah! Lo hutang penjelasan sama gue Kal, dan lo Len.. Ah sudah lah, pulang aja sana" Indra sudah tak bisa berkata-kata lagi.
Kepala nya tiba-tiba penuh dengan banyak pertanyaan tentang hubungan antara pasangan di depan nya itu.
"Thanks.." ucap Haikal segera menarik tangan Ailena menjauh dari ruangan Indra.
Ailena berdecak dan menghentak tangan nya yang di tarik Haikal.
"Kenapa Yang? Mau protes? Aduh.." ringis Haikal yang tak bisa mengelak dari pukulan Ailena di lengan nya dengan keras.
"Bodoamat!" ketus Ailena segera melepas celemek nya dan berjalan menuju dapur, ia harus berpamitan dengan Melati dan teman-temannya yang lain.
Haikal menunggu Ailena di dekat pintu keluar masuk, membuat orang yang ingin masuk dan keluar menjadi sungkan.
Plak
"Jangan ngalangin pintu, nanti susah dapat jodoh" tegur Ailena segera mendorong tubuh Haikal keluar dari cafe.
"Loh? Iya sih susah banget.. Untung nya udah ke tangkap sekarang" balas Haikal lalu menggenggam tangan Ailena erat hingga menuju motor nya yang terparkir rapi di tempat parkiran.
Ailena memutar bola mata jengah. Salah memang memberi teguran seperti orang tua dulu-dulu. Ya salah lah! Suami sendiri ditegur pakai embel-embel jodoh. Ya kalah telak lah Ailena.
"Kenapa ngajakin aku pulang cepat sih?" sungut Ailena kembali mengulang pertanyaan nya.
Haikal menghela nafas sebelum memasangkan helm untuk Ailena yang baru dia beli sebelum menjemput Ailena.
"Kangen lah, emang nggak boleh kangen sama istri sendiri?" sahut Haikal dengan enteng sembari mengunci helm Ailena yang nampak pas di kepala Ailena.
Ailena mengernyit dan rasa nya ingin memukul Haikal ribuan kali..
"Ini? Helm baru?" tebak Ailena yang baru menyadari kepala nya yang terasa berat di tambah aroma wangi yang masih begitu kentara.
Haikal mengangguk. "Khusus buat kamu seorang, orang lain di larang pakai helm itu.. Dan harus aku yang masangin helm itu ke kamu" oceh Haikal membuat Ailena terdiam sejenak.
"Dih!" cibir Ailena lalu memilih menatap ke sembarang arah, mencoba menghindari tatapan mata Haikal yang terus tertuju pada nya.
"Ayo naik, ngapain diri disitu mulu?" ucap Haikal membuat Ailena tersadar dan segera naik ke motor Haikal yang terlihat dari luar harga nya akan menguras dompet mahasiswa nya itu.
Sepanjang jalan kembali ke rumah, Ailena hanya memandang ke arah samping. Ia takut melirik ke spion yang di arahkan oleh Haikal ke arah wajah nya.
Semudah itukah Ailena luluh? Oh no! Jangan dulu dong Len..
Sesampainya di depan rumah. Ailena hendak melepas helm yang menjadi pelindung di kepala nya.
"Sini aku bukain, kan harus sama aku.. Kalau kamu sendiri nggak akan bisa karna ini kunci nya ada di hati ku yang khusus buat kamu" lagi-lagi Haikal mengoceh yang membuat Ailena rasanya ingin lari masuk ke dalam rumah tanpa melepas helm.
Klik
"Beres.."
Haikal mendongak saat Ailena langsung ngacir masuk ke dalam rumah saat helm sudah terlepas dari kepala.
Haikal terkekeh pelan di selangi geleng-geleng kepala. "Lucu juga istri ku itu, pengen ku makan sampai kenyang 9 bulan" gumam Haikal bermonolog.
👍👍👍👍👍
👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻👏🏻
❤️❤️❤️❤️❤️
sehat-sehat ya kakkk ❤️